Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarokatuh sodaraku,
saya mau menceritakan bagaimana sahabat saya menjalankan kehidupan sehari-harinya. dengan tujuan bisa mengambil hikmah di dalamnya.Beberapa waktu yang lalu, saya silaturrahim ke rumahnya sambil menjemput anak saya yang diajari olimpiade matematika, dan saya ijin untuk membuat postingan tentang kehidupannya. Hanya saja Beliau keberatan kalau namanya disebutkan, maka dalam postingan ini saya memanggilnya Pak Ikhwan (bukan nama sebenarnya lho).
Pukul 5 sore, adalah waktunya anak saya menyelesaikan les gratis di rumah Pak Ikhwan, maka 5 menit sebelum selesai saya sudah berada di sana. Ketika saya berada di ambang pintu tentunya setelah mengucapkan salam), saya melihat beliau memegang Kitab Suci Al Qur'an, sementara anak saya menyelesaikan soal-soal yang diberikannya.Menurut anak saya, kalau dia mengerjakan soal, Pak Ikhwan justru menghafalkan AL Qur'an. Subhanallah.
Pak Ikhwan adalah seorang PNS di salah satu Puskesmas kecamatan, sementara istrinya adalah salah seorang Kepala SD. Keluarga ini dikaruniai 5 anak yang masih kecil-kecil. Walaupun termasuk keluarga besar, ternyata setiap saya silaturrahim, suasana rumahnya selalu adem ayem tanpa ada keributan. Anak yang usianya lebih tua bisa menjaga adik-adiknya, sementara yang kecil bisa sopan terhadap kakaknya.
Padahal kalo dicermati, intensitas pertemuan keluarga ini lebih sedikit waktunya. Suami - istri ini memulai hari dengan bangun pagi sekitar pukul 02.00 yang dilanjutkan dengan qiyamul lail seluruh keluarga. Sekitar jam 03.00 masing-masing anggota keluarga menjalankan tugasnya kecuali anak-anak yang masih kecil. Ada yang mencuci, ada yang memasak dan ada yang membereskan rumah. Mereka tidak memiliki pembantu rumah tangga. Menjelang shalat subuh, mempersiapkan diri shalat berjamaah yang dilanjutkan tilawah sampai pagi.
Sebagai PNS, tentu saja mereka pulang sore hari. Pak Ikhwan sepulang dari kerja langsung mengurus sapi peliharaannya yang ternyata bukan miliknya tetapi milik sekolah. Selepas shalat asar, sang Istri berangkat memberikan materi Liqo' rutin sebagai ustadza di beberapa tempat, sementara Pak Ikhwan mengurus rumah dan anak-anak, termasuk masih sempat memberikan les matematika gratis pada anak saya.
Selepas mahgrib, gantian Pak Ikhwan yang keluar rumah memberikan materi Liqo' sebagai Ustadz pada beberapa tempat. Bahkan ada yang sampai 10 km dari rumahnya, semua gratis, bahkan ongkos transportasi dan foto copy materi dari saku kantongnya sendiri.
Keluarga ini benar-benar telah melakukan perniagaan dengan Allah swt, dengan mengharap keuntungan akherat. sebuah pola cetak berpikir yang masih jauh dari jangkauan saya.
Pernah saya tanya,
"Pak Njenengan apa ya ndak capek melakukan semua ini, bagaimana dengan waktu istirahatnya"
Pak Ikhwan tersenyum mendengar pertanyaan saya.
"Insya Allah tidak, kalau terbiasa maka semua menjadi biasa. bahkan justru menyehatkan badan" jawabnya ringan.
"Berarti tidur Njenengan hanya sedikit" tanyaku lebih lanjut. Selanjutnya beliau menyampaikan begini;
"Yaa Bilal, arihnaa bi shalaah ..." (wahai Bilal, Istirahatkan Kami dengan Sholat...). Seringkali kita mendengar kalimat ini kan?, sebagaimana yang disampaikan Baginda Rasululloh saw kepada sahabat Bilal bin Rabah ra. maka disitulah saya mengistirahatkan badan ini" jawab beliau ringan tetapi bermakna mendalam.
Ketika itu aku sangat tertegun, karena Pak Ikhwan mampu menjadikan shalatnya sebagai tempat kerinduan terdalam sebagai wujud penghambaannya kepada Allah swt. dan ternyata shalatnya mampu membawa banyak kemanfaatan bagi dirinya, keluarganya dan orang-orang di sekitarnya.
Subhanallah, aku tersungkur dalam perenungan untuk menjangkau langkah indahnya.
Bagaimana dengan sampean sodaraku?
Wallahu a`lam bish-shawab,"Semoga kita selalu dimudahkan dalam segala urusan dunia maupun akherat
semoga bermanfaat
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
postingan yang bagus
BalasHapuslama nggak berkunjung ya
BalasHapusWaalaikumsalam...
BalasHapusArtikel yg bagus mas, salut sama pak Ikhwan, yg merelakan sebagian waktunya dijalan Allah, dan istirahatnya dengan sholat. semoga beliau Iklhlas, mendapat pahala, dan smoga kita bisa sedikit mencontoh dari beliau.
subhanallah..
BalasHapussuatu perniagaan yang tak ternilai keuntungannya.. mudah2an bisa menjadi contoh bagi kita semua.. amin.. :)
asswrwb...subhanallah..di jmn global spt ini msh ada org spt itu..luar biasa.., semua serba digratiskan, pdhl ilmu skrg itu mahal skl harganya, tnx Kang..jd bahan introspeksi diri u lbh baik lag...Amin.
BalasHapuskereeeen..
BalasHapusaku malu banget ga bisa kayak bapaknya itu...:(
wa'alaikum salam kang Pakies...
BalasHapusSubhanallah...saya pribadi jadi ingin seperti Pak ikhwan...tp terkadang hati ini masih saja di kotori kehidupan Duniawi...semoga saja Pak Ikhwan beserta keluarga dan kita semua pada umumnya selalu di beri Hidayah Oleh Allah SWT agar tetap berjalan lurus di jalan-Nya...Amiiin...
bener kata Zan pakde, kadang saya juga lupa, kehidupan dunia membuat terlena, semoga lekas dapat berbenah, amiiin
BalasHapusPak Is, guru agama saya juga tidak mau dibayar. Saya sudah berniat akan menjalankan Islam secara benar, bertahap (sesuai daran guru saya) dan mengintropeksi diri agar selalu ikhlas. Menyesuaikan diri dengan lingkungan tentu saja. Soalnya saya tidak mungkin merawat sapi, hehehe. Saat ini baru bisa mencoba membuat blog yang semoga informasinya bermanfaat. Terima kasih atas tulisannya yang menyentuh...
BalasHapuskudu seimbang deh kayaknya he he he he
BalasHapusOya sobat blogger hebat, mari ikut berpartisipasi dalam Gerakan SEO Positif Season 2..." Judul postingan yang negatif tapi isi postingan mengandung hal positif"....ditunggu pastisipasinya...partisipasi sobat semua sangat berguna buat generasi bangsa....Jangan sampe ndak ikutan ya!!!
Jadi pengen...sholat jadi segalanya..hmm..salut dan salam buat Pak Ikhwan ( nama samaran )...
BalasHapusAlhamdulillah ya Allah.. ternyata banyak orang hebat di sekitar kita ya... :)
BalasHapusYa begitulah, jika kita melakukan perniagaan dengan Allah insya Allah akan ada keberkahan di dalamnya.
BalasHapusMeski sederhana namun sakinah, mawaddah warohmah..
amiin, sebaik-baiknya orang adalah orang bermanfaat bagi orang lain, pak ikhwan mangteb tenan luar dalam kangmas, ckckck, nek beliau nyalon presiden, kulo bakal libur ngarit dan ke tps yang belum pernah kusapa selama ini :D
BalasHapussuatu suri tauladan yang begitu dalam...semoga kita bisa mengikuti jejak langkah beliah...dalam bertawadlu'
BalasHapussubhanallah... saya terharu membacanya... mata saya sampai berkaca2..
BalasHapusassalammualaikum wr.wb
BalasHapussalut deh buat pak ikhwan..
salam pak :)
wassalammualaikum wr.wb
Ass. Kang...
BalasHapusSelamat malem... hhe... wah gak terasa udah luaammaaa banggeeettt aku ndak kesini hhe... Kangen banget aku sama Blogmu ini kang hhe...Untung malem ini bisa kesini sebentar hehe... ya biarpun blum bisa pake DJ Site ki kang, soal'e rung update tseh Berjuang Nyari Urip seminggu ini hhe... tapi hari senin InsyaAllah aku rutin lagi kesini hhe...
Pertama2 *jiah udah kaya pidato toh aku mau ngucapin selamat Atas pecah telurnya jadi PR 2 hhe... Muantabz tenan... hhe...
Dan selanjutnya *tambah kaya pidato aku mau nanggapin postingan yg ini:
Arep nangis aku kang moco postinganmu iki :'(... salam untuk Pak Ikhwan(bukan nama Sebenarnya) klo ketemu.... Smoga aku bisa kaya beliau... klo boleh tanya Pak Ikhwan niki Guru atau Hanya pembimbing Olimpiade toh kang?
Hem... jadi semangat nie Kang, padahal seminggu ini badan wes lesu tenan karena Mesti Double Kerja Freelance hhe...
Huh.... Aku tak pamit nggeh Kang.... Senin aku kesini lagi :P
Met akhir pekan, salam sama keluarga kang ... Oiya sekalian salam buat Alkatro(Jiox) sama Adit klo sampean Blogging, soal'e aku blum bisa Blogging ki sampe hari Senin :P
waw,.,.
BalasHapuspnjang amat ya artikelnya ,.,.
blum bca aja udah pusing ,.,.,.
he he he
tapi yg pnting nice post sob ,.,.!!!
@pak dj; wangalaikum salam, akupun terharu membaca pidatomu :D
BalasHapus@pak ies: pak 'ikhwan' termasuk manusia langka njih,
@jawaban mobile autoredirect: hape ku juga jadul kangmas - wiwit mbah dharmo rambute dicukur kuncung- he he, njenengan coba buka alkatro dot blogspot dot com lewat operamini, templatenya bakal berubah total + enteng banged, karena kulo add gadget 'script wong katro' :D
waalaikum salam...
BalasHapussubhanalloh....
Suatu tholadan yang perlu dicontoh niku pak,,,,
wa'allaikumsallam warrahmatullahi wabarokatuh
BalasHapusmaaf sebelumnya Pak, karena saya mungkin tak mampu menuliskan kalimat yang sebanding dengan kekaguman saya terhadap "Pak Ikwan".
Benar-benar seorang suri tauladan yang patut di contoh. Bagaimana tidak, bagi saya dia adalah seorang yang berhasil, berhasil memimpin dirinya sendiri, keluarga dan mudah-mudahan para saudara kita yang ingin tahu lebih banyak tentang ajaran agama islam dari "Pak ikwan" tsb.
Terimakasih pencerahannya Pak,..
BalasHapusSalam
assalamu'alaikum
BalasHapussubhanallah...sungguh keluarga yg indah.
tersentak membaca kisahnya, semoga aku bisa berbenah diri.
TFS :)
untuk anak2 yg bangun dari jam 2 dini hari, apa di sekolah ga ngantuk?
BalasHapus@Blog Tutorial Blogger:
BalasHapusterima kasih sob
@Imtikhan :
Inggih Kang, jadi kangen
@Akoey:
semoga kita bisa mencontoh beliau ya Kang
@Kang Awaluddin Jamal :
benar perniagaan dengan keuntungan yang sangat luar biasa di kelak kehidupan abadi, Insya Allah
@Ning Tiwi :
Wa'alaikum salam NIng, Allah seringkali memberikan hambaNya kemudahan jika hamba yang bersangkutan sangat dekat dengan-Nya
@TUKANG CoLoNG :
jangan malu Kang, kalo ke Blitar entar aku anter ke rumah beliau
Sungguh ketaatan yang membawa nikmat, rasanya jauh sekali diriku dengan tokoh diatas (Jadi malu).
BalasHapusSungguh suatu teladan yang patut ditiru.
Salam.. .
bisa disimpulkan saya lebih banyak tidur :)
BalasHapusAssalamu'alaikum Abah....
BalasHapusOia..di dekat kampoeng saya jg ada seorang 'pak Ikhwan', beliau guru ngaji di Musholla, rumahnya hanya 2 bilik. 1 bilik buat tidur anaknya, 1 buat Bapak tadi dan ruang Tamunya digunakan sbg Musholla keluarga. Tiap sholat sll berjama'ah di ruang tamunya.
Subhanallah...saya terharu n malu blm mampu sprti mereka keshalihannya.
Matur nuwun Abah...sugeng Dalu
@Kang Zan Insurgent dan
BalasHapus@Kang Rubiyanto Sutrisno:
kita selalu berdoa emoga dimudahkan dalam menemouh jalan lurus dan tidak terbuai kehidupan duniawi yang hanya sementara.
@Ami:
semoga kita diberi kemudahan oleh Allah dalam menyampaikan kebenaran melalui tulisan, amin
@Manajemen Emosi :
seimbang dunia dan akherat
@Belantara Indonesia :
semua masalah tanpa menjadi masalah jika shalat kita bener, betul kan Gus
@Nyayu Amibae :
belajar dari orang lain untuk memperbaiki diri
@Ning Iffa hoet :
perniagaan yang dengan modal sangat murah tapi untungnya tak ternilai dari apapun
@Kang Jiox :
Betul Kang, menjadi bermanfaat bagi orang lain. Sayangnya beliau ndak tertarik politik hhh
@Kang Fajar:
Benar Kang sebuah suri teladan yang baik
@Kang Willyo Alsyah P. Isman :
semoga bermanfaat Kang, amin
@Daris Firzan :
Wa'alaikum salam, terima kasih Kang
@Kang Ferdinand :
BalasHapuswa'alaikum salam Kang, matur suwun Kang supportnya selama ini yang membuat saya bersemangat ngeblog.
Pak Ikhwan bukan guru, tapi PNS di dinkes.
Semoga Pak Ikhwan membuka hati kita semua untuk mnedpatkanhidayah dari Allah swt.
@New Trik Tips Komputer :
biar ndak pusing tidur dulu Kang, eh kapan bacaya kalo tidur hhh
@Kang Jiox:
sementara belum bisa buka pake hape Kang, soale pulsane tinggal Rp 50, byuh byuh melasss
@Mimi Taria :
benar, semoga kita bisa mencotoh kebaikannya
@Tihang :
ajarannya beliau sama saja Kang, yaitu Islam yang dicontohkan oleh Baginda Rasulullah saw.
Semoga kita bisa seperti itu ya Kang
@Lulus Sutopo sama-sama
@Mbak Narti mengatakan...
Wa'alaikum salam Kang, menurut Beliau, awalnya memamang kantuk jadi problem anak-anak, tapi dengan kebiasaan justru mereka menikmatinya walaupun rakaatnya tidak yang dewasa. Apalagi keluarga ini selepas Isya sudah tidur dan mereka tidak punya Telivisi sehingga tidak ada waktu yang terbuang sia-sia
Subhanallah... keluarga Pak Ikhwan benar2 bisa menjadi teladan bagi kita semua.
BalasHapusDengan kegiatan sebanyak itu dan amalan sebanyak itu... betapa banyaknya tabungan mereka utk di akherat kelak...
BalasHapusTerima kasih atas sharing ceritanya.
Mereka luar biasa sekali ya, Om... Hebat sekali!
BalasHapuskunjungan perdana
BalasHapussalam hangat dari blue
mksih yah kak udah doain...
BalasHapusindahnya jika semuanya bisa merasakan rasa persaudaraan seperti ini jadi meskipun sakit tetap ada yang mendukung...
ijin follow yah kak...
http://f4dlyfri3nds.blogspot.com
Subhanallah... jika memang diniati lillahi ta'ala, emang tidak ada yang berat.. bahkan justru diringankan oleh Alloh.
BalasHapusah saya jadi diingatkan lagi..
waalaikumussalam... subhanallah, ini benar2 jarang terjadi di dunia & patut dicontoh, seorang PNS yang hidup serba sederhana dan hanya mengharapkan ridho Allah, tidak terlena akan kmewahan dunia.
BalasHapustrims Pak atas ceritanya, smg sukses selalu n tetap semangat
yang demikian yang seharusnya di blowup...pns yang hidup sederhana...mengharapkan ridho NYA...tidak terlena oleh harta dan tahta
BalasHapusbukan seorang PNS yang baru kemrin sore dengan harta melimpah tapi ternyata tidak halal :)
Benar2 keluarga yang luar biasa... jarang sekali ada yang mau seperti itu... hidupnya pasti senantiasa diisi dengan ucapan syukur. Semoga pola hidup keluarga ini menjadi contoh tauladan bagi kita semua.
BalasHapusMakasih untuk pembelajaran ini
wach,keren abiez nich postinganya,..
BalasHapusmantabs dan lamz knal ya ka.
saya mau ikut...boleh dong!
BalasHapussubhanallah, saya mengagumi, pak ikhwan, ternyata ada contoh nyata, gaya hidup yang islami,
BalasHapussemoga saya bisa mengikuti jejak pak Ikhwan, amin
sikap yg patut dicontohhh
BalasHapussalam sobat
BalasHapussubhanallah,, semoga kita semua juga shalatnya banyak mendapatkan kemanfaatan didunia dan diakherat.
@Mbak Reni:
BalasHapusTabungan yang Insya Allah berlipat ganda
@bluethunderheart :
terima kasih kunjungannya dan salam hangat kembali brader
@f4dLy :
Syafakallah brad
@Gaphe :
Benar semua ibadah akan tergantung pada niatnya Kang
@Pak Harto :
BalasHapuskesederhanaan dan keikhlasan yang membawa sebuah surga dunia.
Sukses juga untuk Njenengan Pak
@anugrha13 :
benar Kang banyak orang terlena dan berlomba-lomba dengan harta duniawi, padahal nanti yang menikmati bukan drinya dan parahnya dilakukan dengan jalan yang tidak benar, na'udzubillah
@Serba Ter :
itulah kenapa saya tergerak untuk memposting keluarga ini agar kita banyak belajar tentang arti kehidupan
@sibutiz :
terima kasih Kang,lam kenal balik dan tadi saya sudah silaturrahim ke blog Njenengan
@Muhammad A Vip :
monggo ...
@R10 :
mereka istiqomah menjalankan Islam dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat
@Blih TUKANG CoLoNG :
benar Blih, boleh juga di copas hhh
@NURA :amin, semoga shalat kita bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar serta mengantarkan kita ke dalam surga dunia dan akherat, amin
setuju kang, semoga menjadi orang yang soleh..
BalasHapus=D
setuju kang, semoga menjadi orang yang soleh..
BalasHapus=D
wach,keren abiez nich postinganya,..
BalasHapusmantabs dan lamz knal ya ka.
Subhanallah... jika memang diniati lillahi ta'ala, emang tidak ada yang berat.. bahkan justru diringankan oleh Alloh.
BalasHapusah saya jadi diingatkan lagi..
Subhanallah... keluarga Pak Ikhwan benar2 bisa menjadi teladan bagi kita semua.
BalasHapuskudu seimbang deh kayaknya he he he he
BalasHapusOya sobat blogger hebat, mari ikut berpartisipasi dalam Gerakan SEO Positif Season 2..." Judul postingan yang negatif tapi isi postingan mengandung hal positif"....ditunggu pastisipasinya...partisipasi sobat semua sangat berguna buat generasi bangsa....Jangan sampe ndak ikutan ya!!!
kereeeen..
BalasHapusaku malu banget ga bisa kayak bapaknya itu...:(
postingan yang bagus
BalasHapus