Kamis, 31 Mei 2012

Sebisanya Sesempatnya

Assalamu'alaikum Sodaraku semua,
Insya Alloh hari ini genap sebulan saya meninggalkan dunia blogging. Ujung-ujungnya, ada kekakuan dalam memulainya kembali. Jemari susah menari untuk memulai memainkan kata apa untuk menulis. Ide menjadi tersendat untuk dituang. Sudah beberapa hari ini semua ide yang ada mandeg menjadi draft. Ibarat senam, saya perlu pemanasan kembali dengan gerakan-gerakan dasar, biar ndak salah urat dalam menulis. Beda banget dengan blogger lain, dalam waktu sepuluh menit, postingan langsung jadi.Ini dimaklumi karena sejujurnya saya  sebenarnya ndak pandai menulis. Dulu waktu sekolah, pelajaran yang paling tidak saya sukai adalah mengarang. Makanya kalopun saya sudah sejauh ini, saya anggap ini sebagai bentuk anugerah yang harus saya syukuri.

Kemandeg-kan dalam menuangkan ini, inilah efeknya kalo saya benar-benar menikmati masa hiatus kemarin. Tenaga dan pikiran, benar-benar saya curahkan pada pekerjaan sehari-hari sebagai pedagang. Beda dengan sebelumnya, antara pekerjaan dengan ngeblog seiring, sehingga tidak jarang saya menemukan ide nulis dari aktivitas pekerjaan keseharian saya. Ada pengaruh timbal balik yang positip dari kegiatan keduanya. Alhamdulillah keputusan saya mundur untuk sementara,  memberikan dampak yang lebih, dalam aktivitas keseharian saya. Walopun belum seratus persen tuntas, ada perubahan signifikan yang saya rasakan.

Selama hiatus kemariin, ada SMS yang masuk dari salah satu teman saya | bukan blogger yang menanyakan, kenapa sudah lama ndak nulis Cerita Fiksi dan Kang Trimo. Saya kaget membacanya, ternyata tulisan sederhana saya ada yang mengikutinya.. Saya jawab, masih repot banyak pekerjaan. Entah ini jawaban jujur atau bukan, atau sekedar menghindar dari ketidak mampuan saya dalam menulis cerita yang sejenis. Entahlah saya sendiri juga kurang memahaminya.

Bagi saya, update postingan bukan gampang dilakukan. Kalo dulu, awal-awal ngeblog, ada semacam kata 'wajib' posting, paling tidak dua atau tiga hari sekali. Dan untuk itu, saya harus membuka semua panca indera untuk menangkap apa yang bisa saya peroleh sebagai bahan postingan. Maka kemanapun, kapanpun dan dimanapun upaya itu akan saya lakukan. Tujuannya adalah agar bisa update. Ini hal yang positif karena bisa memacu semangat untuk mendapatkan sesuatu yang baru. Di sisi lain, harus pandai-pandai mengatur waktu antara blogging dengan kegiatan dan kewajiban yang harus saya selesaikan.

Pada akhirnya semakin bertambah hari saya semakin menyadari bahwa hidup ini membutuhkan keseimbangan yang baik, antara kesenangan dengan kewajiban. Apalagi apa yang saya lakukan termasuk apa yang saya tulis semua ada pertanggungjawabannya kelak.Tentu harapan kita semua bahwa, tulisan kita bisa memberikan kemanfaatan bagi diri sendiri, syukur-syukur untuk orang lain. Menarik apa yang jadi catetan Pakde Sulas, "menulis sebisanya, bewe sesempatnya". Insya Alloh itulah yang akan saya lakukan untuk waktu berikutnya.

***
"Semoga kita dimudahkan dalam segala urusan di dunia dan akhirat"
Wallahu a`lam bish-shawab,
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.