Bismillahirrohmanirrohiim.
Assalamu'alaikum warromatullohi wabarokatu sodaraku semua. Bik Mi, mengeluh "Orang-orang itu kalau hutang ke warungku, giliran tanggal muda blanjanya ke swalayan sebelah dan membawa hasil belanja yang banyak". Kalimat-kalimat sejenis, sering kali terlontar dari para pedagang tradisional. Lima tahun yang lalu, barangkali uangkapan seperti itu masih belum ada karena para pedagang tradisional sedang jaya-jayanya. Sejak merebaknya usaha waralaba nasional ke daerah-daerah terutama kecamatan, perumahan-perumahan dan daerah berpotensi lainnya, banyak pelaku usaha tradisional merasa kelabakan. Beberapa diantaranya omset penjualan turun drastis, ada yang mengalihkan usahanya, bahkan ada yang sampai mendekati usaha yang mati suri.
Assalamu'alaikum warromatullohi wabarokatu sodaraku semua. Bik Mi, mengeluh "Orang-orang itu kalau hutang ke warungku, giliran tanggal muda blanjanya ke swalayan sebelah dan membawa hasil belanja yang banyak". Kalimat-kalimat sejenis, sering kali terlontar dari para pedagang tradisional. Lima tahun yang lalu, barangkali uangkapan seperti itu masih belum ada karena para pedagang tradisional sedang jaya-jayanya. Sejak merebaknya usaha waralaba nasional ke daerah-daerah terutama kecamatan, perumahan-perumahan dan daerah berpotensi lainnya, banyak pelaku usaha tradisional merasa kelabakan. Beberapa diantaranya omset penjualan turun drastis, ada yang mengalihkan usahanya, bahkan ada yang sampai mendekati usaha yang mati suri.
Bisnis waralaba berskala nasional benar-benar memberikan berbagai dampak bagi kehidupan masyarakat daerah. Perubahan perilaku konsumen yang mengarah pada kemudahan dalam bertransaksi sampai pada perubahan perekonomian masyarakat sekitarnya, khususnya pelaku usaha tradisional. Tuntutan perilaku konsumen yang menuju modern, mengalihkan pandangan mereka dalam mendapatkan kebutuhan sehari-hari, mudah, cepat, bersih dan tampilan menarik.
Pertanyaannya adalah, kalau perilaku konsumen sudah berubah menuju modern, apakah pelaku usaha tradisional harus tetap mempertahankan kondisi usahanya seperti semula?. Kita tidak bisa menyalahkan keadaan, dimana pelaku bisnis retail yang sangat pandai mencari peluang ke daerah-daerah. Maka, kita sebagai pelaku usaha tradisional sudah seharusnya mengikuti pola perubahan ini. Untuk dapat bertahan dalam kondisi baru, kita harus mampu melakukan adaptasi. Ketidak mampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan, bisa menyebakan kita adakan terseleksi. demikian menurut teori seleksi alam.
Apa yang harus kita lakukan untuk mengikuti perubahan tersebut. TIdak ada salahnya kita mempelajari bagaimana pelaku usaha waralaba nasional menerapkan usahanya di daerah sekitar kita. Hal-hal penting yang mereka lakukan dalam menentukan dan membuka usaha, diantaranya adalah:
- lokasi, sudah menjadi dasar utama, bahwa faktor ini sangat penting untuk kelanjutan usaha kita. prinsip lokasi-lokasi-lokasi merupakan hal yang mendasar dalam menjaring pelanggan. Kebanyakan waralaba akan melakukan survei kelayakan lokasi sebelum membuka usahanya. hampir 99 % usaha waralaba di semua tempat berada pada lokasi yang sangat strategis, dimana daerah tersebut merupakan daerah yang paling mudah dan paling sering dilewati banyak orang. dekat dengan pusat keramaian.
- lahan parkir yang memadai. banyak pelanggan yang merasa nyaman berbelanja kalau parkir kendaraan juga aman dan nyaman. hal kecil sepeti ini juga menjadi salah satu perhitungan bagi pelanggan untuk memasuki tempat usaha kita
- tata ruang toko, penempatan etalase, rak, dan barang merupakan hal yang sangat penting. Kesan pertama akan membekas, itulah yang ada dalam benak kita. Begitu masuk ke toko, maka pelanggan terlebih dahulu akan menilai isi toko kita, nyaman atau tidak. semakin nyaman tata ruang toko maka pelanggan akan semakin nyaman dan kerasan berbelanja. penempatan barang yang rapi, tertata, dan sesuai dengan kondisi barang. artinya, menempatkan jenis barang sesuai dengan jenisnya. apakah itu makanan, kosmetik, atau bahan-bahan untuk keperluan cuci. perlu perencanaan dalam menentukan tempat dan tata letak barang. Semua itu diupayakan untuk memanjakan dan memberikan kemudahan Pelanggan dalam berbelanja.
- Isi toko tidak harus banyak, sedikit tetapi mewakili semua kebutuhan yang diperlukan masyarakat sekitar. Penampilan barang yang selalu rapi dan bersih. Sebisanya, menyediakan stok di gudang tersendiri. Barang yang komplit, akan menjaring pelanggan untuk selalu berbelanja di tempat kita. tidak ada salahnya menanyakan kebutuhan apa yang dicari oleh pelnggan. dan sebisanya tidak mengatakan, barang habis, stok tidak ada dan kata senjenisnya. paling tidak kita bisa mengakali dengan kata-kata, Insya Alloh besok sudah ada, dsb.
- penerangan.toko yang redup dan cenderung gelap, menyebabkan pelanggan malas masuk ke toko kita. Memperbanyak genting kaca, atau kalau mampu lampu TL yang memadai akan menambah toko kita semakin terang. demikian juga dengan sirkulasi udara, tidak harus pakai AC, kalau kita bisa mengatur ventilasi udara dengan baik, Insya Alloh pelanggan akan merasa nyaman.
- teknologi, melakukan perubahan terhadap cara penjualan juga penting. Dengan menggunakan komputer yang sederhana akan memudahkan kita bertransaksi. ada banyak keuntungan dalam menggunakan perangkat komputer. Transaksi cepat, kita bisa mengendalikan dan merencanakan belanja, mengetahui stok dan keluar masuk barang, mengetahui jumlah pelanggan, dan banyak lagi manfaat yang diperoleh
- memiliki ciri khas tertentu yang bisa ditonjolkan dari toko kita, sehingga pelanggan langsung menentukan pilihan untuk masuk ke tempat kita. ciri khas yang berkesan.
- Sumber Daya Manusia, kalaupun kita membutuhkan karyawan, kita harus benar-benar mendidik karyawan dengan baik. karena yang berhubungan langsung dengan pelanggan adalah karyawan. Sebelum terjunlangsung, sebaiknya kita memberikan pengarahan dan pendidikan bagamana menjadi penjual yang baik dan disenangi oleh pelanggan. Terkadang pelanggan malas kembali ke toko kita dikarenakan layanan karyawan yang kurang memuaskan. Karyawan yang senyum ramah dalam menyambut pelanggan, membantu pelanggan dalam mendapatkan barang yang diinginkan. melayani dengan ikhlas, menyambut dengan santun, berkomunikasi dengan baik, menyampaikan ucapan terima kasih,dsb. Perlu juga ditanamkan bahwa, jadikan pekerjaan tersebut sebagai sarana ibadah dalam menambah pundi amal untuk meraih ridho Alloh.
Banyak hal yang mungkin bisa kita lakukan agar usaha kita tetap berjalan dan sesuai dengan perkembangan jaman. Perubahan yang dilakukan sedikit demi sedikit. dengan ketekunan dan tawakal bahwa rejeki itu ada yang mengatur dan kita semakin berusaha dan bersemangat, Insya Alloh perubahan apapun di sekitar kita, maka kita pelaku pasar tradisional tetap bisa mengembangkan usaha.
Dari pada hanya mengeluh dan menyalahkan kebijakan dipermudahnya usaha waralaba nasional di daearh, bukankan lebih baik kita sendiri yang harus merubah perilaku kita dalam berdagang. Dengan jalan seperti ini Insya Alloh Bik Mi seluruh Indonesia akan bangkit menuju usaha yang beradaptasi.
Dari pada hanya mengeluh dan menyalahkan kebijakan dipermudahnya usaha waralaba nasional di daearh, bukankan lebih baik kita sendiri yang harus merubah perilaku kita dalam berdagang. Dengan jalan seperti ini Insya Alloh Bik Mi seluruh Indonesia akan bangkit menuju usaha yang beradaptasi.
Bagaimana menurut saudara?
***
"Semoga kita dimudahkan dalam segala urusan di dunia dan akhirat"
Wallahu a`lam bish-shawab,
semoga bermanfaat
Wassalamu'alaikum warromatullohi wabarrokatuh
0 comments:
Poskan Komentar
Fastabiqu khairat mari berlomba-lomba dalam kebajikan