Sabtu, 22 Januari 2011

Arihnaa bi sholaah

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarokatuh sodaraku,
saya mau menceritakan  bagaimana sahabat saya  menjalankan kehidupan sehari-harinya. dengan tujuan bisa mengambil hikmah di dalamnya.
Beberapa waktu yang lalu, saya silaturrahim ke rumahnya sambil menjemput anak saya yang diajari olimpiade matematika, dan saya ijin untuk membuat postingan tentang kehidupannya. Hanya saja Beliau keberatan kalau namanya disebutkan, maka dalam postingan ini saya memanggilnya Pak Ikhwan (bukan nama sebenarnya lho).

Pukul 5 sore, adalah waktunya  anak saya menyelesaikan les gratis di rumah Pak Ikhwan, maka 5 menit sebelum  selesai saya sudah berada di sana. Ketika saya berada di ambang pintu tentunya setelah mengucapkan salam), saya melihat beliau memegang Kitab Suci Al Qur'an, sementara anak saya menyelesaikan soal-soal yang diberikannya.Menurut anak saya, kalau dia mengerjakan soal, Pak Ikhwan justru menghafalkan AL Qur'an. Subhanallah.

Pak Ikhwan adalah seorang PNS di salah satu Puskesmas kecamatan, sementara istrinya adalah salah seorang Kepala SD. Keluarga ini dikaruniai 5 anak yang masih kecil-kecil. Walaupun termasuk keluarga besar, ternyata setiap saya silaturrahim, suasana rumahnya selalu adem ayem tanpa ada keributan. Anak yang usianya lebih tua bisa menjaga adik-adiknya, sementara yang kecil bisa sopan terhadap kakaknya.

Padahal kalo dicermati, intensitas pertemuan keluarga ini lebih sedikit waktunya. Suami - istri ini memulai hari dengan bangun pagi sekitar pukul 02.00 yang dilanjutkan dengan qiyamul lail seluruh keluarga. Sekitar jam 03.00 masing-masing anggota keluarga menjalankan tugasnya kecuali anak-anak yang masih kecil. Ada yang mencuci, ada yang memasak dan ada yang membereskan rumah. Mereka tidak memiliki pembantu rumah tangga. Menjelang shalat subuh, mempersiapkan diri shalat berjamaah yang dilanjutkan tilawah sampai pagi.

Sebagai PNS, tentu saja mereka pulang sore hari. Pak Ikhwan sepulang dari kerja langsung mengurus sapi peliharaannya yang ternyata bukan miliknya tetapi milik sekolah. Selepas shalat asar, sang Istri berangkat memberikan materi Liqo' rutin sebagai ustadza di beberapa tempat, sementara Pak Ikhwan mengurus rumah dan anak-anak, termasuk masih sempat memberikan les matematika gratis pada anak saya.

Selepas mahgrib, gantian Pak Ikhwan yang keluar rumah memberikan materi Liqo' sebagai Ustadz pada beberapa tempat. Bahkan ada yang sampai 10 km dari rumahnya, semua gratis, bahkan ongkos transportasi dan foto copy materi dari saku kantongnya sendiri.

Keluarga ini benar-benar telah melakukan perniagaan dengan Allah swt, dengan mengharap keuntungan akherat. sebuah pola cetak berpikir yang masih jauh dari jangkauan saya.

Pernah saya tanya,
"Pak Njenengan apa ya ndak capek melakukan semua ini, bagaimana dengan waktu istirahatnya"
Pak Ikhwan tersenyum mendengar pertanyaan saya.
"Insya Allah tidak, kalau terbiasa maka semua menjadi biasa. bahkan justru menyehatkan badan" jawabnya ringan.
"Berarti tidur Njenengan hanya sedikit" tanyaku lebih lanjut. Selanjutnya beliau menyampaikan begini; 

"Yaa Bilal, arihnaa bi shalaah ..." (wahai Bilal, Istirahatkan Kami dengan Sholat...). Seringkali kita mendengar kalimat ini kan?, sebagaimana yang disampaikan Baginda Rasululloh saw kepada sahabat Bilal bin Rabah ra. maka disitulah saya mengistirahatkan badan ini" jawab beliau ringan tetapi bermakna mendalam.

Ketika itu aku sangat tertegun, karena Pak Ikhwan mampu menjadikan shalatnya sebagai tempat kerinduan terdalam  sebagai wujud penghambaannya kepada Allah swt. dan ternyata shalatnya mampu membawa banyak kemanfaatan bagi dirinya, keluarganya dan orang-orang di sekitarnya.
Subhanallah, aku tersungkur dalam perenungan untuk menjangkau langkah indahnya.
Bagaimana dengan sampean sodaraku?
"Semoga kita selalu dimudahkan dalam segala urusan dunia maupun akherat 
Wallahu a`lam bish-shawab,
semoga bermanfaat
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  

55 comments:

  1. Waalaikumsalam...
    Artikel yg bagus mas, salut sama pak Ikhwan, yg merelakan sebagian waktunya dijalan Allah, dan istirahatnya dengan sholat. semoga beliau Iklhlas, mendapat pahala, dan smoga kita bisa sedikit mencontoh dari beliau.

    BalasHapus
  2. subhanallah..

    suatu perniagaan yang tak ternilai keuntungannya.. mudah2an bisa menjadi contoh bagi kita semua.. amin.. :)

    BalasHapus
  3. asswrwb...subhanallah..di jmn global spt ini msh ada org spt itu..luar biasa.., semua serba digratiskan, pdhl ilmu skrg itu mahal skl harganya, tnx Kang..jd bahan introspeksi diri u lbh baik lag...Amin.

    BalasHapus
  4. kereeeen..
    aku malu banget ga bisa kayak bapaknya itu...:(

    BalasHapus
  5. wa'alaikum salam kang Pakies...

    Subhanallah...saya pribadi jadi ingin seperti Pak ikhwan...tp terkadang hati ini masih saja di kotori kehidupan Duniawi...semoga saja Pak Ikhwan beserta keluarga dan kita semua pada umumnya selalu di beri Hidayah Oleh Allah SWT agar tetap berjalan lurus di jalan-Nya...Amiiin...

    BalasHapus
  6. bener kata Zan pakde, kadang saya juga lupa, kehidupan dunia membuat terlena, semoga lekas dapat berbenah, amiiin

    BalasHapus
  7. Pak Is, guru agama saya juga tidak mau dibayar. Saya sudah berniat akan menjalankan Islam secara benar, bertahap (sesuai daran guru saya) dan mengintropeksi diri agar selalu ikhlas. Menyesuaikan diri dengan lingkungan tentu saja. Soalnya saya tidak mungkin merawat sapi, hehehe. Saat ini baru bisa mencoba membuat blog yang semoga informasinya bermanfaat. Terima kasih atas tulisannya yang menyentuh...

    BalasHapus
  8. kudu seimbang deh kayaknya he he he he

    Oya sobat blogger hebat, mari ikut berpartisipasi dalam Gerakan SEO Positif Season 2..." Judul postingan yang negatif tapi isi postingan mengandung hal positif"....ditunggu pastisipasinya...partisipasi sobat semua sangat berguna buat generasi bangsa....Jangan sampe ndak ikutan ya!!!

    BalasHapus
  9. Jadi pengen...sholat jadi segalanya..hmm..salut dan salam buat Pak Ikhwan ( nama samaran )...

    BalasHapus
  10. Alhamdulillah ya Allah.. ternyata banyak orang hebat di sekitar kita ya... :)

    BalasHapus
  11. Ya begitulah, jika kita melakukan perniagaan dengan Allah insya Allah akan ada keberkahan di dalamnya.

    Meski sederhana namun sakinah, mawaddah warohmah..

    BalasHapus
  12. amiin, sebaik-baiknya orang adalah orang bermanfaat bagi orang lain, pak ikhwan mangteb tenan luar dalam kangmas, ckckck, nek beliau nyalon presiden, kulo bakal libur ngarit dan ke tps yang belum pernah kusapa selama ini :D

    BalasHapus
  13. suatu suri tauladan yang begitu dalam...semoga kita bisa mengikuti jejak langkah beliah...dalam bertawadlu'

    BalasHapus
  14. subhanallah... saya terharu membacanya... mata saya sampai berkaca2..

    BalasHapus
  15. assalammualaikum wr.wb

    salut deh buat pak ikhwan..

    salam pak :)

    wassalammualaikum wr.wb

    BalasHapus
  16. Ass. Kang...

    Selamat malem... hhe... wah gak terasa udah luaammaaa banggeeettt aku ndak kesini hhe... Kangen banget aku sama Blogmu ini kang hhe...Untung malem ini bisa kesini sebentar hehe... ya biarpun blum bisa pake DJ Site ki kang, soal'e rung update tseh Berjuang Nyari Urip seminggu ini hhe... tapi hari senin InsyaAllah aku rutin lagi kesini hhe...

    Pertama2 *jiah udah kaya pidato toh aku mau ngucapin selamat Atas pecah telurnya jadi PR 2 hhe... Muantabz tenan... hhe...

    Dan selanjutnya *tambah kaya pidato aku mau nanggapin postingan yg ini:

    Arep nangis aku kang moco postinganmu iki :'(... salam untuk Pak Ikhwan(bukan nama Sebenarnya) klo ketemu.... Smoga aku bisa kaya beliau... klo boleh tanya Pak Ikhwan niki Guru atau Hanya pembimbing Olimpiade toh kang?

    Hem... jadi semangat nie Kang, padahal seminggu ini badan wes lesu tenan karena Mesti Double Kerja Freelance hhe...

    Huh.... Aku tak pamit nggeh Kang.... Senin aku kesini lagi :P

    Met akhir pekan, salam sama keluarga kang ... Oiya sekalian salam buat Alkatro(Jiox) sama Adit klo sampean Blogging, soal'e aku blum bisa Blogging ki sampe hari Senin :P

    BalasHapus
  17. waw,.,.
    pnjang amat ya artikelnya ,.,.
    blum bca aja udah pusing ,.,.,.
    he he he

    tapi yg pnting nice post sob ,.,.!!!

    BalasHapus
  18. @pak dj; wangalaikum salam, akupun terharu membaca pidatomu :D
    @pak ies: pak 'ikhwan' termasuk manusia langka njih,
    @jawaban mobile autoredirect: hape ku juga jadul kangmas - wiwit mbah dharmo rambute dicukur kuncung- he he, njenengan coba buka alkatro dot blogspot dot com lewat operamini, templatenya bakal berubah total + enteng banged, karena kulo add gadget 'script wong katro' :D

    BalasHapus
  19. waalaikum salam...

    subhanalloh....
    Suatu tholadan yang perlu dicontoh niku pak,,,,

    BalasHapus
  20. wa'allaikumsallam warrahmatullahi wabarokatuh

    maaf sebelumnya Pak, karena saya mungkin tak mampu menuliskan kalimat yang sebanding dengan kekaguman saya terhadap "Pak Ikwan".

    Benar-benar seorang suri tauladan yang patut di contoh. Bagaimana tidak, bagi saya dia adalah seorang yang berhasil, berhasil memimpin dirinya sendiri, keluarga dan mudah-mudahan para saudara kita yang ingin tahu lebih banyak tentang ajaran agama islam dari "Pak ikwan" tsb.

    BalasHapus
  21. assalamu'alaikum
    subhanallah...sungguh keluarga yg indah.
    tersentak membaca kisahnya, semoga aku bisa berbenah diri.
    TFS :)

    BalasHapus
  22. untuk anak2 yg bangun dari jam 2 dini hari, apa di sekolah ga ngantuk?

    BalasHapus
  23. @Blog Tutorial Blogger:
    terima kasih sob

    @Imtikhan :
    Inggih Kang, jadi kangen

    @Akoey:
    semoga kita bisa mencontoh beliau ya Kang

    @Kang Awaluddin Jamal :
    benar perniagaan dengan keuntungan yang sangat luar biasa di kelak kehidupan abadi, Insya Allah

    @Ning Tiwi :
    Wa'alaikum salam NIng, Allah seringkali memberikan hambaNya kemudahan jika hamba yang bersangkutan sangat dekat dengan-Nya

    @TUKANG CoLoNG :
    jangan malu Kang, kalo ke Blitar entar aku anter ke rumah beliau

    BalasHapus
  24. Sungguh ketaatan yang membawa nikmat, rasanya jauh sekali diriku dengan tokoh diatas (Jadi malu).
    Sungguh suatu teladan yang patut ditiru.

    Salam.. .

    BalasHapus
  25. bisa disimpulkan saya lebih banyak tidur :)

    BalasHapus
  26. Assalamu'alaikum Abah....
    Oia..di dekat kampoeng saya jg ada seorang 'pak Ikhwan', beliau guru ngaji di Musholla, rumahnya hanya 2 bilik. 1 bilik buat tidur anaknya, 1 buat Bapak tadi dan ruang Tamunya digunakan sbg Musholla keluarga. Tiap sholat sll berjama'ah di ruang tamunya.

    Subhanallah...saya terharu n malu blm mampu sprti mereka keshalihannya.

    Matur nuwun Abah...sugeng Dalu

    BalasHapus
  27. @Kang Zan Insurgent dan
    @Kang Rubiyanto Sutrisno:
    kita selalu berdoa emoga dimudahkan dalam menemouh jalan lurus dan tidak terbuai kehidupan duniawi yang hanya sementara.

    @Ami:
    semoga kita diberi kemudahan oleh Allah dalam menyampaikan kebenaran melalui tulisan, amin

    @Manajemen Emosi :
    seimbang dunia dan akherat

    @Belantara Indonesia :
    semua masalah tanpa menjadi masalah jika shalat kita bener, betul kan Gus

    @Nyayu Amibae :
    belajar dari orang lain untuk memperbaiki diri

    @Ning Iffa hoet :
    perniagaan yang dengan modal sangat murah tapi untungnya tak ternilai dari apapun

    @Kang Jiox :
    Betul Kang, menjadi bermanfaat bagi orang lain. Sayangnya beliau ndak tertarik politik hhh

    @Kang Fajar:
    Benar Kang sebuah suri teladan yang baik

    @Kang Willyo Alsyah P. Isman :
    semoga bermanfaat Kang, amin

    @Daris Firzan :
    Wa'alaikum salam, terima kasih Kang

    BalasHapus
  28. @Kang Ferdinand :
    wa'alaikum salam Kang, matur suwun Kang supportnya selama ini yang membuat saya bersemangat ngeblog.
    Pak Ikhwan bukan guru, tapi PNS di dinkes.
    Semoga Pak Ikhwan membuka hati kita semua untuk mnedpatkanhidayah dari Allah swt.

    @New Trik Tips Komputer :
    biar ndak pusing tidur dulu Kang, eh kapan bacaya kalo tidur hhh

    @Kang Jiox:
    sementara belum bisa buka pake hape Kang, soale pulsane tinggal Rp 50, byuh byuh melasss

    @Mimi Taria :
    benar, semoga kita bisa mencotoh kebaikannya

    @Tihang :
    ajarannya beliau sama saja Kang, yaitu Islam yang dicontohkan oleh Baginda Rasulullah saw.
    Semoga kita bisa seperti itu ya Kang

    @Lulus Sutopo sama-sama

    @Mbak Narti mengatakan...
    Wa'alaikum salam Kang, menurut Beliau, awalnya memamang kantuk jadi problem anak-anak, tapi dengan kebiasaan justru mereka menikmatinya walaupun rakaatnya tidak yang dewasa. Apalagi keluarga ini selepas Isya sudah tidur dan mereka tidak punya Telivisi sehingga tidak ada waktu yang terbuang sia-sia

    BalasHapus
  29. Subhanallah... keluarga Pak Ikhwan benar2 bisa menjadi teladan bagi kita semua.

    BalasHapus
  30. Dengan kegiatan sebanyak itu dan amalan sebanyak itu... betapa banyaknya tabungan mereka utk di akherat kelak...
    Terima kasih atas sharing ceritanya.

    BalasHapus
  31. Mereka luar biasa sekali ya, Om... Hebat sekali!

    BalasHapus
  32. mksih yah kak udah doain...
    indahnya jika semuanya bisa merasakan rasa persaudaraan seperti ini jadi meskipun sakit tetap ada yang mendukung...
    ijin follow yah kak...
    http://f4dlyfri3nds.blogspot.com

    BalasHapus
  33. Subhanallah... jika memang diniati lillahi ta'ala, emang tidak ada yang berat.. bahkan justru diringankan oleh Alloh.

    ah saya jadi diingatkan lagi..

    BalasHapus
  34. waalaikumussalam... subhanallah, ini benar2 jarang terjadi di dunia & patut dicontoh, seorang PNS yang hidup serba sederhana dan hanya mengharapkan ridho Allah, tidak terlena akan kmewahan dunia.
    trims Pak atas ceritanya, smg sukses selalu n tetap semangat

    BalasHapus
  35. yang demikian yang seharusnya di blowup...pns yang hidup sederhana...mengharapkan ridho NYA...tidak terlena oleh harta dan tahta
    bukan seorang PNS yang baru kemrin sore dengan harta melimpah tapi ternyata tidak halal :)

    BalasHapus
  36. Benar2 keluarga yang luar biasa... jarang sekali ada yang mau seperti itu... hidupnya pasti senantiasa diisi dengan ucapan syukur. Semoga pola hidup keluarga ini menjadi contoh tauladan bagi kita semua.
    Makasih untuk pembelajaran ini

    BalasHapus
  37. wach,keren abiez nich postinganya,..
    mantabs dan lamz knal ya ka.

    BalasHapus
  38. subhanallah, saya mengagumi, pak ikhwan, ternyata ada contoh nyata, gaya hidup yang islami,

    semoga saya bisa mengikuti jejak pak Ikhwan, amin

    BalasHapus
  39. salam sobat
    subhanallah,, semoga kita semua juga shalatnya banyak mendapatkan kemanfaatan didunia dan diakherat.

    BalasHapus
  40. @Mbak Reni:
    Tabungan yang Insya Allah berlipat ganda

    @bluethunderheart :
    terima kasih kunjungannya dan salam hangat kembali brader

    @f4dLy :
    Syafakallah brad

    @Gaphe :
    Benar semua ibadah akan tergantung pada niatnya Kang

    BalasHapus
  41. @Pak Harto :
    kesederhanaan dan keikhlasan yang membawa sebuah surga dunia.
    Sukses juga untuk Njenengan Pak

    @anugrha13 :
    benar Kang banyak orang terlena dan berlomba-lomba dengan harta duniawi, padahal nanti yang menikmati bukan drinya dan parahnya dilakukan dengan jalan yang tidak benar, na'udzubillah

    @Serba Ter :
    itulah kenapa saya tergerak untuk memposting keluarga ini agar kita banyak belajar tentang arti kehidupan

    @sibutiz :
    terima kasih Kang,lam kenal balik dan tadi saya sudah silaturrahim ke blog Njenengan

    @Muhammad A Vip :
    monggo ...

    @R10 :
    mereka istiqomah menjalankan Islam dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat

    @Blih TUKANG CoLoNG :
    benar Blih, boleh juga di copas hhh

    @NURA :amin, semoga shalat kita bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar serta mengantarkan kita ke dalam surga dunia dan akherat, amin

    BalasHapus
  42. setuju kang, semoga menjadi orang yang soleh..
    =D

    BalasHapus
  43. setuju kang, semoga menjadi orang yang soleh..
    =D

    BalasHapus
  44. wach,keren abiez nich postinganya,..
    mantabs dan lamz knal ya ka.

    BalasHapus
  45. Subhanallah... jika memang diniati lillahi ta'ala, emang tidak ada yang berat.. bahkan justru diringankan oleh Alloh.

    ah saya jadi diingatkan lagi..

    BalasHapus
  46. Subhanallah... keluarga Pak Ikhwan benar2 bisa menjadi teladan bagi kita semua.

    BalasHapus
  47. kudu seimbang deh kayaknya he he he he

    Oya sobat blogger hebat, mari ikut berpartisipasi dalam Gerakan SEO Positif Season 2..." Judul postingan yang negatif tapi isi postingan mengandung hal positif"....ditunggu pastisipasinya...partisipasi sobat semua sangat berguna buat generasi bangsa....Jangan sampe ndak ikutan ya!!!

    BalasHapus
  48. kereeeen..
    aku malu banget ga bisa kayak bapaknya itu...:(

    BalasHapus

Fastabiqu khairat mari berlomba-lomba dalam kebajikan