Kamis, 28 Oktober 2010

Mengatur Living Cost di Tanah Suci

Bismillahirrohmanirrohiim.
Assalamu'alaikum warrohmatullohi wabarrokatuh sodaraku semua,
Sebelumnya saya menyampaikan belasungkawa setulus-tulusnya atas korban bencana tanah air, Tabrakan Kereta Api, berbagai kerusuhan, Banjir Wasior, Tsunami Mentawai, dan terakhir meletusnya Gunung Merapi. Semoga semua korban mendapatkan kemudahan di kehidupan berikutnya.
***
Melanjutkan postingan tentang haji, yang terakhir saya menulis tentang Aman dan Nyaman dalam Ibadah Haji, kali ini masih berkaitan dengan kekhwatiran keamanan. khususnya berhubungan dengan masalah uang.   

Saya agak heran mendengar jamaah haji sampai kehilangan uang sebesar Rp 10 juta. Sementara jamaah lain berangkat dengan uang saku pas-pasan. Banyak orang berpikir berapa sebenarnya uang sangu yang ideal selama perjalanan ibadah haji?.

Tentu jawaban sementara adalah relatif Kang, tergantung kebutuhan dan kebiasaan yang bersangkutan. Betul, bahwa apapun yang namanya uang, pasti ada semacam kegelisahan diantara para jamaah. Jangan-jangan nanti kekurangan di sana. Permasalahannya, kekurangan untuk apa. 


Sebenarnya semua ini kembali pada pribadi masing-masing, bahwa NIAT adalah kunci nomer satu. Kalau kita menancapkan niat tulus iklhas semata mencari ridha Allah, maka Insya Allah kondisi apapun yang terjadi di Tanah suci akan dihadapi dengan lapang dada dan ikhlas.

Bagaimana kalau ada jamaah haji ketika hendak berangkat ternyata tidak punya uang saku sama sekali?. Maka jawaban saya adalah, jangan khawatir tetap berangkat, karena semua jamaah haji sebenarnya sudah punya uang simpanan, uang saku yang sudah dibayar ketika pelunasan. 


Uang saku (Living cost) sebesar 1.500 riyal, atau kalo dirupiahkan sekitar Rp. 3.750.000 sampai Rp. 4.500.000 (kurs 1 riyal anggaplah Rp 3.000). Nah kan cukup banyak. cukupkah ini ? ya saya jawab cukup. untuk lebih jelasnya mari kita membuat perincian untuk apa saja kita mengeluarkan uang di tanah suci.

Perlu saya tegaskan bahwa 1.500 riyal cukup itu dengan syarat, jamaah tidak belanja sembarangan oleh-oleh di tanah suci. Sebab banyak sekali jamaah yang sangat disibukkan dengan mencari oleh-oleh yang sebenarnya semua sudah tersedia di tanah air. Kurma, sajadah, asesories semua telah ada ditanah air, bahkan banyak barang di sana yang sebenarnya diproduksi di tanah air ataupun dari Cina.

Berkaitan dengan ini ada beberapa hal yang perlu diketahui, bahwa:
  1. Selama 6 hari di Madinah, seluruh kebutuhan konsumsi makanan jamaah haji ditanggung oleh hotel. semuanya gratis, sehari mendapat jatah makanan dua kali. Satu kotak makanan lengkap dengan lauk, ditambah 1 botol minuman mineral dan buah-buahan. pemondokan atau maktab di Madinah secara keseluruhan ditempatkan di hotel-hotel yang relatif sangat dekat dengan Masjid Nabawi, sehingga jamaah tidak perlu mengeluarkan ongkos naik taxi. cukup jalan kaki sudah bisa dilakukan.
  2. Selama 4 hari di ARMINA (Arafah, Muzdalifa dan Mina), konsumsi juga ditanggung oleh maktab, sehingga jamaah sama sekali tidak mengeluarkan uang
  3. Sekitar 20 hari berada di Mekah, seluruh konsumsi makan ditanggung jamaah sendiri
Nah, selama kurang lebih 20 hari itulah kita harus memperhitungkan apa saja yang perlu dalam mengeluarkan lembaran riyal. Mari kita mencoba mengutak-atik angka pengeluaran riyal selama 20 hari di Tanah Suci Mekah:
  1. Ada beberapa KBIH yang menyediakan katering sendiri selama di Mekkah, dengan  2 kali konsumsi makan patokan harga 7 riyal. berarti perhari mengeluarkan uang 14 riyal. atau 280 riyal selama 20 hari
  2. Ada juga jamaah yang makan membeli sendiri di sekitar maktab dan sekitar Masjidil Haram. sekali makan 3 sampai 5 riyal, kalau makan 3 kali berarti sehari 15 riyal. Selama di mekah 20 hari untuk urusan makan sebanyak 300 riyal. Jamaah ini bebas memilih menu sesuai keinginannya.
  3. kalau mau lebih irit lagi adalah memasak sendiri. umumnya jamaah membawa beras, lauk dan peralatan masak dari tanah air. untuk menambah lauk tinggal membeli di toko-toko sekitar maktab yang sangat lengkap. Paling banter iuran dalam satu regu sekitar 25 riyal tiap minggu, jadi pengeluaran tidak mencapai 100 riyal sudah makan sepuasnya.
  4. Pengeluaran lainnya adalah jika haji tamattu (jamaah Indonesia biasanya Tamattu), berarti wajib membayar dam dengan membeli domba sebesar 300 riyal
  5. transportasi umrah sunah, dari Tani, jiranah paling menghabiskan uang sekitar 25 riyal, itupun hanya sekali atau dua kali
  6. Nah yang ini adalah masalah transportasi dari pemondokan ke Masjidil haram yang harus dilakukan setiap hari selama 20 hari. Jika lokasi pemondokan di bawah 4 km, kebanyakan jamaah jalan kaki tiap hari. berarti kita tidak perlu mengeluarkan uang trasnportasi. Jikalau ingin naik kendaraan umum, sekali jalan ongkosnya 1 sampai 2 riyal. Kalau sehari 2 kali ke Masjid, berati mengelaurkan uang sekitar 80 riyal.
Nah mari kita jumlah berapa uang yang dikeluarkan yang PENTING selama  di tanah suci, kita ambil yang terbanyak adalah sekitar 705 riyal. mungkin yang ingin berkorban hari tarwiyah dengan menambahkan sekitar 300 riyal. Kesimpulannya, ternyata hanya mengeluarkan sekitar 1.000 riyal. Uang saku masih sisa 500 riyal.

jadi untuk apa membawa uang banyak ke tanah suci kalau hanya sekedar ingin berbelanja yang di tanah air sudah tersedia.  Masalahnya, ada banyak orang yang berprinsip yang mahal adalah NILAInya, bahwa barang itu dari Tanah Suci. Padahal bisa jadi barang itu diimport dari Indonesia, dan dibeli lagi oleh orang Jamaah haji indonesia, sebuah siklus yang unik.
Arif dalam mengatur keuangan dan membawa uang secukupnya, Insya Allah kita bisa menjalankan Ibadah Haji dengan Aman dan Nyaman

Sementara ini dulu, Insya Allah nanti akan saya update makanan apa saja,  dan bagaimana dengan harganya. 

***
"Semoga kita dimudahkan dalam segala urusan di dunia dan akhirat"
Wallahu a`lam bish-shawab,
semoga bermanfaat
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh."

34 comments:

  1. Assalamu'alaikum Abah..., sugeng siang...
    Masya Allah, tutorial yang lengkap dari manajemen niat sampe manajemen keuangan...
    Paling tidak hal-hal semacam ini perlu dimengerti sapa tau ada panggilan mendadak dari Baitulloh...., Amin...

    Matur nuwun, selamat hari Blogger Nasional yg ke 3, moga jalinan ukhuwah tetap terjaga.

    BalasHapus
  2. @ Ning Muza Elbanaf:
    Insya Allah panggilan untuk Njenengan sudah ada, maka berbesarhatilah dalam menyambutnya. Insya Allah

    BalasHapus
  3. ya mungkin Aby ku dulu borong macem2 pakaian made in cibitung...hueheueheue...sial dia lah...makanya jgn suka keluyuran di toko2 baju berlebihan saat di baitullah...

    BalasHapus
  4. wah, detil banget. bagus untuk referensi. :)

    BalasHapus
  5. Salah satu rindu saya adalah bisa mengunjungi rumah-Nya. Terima kasih infonya..

    BalasHapus
  6. Salam
    Menyapa kawan dihari Sumpah Pemuda...
    Mohon berpartisipasi dan dukungannya kawan...

    Salam Kawan

    BalasHapus
  7. Subhanallah... Tq, Sharingnya sangat bermanfaat. Sgt setuju ustadz ! Akan lebih bijak Klo belanjanya di negeri sendiri aja. dan yg lebih penting tdk mengganggu kekhusukan ibadah haji. Setelah dirinci, padahal 1.500 Riyal itu cukup.

    Dzadjakallah khairan katsira :)

    BalasHapus
  8. Terimakasih banyak atas infonya...
    saya bisa jadikan bekal suatu saat nanti...

    BalasHapus
  9. Aku dataaaaaang... hehehehe

    wah, ngatur keuangan nih ceritanya? ya gitu deh... yg penting bisa pintar2 membedakan antara KEBUTUHAN dan KEINGINAN.....

    BalasHapus
  10. @Belantara Indonesia:
    ekeke cibitung?, mangstap bener tuh perputarannya

    Kang ReBorn:
    Monggo di save kalo perlu, semoga bermanfaat

    Ning Ajeng:
    Semoga kerinduan terjawab segera dengan bersujud di pelataran thawaf

    Kang DenBaGas:
    dukungan sudah saya berikan di TKP kang

    Kang Gaelby salahuddin
    niat yang ikhlas Insya Allah membawa kekhysyukan tanpa memikirkan urusan duniawai
    Syukron

    Teras Info:
    sama-sama, semoga menjadi bekal kebaikan

    Ning Nyayu Amibae:
    Bener Amie, sering kali keinginan mengalahkan kebutuhan, manusiawi. hanya keikhlasan mencari ridhaNya yang bisa mengantarkan pada pemenuhan KEBUTUHAN. Insya Allah

    BalasHapus
  11. Ngeri juga pergi haji tapi niat belanja sama besar dengan ibadahnya qe3 Sejatinya tak perlu banyak duit cash banyak-banyak, toh bisa pake duit plastik atawa debit/ kartu kredit. itupun tak perlu amat, pertama ntar malah nggak aman, kedua bawa duit banyak, bikin godaan belanja menusik kekhusukan :)

    Lagian, tul kang Pakies tulis, kebutuhan mendasar seperi makan dan penginapan kan udah termasuk dalam ONH kita.

    BalasHapus
  12. mantapz rinciannya Pak Ies,, perencanaan yang bagus akan menghasilkan sesuatu yang bagus pula. :D
    semoga suatu saat saya bisa menerapkannya.

    BalasHapus
  13. ya memang dalam ONH sudah termasuk bekal uang selama di Tanah Suci, tinggal jamaah sendiri untuk mengatur sesuai dengan kebutuhannya ...

    BalasHapus
  14. perlu banget nih sob untuk memanagemen keungan di tanah suci,,, jangan cuma mikirin belajan saya terus ibadah di lupa,,,, perioritas utama adalah beribadah dan menunaikan panggilan Allah SWT,,,,

    BalasHapus
  15. iy sih pernah melihat / dikasih oleh2 sajadah dari arab, setelah saya lihat ternyata made in Indonesia, jeruk minum jeruk donk, di oper kesana kesini, akhirnya balik lagi ke tempat semula. tp mungkin menut mereka ada kebanggan tersendiri jika mereka beli oleh2 dari sana y meskipun sebenarnya juga buatan indonesia juga

    BalasHapus
  16. komplit tutorial ya kang,sampai manajemen keuangan juga...di tunggu seri selanjutnya tutorial ibadah haji ^_^

    BalasHapus
  17. berkunjung pak
    mo ngikuti upadate artikelnya
    terima kasih

    sekalian tuker link ya pak...
    dah komentar di link exchange
    terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
  18. ku sms dari tadi sampe kan Habib?....hehehe

    BalasHapus
  19. Assalamu'alaikum wr.wb.
    Tq, sharing dan tipsnya sgt bermanfaat. Akan lebih bijak klo jamaah kita fokus pd ibadah haji dan urusan belanja bsa di tanah air aja.
    Salut buat perincian costnya. Dg 1500 Riyal seharusnya cukup.
    Dzadjakallah khairan katsira :)

    BalasHapus
  20. amiin... dan semoga suatu saat nanti saya juga diperkenankan untuk hadir di sana...

    BalasHapus
  21. Sugeng sonten...

    Kalo masalah oleh-oleh memang disini banyak dan justru kebanyakan di Arab dikirim dari sentra industri kecil di negeri kita mulai dari Lamongan, Pasuruan, Gresik dan masih banyak kota lainnya bahkan merk-nyapun kita yang cetak.

    Saat ini juga sudah banyak bertebaran outlet-outlet khas Timur Tengah. Jadi biarlah masalah oleh-oleh orang rumah saja yang mengurusi dan jama'ah juga harus lebih bisa menghargai waktu dan tujuan utama. Kalau untuk barang yang special saja ya gpp dimana tidak ada di negeri kita.

    BalasHapus
  22. Maaf OOT.
    Mengingat isi blog ini sangat bermanfaat sekali, saya menawarkan untuk bertukar link.
    Mohon di konfirmasi

    BalasHapus
  23. Asslamu'alaikum Kang...
    Kalau niat kita beribadah untuk Allah, alangkah baiknya kalau membawa uang secukupnya, jangan sampai niat kita terkotori karena "nafsu" belanja karena pegang banyak uang...
    Semoga kita semua dimudahkan dalam segala urusan di dunia dan akherat amin.

    Maturnuwun Kang... :)

    BalasHapus
  24. selamat pagi pak....
    Template ini juga bagus pak....

    BalasHapus
  25. harus bijak ngatur uang biar gag bablas di tanah orang, hehe

    BalasHapus
  26. Terima kasih sob tipsnya,
    mudah-mudahan saja suatu saat nanti saya bisa menunaikan ibadah ini.
    tapi yang terpenting adalah niat kita kesana adalah ibadah.
    Bali Villas Bali Villa

    BalasHapus
  27. Link sudah terpasang tolong di cek kembali di link exchange.
    Oia pakies, pakies juga bisa menjadi anggota ph-internet dengan mendaftarkan diri di sana. Setelah admin mengkonfirmasi, pakies bisa mensubmit artikel di sana yang otomatis akan tersubmit di berbagai social media yang saya punya. Lumayan kan, facebook saya pengikutnya sudah lebih 5 ribuan.
    Terima kasih ya, semoga tetap terjalin.

    BalasHapus
  28. Salam
    Terima kasih atas partisipasi dan dukungannya Om..
    Nice info Ibadah Haji dengan Aman dan Nyaman. Thanks for share..

    Salam kawan

    BalasHapus
  29. Ass.wr.wb
    Sebenarnya asal kita bisa mengaturnya maka dari Living cost ini dah cukup untuk bekjal disana.. hanya kadang orang2 kita seneng berbelanja dan jiarah ke tempat bersejarah lainnya..

    BalasHapus
  30. kalau menurut saya ,pegi haji itu yg diliat hanya apa yg menjadi motivasi utk prgi ke sono.


    Bali Prewedding Photography, Bali Photography, Bali Wedding

    BalasHapus
  31. kalau menurut saya ,pegi haji itu yg diliat hanya apa yg menjadi motivasi utk prgi ke sono.


    Bali Prewedding Photography, Bali Photography, Bali Wedding

    BalasHapus
  32. Link sudah terpasang tolong di cek kembali di link exchange.
    Oia pakies, pakies juga bisa menjadi anggota ph-internet dengan mendaftarkan diri di sana. Setelah admin mengkonfirmasi, pakies bisa mensubmit artikel di sana yang otomatis akan tersubmit di berbagai social media yang saya punya. Lumayan kan, facebook saya pengikutnya sudah lebih 5 ribuan.
    Terima kasih ya, semoga tetap terjalin.

    BalasHapus

Fastabiqu khairat mari berlomba-lomba dalam kebajikan