Rabu, 23 Desember 2009

Perjalanan Ibadah Haji 1427H, Madina Al Munawara (Bagian IV)

Madinah al  Munawaroh
Jamaah Haji Indonesia gelombang II melakukan ziarah ke Masjid Nabawi dilaksanakan setelah seluruh rangkaian kegiatan Ibadah haji di Mekkah selesai.

Dari mekkah, rombongan diberangkatkan dengan menggunakan bus. Perjalanan Mekkah ke Madinah ditempuh sekitar 4 jam sampai 4,5 jam. oleh karena perjalanan dilakukan malam hari, sepanjang perjalanan banyak tidur. tidak bisa menikmati pemandangan.

Bulan desember 2006 - januari 2007 suhu di Madinah sangat dingin, seharusnya menggunakan jaket.

Tiba di madinah, jamaah ditempakan di hotel yang jauh lebih enak daripada pemondokan di Mekkah. Hotel berbintang dengan fasilitas yang jauh lebih baik. Jarak Hotel dengan Masjid Nabawi sangat dekat. Jalan kaki tidak sampai 5 menit sudah sampai di pintu Masjid Nabawi.

Ketika jamaah turun dari bus, hendaknya semua tas tentengan diperiksa benar agar tidak tertinggal di dalam bus. Pengalaman kemarin, tas tentengan satu regu tertinggal di bagasi bus dan terangkut kembali ke Mekkah. membutuhkan tenaga ekstra dari pembimbing dan ketua kloter dalam mengurus tas tersebut. Alhamdulillah tiga hari sudah ditemukan.

Koper besar datangnya belakangan, sekitar 1-2 jam berikutnya. Biasanya saat jamaah semua berangkat menuju Masjid Nabawi, koper besar akan diletakkan di dekat kamar masing-masing.

Selama di Madinah, mandi cukup 2 kali saja sehari. Jika terlalu sering mandi, walaupun dengan air panas, bisa menimbulkan iritasi kulit dan gatal-gatal.

Jatah makan sehari dua kali yang diberikan setiap selesai sholat isya dan selesai sholat duhur. Pengambilan dilakukan oleh regu masing-masing.


Ibadah harian di Madina
  • Bangun 02.00 SAR persiapan menuju Masjid
  • Pukul 02.00 SAR Masjid Nabawi dibuka, jamaah bisa Qiyamulail, dzikir, tilawah sampai waktu subuh.
  • Selesai sholat subuh bisa pulang untuk istirahat tetapi jika fisik bagus lebih baik di dalam masjid sampai sholat dhuha dengan diisi dzikir dan tilawah.
  • Selesai sholat duha pulang untuk istirahat sampai menjelang waktu sholat dhuhur.
  • Sepulang sholat dhuhur makan dan istirahat.
  • Selanjutnya pergi ke Masjid untuk melaksanakan sholat asar sampai sampai isya terus menerus beribadah di Nabawi. Sekitar pukul 20.30 SAR baru pulang ke hotel makan malam dan istirahat. dst

Kiat memasuki ROUDHO di Masjid NABAWI
Memasuki Raudho merupakan dambaan setiap jamaah, olehkarenanya setiap saat akan selalu penuh dan berdesakkan bahkan ada juga yang sampai emosi, Astaghfirulloh. Jamaah harus sangat bersabar dan ikhlas semata-mata mencari ridho Alloh.

Masjid Nabawi dibuka mulai pukul 03.00 dan ditutup pukul 22.00 SAR.

Jamaah laki-laki bisa berangkat dari Hotel pukul 02.00 SAR. Oleh karena udara sangat dingin, sebaiknya gunakan jaket yang tebal. Biasanya didepan masjid sudah banyak jamaah yang berkumpul menunggu masjid dibuka.

Ketika penjaga telah membuka pintu Masjid, usahakan berjalan cepat di dalam masjid menuju raudho. Posisi yang lebih enak adalah sebelah kanan pagar dinding Makam Rosululloh SAW. Menjelang pintu Masjid Nabawi, para jamaah biasanya bergerombol dekat pintu. Karena masing-masing ingin berebut mendapatkan tempat di Roudho

Roudlo tidak terlalu luas sekitar 144 M2, yaitu sepanjang 22 meter dari jarak dari makam Nabi ke Mimbar. Hadis Rosululloh SAW: “Diantara rumahku dan mimbarku adalah sebagian taman surga” (Muttafaq Alaih)

Beberapa ciri-ciri Roudho yaitu memiliki warna karpet dari wool agak putih yang berbeda dengan karpet dibagian lain masjid Nabawi yang berwarna merah. Pilar-pilarnya sekitar berjumlah kurang dari 20 berwarna putih dengan ornament yang sangat unik berbeda dengan ornament pilar lainnya.

Sebaiknya di roudho cukup sholat dan berdo’a saja agar jamaah lain mendapatkan kesempatan memasuki roudho. Jika hendak menambah Qiyamulail, dzikir sebaiknya dilakukan di belakang roudho. Bisa di mimbar tahajjud, mimbar suffah dsb di belakang raudho.

Kesempatan Jamaah wanita sholat di Roudho adalah selesai sholat subuh sudah mulai antri, sholat dilaksanakan ketika saat waktu dhuha sampai dhuhur.

Demikian rangkaian perjalanan ibadah haji gelombang II 1427 H tahun 2006/2007 yang terruang dalam 4 bagian. Semoga bermanfaat

Senin, 21 Desember 2009

Perjalanan Ibadah Haji 1427H, ARMINA (Bagian III)

ARMINA (Arafah - Minna)

Padang Arofah, Mudzalifah dan Mina merupakan tiga tempat sangat penting dalam rangkaian ibadah haji.

Sehari sebelum berangkat menuju Padang Arofah, melakukan persiapan-persiapan dengan membawa pakaian, mie, roti untuk tiga hari. Walaupun selama ARMINA jamaah mendapatkan jatah konsumsi sebaiknya jamaah juga membawa sendiri sedikit bekal agar kasus “kekurangan makan” 1427 H tidak terulang.

Persiapan antara lain, koper besar digembok karena ditinggal. Khusus uang real biasanya dikoordinir dititipkan di maktab melalui ketua regu masing-masing. Buatkan catatan besarnya uang yang dititipkan, kemudian dibungkus kertas dan ditulisi nama dan besarnya uang. Insya Alloh uang akan lebih aman. Uang yang dibawa ke Armina secukupnya saja.

Pada hari tarwiyah yaitu 8 zulhijjah dengan menggunakan Bus dari Maktab jamaah berangkat menuju arofah. Disunatkan sebelum berangkat dengan mandi, memakai wangi-wangian untuk yang laki-laki, kemudian memakai pakaian ihrom. Ketika hendak berangkat, jamaah akan dibimbing membaca NIAT HAJI (LABBAIKA HAJJAN. LABBAIKALLOHUMMA LABBAIK. LABBAIKA LAA SYARIIKA LAKA LABBAIK. INNALHAMDA WANNI’MATA LAKA WALMULK LAA SYARIIKALAK.). INGAT LARANGAN larangan IHROM. Sepanjang perjalanan perbanyak talbiah.

Sesampai di padang Arofah, jamaah akan dibawa menuju tenda masing-masing. Ingat turun dari bus jangan lupa tas tentengan harus dibawa sendiri-sendiri.
Di dalam tenda hanya ada hamparan tikar yang diisi sekitar 20 lebih jamaah. jamaah dalam keadaan berpakaian ihrom, maka khusus jamaah laki-laki ketika tidur atau apapun jangan sampai menutup kepala dengan pakaian ihrom ataupun kain lainnya demikian juga dengan mata kaki. Ketika tidur kepala dan mata kaki tidak boleh terbungkus.

Selama menunggu hari Arofah (besoknya), tidak perlu berjalan-jalan, apalagi naik jabal rahmah. Gunakan waktu dengan sebaik-baiknya untuk berdzikir, talbiyah dan tilawah serta beristirahat. Malam hari di Arofah sangat dingin, sangat tepat untuk berintropeksi diri (muhasabah) dengan mendekatkan diri pada Alloh SWT.
Pada hari Arofah yaitu 9 zulhijah, sebelum waktu dzuhur jamaah melakukan persiapan untuk wukuf, seluruh jamaah dijadikan satu tenda besar, jamaah laki-laki di depan yang wanita di belakang.

Jika sudah dilakukan sholat dhuhur dan asar di jamak, diteruskan kutbah wukuf. Setelah kutbah selesai, masih di dalam tenda besar dengan tetap menghadap kiblat lakukan dzikir, istighfar dll sampai waktu maghrib. Pada tempat dan waktu inilah jamaah harus “mencuci, menyikat” dalam mesin cuci wukuf arofah untuk menghilangkan semua dosa dan kemaksiatan.

Waktu wukuf sampai dengan maghrib, saatnya kita benar-benar mendekatkan diri pada Alloh SWT. Mohon ampun istighfar atas semua dosa-dosa, kemaksiatan dan semua kesalahan-kesalahan. Ingat semua perjalan hidup kita sampai detik itu, semua kenikmatan yang Alloh limpahkan kepada kita, seberapa banyak ibadah kita dibandingkan dengan luasnya nikmat Alloh. Menangislah sepuas-puasnya, berinteraksi denganNya. Gunakan waktu sebaik-baiknya sampai magrib dengan berdzikir, talbiyah, istighfar.

Biasanya setelah asar banyak jamaah yang menghentikan dzikir dengan berjalan-jalan, sebaiknya kita tetap ditempat sampai habis masa wukuf yaitu maghrib. Insyaalloh disinilah waktu peleburan dosa-dosa kita, yakinlah ketika kita keluar dari padang arofah, dosa kita terampuni semuanya.
Setelah sholat maghrib biasanya petugas maktab akan memberitahukan jadwal keberangkatkan menuju Mudzalifah.

Ketika hendak pindah ke Mudzalifah, pastikan semua barang bawaan kita tidak ada yang tertinggal. Selnajutnya jamaah berkumpul di shelter bis menunggu antrian pemberangkatan. Terkadang untuk memasuki shelter yang sempit, jamaah saling berdesakan. Hal ini tidak perlu dilakukan, tetap ikuti instruksi dari pembimbing.
Perjalanan dengan bus menuju Mudzalifah sekitar 10 menit untuk mabit dan mengambil kerikil. Di mudzalifah udara sangat dingin sampai 10 0C. sebaiknya sebelum berangkat sudah makan agar tetap sehat.

MUDZALIFAH
Mudzdalifah merupakan wilayah dengan panjang sekitar 4 km, tempat mabit atau menginap sementara. di sini tidak ada tenda, tikar dsb, hanya ada beberapa toilet, tidak ada penjual/toko. Sebaiknya dari Arofah membawa sendiri bekal minum dan makanan ringan, karena pihak maktab tidak memberikan snack selama di muszdalifah.
Umumnya selama di muzdalifah, jamaah hanya duduk atau berbaring di tikar (tikar bawa sendiri), padahal seharusnya ditempat ini kita harus memperbanyak dzikir, tilawah maupun sholat sunah.

Setelah lewat tengah malam, jamaah akan diberangkatkan dengan bus menuju mina dan menempati tenda maktab masing-masing.
Oleh karena antri sangat panjang, sedangkan bus maktab datang setiap 15 menit, sebaiknya antri. Ingat pintu keluar harus sesuai dengan nomer maktab agar bis yang membawa ke mina sesuai dengan maktab jamaah. Di sini biasanya jamaah satu maktab (sekitar 3.000 jamaah) berebut dan berdesakkan untuk mencapai pintu keluar. Pintu keluar berupa pagar besi.
Jangan lupa dengan tetap bertalbiyah.
Sebaiknya sholat maghrib dan Isya di jamak di muzdalifah

MINA
Mina merupakan kawasan yang terletak antara Mekkah dan muzdalifah. Jamaah ditempatkan di dalam tenda-tenda permanen yang memiliki fasilitas AC, kamar mandi dan toilet. Di sekitar tenda-tenda sudah bisa dijumpai pedagang-pedagang dan toko-toko untuk keperluan selama 2 – 3 hari di Minna. Selama di Minna jamaah mendapatkan jatah makan, minum dan snack dari maktab.

Biasanya lepas tengah malam, jamaah telah sampai di Mina dan masuk sesuai dengan tenda yang ditentukan. Letakkan semua tas tentengan dan ditata, karena disitulah jamaah akan bermalam. Pagi hari 10 zulhijah jamaah di bawa menuju jamarat yaitu lokasi pelemparan kerikil, dengan berjalan kaki sekitar 1 km atau lebih. Jamaah akan melewati terowongan minna. Selama berjalan menuju minna jamaah memperbanyak bacaan Takbir karena ditempat lain pada hari ini adalah dilaksanakan sholat iedul adha. Jamaah haji tidak perlu melakukan sholat hari raya, karena sedang melakukan lempar aqobah yaitu melempar kerikil di jamarat.

Sepulang dari lokasi jamarat, kebanyakan jamaah tidur di dalam tenda. Di dalam tenda waktu luang sebaiknya digunakan untuk dzikir dan Tilawah, karena kebanyakan jamaah duduk mengobrol atau jalan-jalan di sekitar maktab.

MELEPAR KERIKIL di JAMARAT
Waktu melempar pertama biasanya ditentukan dan diatur oleh Maktab, namun kadang terjadi penumpukan jamaah seluruh dunia yang mengakibatkan jamarat penuh sesak di lantai I maupun lantai II. Apabila sejak memasuki terowongan mina jamaah sudah penuh berarti lokasi jamarat juga penuh sesak. Maka saat melempar kerikil umumnya berdesakan.

Jika jamaah sudah berada di jamarat dalam keadaan penuh maka jamaah laki-laki harus melindungi jamaah wanita agar tidak terpisah.
Jika mengikuti arus biasanya sangat susah, maka ambil langkah dari samping kanan kemudian menuju bagian belakang agak memotong arus.

Setelah melemparkan kerikil, berdoa kepada Alloh sesuai dengan keinginan dengan tetap menghadap ke kiblat. Kemudian dilakukan tahallul awal atau mencukur rambut. Sampai di sini jamaah boleh melepaskan pakaian ihrom dan ganti dengan pakaian biasa, serta boleh melakukan hal-hal yang tadinya menjadi larangan ihrom kecuali melakukan hubungan suami-istri.

PULANG Ke MEKKAH

Jadwal pulang dari Minna ke Mekkah diatur oleh maktab. Ketika pulang satu kloter dijemput oleh bus menuju maktab di mekkah.
Satu jam sebelum pulang, jamaah disuruh siap-siap dan memberesi semua barang bawaan termsuk tas tentengan.

Menunggu bus antri, sebaiknya satu regu tetap bersama-sama satu bus dan tetap mengikuti intruksi pembimbing.
Sesampai di maktab istirahat sebentar, selanjutnya siap-siap menuju Masjidil Haram untuk menyelesaikan kewajiban haji yaitu Thowaf Iffadoh, Sa’i dan Tahallul.
Pelaksanaan thowaf iffadoh, sa’I sama dengan thowaf lainnya. Apabila rangkaian kegiatan tersebut selesai, maka kewajiban haji bagi jamaah sudah sempurna. Masing-masing jamaah sudah menyandang gelar Haji.

Hari-hari berikutnya, jamaah melakukan aktifitas ibadah harian di Masjidilharam, umroh sunah, ziarah dll. Sampai waktu pulang ke tanah air (gelombang I) atau pindah menuju Madinah Al Munawaroh (gelombang II).

BERSAMBUNG KE BAGIAN IV (MADINAH AL-MUNAWAROH)
Semoga bermanfaat
Amin

Jumat, 18 Desember 2009

Perjalanan Ibadah Haji 1427H (Bagian II)


Ibadah Harian di MEKKAH

Selama menunggu pelaksanaan  wukuf di Arafah, jamaah melaksanakan ibadah harian selama di Mekkah. Membuat manajemen waktu selama di tanah suci merupakan suatu keharusan, agar ibadah lebih bermakna dan kerkualitas. Untuk itu, perlu beberapa hari untuk menentukan jadwal yang sesuai dengan kondisi kita. Hal yang perlu dipertimbangkan, terutama jarak pemondokan dengan Masjidil Haram., karena sangat berpengaruh terhadap jadwal sholat 5 waktu di Masjidil Haram. Kecuali jamaah haji Plus, karena letak pemondokannya berdekatan dengan Masjidil Haram, mereka sangat leluasa mengatur waktu kapan saja berangkat dan pulang. Itulah kelebihan jamaah haji plus

Sebisanya kita dapat sholat 5 waktu secara berjamaah di Masjidil Haram. Menginngat pahala sholat di Masjidil haram adalah 100.000 kali lipat di tempat lain. Kesempatan agung beribadah Haji belum tentu datang lagi, Betapa sayangnya jika kita hanya sholat di pemondokan.

Sebagai pembangkit semangat, mari kita mencoba menghitung pahala. Satu kali sholat di Masjidil Haram itu sama dengan kurang lebih 2 tahun berturut-turut sholat jamaah di masjid tanah air.

Jika 1 kali sholat jamaah di tanah air pahalanya 27 kali, berarti :
100.000/27 = 3.703,7.
Artinya sekali sholat di Masjidil Haram = 3.700 X sholat berjamaah di tanah air.
3.700/5 = 740 hari jamaah di tanah air
= 2 tahun lebih 29 hari jamaah di taah air berturut-turut.
Subhanallah, merupakan angka yang sangat fantastis.

Apabila Jamaah haji reguler mendapatkan pemondokan atau maktab dekat dengan Masjidil Haram, merupakan karunia yang sangat luar biasa. karena memiliki lebih banyak kesempatan untuk mendulang banyak pahala dan kenikmatan ibadah setiap hari di Masjidil Haram .

Oleh karena Pemondokan saya berjarak sekitar 1,5 km yaitu di daerah Jarwal. Maka saya maksimal bisa melakukan sholat jamaah 4 kali setiap harinya.

Adapun rutinitas tiap hari sebagai berikut:
  • Bangun tidur jam 01.00 SAR pagi, mandi, minum sereal dan mie.
  • Berangkat menuju Masjidil Haram dengan jalan kaki atau naik angkutan 1 Real.
  • Sampai Masjidil Haram langung melakukan thowaf sebagai ganti Tahayitul Masjid. Thowaf rata-rata 30 menit, jika jamaah padat, bisa mencapai satu jam.
  • Istirahat sebentar kemudian melaksanakan Qiyamulail Sholat Tahajjud dan Witir. Selesai Tahajjud dilanjutkan dengan tilawah Qur’an.
  • adzan pertama sekitar pulul 04.45 SAR, berarti sekitar 1 jam berikutnya sholat subuh dilaksanakan.
  • Pukul 05.45 adzan kedua, kemudian melaksanakan sholat rowatib 2 rokaat. dilanjutkan Sholat subuh sekitar 30 menit.
  • Selesai sholat bisa istirahat dimasjid atau pulang ke pemondokan.
  • Jika kondisi badan sehat bisa tidur di Haram sampai jam 08.00 pagi, setelah melaksanakan sholat Dluha, pulang ke pemondokan.
  • Pulang bisa sambil jalan-jalan ke kompleks pertokoan, pasar seng ataupun sepanjang jalan menuju pemondokan untuk refressing sambil mencari lauk pauk. Ataupun bisa beli sarapan di dekat pasar seng sebelah kanan pintu Marwah. Sebungkus nasi Indonesia 1 real.
  • Sampai di pemondokan sekitar jam 08.00 pagi bisa dilanjutkan masak, makan dan mencuci.
  • Kemudian tidur, usahakan tidak melakukan aktivitas kurang bermanfaat seperti ngobrol. Insyaallah tidur jauh lebih bermanfaat.
  • Pukul 12.00 persiapan sholat dhuhur, bisa dilakukan di masjid sekitar pemondokan ataupun lebih baik pergi ke Masjidil Haram untuk berjamaah. Apabila di Masjid sekitar maktab, selanjutnya makan siang kemudian istirahat lagi.
  • Pukul 14.00 persiapan berangkat menuju Masjidil Haram, untuk melakukan rangkaian ibadah sampai Isya.
  • Tiba di masjidil haram persiapan sholat Asar. Selanjutnya jika kondisi badan sehat bisa melakukan Thowaf, atau bisa melakukan Tilawah Qur’an. Ingat setelah sholat asar tidak ada sholat sunat sampai maghrib.
  • Sekitar pukul 17.56 Adzan maghrib. Selesai sholat maghrib dilanjutkan Tilawah Quran, atau dzikir.
  • Sholat Isya
  • Selesai sholat 2 rokaat rowatib setelah sholat isya, persiapan pulang menuju pemondokan, biasanya pada waktu pulang sholat isya sambil belanja. Sampai pemondokan sekitar pukul 21.00 SAR
  • di pemondokan makan malam, selanjutnya lebih baik langsung istirahat tidur mengembalikan kondisi tubuh.
  • Bangun pukul 01.00 SAR untuk mengulangi rutinitas di atas.
  • Apabila hendak melakukan umroh sunnah dari miqot Tan’im, biasanya rombongan berangkat pukul 00.00 SAR. Biasanya masing-masing jamaah diminta urunan naik bus sebesar 3 real. Apabila hendak melakukan umroh sunnah dari miqot Ji’ronah dan hudaibiah, biasanya rombongan berangkat setelah sholat subuh.
Iuran dan Pengeluaran Uang selama di Mekkah antara lain:
  • Setiap melakukan umroh sunnah (sekitar 7 kali). Dari Miqot Tanim 3 real, Hudaibiyah dan ji’ronah sekitar 10 real tiap jamaah.
  • Bayar DAM hajji tammatu, setiap jamaah satu ekor kambing sekitar 350 real.
  • Jika ikut ziarah dan rekreasi ke Jeddah (sekitar 75 km), setiap jammah dikenakan biaya sekitar 100 real.
  • Jika ingin ikut qurban sekitar 350 real. Namun jika tidak ingin berqurban juga tidak apa-apa.
  • Urunan dengan regu masing-masing untuk biaya hidup harian, membeli bahan dan lauk pauk, dll. Besarnya sesuai dengan kesepakatan regu.
  • Sedangkan di Madinah tidak ada urunan baik regu maupun ke Alkamal karena makan sudah ditanggung, demikian juga dengan ziarah ke Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, Masjid Quba dll ditanggung oleh pemerintah.
Tentu saja dari uang setoran BPIH kita sendiri.

CATATAN:
hampir setiap selasai sholat jamaah 5 waktu selalu di lanjutkan dengan sholat jenazah, maka sebaiknya sudah tahu bacaan dan tatacara sholat jenazah.


KIAT MENUJU MASJIDIL HARAM:
  • Sebelum berangkat sebaiknya tidak minum teh, sebab akan mudah pingin buang air kecil di Al Haram, lebih baik minum Zamzam. Zamzam di ambil tong yang tulisannya hijau (ghoiru madrud alias tanpa es).Toilet diluar masjid agak jauh dan bisa antri panjang terutama menjelang dan setelah sholat.
  • Persiapkan kresek tersendiri untuk tempat sandal. Kemanapun berada di Masjidil Haram lebih sebaiknya sandal dibawa agar tidak kehilangan, karena sering kali lupa tempat meletakkannya.
  • Membawa makanan ringan roti tapi jangan mencolok karena sewaktu masuk masjidil haram tas dan bawaan akan diperiksa oleh petugas
  • Berangkat dari maktab lebih baik naik angkutan 1 real perorang, tanyakan dulu bayar berapa ke Haram. Usahan berombongan. Apabila berdua dengan suami/istri, jika naik kendaraan laki-laki naik dulu sedangkan jika turun wanita terlebih dulu.
  • Jika membawa kamera harus benar-benar tersembunyi, sebab kamera sangat dilarang dan menggunakanpun di Masjidil Haram harus ekstra hati-hati karena petugas akan mengambil film atau MMC kamera. Handpone bisa dibawa masuk, tapi yang berkamera lebih baik disembunyikan.
  • Di dalam Masjidil haram pada saat sholat biasanya dipisah antara jamaah laki-laki dan wanita, maka sebaiknya setiap datang ke Masjidilharam selalu dibuat perjanjian untuk menentukan tempat bertemu apabila terpisah di dalam Masjidilharam.

THOWAF

Thowaf dilakukan dalam keadaan suci dari hadast. Thowaf dilakukan 7 kali putaran yang dimulai dari lampu hijau lurus Rukun Aswad atau sejajar dengan Hajar Aswad. Tiga putaran pertama sedikit demi sedikit bergerak menuju tengah dengan mengikuti arus,

Jangan terlalu dekat dinding ka’bah. Tiga putaran pertama jika memungkinkan melakukan raml atau jalan cepat (hanya waktu thowaf qudum). jika tidak memungkinkan, cukup berjalan sesuai dengan arus jamaah lain.

Waspada daerah paling padat adalah dekat rukun Hajar Aswad, antara maqom ibrohim dengan pintu Ka’bah. Di sini jamaah biasanya sangat padat. Di Hajar Aswad terhalang dengan orang yang berebutan mencium Hajar Aswad, sedangkan di dekat Maqom Ibrahim terhalang dengan orang yang melakukan sholat sunat 2 rokaat. Jika sangat padat usahan tidak melakukan sholat di sini karena beresiko terinjak jamaah lain.

Yang terpenting adalah menata hati kita ketika melakukan thowaf agar terhindar dari syirik. Dan janganlah berdesakdesakkan dengan jalan mendholimi orang lain.

Pada putaran ke 6 mulailah bergerak kearah luar lingkaran, sehingga ketika putaran ke 7 kita berada di antara rukun Yamani sudah pada lingkaran terluar. Begitu sampai di lampu hijau berarati kita selesai 7 putaran dan sudah siap melakukan sholat sunat 2 rokaat di belakang maqom Ibrohim.

Selama melakukan thowaf perbanyaklah berdo’a dengan doa yang kita mampu.

Bacaan-bacaan selama thowaf:
  • Jika hendak memulai thowaf yaitu posisi lurus antara Hajar Aswad dengan lampu hijau, bacalah Bismillahi Allahu Akbar tiga kali sambil melambaikan tangan kearah Hajar Aswad.
  • Bacalah sebanyak-banyaknya dzikir dengan diresapi makna terdalam dengan membaca Subhanallah Wal Hamdulillah Wa Laa illahaillallah WaLLahu Akba
Subhanallah rasakan kesucian Allah dan kita merasa bahwa tubuh kita penuh dengan lumpur dosa dan maksiat, memohon ampunannya. Memohon agar kita selalu dalam lingkaran thowaf, lingkaran 99 Asmaul HusnaNya.

Ketika membaca Alhamdulillah, rasakan bahwa kita patut memuji dan bersyukur bahwa kita mendapatkan PanggilanNya menuju RumahNya, yang belum tentu semua orang mendapatkannya walaupun orang lain lebih dari kita.

Ketika membaca Laa Illahaillallah (tidak ada sesembahan yang Haq selain Allah), rasakan bahwa selama hidup kita telah banyak yang kita takuti, kita hormati, kita puja, kita cintai, dsb melebihi ketakutan kita, penghormatan, dsb kepada selain Allah. Maka kita berharap dalam hidup kita selanjutnya tidak ada yang lebih kita cintai, kita takuti melebihi kecintaan kita kepada Allah SWT.

Allahu Akbar, ketika lidah kita mengucapkannya, hati kita juga harus seiring bahwa tidak ada yang lebih besar daripada Allah. Betapa kita ibarat debu yang tidak artinya, apalagi dalam keadaan berikhrom, kita harus merasa bukan siapa-siapa, hanya jasad yang dibalut selembar kain. Layaknya orang yang meninggal yang dibawa hanya amal. Semua harta benda, kedudukan, jabatan, warisan, anak, istri tidak menyertai kita kecuali amal.

Dengan membaca bacaan diatas selama thowaf dari rukun Hajar Aswad sampai rukun yamani, dan dengan mengulang-ulang, Insya Allah akan membuat kita menangir lahir batin.

Ketika sampai di rukun Yamani, lambaikan tangan 3 kali sambil mengucapkan Bismillahi Allahu Akbar. Selanjutnya berjalan menuju rukun Aswad dengan berdoa,
ROBBANA ATINA FIDUNYA HASANA, WA FILLAKHIROTI HASANA WAQINA ADZABANNAAR. Ulangi terus sampai Hajar Aswad.


Macam-macam Thowaf:
  1. Thowaf Qudum, dilakukan saat pertama kali memasuki masjidilharam. Thowaf ini dalam keadaan pakaian ihrom.
  2. Rangkain Umroh sunah yang dilanjutkan SAI. Thowaf ini dalam keadaan pakaian ihrom.
  3. Thowaf Ifadoh merupakan rukun haji yang dilakukan setelah melakukan rangkaian ibadah haji di ARMINA (Arofah Mina)
  4. Thowaf Wada merupakan thowaf perpisahan, dilakukan terakhir kali ketika hendak meninggalkan kota Mekah baik menuju Tanah Air maupun yang hendak menuju Madinnah
  5. Thowaf Sunah Harian, merupakan amalan utama harian yang dilakukan kapanpun tiap hari. Thowaf ini sebagai pengganti Tahiyatul masjid. Sehari bisa dilakukan berkali-kali asalkan kondisi badan sangat sehat. Paling tidak minimal sehari sekali.

KIAT MENCIUM HAJAR ASWAD
Jalur pertama  
adalah melalui jalur ikut antri berdiri sejak pojok rukun Yamani menempel dinding Ka’bah pelan-pelan hingga tiba giliran mendekati dan mencium Hajar Aswad. Resiko yang ditanggung adalah kita bisa antri berdiri berjam-jam, tetapi kepastiannya Insya Allah lebih baik.

Jalur kedua 
adalah mengikuti arus thowaf, dekat dinding ka’bah tetapi tidak sampai menaiki dinding ka’bah. Jalur ini sangat padat dan sesak. Kepastian sampai Hajar Aswad agak kecil karena desakkan jamaah sangat padat dari berbagai arah.

Jalur ketiga 
melalui pintu Ka’bah dengan memotong jalur thowaf sebelah Multazam dengan merapat dinding ka’bah kemudian bergeser kea rah kiri mengambil posisi dengan menyelinap dari “BEKAS” tempat jamaah yang baru mencium Hajar Aswad. Jalur ini lebih mudah tetapi harus jeli memanfaatkan kesempatan dengan tidak mendholimi orang lain.

Jangan sekali-kali mau memberikan bayaran kepada orang yang menawarkan jasa mencium Hajar Aswad. Disamping harganya mahal, biasanya cara ini kurang baik karena mengurangi hak orang lain yang antri berjam-jam

KIAT SHOLAT DEKAT DINDING KA’BAH
Ketika waktu sholat sudah mendekati, kira kira kurang 10 menit lakukanlah thowaf sunnah dengan mengikuti arus thowaf dan berusaha merapat kearah dinding ka’bah. Biasanya begitu menjelang qomat, maka akan terbentuk Shof sholat dengan cepat dan rapi.

Kalau bisa sholat di daerah maqom Ibrahim karena di dekat pintu ka’bah biasanya letak Imam Sholat. Apalagi jika mendapatkan shof dekat rukun Aswad, merupakan lokasi yang memiliki kesempatan yang sangat baik untuk mencium Hajar Aswad setelah sholat usai.

Begitu salam selesai dari shalat maka jamaah langsung berhamburan menuju: Hajar Aswad dan Multazam pintu ka’bah.


KIAT SHOLAT DI dalam HIJIR ISMAIL
Hijir Ismail merupakan bagian Ka’bah yang seolah-oleh diluar ka’bah. Dibatasi oleh dinding setengah lingkaran setinggi 1 m lebih, yang disebut Al hatim

Hijir ismail biasanya dibuka setiap selesai sholat fardhu dan malam/dini hari

Jika ingin leluasa dan enak memasuki hijir ismail, berangkatlah malam hari sekitar jam 01.00 malam. Diusahakan ada minimal 2 orang laki-laki yang menyertainya, untuk mencarikan lokasi tempat sholat di dalam hijir ismail.

Cara memasuki hijir ismail, dimulai dari arah pintu umroh lurus talang mas. Berjalan mengikuti arah thowaf dengan sedikit demi sedikit mendekati tembok al hatim setelah lingkaran hingga ketika berada di dekat rukun Syami jamaah sudah langsung masuk areal hijir ismail. Masuk mengikuti arus, tidak perlu berdesakan dan tidak perlu mendholimi orang lain bahkan perbanyak istighfar dan sholawat.

Cara mendapatkan tempat sholat dengan jalan membuat semacam payung pelindung dengan merangkaikan tangan dua/tiga orang selanjutnya yang lain sholat di tengah-tengahnya. Atau bisa dilakukan dengan numpang pada “payung” buatan jamaah lain dengan jalan bergantian. Sebisa mungkin berada tepat di bawah talang Emas karena tempat mustajab.

Sholat sunat 2 rokaat di hijir ismail bisa dilakukan sewaktu-waktu. Pelaksanaannya tidak ada hubungannya dengan thowaf. Artinya kita lakukan setelah ataupun sebelum thowaf.

Ketika sedang sholat usahakan tumakninah tidak perlu tergesa-gesa. Tidak perlu berdzikir teteapi langsung berdo’a dengan bersungguh-sungguh. Apapun do’anya semampu kita dan apapun permintaan kita. Insya Allah mustajab.

Cara keluar hijir ismail dengan pelan-pelan mengikuti arus keluar dengan tetap berdzikir dan sholawat.


Berlanjut ke PART III

Semoga bermanfaat. apabila ada banyak kekurangan dan kesalahan, semata-mata karena kebodohan saya.
Mohon masukan, komentarnya

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wa barakatuh

Senin, 14 Desember 2009

Perjalanan Ibadah Haji 1427H (Bagian I)

Bismillahirrahmanirrahiim,
Alhamdulillah dengan rahmatNya, hamba yang hina ini dipanggil ke Baitullah, yang sungguh merupakan perjalanan spiritual yang sangat menakjubkan. Dengan bermaksud semata berbagi pengalaman, saya akan mencoba menulis beberapa hal kecil yang terkadang tidak terpikirkan sebelum berangkat ke Tanah Suci. Sebenarnya Manasik Haji baik dari berbagai literatur maupun bimbingan langsung dari KBIH dan DEPAG sudah sangat jelas. Namun tidak ada salahnya berbagi pengalaman, khususnya hal-hal yang sepele. dengan harapan bahwa, semua yang membaca dapat mengambil hikmah untuk memantabkan diri dalam meraih Haji Mabrur.

Asrama Haji Sukolilo Surabaya
Ketika Bus yang membawa jamaah dari daerah masing masing memasuki asrama haji, seluruh jamaah turun menuju ruang pemeriksaan tas bawaan. Jamaah duduk di kursi yang telah disediakan. Setelah penjelasan sebentar, jamaah dipanggil satu persatu  menerima Buku Kesehatan Hijau, kemudian berjalan menuju box Xray untuk memeriksa tas tentengan, dan dilakukan penimbangan terhadap tas tentengan. Apabila tidak ada yang mencurigakan dan berat tidak melebihi kententuan, maka tas tentengan akan langsung lolos.

Jamaah keluar ruang pemeriksaan menuju lokasi ruang asrama sesuai dengan nomor yang tertempel di buku kesehatan. Ruang tidur dan istitahat jamaah laki-laki dengan wanita terpisah, namun masih berdekatan dalam satu gedung. Selama di asrama haji, sebaiknya gunakan waktu untuk istirahat, karena 24 jam berikutnya akan terbang menuju Tanah Suci.

Aktivitas sebaiknya hanya shalat berjamaah di masjid dan istirahat, atau baca buku-buku panduan. Selama di asrama haji, akan mendapat jatah makan yang waktunya sudah ditentukan. Sebaiknya jangan melebihi jadwal makan, karena ruang tempat makan akan ditutup jika melewati batas yang telah ditentukan. Makan secara prasmanan. 

Setelah istirahat sekitar 18 jam, tepatnya kurang 5 jam dari pemberangkatan, jamaah dengan membawa tas tentengan dan tas paspor dikumpulkan di ruang Bir Ali lantai dua gedung bagian depan untuk menerima Paspor dan Living Cost (uang sangu). Jamaah calon haji gelombang II sebaiknya mengambil Miqot di Pesawat, karena jamaah akan turun di Bandara Jeddah yang merupakan tanah haram. Oleh karenanya, sebelum berkumpul berkumpul di Aula Bir Ali, telah menyiapkan diri dengan mandi dan berpakain ihrom, tetapi niat ihrom dilakukan nanti di atas pesawat ketika mendekati Miqot (kru pesawat akan memberitahukan).

Setelah menerima living Cost dan paspor, jamaah turun ke lantai I untuk pemeriksaan Xray terhadap barang bawaan. Jika tidak ada benda tajam, maka tas tentengan akan lolos dan jamaah langsung masuk ke dalam Bus untuk selanjutnya menuju Bandara Juanda. Ketika akan naik bus jika jamaah membawa tas selain tentengan biasanya akan diminta oleh petugas dan jamaah diberi nomor pengambilan di bandara Jeddah. Namun sebisanya tas tersebut dibawa sendiri, sebab jika kita lupa tidak mengambil di jeddah maka tas tersebut akan hilang. Selanjutnya seluruh jamaah calon haji diangkut dengan bus menuju Bandara Juanda.

Di Bandara juanda jamaah masih dalam Bus. Apabila pesawat telah siap maka jamaah langsung turun bus menuju ke dalam pesawat. Duduk sesuai dengan nomor boarding Pass yang diberikan. kemudian letakkan tas tentengan di boks penyimpanan diatas kepala penumpang.
Di dalam pesawat sebaiknya istirahat total karena perjalanan masih 10 jam.

Jika sudah mendekati Miqot (biasanya pramugari memberitahu10 menit sebelum miqot), maka melakukan niat umrah, dengan membaca 
LABBAIKA UMRATAN. LABBAIKALLAHUMMA LABBAIK. LABBAIKA LAA SYARIIKA LAKA LABBAIK. INNALHAMDA WANNI’MATA LAKA WALMULK LAA SYARIIKALAK. 

Selanjutnya sepanjang perjalanan menuju Mekkah baik dalam pesawat maupun bus terus mengumandangkan Talbiyah:
LABBAIKALLAHUMMA LABBAIK. LABBAIKA LAA SYARIIKA LAKA LABBAIK. INNALHAMDA WANNI’MATA LAKA WALMULK LAA SYARIIKALAK
disamping itu bisa membaca dzikir dan istighfar.

Bandara King Abdul Aziz Jedda

Turun dari pesawat dibandara Jeddah, jamaah memasuki ruang pemeriksaan. Ruang pertama adalah ruang tunggu sementara, kemudian pindah ke ruang pemeriksaan paspor. Persiapkan paspor dari tas kalung. Pemeriksaan paspor dilakukan dua kali di ruang berbeda. Apabila administrasi selesai, Selanjutnya menuju ruang pengambilan barang bawaan khususnya Koper Besar. Untuk sementara Koper besar (35 kg) dan tas tentengan (sekitar 10 kg) dibawa sendiri ke pemeriksaan Xray. setelah lolos koper Besar dibawa oleh petugas maktab, dan kita akan menemukan lagi ketika sampai di penginapan atau maktab. Tas tentengan harus tetap dibawa sendiri oleh jamaah menuju ruang pemeriksaan paspor terakhir untuk mendapatkan stempel dan pengambil salah satu lembar copy paspor. Jika selesai maka jamaah telah dinyatakan boleh memasuki tanah suci. Alhamdulillah selesai tahap awal

Dengan membawa tas tentengan, jamaah menuju ke tempat istirahat sementara di areal bandara, berupa tenda-tenda raksasa. Biasanya jamaah mandi dan shalat di bandara. Istirahat di tenda raksasa bandara sekitar 1 jam.

Setelah sekitar satu jam beristirahat, meelanjutkan perjalan menuju Mekkah dengan menggunakan bus yang disediakan Maktab. Ketika hendak memasuki bus, semua paspor diminta oleh petugas maktab. Paspor akan diberikan lagi kepada jamaah saat akan pemulangan di bandara. Jarak tempuh sekitar 75 km. sepanjang perjalanan jamaah akan mendapatkan snak, air mineral dll “Halal” artinya gratis. Jangan lupa sepanjang perjalanan kita tetap bertalbiyah

Pemondokan (Maktab) di Mekkah
Setelah kurang lebih 1,5 jam perjalan, sampailah kita di jantung kota Mekkah. Sebelum bus menurunkan jamaah di maktab, penumpang mendapatkan kartu yang menunjukkan lokasi maktab untuk memudahkan identitas lokasi jamaah selama di mekah. Selama di Mekkah kartu tersebut harus dibawa kemanapun jamaah pergi.

Jamaah langsung masuk ke dalam maktab menempati ruang sesuai dengan nomer regu. Sebaiknya membuat kesepakatan agar jamaah laki dan perempuan tidurnya dipisah ruang.
Ingat bahwa jamaah masih dalam keadaan berihrom (gelombang II), maka harus mengingat semua larangan-larangan ihrom.
Jika sudah beristirahat, selanjutnya jamaah akan dibawa menuju Masjidilharam untuk menyelesaikan umrah wajib, yaitu melakukan:
  1. Thowaf Qudum sebagai thowaf “Selamat datang” tujuh putaran mengelilingi Ka’bah, selanjutnya
  2. Shalat sunat 2 rokaat di belakang Maqom Ibrahim, kemudian berdo’a sesuai dengan keinginan
  3. Minum air zamzam
  4. Melakukan Sa’i tujuh kali putaran dimulai dari bukit Shofa
  5. Melakukan tahhalul (menggunting rambut).
    Jika selesai maka kewajiban umrah sudah selesai dan larangan-larangan ihrom selesai

    Selanjutnya melakukan IBADAH HARIAN sambil menunggu melakukan kewajiban haji hari tarwiyah yaitu tgl 8 dulhijah menuju ke Arofah

    Berlanjut ke PART II


    Tulisan ini semata ingin berbagi.

    Minggu, 13 Desember 2009

    Si Botak dan Si Gundul



















    Ketika anak-anak mengajak jalan-jalan ke pantai Popoh Tulung Agung, di daerah sentra produksi marmer, bertemu dengan Mas Heru Gundul. Di daerah ini kru TV7 atau trans 7 sedang melakukan pengambilan gambar   Jejak si Gundul

    Mas Heru yang sedang menyelesaikan syutingnya, ternyata dengan senang hati melayani permintaan anak-anak untuk foto bareng. Orangnya santun dalam bertutur kata, dengan welcome menerima rombongan kita. 
    Selamat melakukan tugas ya Mas Heru. Mas heru terkenalnya siGundul. kalau saya si Botak hhhh

    Link dan Banner sahabat





    Photobucket

    Tukeran Banner Yuk...! Silahkan copy kode di atas...! Saya akan segera link balik...!


    BANNER SAHABAT
     
    Rodes Berbagi Informasi
    Image by FlamingText.com