Selasa, 22 Maret 2011

Anaku Kidal dan Bapak Bangga

Bismillahirrahmanirrahiim,
Assalamu'alaikum warrohmatullohi wabarrokatuh Sodaraku semua,
================================================
Postingan beberapa sahabat blogger yang terakhir saya kunjungi, membahas masalah kidal. Dan anak saya yang pertama Lazuardy Eza E, juga kidal.

Saya menyadari kondisi Mas Eza ini, ketika dia berumur 2 tahun. Saat itu silaturrahim ke rumah orang tua di Lereng Semeru Lumajang, anak-anak seusianya meneriakkan kata

"Wah Eza Ngacher ... Ngedhe ... " (maksudnya ngidal)

Namanya juga masih umur 2 tahun, jadi tidak memahami omongan anak-anak yang ada di situ. dan saya perhatikan dari beranda rumah, dia melempar batu dengan menggunakan tangan kiri. Awalnya sangat kaget karena tidak ada satupun dari keluarga saya dan keluarga istri yang kidal. Maka waktu itu saya simpulkan bahwa ini bukan karena keturunan. Inilah karunia Alloh swt yang diberikan pada anak kami dan kami harus mensyukurinya.

Dalam perjalanan waktu, Eza selalu menggunakan tangan kiri dalam melakukan segala hal, termasuk ketika mampu makan dan minum sendiri. Awalnya kita mengarahkan menggunakan tangan kanan untuk makan dan minum, tapi selalu gagal. Kami tidak memaksakan kehendak karena saya pikir butuh proses untuk hal-hal yang berkaitan dengan adab dan tata krama yang baik. Walo seringkali gagal menggunakan piring dan garpu ketika makan, kami berdua tidak patah semangat memberikan contoh yang baik.

Alhamdulillah, setelah melalui proses dan hidayah Alloh swt, sekarang Mas Eza sudah bisa makan minum dan adab kesopanan dengan tangan kanan, sedangkan kegiatan yang agak berat seperti bulu tangkis, menulis dan gerakan refleks lain lebih baik menggunakan tangan kirinya.

Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda :
”Janganlah seorang dari kamu makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya, sesungguhnya syetan makan dan minum dengan tangan kirinya.” HR. Tirmidzi.
Kami tidak mengajarkan istilah tangan kiri itu tangan jelek, karena kedua tangan kita adalah ciptaan Alloh yang sangat sempurna karena antara struktur dengan fungsi sangat ajaib. Maka kami mengenalkan dengan istilah tangan kanan dan tangan kiri

Ketika SD (sekolah umum), pernah disuruh menggunakan tangan kanan karena tulisannya sangat jelek. dan karena ketidak mampuan menggunakan tangan kanan, dia sempat menangis. Bahkan kalo dipaksa menulis menggunakan tangan kanan, bisa dipastikan tangannya bergetar seperti orang kedinginan. Maka saya sampaikan pada sekolah bahwa untuk urusan tulis menulis biarlah anak saya tetap menggunakan tangan kirinya. Bagi kami ndak masalah, yang penting anak saya nyaman. Hanya saja saya berpesan kalo urusan adab kebaikan agar diperhatikan tetap menggunakan tangan kanan.

Sekarang anak saya sudah SMP kelas 3, yang kebetulan hari ini sedang UNAS SMP (Ujian Sekolah, Semoga dimudahkan dalam mengerjakan semuanya). Teman-teman dan Ustad dan Ustadzahnya sangat memaklumi keadaannya. Kebetulan Eza sekolah di SMPIT, Islam Terpadu. Alhamdulillah anak saya diterima dan berkembang dengan baik di sekolah ini. Berimbangnya pendidikan umum dan pendidikan Agama membuat anak saya menikmati kehidupannya dan menikmati anugerah Kidal yang diberikan Alloh swt.

Menurut saya, Kidal itu adalah bukan suatu kelainan tapi justru anugerah, karena di balik itu semua ada banyak hal baik dan luar biasa. Sukses dan tidaknya seseorang bukan karena kidal atou normal, semua adalah karna kerja keras, kerja cerdas, dan curahan kasih sayang Allah swt.
"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa kamu dan kekayaan kamu, tetapi Allah melihat hati kamu dan amal kamu." (HR Muslim)
Bagaimana menurut sampean?
Mas Didit, Mas Eza dan Mas Rio
Tambahan:
Sudah mencoba Mozilla Firefox4.0 RC2?, silahkan download
================================================
"Semoga kita dimudahkan dalam segala urusan di dunia dan akherat"
Wallahu a`lam bish-shawab,
semoga bermanfaat
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


89 comments:

  1. wah ... ternyata ditrackback lagi nih kekidalan yang aku post di entriku :D
    saya iri om Pakies punya anak kidal :)

    BalasHapus
  2. Merubh sikap anak2 dn smua org pun memang hrus bertahap...

    BalasHapus
  3. @John Terro:
    iya Kang, tadi ya sempat ke rumah sampean dan memberikan inspirasi pada Pakies.

    BalasHapus
  4. @Insan :
    yups setuju banget, karena anak memiliki jiwa, psikologi yang tidak serta merta dibentuk sesuai keiinginan kita, butuh proses

    BalasHapus
  5. saya setuju pak Sis!
    kesuksesan seseorang tidak diukur dari tangannya, tapi usaha, do'a dan ikhtiar pada-Nya.
    Ponakan saya juga kidal pak, tapi pas makannya memakai tangan kiri. Hmmm semoga mas saya dan kakak ipar saya mampu mengarahkan, seperti yang sudah bapak sampaikan. Oh iya pak Sis, semoga mas Eza lancar UNASnya ya :)

    BalasHapus
  6. Asswrwb... pengalaman yg luar biasa Kang, tidak semua orang tua mengalaminya.., diperlukan ketelatenan lebih utk membimbing menggunakan tangan kanannya melakukan hal2 yg berhub dg kesopanan mis:makan dan minum...pastilah Kang Sing dan istri sangat sabar orangnya...*jadi malu...suka gak sabar pas anak2 lagi ramai...hehhe, well mudah2an mas Eza lulus Unas dan dpt nilai membanggakan....Amin.

    BalasHapus
  7. @Ajeng Sari Rahayu:
    amiin, semoga sukses Unas, Sukses UAN dan Sukses masa depan menjadi anak yang shalih dan makin semangat hapalan Al Qur'annya

    BalasHapus
  8. @Ning Tiwi :
    wa'alaikum salam, amiin suwun do'anya Ning.
    Sabar apa ndak ya kami berdua ? mungkin karena kami berdua dulu pernah di bidang pendidikan jadi kai terapkan. Sekarang bidange gantie jadi Bakul ... hhhh

    BalasHapus
  9. assalamu'alaikum
    subhanallah...abi dan uminya begitu memahaminya dan memberinya support.
    kalau boleh tahu mas Didit kelas berapa sekarang Pak Ies?

    BalasHapus
  10. @narti :
    wa'alaikum salam
    kalo Mas Didit itu keponakan dan sama denan Mas Eza umurnya hanya saja beda sekolah. Kalo Mas Rio Kelas 5 SD

    BalasHapus
  11. semoga mas Eza sukses UNASnya amin3x...
    kalau anakku lagi exam, hehe..

    BalasHapus
  12. punten Pak Ies, kirain mas Didit putranya juga. hehe...

    BalasHapus
  13. mas Rio jangan protes ke abi lagi, photonya mejeng di blog ^_^

    BalasHapus
  14. @sda:
    ooo kalo di sono namanya exam ya Mbah hhhh, ya mudah-mudahan anak kita jadi anak yang sukses dunia akhrirat

    @Mbak Narti
    Mas Didit ya saya anggap anak juga to Mbak, kan anaknya kakak

    @dee:
    Mas Rio justru fotonya sering nongkrong di Blog ini

    BalasHapus
  15. Amin, wah hapalan Al-Qur'an juga ya pak, huaaaaaa saya juga pengen >.<

    BalasHapus
  16. @Ajeng Sari Rahayu :
    masih belajar, karena di sekolahnya ada pelajaran tambahan itu sebelum pelajaran dimulai

    BalasHapus
  17. Saya jadi ingat Safira itu kidal. Kalo Safitri kayaknya gak kidal tapi ikutan Safira, karena Safira itu lebih dominan banyak omong, pemberani. Dan Safitri selalu ngumpet di belakang saya. Tapi saya tidak sakit lagi kayak dulu. Kangen iya, tapi saya akan menemui mereka dalam kondisi melihat dunia lebih baik dibanding saat mereka diambil diam-diam dari saya waktu saya bobik siang Juli 2009.

    BalasHapus
  18. sebetulnya orang-orang kidal itu banyak kelebihannya.. yang penting jangan membuat Eza sampai minder, rendah diri, hanya karena menggunakan tangan kiri. Allah menciptakan tangan sedemikian luar biasanya, dan kehendak Allah juga membuat seseorang kidal.

    BalasHapus
  19. tangan kanan tangan kiri bagi saya sih sama saja cuma yg membedakan kesopananya aja, di bilang menerima pemberian dari org lain pke tangan kiri itu pemali. Well selama tangan tsb buat di gunakan buat hal yg positip sih semua tangan sama saja. Hehehe..

    BalasHapus
  20. dulu waktu saya msh SMP kadang punya pikiran buat nulis pke tangan kiri, keliatan keren aja liat anak nulis pke tangan kiri, istilahnya tampil beda ;D

    BalasHapus
  21. Banyak orang bilang, kebanyakan orang pinter itu kidal?? Apa benar Pakies?
    Menurut saya kiri kanan jika untuk menulis gak ada masalah, tetapi jika untuk adat/adab seperti contohnya makan, orang kidal pastinya harus pake tangan kanan juga dong, betul tidak?? Hehe

    BalasHapus
  22. menggunakan tangan kiri untuk menulis gapapa kok

    bahkan tangan kiri bisa digunakan sebagai senjata saat berperang, krn lawan tak terbiasa melawan orang kidal

    BalasHapus
  23. Putranya ngacher ya Mas?
    Saya punya teman, kidal juga. Dan kalau disuruh memetik gitar, wuih oke banget. Hebatnya, dia nggak beli gitar khusus gitar melainkan bikin grip sendiri,,
    Dari dia saya mengerti bahwa kidal itu hebat bila kita mensyukurinya;

    BalasHapus
  24. bener pak Kidal itu anugerah dari Allah dan patut disyukuri ^^ yang penting kan si anak bs menjadi orang yg baik dan berguna untuk keluarga, kekurangannyapun pasti tertutupi dengan kebaikan :)

    BalasHapus
  25. salam sahabat
    memberikan makna yang sangat bagus dengan menjadikan sebuah renungan bagi saya terima kasih

    BalasHapus
  26. Kidal bukan berarti tidak lebih bagus kan...?
    Malah nyatanya anggota CIA, FBI, (dulu) KGB dan sejenisnya kebanyakan orang kidal loh, karena menurut penelitian orang kidal itu mempunyai tingkat IQ yang tinggi... Itu sih menurut yang Denuzz baca... :D

    Salam sayang dari BURUNG HANTU... Cuit... Cuit... Cuit...

    BalasHapus
  27. baca postingan ata jadi terinspirasi tulisan ya pak ies :)
    hehee...
    yup kidal atau tidak itu tergntung pribadi masing2 :)
    ^^ yang menentukan kesuksesan toh kan bukn tngan

    BalasHapus
  28. Assalamualaikum kang, mampir lagi...hehehehe iya saya setuju kang sama sampean kidal itu anugerah, kalau ujung-ujungnya dipaksain gak bisa lagi apa boleh buat itu mungkin sudah takdir yang tak bisa diubah dari sang maha kuasa

    BalasHapus
  29. Subhanallah. Allah menciptakan manusia dengan setiapkeunikan yang melakat pada dirinya.sukses buat ujiannya mas Eza, moga Allah memudahkan. Amin.

    BalasHapus
  30. Selama hal-hal yang prinsip yang memang harus dilakukan secara syar'i terpenuhi (kanan), untuk urusan lain saya kira kidal bukan suatu cacat jadi tidak perlu malu dan rendah diri.

    Saya pernah kaget juga lo Bah.., saat saya menerima tamu di kantor yang kebetulan beliau termasuk jajaran atas di perusahaan ternama di Jatim, la kok saat tanda tangan dan menulis pake tangan kiri. Saya sampe kagum.
    Sesuatu yang beda kadang justru menjadi anugerah semacam Elyas Pical kan juga kidal tapi bisa mendunia.

    BalasHapus
  31. wasalamualaikum
    mantabbbzz ternyata pak pakies hafiz ya?... salut ane pak...
    yang namanya merubah sikap tentunya dengan pelan2 gak bisa langsung toh.. jadi inget film 3cinta 2hati 1 (*lupa saya) wkwk

    BalasHapus
  32. @Ami:
    wah ternyata Safira juga kidal ya Mbak

    @Gaphe :
    Iya sejak masuk SMPIT rasa percaya dirinya sudah baik karena proses pembelajarannya yang sangat mendukung perkembangan individu anak

    @yayack :
    bener kanan dan kiri bukan suatu masalah, tergantung bagaimana bisa bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain

    @KATA NATALIUS :
    wah lama banget ndak mampir ke sini nih Kang, apa kabar Pontianak?
    betul adab dan kebaikan harus diperhatikan karena itulah budaya baik yang kita miliki

    @r10:
    senjata di tangan kiri bisa mengecoh ya Kang hhh
    jurus kidal tanpa bayangan

    @Masbro :
    iya bener ngacher, sayangnya Mas Eza ndak bisa main musik.

    @Corat - Coret [Ria Nugroho]:
    Setiap anugerah Alloh wajib kita syukuri apapun itu bentuknya

    @Dhana/戴安娜 :
    terima kasih supportnya Mbak, moda ada manfaat di dalamnya

    @Denuzz BURUNG HANTU :
    amiin, semoga anak pakies seperti itu, tentu menjadi bangga donk.
    Salam silaturrahim

    @♥chika_rei♥ :
    iya terinspirasi, mayan buat postingan hhh (ngaku). Sukses itu menurut pakies jika kita bisa memberikan kemanfaatan bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan dan orang lain

    @Arief Bayoe Sapoetra:
    wa'alaikum salam Kang,
    mendidik dengan cara paksanaan seringkali menghasilkan hal yang sebaliknya

    @Nova Miladyarti :
    Amiin terima kasih do'anya Mbak Nova

    @Ning iffa hoet :
    bener yang penting syar'i oenggunaan tangan kanan terpenuhi dengan baik.
    Memang dalam sejarah banyak orang hebat bertangan kidal, tapi itu semua dibutuhkan suatu usaha keras dan ikhlas semata mencari ridho Alloh

    @Kang Riyadi hanya:
    wa'alaikum salam Kang, wah masih jauh Kang dari itu, tapi itu saya anggap sebagai do'a yang harus saya amini.
    Mendidik anak butuh ketelatenan, kesabaran, dan pengetahuan
    Domain yang baru udah saya kunjungi Kang, manteb

    BalasHapus
  33. tulisan ini mengingatkan saya dulu, sewaktu masih sekolah. saya baca ttg hadist nabi yg ”Janganlah seorang dari kamu makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya, sesungguhnya syetan makan dan minum dengan tangan kirinya.” HR. Tirmidzi.
    saya sempat bilang ke temen saya yg kidal, tp dia ttp pake tangan kiri karena emg ga bisa pake tangan kanan. hmm, mungkin ada pengecualian ngga ya utk kasus kidal bagi hadist ini?

    BalasHapus
  34. @Meutia Halida Khairani:
    Insya Alloh untuk masalah yang syar'i dan adab tanpa ada pengecualian Mbak, Makan dan minum harus tetap diupayakan menggunakan tangan kanan. Ini perlu proses pembelajaran.
    Dan langkah yang sudah Mbak Meutia tempuh sudah menunjukkan langkah dakwah, semoga menjadi ladang amal kebaikan. Amiin

    BalasHapus
  35. Pontianak sedang dilanda panas di siang hari dan hujan di malam hari mas, hehehe
    ya, sebenarnya kidal itu anugerah mas !
    jadi punya anak kidal haruslah bangga akan anugerah tersebut.

    BalasHapus
  36. rasa2nya orang kidal memang punya keistimewaan sendiri sih..
    tapi tentu saja, sesuatu itu memiliki kekurangan dan kelebihan masing2

    sukses unas-nya buat mas eza :D

    BalasHapus
  37. Assalamualaikum pakies...

    Semoga mas Eza dilancarkan selalu dalam UNAS nya.amiin...


    huaah... bahas tentang kidal ya?? Hmm... Yang bapak lakukan kepada mas Eza waktu kecil buat aku ingat apa yang ayahku juga lakukan kepada ku.. nah loh, kok sama?

    Iya pak, aku juga kidal.. jiaah ngaku juga akhirnya, hehehe.

    hmm... ayah ku sangat2 hebat dalam membimbingku, awalnya mungkin waktu masih balita (ingat2 lupa gitu...) aku diajarin gunakan tangan kanan dan semuanya diajarin dengan lemah lembut, walau aku sering bandel masih gunakan tangan kiri untuk makan dan minum. Sampai akhirnya, ketika aku hampir masuk TK, pelajaran ayah levelnya naik, karena akunya yg bandel masih makan dan minum pake tangan kiri, akhirnya tangan kiri ku dipukul dengan kasih sayang oleh ayah untuk mengingatkan sambil mengajari tentang hadist seperti di atas, dan alhamdulillah, mulai saat itu sampai sekarang aku mengerti keutamaan mendahulukan kanan baru kiri.

    jadi orang kidal ada enak ada tidaknya pak.. karena aseli.. dulu aku sempat minder juga, abis selalu jadi bahan guyonan teman2 dan dianggap tidak normal, sampai2 aku berusaha untuk menulis menggunakan tangan kanan walau jelek dan malah kena marah guru waktu SD karena tulisan yg ga kebaca, dan sekali lagi.. Aku bersyukur punya seorang ayah yg hebat, yang mengajari ku hadist yang terakhir diposting bapak ini..

    Terus,, waktu SMP perjalanan hidupku lancar saja karena aku juga dulu sekolah di SMP swasta Islami, dan juga yg buat aman... menulisnya di meja panjang. :D

    Nah, Pada waktu setara SMA,, nah loh kok setara? :) aku bilang setara karena aku memang sekolahnya dulu di sekolah menengah farmasi,, nah di sinilah aku mulai merasa ada enak ga enaknya kidal pak? kok gitu?? ya iya.. rasanya aneh bener waktu aku duduk di kursi bermeja dari bahan stenlis , tapi masih aman karena alhamdulillah tuh meja letakya ga terlalu dikanan,,, wkwkwk

    trus.. ga enaknya lagi waktu praktek resep dan praktek Kimia,, aseli.. deskriminasi terasa bener, karena semua alat mesti digunakan ala orang yang menggunakan tangan kanan. Awalnya sulit beradaptasi, tapi karena aku merasa dan yakin bisa akhirnya aku pun bisa beradaptasi, dan alhamdulillah lagi.. aku sudah biasa waktu praktek kimia lanjutan di universitas..

    ngomong2 ttg universitas, aku dulu selalu kayak preman loh pak, klo kuliah aku nempatin 2 kursi untukku,, maklum ada kelas yg masih menggunakan kursi kayu bermeja, dan mejanya ada di kanan,, aseli dikanan,, ga ditengah kayak yg berbahan stenlis... hahahahaha

    Waktu kerja di desa, masyarakat juga pada bengong kalau baru pertama liat aku mandu, mungkin mereka kayak liat makhluk asing aneh ya.. ketika melihatku menulis pake tangan kiri di papan tulis... wkwkwkwk

    Oh ya,, ada cerita satu lagi yang lucu, kala itu di kost-an tumben2nya aku pingin ikutan ngerumput, karena jujur ada juga sih cita2 mau jadi petani...wkwkwkwk.

    Nah, karena aku ga punya alat ngerumput, maka aku pinjam ke bapak kost, dan dikasihlah aku pisau sabit (klo soal nama aku ga begitu tau. mungkin celurit atau apa.. itu tu.. pisau yang melengkung kayak bulan sabit-red).

    dan Gubraaak!!! waktu awal aku gunakan tuh pisau sabit aseli aku tertawa terbahak-bahak.. nah loh, kenapa??? ya gimana ga tertawa, ternyata tuh pisau juga deskriminasi dengan orang kidal... abis,, pisau tajamnya ternyata hanya dibagian posisi tuk orang yg menggunakan tangan kanan.. dan ga nyangka nya, bpk kost dan tetangga yg liat juga pada ketawa,, dan akhirnya aku pun kebagian tugas nyapu saja deh.. dan soal potong rumput aku serahkan pada ahlinya yg bertangan kanan...wkwkwkwkwk

    oke finish.. sampe di sini aja pak, maaf kalo komenku panjangnya dah kayak postingan aja... karena aku hanya ingin berbagi kepada bpk cerita tentang apa yg dirasakan oleh orang kidal.. hahahaha... kaburrrr....!!!! :)

    BalasHapus
  38. yes...setujuhhhhh... sedelapan...sesembilan.. eee, malah ngaco...he
    bener banget Pak. KIdal bukan kelainan tapi anugrah. nyatanya banyak orang hebat yang terlahir dengan kidal..seperti yang saya baca di Postingannya Mbak Ata.
    dulu pas lagi hobi2nya nonton bulutangkis, kan banyak thu ya atlet dari lawan indonesia yang kidal,,, saya mesti langsung komen, "Wah, ati2 ni kalo kidal biasanya langsung bisa membabat habis,,," haha,,, semoga Mas Eza kelak jadi orang hebat juga...

    BalasHapus
  39. @KATA NATALIUS:
    wah panas hujan jadi seimbang donk bisa tampung air ujan banyak-banyak.

    @YeN :
    mudah-mudahan demikian Mbak, kelebihan bisa menutupi kekurangan

    @Nyayu Amibae :
    wa'alaikum salam, wah ternyata sampean juga seperti Mas Eza ya,
    ternyata banyak hal yang menyenangkan dari perjalanan sampai saat ini. Pisau itu boleh dibilang celurit tapi kalo yang agak panjang memang diperuntukan motong rumput.
    ceritanya entar biar mas Eza yang baca sendiri. Sebenarnya dia punya Blog tapi ndak pernah diurus

    @Aina :
    hhh itung-itungan. Iya postingan ini terinspirasi Non Ata yang ternyata juga kidal. Dan betul banyak orang hebat yang kidal. Tapi jumlah orang kidal sedunia kan sekitar 15 sampai 15 %. Amiin semoga Eza salah satu diantara orang yang banyak memberikan manfaat bagi orang lain

    BalasHapus
  40. Petenis kondang rafael nadal juga kidal, dia hebat malah! Nda ada salahnya pakai tangan kiri untuk ketrampilan, asal tatakrama tetap dilaksanakan dengan tangan kanan sebagaimana semestinya. Moga2 dik Eza jg jadi orang hebat mbesok ^^

    BalasHapus
  41. Assalamualaikum Kang,
    Bagaimanapun juga itu adalah anugerah, dibalik semua itu pasti ada kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang yang tidak kidal. Walau terkadang anak2 merasa minder, malu saat diolok-olok teman sebayanya, namun suatu saat nanti pasti akan mengerti, ada kelebihan dibalik kekurangan, dan sebaliknya.
    Yang penting disyukuri saja, semoga kelak menjadi anak yang hebat, anak yang bisa membanggakan oragtuanya. Amin..
    Nuwun Kang.

    BalasHapus
  42. @mama pat :
    amiin do'anya Mbak. Benar tangan kiri untuk ketrampilan dan yang kanan tetap mengutamakan tata krama

    @Kang Sukadi:
    wa'alaikum salam Kang,
    Alhamdulillah sekarang anaknya sudah tidak minder lagi.
    amiin do'anya Kang, suwun sanget

    BalasHapus
  43. balik lagi... tadinya mau langsung ngantarin kopi hangat,,, tapi ada masalah nih... aku ga bisa berbahasa jawa, jadi aku mau minta diterjemahin dulu pesanan kopinya, takut salah buat....wkwkwkwkwk

    BalasHapus
  44. Kulo bisa mengerti yang dirasakan putro panjenengan, karena kebetulan wong katro ini terlahir 'kidal'.. he he, Sejak kelas 2sd, alhamdulillah bopo dan simbok berhasil menormalkan kebiasaan tersebut, kecuali satu hal:
    manggul atau ngangkat kelinci terasa jauh lebih enteng kalo pake tangan kiri ,wkwkwk

    BalasHapus
  45. @Nyayu Amibae :
    heehheh entar saya pinjemin google tranlate dari boso djowo ke boso wong kito

    @Kang Jiox- Nasib anak kost:
    berarti makin bertambah nih blogger tangan kidal, yang menurut saya mereka hebat dan inspiratif semua, Kang Jiox Alkatro, Ning Nyayu Amibae, Kan Zan Pondok pemberontak, Non Ata Notogoro

    BalasHapus
  46. Assalamualaikum Kang Pakies.. saya pikir selama masih tidak berkaitan dengan adab seperti yang sampean bilang.. ehm nurut saya enggak masalah kok. Bahkan menurut saya itu ISTIMEWA.. sebab Kidal itu artine Kiri tapi anDALan hehe

    Banyak atlet juara bertangan kidal loh Kang.. makanya saya dukung Eza deh... Oh ya nitip salam kangguih tang penakan Eza nggih Kang

    BalasHapus
  47. @Lozz Akbar :
    wa'alaikum salam
    boleh juga tuh mengartkan Kidal KIri anDALan.
    Insya Alloh ndegik esampekagih tang kanak hhhh (bener ndak nih)

    BalasHapus
  48. gak masalah mau tangan kiri or kanan, yang penting bagaimana bisa menggunakan kedua tangan tersebut sesuai dengan tata krama yang ada..
    :D

    BalasHapus
  49. Kidal juga karunia dari Allah yg harus kita terima dg lapang dada ya, pak. beruntung sekalu mas Eza punya orang tua spt Pak Ies yang bisa menerima dan mengarahkan buah hati dengan sabar dan penuh cinta. Salam utk mas Eza ya Pak Ies.

    BalasHapus
  50. Judulnya menentramkan pak, itu makanya Mas Eza tidak merasa rendah diri dengan 'kelainan' yang dimilikinya. Dukungan dan penerimaan orang tua memang sangat berperan besar dalam perkembangan seorang anak ya. Walaupun kidal, toh tetap bisa berprestasi. Syukurlah jika Mas Eza akhirnya telah berhasil menggunakan tangan kanan utk adab kesopanan. Salut utk kedua orang tuanya ya... :D

    BalasHapus
  51. Mas Eza hebat... Tangan kanan dan tangan kiri tak mempengaruhi prestasi seseorang kan, ya?

    BalasHapus
  52. Shasa tak punya teman yg kidal... cuma shasa ngebayangin susahnya melakukan pekerjaan dg tangan kiri ya?

    BalasHapus
  53. Tadi siang jadi pengawas Ujian Sekolah, lihat salah satu peserta mengerjakan dengan tangan kiri, eeeh begitu baca kisah Abinya mas Eza jadi terharu. Saya Mendoakan biar mas Eza selalu sukses, memperoleh nilai yg maksimal...

    BalasHapus
  54. @Agung A. Kusuma :
    bener Kang, kedua tangan diciptakan Alloh semua untuk kebaikan yag disesuaikan fungsinya

    @Mbak Reni-catatan kecilku :
    itulah bahagianya punya anak, apapun yang terdapat pada anak, semua terlihat sebagai sesuatu yang indah dan patut disyukuri

    @the other:
    Alhamdulillah karena saat ini Mas Eza sudah sangat nyaman dengan keadaannya.
    Terima kasih supportnya Mbak

    @Shasa-Place to Study :
    terima kasih Non Shasa, itulah yang diberikan Alloh dan dengan itu kita harus mensyukuri dengan memanfaat sebaik-bainya

    @jejak langkahku:
    malah lebih nyaman menggunakan tangan kiri daripada tangan kanan. Kebalikan seperti kita yang umumnya menggunakan tangan kanan

    BalasHapus
  55. @Mas Odjie:
    amiin Mas do'anya semoga do'a ini menjadi kebaikan kita semua,
    Gimana kabarnya mas? semoga sehat selalu dan banyak mendapatkan kemudahan

    BalasHapus
  56. Wa'alaikumsalam warrohmatullohi wabarrokatuh Pak Sis..

    mudah-mudahan menjadi penyejuk mata dan pemimpin buat kaum beriman ya pak....

    Aamiin....

    BalasHapus
  57. @Kang Pri BW 1000 Blog :
    Amiin Kang do'a yang sangat indah. Semoga Alloh SWT mengabulkan

    BalasHapus
  58. Kidal pun anugrah...seperti itu inti yang saya baca. :)
    Bagi saya itu malah jadi kemampuan ganda yang luar biasa. Tangan kiri aktif dan tangan kanan pun belajar untuk mengerjakan hal yang lain. Pasti menyenagkan jika keduanya memiliki kemampuan yang hampir sama.hehe...
    Amin, semoga hari ini Mas Eza lancar Ujiannya.

    BalasHapus
  59. Ngga masalahlah kalau kidal, Mas..
    asal itu tadi, jangan makan menggunakan tangan kiri, itu sudah amanat dari Rasulullah saw... ^_^

    BalasHapus
  60. saya sering salut dengan orang kidal, kelihatannya keren gitu..hehehe....mungkin karena mereka bisa melakukan sesuatu yang tidak biasa dilakukan orang kebanyakan...^_^

    BalasHapus
  61. @Ayub Adiputra:
    terima kasih do'anya Kang,
    kalo yang bersangkutan bisa memaksimalkan kedua tangan, Insya Alloh hasilnya akan sangat bermakna dalam hidupnya

    @Teras Info:
    bener, hal yang berkaitan dengan adab kesopanan, tata krama harus dilakukan dengan tangan kanan

    @Fairysha :
    wah kemana aja nih Mbak, sibuk ya.
    Saa juga melihat apa yang dilakukan anak saya adalah hal yang sangat menarik

    BalasHapus
  62. Alhamdulillah bisa berubah juga anaknya dari kidal menjadi normal kembali, adab makan dan minum amatlah buruk bila di lakukan dengan kidal.

    justru menjadi kelebihan tersendiri sehingga dia mempunyai kemampuan kidal untuk berman bulu tangkis dll...

    BalasHapus
  63. wah influence dari ata lagi toh. nice pak.

    katanya yang kidal malah lebih cerdas daripada yang ga. misalnya aja orang2 barat..

    BalasHapus
  64. sama2. sudah seharusnya sesama muslim saling mendoakan:)

    BalasHapus
  65. Saya gak tahu apakah ada pengaruh kesuksesan seseorang dengan kekidalan nya, namun saya cuma mau sharing tentang teman saya yang kidal. Saya melihat dia lebih bagus daya nalarnya (pemikiran nya jeli dan sangat inovasi) dari pada teman2 kami yang gak kidal. Kadang saya juga salut dengan daya juang nya, tapi apakah karena otak kiri nya sering digunakan sehingga semua jadi moncer ??? aku gak tahu.
    Tapi kekurangan nya teman ku yang kidal itu, dia sering meremehkan orang lain. temasuk istrinya :(

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    BalasHapus
  66. Yang kidal itu biasanya punya kelebihan, tapi alhamdullilah bisa berubah dari cara makan karena itu adab yang baik.

    BalasHapus
  67. orang tua suka resah kalo anaknya 'kede' biasanya lbh ke soal ribetnya mbesok. jangan sampe anaknya di'ece' temen, jangan sampe pas kuliah jadi repot krn sedikit banget kursi kuliah yg didesain u orang kidal.
    tapi sebenernya left-handed ato right-handed ga masalah sih

    BalasHapus
  68. waktu kecil aku juga menulis pakai tangan kiri tapi entah kenapa waktu dewasa langsung pakai tangan kanan

    BalasHapus
  69. Ass. Kang...

    Selamat siank... :D

    Wah seperti yg kutulis di Blognya Kang Zan, akupun kidal kang haha... cuma kebetulan klo nulis aku pake tangan kanan, kidalnya klo diaktivitas yg agak berat kaya main Gitar *nie klo pake tangan kanan yg ada gitar gak bunyi sama sekali.. terus klo ngetik SMS aku gak bisa pake tangan kanan kecuali klo HP'y QWERTY mau gak mau mesti pake tangan kanan jg :D

    klo untuk Makan dan Nulis kebetulan aku masih bisa pake kanan, tapi kadang klo nulisnya dipapan tulis pas presentasi di dpn org dari kantor lain kebawa juga nulis pake kiri lagi hhe.. :D

    Jadi, biarpun org ng'liatnya gak kidal karena aku bisa nulis pake tangan kanan, tapi kadang aku rasa aku juga kidal haha... :D

    Wes lah, aku tak pamit dlu kang,

    semangat n Met aktivitas :D

    Mozilla aku udah nyoba Cas plenggg

    BalasHapus
  70. salam sobat
    lama nggak berkunjung kesini
    makin bagus aja artikelnya

    BalasHapus
  71. Salam
    Lama tak jumpa jadi kangen deh. ngomong-ngomong biar kidal tapi cakep kok dan semoga menjadi anak yang soleh, amin!

    BalasHapus
  72. klo menurut saya kidal malah keren, soalnya unik. dan unik itu harganya biasa mahal. :)

    BalasHapus
  73. biasan pak pakies ini cepet banget updatenya, kok blum update ya?....

    BalasHapus
  74. gak masalah mau kidal apa gak, yang penting tetap bisa menjalani hidup dengan tenang. :)
    saya kidal dan saya menyukai hal ini. hehe :D

    salam kenal . :)

    BalasHapus
  75. Kulo bisa mengerti yang dirasakan putro panjenengan, karena kebetulan wong katro ini terlahir 'kidal'.. he he, Sejak kelas 2sd, alhamdulillah bopo dan simbok berhasil menormalkan kebiasaan tersebut, kecuali satu hal:
    manggul atau ngangkat kelinci terasa jauh lebih enteng kalo pake tangan kiri ,wkwkwk

    BalasHapus
  76. Assalamualaikum Kang,
    Bagaimanapun juga itu adalah anugerah, dibalik semua itu pasti ada kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang yang tidak kidal. Walau terkadang anak2 merasa minder, malu saat diolok-olok teman sebayanya, namun suatu saat nanti pasti akan mengerti, ada kelebihan dibalik kekurangan, dan sebaliknya.
    Yang penting disyukuri saja, semoga kelak menjadi anak yang hebat, anak yang bisa membanggakan oragtuanya. Amin..
    Nuwun Kang.

    BalasHapus
  77. @KATA NATALIUS:
    wah panas hujan jadi seimbang donk bisa tampung air ujan banyak-banyak.

    @YeN :
    mudah-mudahan demikian Mbak, kelebihan bisa menutupi kekurangan

    @Nyayu Amibae :
    wa'alaikum salam, wah ternyata sampean juga seperti Mas Eza ya,
    ternyata banyak hal yang menyenangkan dari perjalanan sampai saat ini. Pisau itu boleh dibilang celurit tapi kalo yang agak panjang memang diperuntukan motong rumput.
    ceritanya entar biar mas Eza yang baca sendiri. Sebenarnya dia punya Blog tapi ndak pernah diurus

    @Aina :
    hhh itung-itungan. Iya postingan ini terinspirasi Non Ata yang ternyata juga kidal. Dan betul banyak orang hebat yang kidal. Tapi jumlah orang kidal sedunia kan sekitar 15 sampai 15 %. Amiin semoga Eza salah satu diantara orang yang banyak memberikan manfaat bagi orang lain

    BalasHapus
  78. Assalamualaikum pakies...

    Semoga mas Eza dilancarkan selalu dalam UNAS nya.amiin...


    huaah... bahas tentang kidal ya?? Hmm... Yang bapak lakukan kepada mas Eza waktu kecil buat aku ingat apa yang ayahku juga lakukan kepada ku.. nah loh, kok sama?

    Iya pak, aku juga kidal.. jiaah ngaku juga akhirnya, hehehe.

    hmm... ayah ku sangat2 hebat dalam membimbingku, awalnya mungkin waktu masih balita (ingat2 lupa gitu...) aku diajarin gunakan tangan kanan dan semuanya diajarin dengan lemah lembut, walau aku sering bandel masih gunakan tangan kiri untuk makan dan minum. Sampai akhirnya, ketika aku hampir masuk TK, pelajaran ayah levelnya naik, karena akunya yg bandel masih makan dan minum pake tangan kiri, akhirnya tangan kiri ku dipukul dengan kasih sayang oleh ayah untuk mengingatkan sambil mengajari tentang hadist seperti di atas, dan alhamdulillah, mulai saat itu sampai sekarang aku mengerti keutamaan mendahulukan kanan baru kiri.

    jadi orang kidal ada enak ada tidaknya pak.. karena aseli.. dulu aku sempat minder juga, abis selalu jadi bahan guyonan teman2 dan dianggap tidak normal, sampai2 aku berusaha untuk menulis menggunakan tangan kanan walau jelek dan malah kena marah guru waktu SD karena tulisan yg ga kebaca, dan sekali lagi.. Aku bersyukur punya seorang ayah yg hebat, yang mengajari ku hadist yang terakhir diposting bapak ini..

    Terus,, waktu SMP perjalanan hidupku lancar saja karena aku juga dulu sekolah di SMP swasta Islami, dan juga yg buat aman... menulisnya di meja panjang. :D

    Nah, Pada waktu setara SMA,, nah loh kok setara? :) aku bilang setara karena aku memang sekolahnya dulu di sekolah menengah farmasi,, nah di sinilah aku mulai merasa ada enak ga enaknya kidal pak? kok gitu?? ya iya.. rasanya aneh bener waktu aku duduk di kursi bermeja dari bahan stenlis , tapi masih aman karena alhamdulillah tuh meja letakya ga terlalu dikanan,,, wkwkwk

    trus.. ga enaknya lagi waktu praktek resep dan praktek Kimia,, aseli.. deskriminasi terasa bener, karena semua alat mesti digunakan ala orang yang menggunakan tangan kanan. Awalnya sulit beradaptasi, tapi karena aku merasa dan yakin bisa akhirnya aku pun bisa beradaptasi, dan alhamdulillah lagi.. aku sudah biasa waktu praktek kimia lanjutan di universitas..

    ngomong2 ttg universitas, aku dulu selalu kayak preman loh pak, klo kuliah aku nempatin 2 kursi untukku,, maklum ada kelas yg masih menggunakan kursi kayu bermeja, dan mejanya ada di kanan,, aseli dikanan,, ga ditengah kayak yg berbahan stenlis... hahahahaha

    Waktu kerja di desa, masyarakat juga pada bengong kalau baru pertama liat aku mandu, mungkin mereka kayak liat makhluk asing aneh ya.. ketika melihatku menulis pake tangan kiri di papan tulis... wkwkwkwk

    Oh ya,, ada cerita satu lagi yang lucu, kala itu di kost-an tumben2nya aku pingin ikutan ngerumput, karena jujur ada juga sih cita2 mau jadi petani...wkwkwkwk.

    Nah, karena aku ga punya alat ngerumput, maka aku pinjam ke bapak kost, dan dikasihlah aku pisau sabit (klo soal nama aku ga begitu tau. mungkin celurit atau apa.. itu tu.. pisau yang melengkung kayak bulan sabit-red).

    dan Gubraaak!!! waktu awal aku gunakan tuh pisau sabit aseli aku tertawa terbahak-bahak.. nah loh, kenapa??? ya gimana ga tertawa, ternyata tuh pisau juga deskriminasi dengan orang kidal... abis,, pisau tajamnya ternyata hanya dibagian posisi tuk orang yg menggunakan tangan kanan.. dan ga nyangka nya, bpk kost dan tetangga yg liat juga pada ketawa,, dan akhirnya aku pun kebagian tugas nyapu saja deh.. dan soal potong rumput aku serahkan pada ahlinya yg bertangan kanan...wkwkwkwkwk

    oke finish.. sampe di sini aja pak, maaf kalo komenku panjangnya dah kayak postingan aja... karena aku hanya ingin berbagi kepada bpk cerita tentang apa yg dirasakan oleh orang kidal.. hahahaha... kaburrrr....!!!! :)

    BalasHapus
  79. tulisan ini mengingatkan saya dulu, sewaktu masih sekolah. saya baca ttg hadist nabi yg ”Janganlah seorang dari kamu makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya, sesungguhnya syetan makan dan minum dengan tangan kirinya.” HR. Tirmidzi.
    saya sempat bilang ke temen saya yg kidal, tp dia ttp pake tangan kiri karena emg ga bisa pake tangan kanan. hmm, mungkin ada pengecualian ngga ya utk kasus kidal bagi hadist ini?

    BalasHapus
  80. baca postingan ata jadi terinspirasi tulisan ya pak ies :)
    hehee...
    yup kidal atau tidak itu tergntung pribadi masing2 :)
    ^^ yang menentukan kesuksesan toh kan bukn tngan

    BalasHapus
  81. menggunakan tangan kiri untuk menulis gapapa kok

    bahkan tangan kiri bisa digunakan sebagai senjata saat berperang, krn lawan tak terbiasa melawan orang kidal

    BalasHapus
  82. sebetulnya orang-orang kidal itu banyak kelebihannya.. yang penting jangan membuat Eza sampai minder, rendah diri, hanya karena menggunakan tangan kiri. Allah menciptakan tangan sedemikian luar biasanya, dan kehendak Allah juga membuat seseorang kidal.

    BalasHapus
  83. Amin, wah hapalan Al-Qur'an juga ya pak, huaaaaaa saya juga pengen >.<

    BalasHapus
  84. saya setuju pak Sis!
    kesuksesan seseorang tidak diukur dari tangannya, tapi usaha, do'a dan ikhtiar pada-Nya.
    Ponakan saya juga kidal pak, tapi pas makannya memakai tangan kiri. Hmmm semoga mas saya dan kakak ipar saya mampu mengarahkan, seperti yang sudah bapak sampaikan. Oh iya pak Sis, semoga mas Eza lancar UNASnya ya :)

    BalasHapus
  85. @John Terro:
    iya Kang, tadi ya sempat ke rumah sampean dan memberikan inspirasi pada Pakies.

    BalasHapus
  86. salam sahabat....

    saya chairul, ayah dengan anak 3 , anak tertua saya berumur 7 tahun th 2012 ini. dia termasuk anak yang dominasi aktifitasnya tangan kiri/ kidal. konon otak kanan nya dominan, untuk aktifitas psikomotorik dia tergolong bagus. waktu usia 4 - 5 th dia kidal nya penuh artinya semua pake tangan kiri mulai makan, minum, menulis, mewarnai, meggambar. saya sempat bingung akhirnya saya usia 4 jalan, saya latih makan minum , menggambar, menulis dan mewarnai pake tangan kanan, hg akhirnya sampai usia masuk SD saya tidak memaksa untuk pake tangan kiri, kecuali makan dan minum. alhamd bisa dia sekarang bisa pake tangan kanan untuk makan minum, dan tangan kiri bisa juara untuk lomba calistung ( lomba menulis ). saat ini anak saya juga berprestasi secara kognitif/akademik di sekolah.

    dia saat ini masih berlatih tangan kanan untuk bermain bulutangkis, sebenarnya banyak yang menyayangkan kenapa anak kidal pake tangan kanan. memang banyak kendala yang ditemui, namun saya tetap berharap dia mampu bermain entah dengan tangan kiri maupun tangan kanan.
    kelebihan anak dominan otak kanan adalah dia senang hal2 atau permainan yang berhubungan dengan rancang bangun, design, bermain imajinasi. dia sudah bisa membuat gambar dengan komputer , seperti paint,corel draw, photoshop.

    demikian sharing saya .... moga bisa menjadi bahan renungan.

    salam dari pekalongan...

    BalasHapus

Fastabiqu khairat mari berlomba-lomba dalam kebajikan