Jumat, 31 Desember 2010

[Terpaksa] Menggunakan Jasa Calo

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wa barrokatuh sodaraku,
Terpaksa saya kemarin menggunakan jas calo dalam mengurus Pajak 5 tahunan kendaraan bermotor. Padahal, sebelumnya saya selalu mengurus sendiri semua urusan perpajakan dan apapun yang berkaitan dengan layanan publik. Nah kenapa saya tidak menggunakan mekanisme yang sudah ada, alasan utama adalah nama yang tercantum dalam STNK dan BPKB bukan nama saya sendiri dan masih dengan nama pemilik yang lama. 

Saya baru ngerti bahwa ngurus pajak 5 tahunan harus atas nama sendiri, sebab sebelumnya hanya berbekal KTP pemilik sudah cukup. Mungkin ini untuk menertibkan administrasi. Kalo bukan pemilik asli yang mengurus, maka yang bersangkutan harus membawa surat kuasa dari nama pemilik STNK. Pun demikian, membuat surat kuasa bukan hal yang gampang, karena harus mengetahui Kepala Desa atau Lurah.  ribet juga ternyata

Lha ini  kan runyam, sementara batas akhir umur STNK saya 31 desember. Sementara pemilik lama tidak bisa saya datangkan ke kantor Samsat karena berada diluar kota sampai awal tahun 2011. Nah lho,.
Setelah nyari info sana sini termasuk googling mekanisme kerja di Samsat, pada akhirnya terpaksa saya menjatuhkan pilihan menggunakan jasa calo. 

Dan kebetulan ada sodara yang kenal dengan salah satu calo dan terbiasa menggunakan jasanya. Saya diberi no hape dan dari situ terjadilah sebuah transaksi. Semula di menetapkan uang tambahan Rp 350.000 dari yang tercantum di STNK. Saya minta penjelasan perincian dari biaya  tambahan tersebut. Katanya untuk formulir pendaftaran, Parkir, Plat nomer, cek fisik dan gesek nomer. Sampean pasti tahu semua, kalo sudah berurusan dengan calo, pasti membutuhkan tambahan ongkos sana-sini, baik untuk calo sendiri maupun pihak-pihak tertentu yang melancarkan jalannya proses pengurusan. 

Kemarin waktu saya tiba di Kantor Samsat, kendaraan belum sampai di tempat parkir, di sana sudah berjejer-jejer para penyedia jasa "mempercepat dan mempermudah proses", hampir semua menatap saya dan melemparkan pertanyaan-pertanyaan yang menggiring supaya kita menggunakan jasanya. Karena saya menggunakan jasa calo, maka saya tinggal mengantarkan kendaraan ke Samsat, selanjutnya semua beres ditangani si calo. Cepat dan lancar

Sebenarnya kalo kita mengurus sendiri, mekanisme pengurusannya gampang kok. Terpenting semua berkas yang dibutuhkan komplit, paling tidak 7 hari sebelum jatuh tempo kita sudah mempersiapkan semuanya. Yang tidak kalah pentingnya, ketika kita memasuki kantor samsat, kita  tidak tergoda rayuan calo. Hanya saja, mengurus sendiri layanan publik itu membutuhkan modal utama, yaitu SABAR

"Semoga kita selalu dimudahkan dalam segala urusan dunia maupun akherat "
Wallahu a`lam bish-shawab,
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kamis, 30 Desember 2010

inginku

Pict: google
Aku menangis ketika terlahir ke dunia dan dengan sambutan senyum bahagia semua orang ...
Dan aku ingin ...
Tersenyum ketika meninggalkan dunia ini dengan iringan kesedihan semua orang.


Ya Allah Robbi, mendekati 2011 ... mudahkanlah segala urusanku di dunia dan akherat ...


"Buat Sodaraku Blogger Semua, jika sampean pernah saya dhalimi melalui tulisan dan komentar, maka  Djangan Pakies Crew mohon sebesar-besarnya. Mari eratkan Silaturrahim kita menuju persaudaraan yang lebih indah dan saling memberi manfaat" Insya Allah

Senin, 27 Desember 2010

Mendung di Taman Safari Indonesia 2 Prigen

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarokatuh, sodaraku
Perjalanan ini lanjutan dari postingan sebelumnya (yang belum baca monggo mampir). 
... skip ....
Sayangnya perjalanan kedua ini tidak sesuai dengan harapan. Namun tetap saya share dengan harapan sampean semua bisa menghindarinya agar lebih nyaman merasakan liburan, khususnya di Taman Safari Indonesia 2 Prigen Pasuruan Jawa Timur.

Penyebabnya, pertama, kita datang sore hari dengan cuaca mendung tebal dan di tengah perjalanan turun hujan, kedua tidak pada saat liburan. kita datang hari senin

Akibatnya, lokasi sepi. Sewaktu kami ke lokasi kira kira hanya ada 5 - 10 mobil yang masuk. Buntut dari hujan, hewan banyak berlindung dan sedikit yang mendekati kendaraan kita. jadi, sepanjang lintasan nampak ayem dan sepi. Yang membuat anak-anak kecewa adalah banyak wahana permainan yang ditulisi "tidak operasi karena jalur licin".
Tapi rasanya ndak lengkap kalo saya ndah nyritakan perjalanan ini,

... skip ... lanjut ...

Dua hari di Probolinggo merasakan hujan abu dari semburan erupsi gunung Bromo yang meletus pada hari minggu 20 desember pukul 10.00 lebih. Hari senin pagi kami kembali pulang ke Blitar dengan rute melewati Malang. Perjalanan Probolinggo - Malang sekitar 3 jam, namun di tengah perjalanan kami memutuskan untuk mampir ke Taman Safari  Indonesia 2 Prigen. 

Maka ketika berada di Purwosari Pasuruan, kami tidak langsung lurus ke Malang, melainkan belok ke kanan mengikuti jalur arah Malang - Surabaya.

Sekitar 5 km, kami membelokkan kendaraan  ke arah kiri melewati gapura besar berbentuk gading  di daerah Sukorejo. Selanjutnya mengikuti jalan menanjak sekitar 6 km menuju lereng gunung Arjuna. 

Jalan menuju lokasi lumayan lebar dan mulus, hanya saja beberapa kali menanjak dengan tajam. Anak-anak justru sangat senang karena jarang menemukan kondisi pegunungan seperti ini. 

Jika sampean pingin ke sini, jarak Taman Safari Indonesia 2 dari kota Surabaya sejauh kurang lebih 60 km ke arah Malang. Kalo menggunakan kendaraan umum, dari terminal Purabaya Surabaya naik bus ke jurusan Malang, turun di Sukorejo Pasuruan di seberang Patung Gading Gajah.

Masuk pintu gerbang langsung menuju loket tiket. Semua kaca mobil wajib dibuka dan salah seorang petugas memeriksa dengan teliti sambil menghitung personil di dalamnya. 

Tarif masuk untuk dewasa sebesar Rp 50.000, anak-anak di atas 5 tahun Rp 45.000, mobil Rp 10.000. Jika kita ndak bawa kendaraan sendiri bisa ikutan naik Bus gratis yang disediakan pengelola, tapi ya harus nunggu penumpangnya penuh. ngetem dulu.

Ketika bayar tiket masuk, kita juga diberikan semacam buku panduan lengkap dengan peta seluruh lokasi. Berdasarkan buku tersebut, ternyata Taman Safari Indonesia II, dibagi dalam empat area yaitu Taman Satwa, Area Rekreasi,  Baby Zoo dan Water World. 

Sayangnya kita ndak bisa komplit merasakan semua ini karena alasan di atas. Menurut salah satu sodara yang pernah ke sini, kalo pas liburan dan cuaca cerah ternyata kawasan ini sangat enak digunakan untuk rekreasi disamping banyak wahana, hawa pegunungan yang nyaman itulah yang jarang kita dapatkan.

Ada 4 kawasan di Animals Parks, yaitu kawasan Amerika, kawasan Eropa, kawasan Asia dan kawasan Afrika. Masing-masing kawasan memiliki jenis hewan yang berbeda dengan model habitat yang disesuaikan. 
Pict tidak bisa diambil dengan baik karena ada larangan membuka kaca jendela. Hasil jepretan di bawah ini langsung  dishot dari dalam kendaraan yang terhalang kaca, jadi hasilnya tidak bisa maksimal.


Keluar dari Animals Park, kita langsung berada pada area rekreasi, tempat parkir dan sekaligus aneka wahana permainan. Tidak ketinggalan tersedia juga resto, cafe, penjualan sovenir, mushola dan terpenting lagi adalah toilet. Toilet fiuhh hampir satu jam saya nahan pipis sejak masuk pintu gerbang loket. hhh
nih potograpernya, Rio anak yang no. 2
Jika laper, disana ada 3 restaurant yaitu Tiger Cave, restauran Gading dan Captain Kroc's. Tapi kita juga bisa buka bontrot (bekal) dari rumah dan kita bisa menikmatinya di bawah pohon area parkir yang luas.

Oleh karena kita tidak maksimal menikmati wahana, dengan diiringi rintik hujan, kita pulang dengan membawa rasa penasaran bahwa Insya Allah kita kembali lagi dengan memikirkan kendala-kendala di atas. Insya Allah kita akan datang pagi hari dengan cuaca yang cerah.
"Semoga kita selalu dimudahkan dalam segala urusan dunia maupun akherat "
Wallahu a`lam bish-shawab,
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sabtu, 25 Desember 2010

Jalan-jalan ke Masjid Tiban Malang

Bismillahirrohmanirrohiim
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarokatuh, sodaraku
Sabtu pagi , 19 desember 2010 sekeluarga plus beberapa kerabat meluncur dengan rute tujuan ke Blitar - Malang - Probolinggo - Lumajang. Selama perjalanan dari Blitar ke arah Malang, dalam hati kecil ini bertanya-tanya kenapa setiap 100 meter selalu ada Polisi yang berdiri di tepi jalan, bahkan kalo pas perempatan malah Polisi plus TNI yang berjaga-jaga. Mungkin ada orang penting yang mau lewat. 

Setelah 1 jam perjalanan, kami disuruh minggir oleh Polisi, tak berapa lama dua mobil Polantas meraung-raung dan melaju pesat. Jalanan yang semula rame jadi mati total, lengang. Menunggu hampir 15 menit barulah rentetan panjang rombongan dari arah Malang yang ternyata ber Plat R2. Enak benar jadi orang penting ya, jadi raja jalan.

... skip ... lanjut

Oleh karena beberapa anggota keluarga ada yang penasaran ingin lihat Masjid Tiban Malang, maka saya mengantarkan mereka ke sana. Jadi saya bukan kali pertama datang ke sini

Lokasi Masjid Tiban Jl.Anggur Rt 27 Rw 06 Sananrejo Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Kalo dari Blitar  bisa ditempuh sekitar 1 jam 45 menit. 
Komplek pondok dari ujung depan Jl Anggur
Sedangkan kalo dari kota Malang sekitar 30 km ke arah timur mengikuti jalan propinsi menuju Lumajang. Jika sampean naik bus, turun saja di Turen kemudian bisa naik dokar atau ojek. tinggal ngomong Masjid Tiban, mereka sudah tahu semuanya. Jika membawa kendaraan sendiri langsung saja dari Malang menuju turen sekitar 30 menit nyampe. Lokasi tujuan agak masuk sekitar 2 - 3 km dari pasar turen.
Pondok (sering disebut Masjid Tiban) dari arah depan

Pintu Masuk Komplek Pondok
Mengunjungi kompleks ini tidak ada pungutan apapun, semua gratis kecuali kalo sampean beli oleh-oleh. Masuk gratis termasuk juga parkir kendaraan juga gratis, padahal di tempat parkir juga ada penjaganya. Hanya saja begitu kita masuk diharapkan kita melapor terlebih dahulu ke halte I yang dijaga 2 orang. Terutama yang membawa kendaraan sendiri, sebab kita akan diberi semacam karcis untuk ditunjukkan ke penjaga pintu ketika kita keluar meninggalkan  lokasi.
kami, hayo mana Pakies?
tempat pengunjung santai dan makan dekat parkiran
Lantai 10 dengan model gua
Kompleks Pondok ini cukup luas, ada banyak bangunan yang terkesan sangat artistik dan unik karena bentuk bangunan merupakan perpaduan dari seni Jawa, Cina, Arab maupun India. Ornamen dan motif yang menghiasi dinding bangunan pun sangat menarik. Bangunan utama yang merupakan komplek pondok terdiri atas 10 lantai. Masing-masing lantai memiliki keunikan sendiri. Ada banyak ruangan dan ada banyak lorong.  Entah apa fungsi dan manfaat masing-masing ruangan ini. Suasana yang remang seakan beraroma mistis.
Lantai bawah ada satu ruangan yang dipenuhi dengan aquarium lengkap dengan aneka ikan di dalamnya. Saya tidak menghitung berapa banyak ruangan yang dilengkapi dengan meja kursi antik dengan tatanan yang menarik. Di lantai atas gedung ini (kalo ndak salah lantai 7)  kita juga akan menemukan kios-kios yang menjual aneka suvenir dan jajanan oleh-oleh. Di lantai atas mereka juga menanam sayur-sayuran dengan konsep Hidroponik.
Untuk tempat shalat, tidak begitu luas pada lantai 4. Mungkin karena sudah tersedia masjid utama di sebelah kiri gedung ini.
 Bedug dekat dengan ruangan shalat

hamparan sajadah tempat shalat (hanya satu ruangan) kurang sebanding dengan besarnya bangunan
 
Pada salah satu sisi bangunan tertulis "Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri 'Asali Fadlaailir Rahmah", tapi justru masyarakat mengenalnya sebagai Masjid Tiban. Menurut beberapa sumber, Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahma, yang artinya Lautnya  laut, madunya Fadhaal Rahmat. Pondokan ini dibangun oleh  Kyai Ahmad pada tahun 1980-an.
Foto tahap pembangunan Pondok

Saya sebenarnya agak heran, karena tertulis Pondok Pesantren tapi saya 3 kali ke sana belum pernah bertemu dengan para santri layaknya pondok pesantren yang pernah saya ketahui. Yang ada hanyalah sekitar 2 atau 3 orang yang menjadi semacam pencatat tamu yang datang dan memberikan karcis untuk kendaraan yang hendak keluar komplek. 1 orang lagi yang menjadi di pintu keluar. Ketika adzan dikumandangkanpun saya tidak melihat santri yang lalu lalang. Mudah-mudahan penglihatan saya keliru, bisa saja para santri berada di kompleks yang lain.


Hal lain yang menarik dari kompleks ini adalah motto yang terpampang pada beberapa tempat, bahwa proses pembangunan pondok ini tidak dengan jalan meminta-minta, tapi kalo pengunjung ingin infaq juga diterima

Ngomongin Masjid Tiban ato pondok pesantren ini memang sangat panjang, karena di masyarakat banyak berkembang pemikiran bahwa Masjid ini dibangun oleh Jin, entahlah saya tidak bisa berkomentar tentang prosesnya. Bahkan sampai saya terakhir ke sana, proses pembangunannya pun masih berlangsung dan tukang-tukang yang mengerjakannya pun bisa kita lihat, sama sekali tidak mirip dengan jin hhhhh

Yang jelas ketika kita berkunjung akan disuguhi dengan aneka keunikan, sebuah perpaduan antara kepintaran dalam artistik bangunan, dan religius. sehingga tidak heran setiap hari pengunjung selalu ramai apalagi kalo pas musim liburan. 
Ada penasaran? monggo datang sendiri membuktikannya. 
"Semoga kita selalu dimudahkan dalam segala urusan dunia maupun akherat "
Wallahu a`lam bish-shawab,
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Rabu, 22 Desember 2010

Kerokan Nikmat di SPBU

lAssalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrokatuh sodaraku,

Pada postingan sebelumnya saya pamit tidak BW, karena hampir seminggu terakhir saya banyak di luar rumah. Ada kepentingan di luar kota sekaligus anak-anak mengajak liburan walaupun belum musim liburan. Selama 4 hari berkeliling Blitar - Malang - Probolinggo - Lumajang dan kembali lagi. Perjalanan yang terus menerus inilah membuat badan ini protes , dan dalam perjalanan pulang yang namanya masuk angin sudah tak tertahankan. Maklum, usia dan tidak pernah olah raga, Insya Allah penyebabnya.

Sebenarnya perjalanan masih kurang 3 jam, namun mata ini sudah tidak kuat menahan beban kantuk, tubuh terasa tidak bertulang. Konsentrasi buyar. Sejak pagi sebenarnya sudah mengkonsumsi cairan obat masuk angin, mungkin 4 saset masih juga belum bisa mengalahkan kehendak tubuh, maka saya putuskan berhenti di salah satu SPBU yang agak besar dengan tujuan numpang istirahat. Mau ngisi BBM, masih full. Kami berhenti menuju teras mushola dan saya langsung merebahkan badan melepaskan semua penat.

Sekitar 5 menit berlalu, salah seorang kerabat menawarkan kerokan, awalnya agak ragu. tapi mengingat saya harus fit maka saya pun mengiyakan untuk diterapi kerokan.


Sebenernya agak risih juga kerokan di SPBU, untungnya teras mushola agak tersembunyi sehingga tidak kelihatan secara langsung, apalagi anak-anak melindungi tubuh ini dari penglihatan umum.
.
Ketika dikerok, ada rasa sakit sedikit, tapi enaknya luar biasa mengalahkan segalanya. Hasilnya, punggung ternyata sudah carut-marut berubah warna antara garis merah kehitaman. Ternyata kerokan manjur juga dan Alhamdulillah masalah lumayan teratasi, dan badan saya lebih enteng. 

Setelah istirahat sekitar 15 menit, kami bisa melanjutkan perjalanan pulang dengan nyaman dan Alhamdulillah selamat sampai di rumah sekitar jam 22.00.
Karena penasaran, sekalian saya gugling tentang kerokan untuk menambah wawasan, karena saya ingat pesan dokter, bahwa kerokan kurang baik terhadap tubuh.

Hasil gugling, ternyata kerokan tidak hanya di kenal di negara kita, beberapa negara asia juga telah melakukan terapi seperti ini khusunya untuk mengatasi "masuk angin".  Masyarakat Vietnam mengenal terapi ini dengan nama cao gio, di Kamboja goh kyol dan di Cina dikenal sebagai gua sua.

Pada proses kerokan, terjadi suatu reaksi inflamasi atau radang, sehingga terjadi pelebaran pembuluh darah dan pengeluaran mediator inflamasi. Aliran darah menjadi lancar sehingga lebih banyak oksigen dan nutrisi yang tersedia untuk jaringan otot. 

Zat-zat yang menyebabkan rasa pegal dapat segera dibawa aliran darah untuk dibuang atau dinetralkan. Selain itu, juga terjadi rangsangan pada keratinosit dan endotel (lapisan paling dalam pembuluh darah) yang akan bereaksi dengan munculnya propiomelanokortin (POMC). Zat ini merupakan polipeptida yang kemudian akan dipecah dengan hasil akhir salah satunya adalah beta endorfin.

Pasca kerokan didapatkan peningkatan IL-1 beta, Clq, dan beta endorfin, sementara kadar C3 dan PGE2 justru turun. 
Penyebab rasa nyeri adalah PGE2 sehingga jika kadar PGE2 diturunkan maka nyeri akan berkurang. Hasil ini menyebabkan berkurangnya nyeri otot, badan terasa segar dan nyaman. 
Inflamasi yang ditimbulkan selain meredakan nyeri otot juga akan memicu reaksi kardiovaskuler. Tandanya adalah peningkatan temperatur tubuh secara ringan, antara 0,5-1oC. Makanya setelah dikerok, badan kita terasa lebih hangat. dan lebih nikmat lagi kalo setelah kerokan minum-minuman hangat.

Pernahkah sampean kerokan?
...........................

"Semoga kita selalu dimudahkan dalam segala urusan dunia maupun akherat "
Semoga ada manfaat yang bisa sampean dapat
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
sumber
gambar: dari gugle yang telah di crop
artikel kerokan

Jumat, 17 Desember 2010

Matur Suwun Bu Nyai

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrokatuh sodaraku,

Sebulan yang lalu, salah satu kerabat mengundang salah seorang Bu Nyai begitu sebutannya untuk mengisi acara tasyakuran Haji. Dengan maksud memberikan tausiyah untuk Haji dan Hajjah yang baru tiba dari tanah suci, termasuk juga memberikan siraman rohani untuk undangan. Untuk memantapkan kepastian kehadiran Bu Nyai, seminggu sebelum acara kerabat tadi mendatangi lagi kediamannya. Dan disepakati acara dimulai setelah shalat maghrib.

Dus, pada hari H, selepas shalat maghrib undangan sudah berdatangan. Setelah menikmati hidangan + makan malam, Undangan langsung duduk di bangku yang telah disediakan. Sekitar pukul 17.00 wib, kursi undangan sekitar lebih dari 300 sudah mulai terisi. Pada akhirnya mulai muncul kegelisahan, beberapa tamu berkali-kali menoleh ke belakang. Sementara kotak kue yang dibawanya mulai berserakan di bawah kursi menandakan isinya telah habis.

Panitia berinisiatip memulai acara dengan menampilkan kreasi anak-anak Taman Al Quran Masjid. yang disusul dengan tilawah dari salah seorang Qari bersuara emas. Hebatnya lagi Pak Sutrisno (pict menyusul) demikian panggilannya sudah hafal betul walaupun tidak bisa menggunakan indra penglihatan sejak lahir. Subhanallah.

Sampai di sini, undangan sudah tidak lagi gelisah. Namun setelah acara selingan usai hingga pukul 19.30, Bu Nyai ternyata masih belum menampakan tanda-tanda kehadirannya. Maka mulailah Ibu-ibu yang menggendong bayi mulai berpamitan dengan alasan bayinya mulai rewel. Masuk akal juga, maka satu persatu undangan mulai pulang yang di susul suaminya dengan alasan karena mengantarkan pulang. Begitulah, hingga mendekati pukul 20.00 wib, undangan kira-kira tinggal 15 sampai 20 orang.

Maka panitia meminta tolong saya untuk mengirimkan SMS pada Bu Nyai, karena berkali-kali di call tidak ada respon.

"Mohon maaf Bu Nyai, tamu undangan banyak yang pulang. sekarang tinggal 10%. Mereka bertanya katanya dimulai setelah pukul 18.00 wib tapi sampe jam segini kok belum dimulai"

Seperempat jam tidak ada jawaban esemes, pada akhirnya saya call dan jawabannya,

"saya tadi berangkat dari rumah setelah shalat isya', sekarang dalam perjalanan" suara dari seberang
"Maaf Bu Nyai bukankah kemarin sudah di setujui kalo acara di mulai setelah shalat Mahgrib"
"Ya sudah kalo demikian saya mohon maaf, acara ditutup saja, saya akan pulang" jawabnya
"Matur Suwun Sanget Bu Nyai atas semuanya"  jawab saya
"tut .... tut ...tut ..." perbincangan kami terputus

Pada akhirnya Pranoto adicoro (MC) menjelaskan bahwa Bu Nyai berhalangan hadir, dan menyampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya. dan Alhamdulillah undangan memakluminya.
Untungnya lagi di dalam undangan tidak ditulis kalau ada acara Tausiyah, jadi acara hanya tertulis Tasyakuran Haji.

Nah saya menceritakan kejadian ini dengan maksud mengambil hikmah positipnya. Saya tidak bermaksud menjelekan orang lain, karena tidak ada manfaatnya bagi kita semua. 
Semoga cerita di atas menginspirasi kita semoga kita diberikan kemudahan untuk memegang amanah serta selalu memberikan kemudahan bagi orang lain. Dan kita terhindar dari hal-hal yang merepotkan dan menggelisahkan orang lain. amiin

>>Mohon maaf karena akhir-akhir ini saya banyak di luar rumah tidak bisa BW dan membalas komentar dengan baik.
"Semoga kita selalu dimudahkan dalam segala urusan dunia maupun akherat "
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Minggu, 12 Desember 2010

Berteduh di Kuburan


Keranjang rumput belum penuh benar, tiba-tiba gelegar di langit menyambar. Trimo dan Warso segera berlari mencari tempat berlindung. Sebenarnya tempat terdekat adalah pondok di sawah Pak Dhe Sugeng, namun karena keberadaan pondok paling tinggi posisinya, kedua remaja ini mengurungkan niatnya karena takut tersambar petir. Satu-satunya tempat berteduh yang lebih aman adalah kuburan kampung. dan keduanya pun bergerak menuju sana dengan membawa setengah keranjang rumput hasil masing-masing.

Beberapa kuburan nampak memiliki bangunan yang mirip dengan pondok, bahkan adapula yang dikeramik dengan ornamen-ornamennya. Entah apa tujuan dari keluarga waris membuat hiasan-hiasan di kuburan kerabatnya. Namun demikian kebanyakan dari yang ada, sama sekali tidak ada bangunan apapun, hanya dua nisan yang terbuat dari kayu tapi nampak bersih.
 
Warso dan Trimo memilih bangunan yang  lebih aman dari hujan maupun sambaran petir. Keduanya memeluk lutut masing-masing sambil menahan dingin

          "So, lihat yang sebelah barat itu" Kata Trimo sambil menununjuk ke arah kuburan yang masih baru
          "Itu kan makam Mbah Paidjo yang dikuburkan kemarin" jawab Warso

          "Insya Allah Mbah Paidjo saat ini sedang berada pada kenikmatan kubur" jelas Trimo sambil menyelonjorkan kakinya

          "Kok kamu ngerti, memangnya kamu bisa menerawang ke alam kubur?" tanya Warso
          "ya ndak to So, khan hal-hal ghaib hanya Allah yang mengetahuinya"
          "Trus kamu ngerti dari mana?"

          "Kan meninggalnya Mbah Paidjo tepat hari jum'at. Menurut Mbah Kyai Abdullah, siapa yang meninggal hari itu akan terbebas dari fitnah kubur" jelas Trimo percaya diri

          "Kok ada fitnah kubur segala, Bukankah fitnah lebih kejam dari pembunuhan?, kan mayit itu sudah mati kok dibunuh, memangnya siapa tukang fitnah di sana" Warso bertanya tanpa henti

          "Yo .... jangan Kowe samakan dengan kehidupan ini to Mo. Arti fitnah itu kata Mbah Kyai adalah sejumlah pertanyaan kubur pada mayit tentang Rabbnya, Nabinya dan Agamanya. Pertanyaan ini merupakan ujian, karena jawaban yang dikeluarkan si mayit tergantung pada amalannya selama di dunia. Nah kalo jawabannya salah, tentunya azab yang akan diterima"

         "Wuiks kamu sok tahu Mo, kayak Mbah Kyai saja" timpal Warso sambil menyandarkan badannya ke keranjang rumput.

           "Ya ndak sok tahu, tapi mendengarkan pemamparan Mbah Kyai selesai shalat subuh. Makanya dengarkan jangan molor saja si surau" sindir Tarmo. Namun Warso tetap mesem

          "Mbah Paidjo orangnya penyabar, selalu shalat berjamaah walaupun datang dengan tertatih-tatih, malamnya selalu dihiasi dengan qiyamul lail dan walaupun beliau orang pas-pasan, sedekahnya itu yang selalu dinomer satukan" lanjut Trimo

          "iya ya ... kurang apalagi Mbah Paidjo, kayaknya kehidupan dunianya seperti sudah berada di surga" sahut Warso

          "Semoga Mbah Paidjo sekarang menikmati buah yang telah ditanam selama hidupnya ya So. Kenikmatan yang akan dirasakan sampai kiamat"

          "Trus bagaimana dengan orang yang di azab di dalam kubur, apa juga sampai kiamat?" tanya Warso

          "Insya Allah ya so, bahkan pintu neraka akan diperlihatkan bagi yang benar-benar durhakan pada Allah"

          "berarti mayit yang telah meninggal dan durhaka sejak 5 tahun lalu sudah diazab selama 5 tahun ya Mo" tanya Warso sekenanya

          "bisa jadi, nanti kita tanyakan saja pada Mbah Kyai" Jawab Trimo
          "ngaku juga akhirnya kalo kowe ndak paham" 
          "khan lebih baik ngomong apa adanya to daripada mengada-ngada" Tarmo berkilah

          "Kasihan ya, apalagi kalo kiamatnya 50 tahun lagi atau 1000 tahun lagi, berarti harus mendapat azab terus menerus selama itu kali ya Mo"
          "entahlah....".  jawab Trimo lirih

Sesaat kedua remaja tanggung ini berada pada pemikiran masing-masing. Sementara hujan tidak menampakan tanda-tanda reda. Angin semilir dan hawa dingin menyebabkan mata keduanya mengantuk berat. 

Angin dari arah selatan ternyata membawa serta bau wangi dari taburan bunga di atas tanah kuburan yang basah. Warso agak merinding tetapi berusaha menyembunyikan rasa takutnya.

          "Dhuarrrrr ....... !!!!" petir menyambar bangunan paling megah di kuburan bagian atas. nampak jelas salah satu tiang yang terbuat dari marmer hancur berkeping-keping. Tanpa pikir panjang Warso dan Trimo lari terbirit-birit
***
"Semoga kita selalu dimudahkan dalam segala urusan dunia maupun akhirat "
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jumat, 10 Desember 2010

Teh Hangat di Beranda Rumah Sakit

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wa barrakatuh sodaraku,
Teh hangat yang diberikan Perawat masih mengepul asapnya, menemani OL di beranda RS hari ini. Sekali teguk menghangatkan seluruh sel tubuh.

Sebenarnya kesempatan OL kemarin agak banyak karena njaga Bapak di RS sendirian, tapi kemarin justru saya gunakan untuk tidur. Loh apa ndak terbalik, yang sakit justru njaga yang sehat wkwkwk.

Maksudnya gini, kalo Bapak keliatan udah tenang dan tidur, maka segera saya juga ikutan tidur. Beres kan, untuk mengembalikan kondisi tubuh yang kelelahan. Sempat juga siangnya suntik neurobion (vitamin B12) untuk ngilangin capek dan dokter juga nyarankan istirahat, so komplit seharian banyak tidurnya.
Hari ini saya mau cerita tentang penyakit yang dialami Bapak, siapa tahu ada manfaat yang kita ambil.

Pembengkakan Jantung
Diusia yang 83 tahun, 3 bulan terakhir beliau seringkali mengalami sesak nafas. Padahal beliau bukanlah perokok, bahkan sewaktu muda Beliau senang berolahraga, apalagi masih merasakan bagaimana ikut serta dalam pembebasan Irian Barat. Sebuah kondisi fisik yang baik. 
Saat ini, secara fisik kondisi paru-parunya tidak ada infeksi atau sejenisnya. Ternyata setelah 1 bulan lalu sempat masuk ICU, Beliau mengalami pembengkakan jantung.

Menurut Dokter yang menanganinya, pembengkakan ini tidak sama dengan jantung koroner. Jantung membengkak akibat terisi cairan atau plasma yang berefek paru-paru, sehingga dapat menyebabkan sesak nafas.

"Dok, kenapa bisa terjadi pembengkakan pada jantung?" tanyaku kemarin
"Faktor usia beliau, ada juga hubungannya dengan kolesterol dan kencing manis" Jelas Dokter spesialis yang berambut putih bersih

"Makanya, sejak usia 40 tahun perlu melakukan ceck up untuk mengetahui lebih dini kondisi tubuh, hal ini untuk menghindari besarnya kemungkinan terjadinya komplikasi organ, jantung membengkak perlu dikoreksi dari awal" jelasnya

"Dok, apa hubungan antara pembengkakan jantung dengan sesak yang dialami Bapak" tanyaku. Mumpung ada kesempatan konsultasi, sekalian nanya sebanyak-banyaknya. tul ndak ?


"Pembengkakan jantung menyebabkan otot jantung akan semakin melar karena terisi cairan, sehingga kerja jantung  melemah . Pemompaan darah juga melemah, hal ini yang menyebabkan suplai oksigen ke dalam sel tubuh berkurang. Disamping itu dalam terjadi juga penumpukan cairan di dalam paru-paru. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya sesak nafas.  

Apabila pembengkakan jantung sudah mencapai tingkat maksimal dan jantung sudah tidak mampu lagi memompakan darah sebanyak yang tubuh butuhkan lagi, maka terjadilah keadaan payah jantung atau gagal jantung"  

"Trus untuk mengurangi akibat penumpukan cairan dalam jantung?"
"Itulah kenapa Bapak harus dirawat di RS, karena harus mengkonsumsi obat maupun disuntik obat yang berguna mengeluarkan cairan melalui urine"

Dan benar, setelah Bapak disuntik dengan cairan entah saya tidak tanya, kalo obatnya adalah Furosemide 40 mg, serta untuk  jantungnya adalah Isosorbide Dinitrate 5 mg dan Farsobid 10 mg (saya tulis biar ndak lupa kalo nanti beli di Apotik hhh). Nah dengan itu ternyata selang beberapa saat urine keluar cukup banyak. Dalam sehari 4 kantong penuh air seninya. dan seiring dengan itu Bapak sudah tidak tersengal-sengal lagi,selang oksigen pun dilepas.


Terakhir dokter memberikan saran yang sangat menggembirakan, bahwa untuk mengkoreksi jantung selain dengan pola hidup yang baik yaitu menjaga pola makan, aktifitas dan faktor-faktor resiko yang membahayakan penderita, ternyata jantung bisa diperkuat kerjanya dengan membiasakan melakukan  akan ibadah puasa, serta qiyamul lail  (tahajud, tilawah dan dzikir di 1/3 malam), Subhanallah sebuah terapi yang murah, sehat, serta berpahala.

Terima kasih pada sobat-sobat Blogger semua yang telah memberikan memberikan semangat dan do'a atas kesembuhan bapak pada postingan kemarin. Semoga Allah swt memberikan balasan dengan balasan yang jauh lebih baik, amiin
"Semoga kita selalu dimudahkan dalam segala urusan dunia maupun akherat "
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Rabu, 08 Desember 2010

Li Mang Wot

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wa barrakatuh sodaraku,

postingan kali ini, Li Mang Wot, artinya ketika menulis postingan ini, mata saya pijarnya sekitar 5 watt, bahkan kalo perlu harus isolasi biar melek. Capek, jelas sekali tapi ndak apa Insya Allah ikhlas (hhh ikhlas kok diomongin, itu namanya ndak ikhlas).
Begini,
Hampir 4 hari ini harus wira-wiri ke rumah sakit. 
Bukan saya yang sakit, tapi Bapak yang pernah saya buat postingan yaitu Intensive Care Unit kembali harus dirawat karena usia.
 Jadi, intinya untuk sementara saya mohon maaf tidak bisa BW ke rumah sampean semua.
"Semoga kita selalu dimudahkan dalam segala urusan dunia maupun akherat "
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Senin, 06 Desember 2010

Di Serambi Surau Menjelang Tahun Baru 1432 H

Selepas shalat subuh Mbah Kyai Abdullah dan beberapa jamaah lainnya duduk-duduk santai di beranda surau. Hujan yang tidak henti-hentinya menambah dingin hawa pengunungan. Trimo dan Warso duduk saling merapat.

          "Mo ... hari ini tanggal berapa?" tanya Mbah Kyai Abdullah mencairkan suasana.
          "hari senin 6 desember 2010 Mbah" jawab Trimo bersemangat
          "itu kan penanggalan umum"
          "Maksudnya Mbah?" wajah Trimo mendongak penuh keheranan
          "Islam kan memiliki kalender sendiri to Mo, tahu ndak Kowe?" 
          "Wah kalo itu saya malah belum paham, tahunya kalo pas hari raya idul fitri" Jawab Trimo cengengesan

          "Itulah yang terjadi, mungkin tidak hanya Trimo yang tidak mengerti kalender Islam, Tahun Hijriyah, benar kan Warso?" tanya Mbah Kyai pada Warso yang dijawab dengan anggukan, dan beberapa jamaah lainnya.

          "Besok, Insya Allah tanggal 1 muharram 1432 H, Tahun baru Islam. Kalo wong Jowo ngomong, 1 syuro" jelas mbah Kyai, yang disambut dengan suara ooooo dari Kang Trimo dan Warso.
          "Jadi hari ini adalah akhir tahun 1431 H".
          "Kok beda dengan kalender umum nggih Mbah?" tanya Warso
          "Baik, akan saya jelaskan dengarkan baik-baik" lalu Mbak Kyai membetulkan letak duduknya sambil minum Teh Hangat yang disajikan Rahma cucunya.

          "Kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah, karena pada tahun pertama kalender ini adalah tahun dimana terjadi peristiwa Hijrah-nya  Baginda Rasulullah saw dari Makkah ke Madinah tahun 622 M. Penetapan kalender Hijriyah ini dilakukan pada jaman Khalifah Umar bin Khatab ra. Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari berkisar 29 - 30 hari. Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman Allah Subhana Wata'ala: 
”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS : At Taubah:36).

Khalifah Umar ra bermusyawarah dengan para sahabat, Utsman bin Affan r.a., Ali bin Abi Thalib r.a., Abdurrahman bin Auf r.a., Sa’ad bin Abi Waqqas r.a., Zubair bin Awwam r.a., dan Thalhan bin Ubaidillah r.a. Mereka bermusyawarah mengenai kalender Islam. Ada yang mengusulkan berdasarkan milad Rasulullah saw. Ada juga yang mengusulkan berdasarkan pengangkatan Muhammad saw menjadi Rasul. Dan yang diterima adalah usul dari Ali bin Abi Thalib r.a. yaitu berdasarkan momentum hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. 

Atas usul dan argumentasi Ali Bin Abi Thalib ra, maka ditetapkanlah tahun Hijriyah berdasarkan hijrahnya Rasulullah saw, karena trdapat aspek sosiologis, psikologis dan historis yang terkandung di dalamnya.

          "Mbah kenapa kok tidak menetapkan berdasarkan kelahiran Baginda Rasulullah saw?" Tanya Trimo
          "Pertanyaan yang manteb" Kata Mbah Kyai yang disambut senyuman yang hadir
           
     "Begini, kalo berdasarkan kelahiran secara sederhana dikhawatirkan akan muncul pengkultusan individu, karena Rasulullah saw sendiri tidak mau dikultuskan".

Peristiwa Hijrah yang dilaksanakan Rasulullah saw dan para Sahabat, sesungguhnya memantulkan semangat perjuangan (jihad) yang berlandaskan Iman (ketabahan dan kesabaran) dan memelihara sikap hijrah, menyingkirkan dari perbuatan-perbuatan yang dimurkai Allah. 

Di dalam Al Qur'an lebih dari 30 kali ditemukan kata-kata yang berasal dari akar kata hajara yang diapit dengan kata-kata iman dan dibelakangnya dengan kata jihad. Ketiga aspek ini semacam bumbu yang saling melengkapi.

Hijrah Rasulullah dan Para Sahabat memberikan bekas yang bisa kita ambil hikmahnya:
  • ketabahan hati dan kesabaran Baginda Rasulullah saw, menghadapai kaum kafir Quraisy 
  • Kesetiaan Sahabat Abu Bakar as-sidiq ra, 
  • Kebulatan tekad Ali Bin Abi Thalib ra menggantikan posisi Rasulullah saw di tempat tidur untuk mengelabui kafir quraisy 
  • Patriotisme Umar bin Khatab ra yang menantang duel siapa saja yang menghalangi hijrahnya ke Madina dan membuat kafir quraisy keder 
  • dan tekad, kesabaran, kesetiaan sahabat-sabahat lainnya dalam memperjuangkan Islam.
          "Lha ya, kenapaa saya malah ndak memahami tahun baru Islam, justru sibuk ikut begadang tiap tanggal 31 desember" kata Warso lirih
         
          "Kenapa ya Mbah kok Tahun baru masehi, 1 januari lebih meriah dari pada tahun baru hijriyah? tanya Trimo

          "Ya karena kita kaum Muslimin tidak merasa bangga dengan kalendernya, justru menganggap kampungan" jelas Mbah Kyai penuh semangat. Lalu Mbah kyai menatap Trimo,
          "Kowe jangan ngomel terhadap kemajuan orang lain, tapi mari mawas diri dan tidak masa bodoh agar tahun baru hijriyah lebih memasyarakat dan masuk ke dalam hati setiap muslimin.
          "Inggih Mbah" jawab Trimo

          "Yo wislah, matahari sudah mulai kelihatan mari kita melangkah dengan semangat menyambut tahun baru Islam besok, ingat semangat patriotisme dan keikhlasan Rasulullah saw dan para Sahabat dalam menjalankan kehidupan" jelas Mbah Kyai sambil bangkit dan bersalam-salaman dengan seluruh jamaah subuh.
          "Jangan lupa Mo, habis ini bantu bapakmu membersihkan Kandang Sapi"
          "nggih Mbah"
........................
"Semoga kita selalu dimudahkan dalam segala urusan dunia maupun akhirat "
Wallahu a`lam bish-shawab,
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sabtu, 04 Desember 2010

Desember ini

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wa barakatuh saudaraku,
Setahun sudah jemari  tangan ini bersinggungan dengan kata Blog, blogger, blogwalking.
Sebenarnya saya sendiri belum tahu apakah saya ini seorang blogger atau ngaku-ngaku seorang blogger karena sampai detik inipun saya belum ngerti kreteria apa yang dipergunakan untuk mendefinisikan blogger. 

Kalo sampean tanya apa tujaun ngeblog, jawaban saya sederhana,
Pertama,
"Menebarkan Salam, Menjalin Silaturrahim Persahabatan dan Belajar Berwawasan"
Kedua, mendoakan semua orang:
"Semoga kita selalu dimudahkan dalam segala urusan dunia maupun akherat "
Dalam setiap perjalanan pasti melewati banyak hal. Yang pasti, telah saya dapatkan kehangatan persahabatan dari banyak kalangan, banyak pemikiran, banyak karakter, dan keunikan lainnya. Dan itu semua sangat bermanfaat bagi kehidupan saya.

Terakhir, saya berserta Djangan Pakies crew (saya sendirian) mohon maaf yang sebesar-besarnya kalo ada tulisan saya yang jauh dari harapan, kalo ada tulisan saya yang menyinggung perasaan. Semua tidak pernah saya maksudkan untuk itu. Jika itu ada, berarti terlahir dari kekhilafan saya.
Juga selama BW dan berkomentar yang kurang baik, saya juga minta maaf.
Terima kasih pada sahabat-sahabat yang berkenan berbagi ilmu dan pemikiran pada Djangan Pakies, semoga kebaikan sampean semua mendapatkan imbalan yang jauuuhhh lebih baik, amiin
Wallahu a`lam bish-shawab,
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Kamis, 02 Desember 2010

Djangan Salahkan Nyamuk

          "Tumben lampu surau mati.." Mbah Kyai Abdullah bergumam sambil mengintip di sela-sela bilik anyaman bambu. Bias cahaya rembulan membantu memberikan penerangan bagian dalam. Beberapa tubuh berserakan tidur sekenanya. Perlahan Mbah Kyai membuka pintu surau agar tidak menimbulkan suara berisik,

          "Mo ... mo ... tidur kok ndak pakek baju" sambil menyelimuti Trimo dengan sarung yang sepertinya sengaja di letakkan di dinding. Sementara beberapa temannya tidak kalah serunya, terjadi kontes suara dengkur, dan sesekali suara mulut seperti orang makan.

Trimo tidak menyadari kehadiran Mbak Kyai, justru membetulkan posisi tidurnya, dengan garis wajah tersenyum. Entah apa yang diimpikannya. 
Sampai tersadar ketika menjelang subuh tiba. Trimo meloncat kaget
          "So .. Warso .. bangun, hampir subuh ..." Trimo menguncang-ngguncang sahabatnya.
        "Kowe tadi yang nyelimuti aku ya So" Tirmo bertanya penuh selidik. Sementara Warso yang terkaget karena diguncang, agak bengong menjawab,

          "Jangankan nyilmuti kamu, suara jangkrik di luar saja aku ndak dengar" Warso menjawab sambil menguap lebar.
          "Gara-gara ini aku ndak bisa bangun tadi malam" sementara Warso tidak paham apa yang dipikirkan Trimo.

Selanjutnya keduanya bergegas menuju pancuran di samping surau untuk membersihkan diri di berwudhu, karena sebentar lagi sudah waktunya adzan subuh.

Seusai tausiyah shalat subuh, Mbah Kyai memanggil Kang Trimo,
          "Sini Mo ...." Mbah Kyai memanggil Trimo dengan senyum yang menyejukkan.
          "Kowe semalam kenapa kok tidur hanya pakai celana kolor, opo ndak kedinginan?"
          "Anu Mbah ..... " Trimo agak ragu menjawab
          "Kenapa, kowe kepanasan ato sakit?" desak Mbah Trimo

Sambil menelan ludah, Kang Trimo menjelaskan,
          "Itulah Mbah sebenarnya saya tadi pagi jengkel pada Warso"
          "Memangnya kenapa?" Mbah Kyai mengeryitkan dahi
          "Lha wong saya sengaja tidur ndak pake baju, kok tiba-tiba bangun pagi sudah make selimut sarung lagi.,

          "Memangnya kenapa harus kesal, bukankah kamu harusnya berterima kasih, tidak lagi kedinginan?" Mbah Kyai belum menjelaskan kalau sebenarnya dialah yang menyelimuti Trimo semalam.

          "Saya telanjang dan hanya pake kolor itu tujuannya agar bisa bangun malam"
          "maksudnya?"

          "Iya Mbah beberapa hari terakhir saya berusaha untuk menjalankan Qiyamul lail, Tahajud Mbah" Trimo menjelaskan agak malu, karena sudah sangat lama tidak menjalankan shalat sunat ini. Padahal berkali-kali Mbah Kyai berusaha memberikan semangat pada santri-santrinya untuk membiasakan diri menegakkan shalat tahajud.

          "lho memangnya kamu ndak pernah tahajud, selama ini?"
          "ehmm anu Mbah, pernah sih, paling sebulan sekali, itupun saya lakukan ketika saya mendapatkan masalah" jelas Trimo sambil meringis
      
          "Sejak Mbah Kyai menjelaskan tentang kondisi manusia di hari kiamat dan padang Masyar, saya sudah berusaha selalu shalat tahajud mbah"
"Alhamdulillah, semoga Allah menetapkan sebagai ibadah yang istiqomah kamu jalani. Trus apa hubungannya dengan cara tidurmu yang aneh?"
          "Iya Mbah, karena saya sangat kesulitan bangun malam, maka saya menetapkan metode peperangan".
          "maksudmu opo lagi to le" Mbah Kyai megeryitkan dahinya
          "Karena saya paling jago tidur dan paling susah dibangunkan, maka strategi pertama saya adalah, bagaimana saya bisa bangun pada 1/3 malam dengan tepat"
Kedua, saya harus berperang supaya mata ini bisa terbuka.  kalo tidak, biarpun sudah terjaga, kalo mata ini minta merem ya bisa kebablasan lagi"
yang ketiga, perang untuk bagaimana segera bangkit dari tidur,
keempat, segera menuju pancuran dan mandi
kelima ...

          "oalah leee, intinya membiasakan bangun tepat waktu to" sela Mbah Kyai sambil tertawa sehingga ompongnya kelihatan.

          "syukurlah kalo kamu punya metode tersendiri untuk lebih baik. Trus kamu belum menjawab pertanyaan Mbah yang tadi"
          "Apa itu Mbah?"
          "kenapa kamu tidur telanjang hanya pake celana kolor?"
          "Anu Mbah, tujuan saya biar selama tidur tubuh saya digigit nyamuk, sehingga semakin malam semakin banyak yang menggigit dan gatal, otomatis saya bisa bangun dengan benar, itulah sistem peperangan yang saya lakukan satu minggu ini" tersipu Trimo menjelaskan kekonyolannya.

Begitulah hari-hari berikutnya Trimo bangun tengah malam dengan jalan yang sama.
Sampai seminggu berikutnya terdengar kabar dari Mantri puskesmas bahwa Trimo sementara waktu harus dirawat di Puskesmas Kecamatan yang letakknya 10 km dari desanya. Berdasarkan hasil uji lab, ternyata Trimo terkena Demam Berdarah.

          "Mo ... mo,  besok kalo pingin bangun malam, biar aku saja yang membangunkannya" kata Mbah Kyai ketika menjenguk di puskesmas.
          "Nggih Mbah, Alhamdulillah sebenarnya pada hari ketiga saya sudah bisa bangun   tanpa harus telanjang badan karena sesuai saran Mbah Kyai, Saya tidur lebih awal dan sebelum tidur saya membiasakan berwudhu serta berdo'a agar bisa bangun malam"

Semua yang hadir di ruangan ini tersenyum. 
Karena kondisi Trimo sudah membaik dan diperkirakan 2 hari lagi sudah diperbolehkan pulang.
...................................................
"Semoga kita selalu dimudahkan dalam segala urusan dunia maupun akherat "
Wallahu a`lam bish-shawab,
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.