Bismillahirrohmanirrohiim.
Assalamu'alaikum warrohmatullohi wabarrokatuh sodaraku semua,
Setelah sebelumnya menulis tentang Suntikan Meningitis bagi Calon Jamaah Haji, kali ini masih menulis yang berkaitan dengan persiapan Ibadah Haji. Tulisan ini lebih cenderung pada Calon jamaah haji yang reguler, karena kalau calon jamaah Haji Plus (khusus), mereka memiliki fasilitas yang lebih dibandingkan yang reguler.
Sebelum bulan ramadhan kemarin, di lapangan sepakbola diadakan praktek Manasik Haji oleh salah satu Kelompok Bimbingan Haji KBIH). Dengan menggunakan pakaian Ihram lengkap, para calon cemaah haji nampak begitu bersemangat melakukan rangkaian manasik. Kalau dilihat sekilas, hampir 80 % yang mengikuti berusia di atas 60 tahun. Sehingga tidak heran, di tengah-tengah pelaksanaan praktek banyak yang kelihatan kecapekan. Apalagi menjelang siang hari, matahari tidak mau berkompromi memberikan sengatannya. Masih praktek saja sudah kepayahan seperti itu, bagaimana di medan sesungguhnya ketika pelaksanaan ibadah haji di tanah suci.
Kenyataannya, Hampir 90 % ibadah haji adalah ibadah membutuhkan enegi fisik dan stamina yang mumpuni. Ada beberapa faktor yang berpengaruh pada kondisi calon jamaah haji di tanah suci antara lain, padatnya jumlah manusia yang berasal dari berbagai negara, perbedaan waktu dan iklim alam yang berbeda, lokasi pemondokan, sedikitnya waktu tidur, pelaksanaan wukuf dan rangkaian ibadah haji lainnya. Sebagian besar dari kegiatan yang sering dilakukan oleh jamaah haji adalah berjalan.
1. Lokasi Pemondakan
Tahun 1431 H ini, 125.845 Jamaah haji Indonesia yang reguler, rata-rata ditempatkan pada ring 1 yang berjarak maksimal 2 km dan ring 2 yang berjarak 4 km dari Masjidil Haram. Syukurlah Pemerintah tahun ini menjamin pemondokan Jamaah haji tidak akan berjarak lebih dari empat kilometer dari Masjidil Haram.
Pemerintah juga menetapkan pemondokan dengan cara Qur`ah alias undian. Menteri Agama Surya Darma Ali di Jakarta, Selasa (28/9/10), menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan 71 maktab (pemondokan) yang terdiri dari, 374 rumah berkapasitas 200.855 anggota Jamaah haji. Sebanyak 210 rumah ada di ring 1, serta 164 rumah di ring dua.
Pemerintah juga menetapkan pemondokan dengan cara Qur`ah alias undian. Menteri Agama Surya Darma Ali di Jakarta, Selasa (28/9/10), menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan 71 maktab (pemondokan) yang terdiri dari, 374 rumah berkapasitas 200.855 anggota Jamaah haji. Sebanyak 210 rumah ada di ring 1, serta 164 rumah di ring dua.
Katakanlah lokasi pemondokan kita berjarak 4 km dari Masjidil Haram, paling tidak dalam sehari minimal 8 km harus ditempuh oleh jamaah haji. Bagi yang berduit banyak ,mungkin tinggal mengeluarkan 1 sampai 2 riyal satu kali naik angkutan.
Umumnya jamaah haji, dua kali dalam sehari berangkat-pulang dari Masjidil Haram. Artinya bisa jadi untuk berjalan saja membutuhkan jarak tempuh 16 km perhari.
Umumnya jamaah haji, dua kali dalam sehari berangkat-pulang dari Masjidil Haram. Artinya bisa jadi untuk berjalan saja membutuhkan jarak tempuh 16 km perhari.
Bisa kita bayangkan, bagaimana jadinya apabila kondisi tubuh kita lemah, apalagi yang sudah lanjut usia. Bahkan banyak diantara para jamaah haji sepuh yang hampir 21 hari hanya tinggal di pemondokan dan hanya sekali-kali saja pergi ke Masjidil Haram. Padahal shalat dan beribadah di Masjidil Haram sangat besar pahalanya.Oleh karenanya, persiapan fisik yang baik akan sangat menunjang kenikmatan kita dalam menjalankan rutinitas ibadah harian selama melaksanakan ibadah haji.
2. Thawaf dan Sai
Thawaf mengelilingi kabah sebanyak 7 kali. Thawaf dilaksanakan dalam rangkaian umrah , bisa juga dilakukan setiap hari tanpa diiringi sa'i.
Kalau dilihat dari ukuran Ka'bah dengan keliling sekitar 60 m, berarti kalau kita melakukan thawaf harus menempuh minimal 420 m hampir 0,5 km.
Ketika musim haji, thawaf minimal diselesaikan dalam waktu 1/2 jam. Namun jika pelataran thawaf sudah sangat padat, akan membutuhkan waktu yang jauh lebih lama lagi. Jalan sangat pelan merayap, berdesakan apalagi kita orang Indonesia yang rata-rata postur tubuhnya lebih kecil, agak kesusahan dalam berjalan.
Nah, berjalan berdesakan dalam waktu yang cukup lama tentunya membutuhkan fisik yang sehat. Semakin jauh dari Kabah, thawaf yang kita lakukan membutuhkan waktu yang semakin lama, apalagi jika dilakukan di lantai 2 maupun lantai teratas Masjidil Haram, jarak tempuh dan waktunya lebih lama lagi.
Bagi Jamaah yang sudah lanjut biasanya thawaf dilakukan di lantai dua ataupun lantai teratas Masjidil Haram dengan menggunakan kursi roda. Tentu saja jika ada saudara yang menuntun dan mendorong tidak masalah. Namun jika menggunakan Jasa orang lain, maka sekali thawaf paling tidak harus mengeluarkan uang sekitar 150 riyal (sekitar Rp. 350.000), bisa lebih.
Sa'i
Ibadah Sa'i merupakan salah satu rukun haji dan umrah yang dilakukan dengan berjalan kaki bolak-balik 7 kali dimulai dari Bukit Shafa dan diakhiri di Bukit Marwa. Jarak tempuh kedua antara dua bukit ini adalah sekitar 405 meter. Artinya, Ketika jamaah selesai melakukan Sa'i berarti telah menempuh perjalanan sekitar 2.835 meter, hampir 3 km, perkiraan waktu normal yang dibutuhkan minimal sekitar setengah jam.
Kalau jamaah menjalankan Sa'i, berarti telah didahului dengan thawaf. Paling tidak telah menempuh perjalanan kaki selama minimal 1 jam dengan jarak tempuh sekitar 3,5 km. Perjalanan ini akan lebih lama jika kondisi yang melakukan thawaf dan Sa'i sangat padat dan ramai. Tentu saja membutuhkan fisik yang prima
Kalau jamaah menjalankan Sa'i, berarti telah didahului dengan thawaf. Paling tidak telah menempuh perjalanan kaki selama minimal 1 jam dengan jarak tempuh sekitar 3,5 km. Perjalanan ini akan lebih lama jika kondisi yang melakukan thawaf dan Sa'i sangat padat dan ramai. Tentu saja membutuhkan fisik yang prima
3. Wukuf di Arafa
Arafah adalah daerah terbuka dan luas di sebelah timur kota Mekkah. Di padang yang luas ini, pada tanggal 9 dzulhijah berkumpullah lebih dari dua juta umat calon jamaah haji dari berbagai pelosok dunia untuk melaksanakan inti ibadah haji, ibadah wukuf. Persiapan dan pelaksanaan wukuf di padang Arafa silahkan buka di sini.
Kenapa di padang Arafah membutuhkan fisik yang prima, karena di sinilah inti ibadah haji yaitu wukuf yang wajib dilaksanakan oleh jamaah. Tanggal 8 dzulhijah sore seluruh jamaaah haji mulai berpindah dari kota Mekkah menuju arafah. Jamaah ditempatkan di tenda-tenda dalam keadaan berpakaian ihram. Malam hari sangat dingin, sementara jamaah laki-laki tidak boleh menutup kepala, karena sudah memasuki syarat dan rukun wajib haji. Besoknya pelaksanaan wukuf dilakukan setelah shalat dzuhur. Bisa dibayangkan tengah hari di padang arafah yang panas melaksanakan wukuf, tentu saja membutuhkan fisik yang baik.
Sore hari setelah maghrib, jamaah pindah ke muzdalifah untuk melakukan mabit. Tengah malam di muzdalifah jauh lebih dingin lagi. Dalam keadaan tubuh yang masih lelah, harus menunggu dipindahkan ke Minna bahkan terkadang antri sampai jam 4 pagi. Ketika hendak menuju bis biasanya terjadi desak-desakan antara jemaah. Kurang sabar menjadi faktor bertambah kelelahan.
4. Minna dan Jamarat
Jarak tempuh antara tenda minna dengan tempat melempar jumrah (Jamarat) sekitar 5 km yang harus ditempuh dengan jalan kaki, PP berarti 10 km. tidak ada transportasi karena jalan menuju ke sana telah dipenuhi oleh seluruh jamaah haji dari seluruh penjuru dunia. Melepar jumrah di jamarat di lakukan 3 kali. ini berarti sekitar 30 km berjalan kaki. Belum lagi jutaan manusia melakukan hal yang sama. walaupun jamarat sudah dibuat beberapa tingkat, tetap saja jamaah masih berdesak-desakan dalam melempar kerikil.
Begitulah beberapa tempat dan kegiatan selama melakukan ibadah haji yang hampir sebagian besar membutuhkan fisik yang sangat baik.Maka tidak salah ketika Bimbingan Manasik, petugas selalu menekankan agar mulai melakukan latihan-latihan fisik dengan seringkali berjalan-jalan setiap hari, paling tidak setiap hari latihan berjalan kaki 2 sampai 3 km. Sehingga ketika pelaksanaan nanti, jamaah sudah terbiasa dengan situasi dan kondisi di Tanah suci.
Keuntungan tersendiri bagi masyarakat yang terbiasa ke sawah, ke ladang, nelayan, tukang becak dan semua jenis pekerjaan yang membutuhkan fisik. Umumnya mereka di tanah suci tidak pernah mengeluh kecapekan, bahkan nampak begitu fit walaupun banyak kegiatan.
Keuntungan tersendiri bagi masyarakat yang terbiasa ke sawah, ke ladang, nelayan, tukang becak dan semua jenis pekerjaan yang membutuhkan fisik. Umumnya mereka di tanah suci tidak pernah mengeluh kecapekan, bahkan nampak begitu fit walaupun banyak kegiatan.
Semoga calon jamaah Haji nantinya bisa melaksanakan seluruh kegiatan dengan baik dan sesuai yang dicontohkan Baginda Rasulullah saw. Semoga bisa menikmati bermunajad di tanah suci, karena di sanan setiap detik sangatlah berarti. Tidak semua orang bisa memenuhi panggilan suci ini. Dan terlebih semoga semua menjadi Haji yang Mabrur yang bisa meningkatkan keshalehan pribadi maupun keshalehan sosial. Insya Allah amiin.
***
"Semoga kita dimudahkan dalam segala urusan di dunia dan akhirat"
Wallahu a`lam bish-shawab,
semoga bermanfaat
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh."
"Semoga kita dimudahkan dalam segala urusan di dunia dan akhirat"
Wallahu a`lam bish-shawab,
semoga bermanfaat
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh."




betul habib, pengalaman dulu ketika bokap pergi ke Baitullah, tiap pagi rajin senam sama lari pagi, efeknya selama di tanah Arab, dia jadi sehat jalan2 ke toko2 pakaian berburu dagangan dan kenang2 an.. buat yang di Indonesia sama nambah koleksi toko baju nya...hahahhahahahahaha...
BalasHapusWah aku ndak ikutan nambahi Kang.. wes lengkap puol ki hhe... setuju aku sama Soabt Adit... sebelum pergi ke tanah suci kayanya bagus untuk rajin olah raga biar stamina tetep Vit.... makasih sharenya kang... ditunggu yg selanjutnya hhe.. soalnya kayanya masih akan bertambah ilmu tentang Haji disini hhe....
BalasHapusWah suwun wes diganti Link komentar klasiknya Kang..hhe ...
Semangat terus N happy blogging...
kalau saya lihat di televisi, berjuta jamaah berdesakan dalam menjalankan ibadah haji, tanpa di imbangi fisik yang kuat saya pikir akan sangat riskan.
BalasHapusmemang, sedari sekarang buat yang berniat untuk menunaikan ibadah haji, selain dana, olah raga juga perlu untuk membentuk fisik yang kuat :D
terimakasih
yang penting mentalnya kawand.
BalasHapusmental adalah berhubungan dengan niat dan niatlah yang akan menjadikan haji seorang moeslem mabrur atau tidak
Wah met pagi kang... hhe... Blogging pagi ki rupanya hhe... nggeh makasih kang.. niki aku arep lanjut ng'gambar.. tadi cuma nyari2 info sepatu eh malah ng'liat tampilan si Mbah beda makanya posting bentar hhe..... suwun kang.. aku tak pamit dlu ntar baru kesini lagi hhe... selamat beraktivitas juga ya kang.. semangat.....
BalasHapusyang pasti juga harus disertai dengan niat karena Allah taala,ada juga orang2 pergi haji tapi karena pengen dipanggil pak/bu haji atau memang sekedar rekreasi ke Mekkah,ga bener2 pengen menghadap Allah dengan ikhlas,bener ga kang ^__^
BalasHapusBlognya makin keren aja euy...tampilannya fresh
Belantara Indonesia:
BalasHapushhehhh efek sehat dan efek oleh-oleh
Kang Ferdinand:
-Makin sehat makin mangstaf
-suwun koreksi linknya
Kang Sukadi Brotoadmojo:
Berdesakan dengan orang-orang yang bertubuh tinggi dan besar membutuhkan stamina
Cak Tomo dan Kang Zan:
Benar Cak mental dan Niat ikhlas adalah nomer satu
Terima kasih sharenya mas...
BalasHapus^_^
kapan yah bisa kesana :(
BalasHapusSelamat Siank Kang... aku datang biarpun koneksi parah hhe... wah durung dipublish ki seng di draft.. aku tseh menunggu hhe... Semangat terus Kang... met aktivitas...
BalasHapusMudah-mudahan kelak aku bisa kesana .... Naik Haji
BalasHapusTutorialnya lengkap Bah..., ini tinggal sangunya saja.
BalasHapusPanjenengan menopo badhe tindak'an to Bah, menawi mekaten kulo aturi mampir dateng Muzdalifah penuh masakan Jawa ada Djangan Pakies nya juga.
Alhamdulillah, moga sehat sekeluarga...
yang pasti juga harus disertai dengan niat karena Allah taala,ada juga orang2 pergi haji tapi karena pengen dipanggil pak/bu haji atau memang sekedar rekreasi ke Mekkah,ga bener2 pengen menghadap Allah dengan ikhlas,bener ga kang ^__^
BalasHapusBlognya makin keren aja euy...tampilannya fresh
yang penting mentalnya kawand.
BalasHapusmental adalah berhubungan dengan niat dan niatlah yang akan menjadikan haji seorang moeslem mabrur atau tidak