Berjam-jam Trimo dan Warso merasa was-was menunggu hadirnya calon makluk baru di dunia ini, anak sapi. Detik-demi detik proses tak terlewatkan dari pengamatan kedua remaja ini. Kilatan cahaya rembulan dan lampu obor memantulkan adanya titik air mata di sudut matanya. Walau hanya seekor sapi, ternyata induk yang baru pertama kali melahirkan ini nampak kesulitan dalam proses melahirkan.
Ketika lewat tengah malam, perjuangan Sapi betina milik Trimo terbayar dengan lahirnya seekor sapi jantan. Sebuah lenguhan mengakhiri perjuangan panjangnya. Bayi sapi yang beberapa menit lahir, menggerakkan tubuhnya untuk belajar berdiri. Sebuah proses kemandirian sedang berlangsung. Sementara induknya dengan setia menjilati lendir di sekujur tubuh bayinya dengan penuh kasih sayang.
Keempat kakinya gemetar menahan beban tubuh dan sesekali terjatuh, sementara sang Induk memberikan semangat dengan menahan badan bayinya dengan ujung moncongnya. Hingga setengah jam lebih berlalu, kedua mata bayi sapi terbuka dan sejurus kakinya seperti ada yang menggerakkan menuju tetek induknya.
Kedua remaja ini masih duduk berjongkok di samping kandang sambil sesekali menyantap singkong goreng yang ditemani wedang jahe.
"Kenapa kok Induknya menjilati lendir bayinya ya Pak Dhe" tanya Warso pada Pak Dhe Sugeng ayah Trimo,
"ya biar ndak kedinginan dan tidak dikerubuti semut dan lalat"
"Memangnya rasanya manis ya Pak Dhe?
"ya kalo penasaran, coba kamu incipi sedikit So" sahut Trimo sambil tertawa
"Nggak, jijik kalo lihat lendir"
"Induknya sangat sayang ya Pak?" tanya Trimo pada Bapaknya
"Ya jelas, itu adalah naluri induk yang diberikan Allah pada Makhluknya"
"Sapi ternyata lebih hebat dari manusia" gumam Warso
"Edan, maksudmu opo to So" Trimo nampak tidak senang mendengar kalimat Warso
"Endak, saya ndak bermaksud membandingkan dengan manusia, karena manusia sudah jelas adalah mankluk yang sempurna.
"Trus maksudmu apa?"
"lha iya, hewan saja sangat sayang pada Anaknya, kenapa banyak kita dengar orang tua yang membuang bayinya" lanjut Warso bersungut
"Itulah, yang dimau hanya enaknya saja, tapi giliran mendapatkan amanah justru lari"
"Akibat pergaulan bebas kali ya So"
"Kayaknya bukan hanya pasangan diluar nikah yang melakukannya" kata Trimo sambil mencomot singkong yang sudah dingin
"Itulah manusia, pada hal bayi itu sangat istimewa" Sela Pak Dhe Sugeng yang dari tadi hanya mendengarkan percakapan dua remaja ini sambil memijat-mijat Induk sapi "Maksudnya Pak Dhe..." Warso penasaran
"Coba saya tanya, kamu senang ndak sama adik bayimu"
"Kalo itu jangan ditanya, setengah jam ndak lihat dan nyium dia, rasanya belum sarapan pagi"
"Saya tanya lagi, apa yang kamu senangi dari adikmu"
"Ya semuanya, senyumnya, tatapan matanya, geraknya, pokoknya semuanya lah"
"Nha ... itu dia, semua yang ada pada bayi sungguh menarik untuk dilihat dan di sentuh. Bahkan kita tidak akan merasa jijik melihat kotoran maupun pipisnya". Bau mulutnya wangi, bau tubuhnya juga segar sekalipun seharian belum mandi" Jelas Pak Dhe Sugeng.
"Kok bisa begitu ya Pak Dhe..." Warso penasaran
"Yha ndak tahu, mungkin itulah karunia yang diberikan Allah pada bayi yang masih suci. yang belum tersentuh oleh kekotoran jiwa. Belum bersinggungan dengan kemaksiatan panca indra"
"masuk akal juga ya ..." kata Trimo lirih
"Bukan hanya masuk akal, tapi itulah Allah swt kalo berkehendak. Coba ingat bagimana Mbah Kyai Abdullah pernah menjelaskan bagaimana Kepribadian Junjungan kita Baginda Rasulullah saw. Manusia yang sangat diistimewakan Allah bahkan sampai namanya menyatu dalam kalimat Syahadat. Siapapun yang memandang beliau akan terkesima, bahkan bau tubuh beliau selalu wangi. Itu semua karena kesucian jiwanya yang telah dilindungi Allah dari segala bentuk dosa, yang diawali dengan penyucian jiwa dan batin oleh dua Malaikat"
"berarti saya masih jauh dari bersihnya jiwa" kata Warso memelas
"kok begitu ..." tanya Trimo
"Nih bau tubuhku masih menyengat ndak enak" jelas Warso nyengir sambil mengedekatkan ketiaknya pada kedua lubang hidungnya
"kamu mau tahu caranya membersihkannya? kata Trimo
"gimana...?"
"Sana ... tidur tengkurap di sebelah bayi sapi, biar dijilati induknya... hhhh"
"Semoga kita dimudahkan dalam segala urusan di dunia dan akhirat"
Wallahu a`lam bish-shawab,
semoga bermanfaat
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Subhanallah..dari sapi kecil yang lahir aja bisa diambil banyak inspirasi hikmah ya Bang.. ckck salu deh,
BalasHapusada syukuran nggak tuh?.. boleh loo saya diundang
#makangratis
Bayi = Suci = kertas Putih
BalasHapusDosa, Maksiat = tinta yang mengotori
iman , amal = pembersih
Semoga Kita semua bisa kembali ke Fithrah like a baby....Amin
@Kang Gaphe:
BalasHapussemoga ada hikmah di balik ini semua ya Kang, tapi maaf sbelumnya cerita Trimo dan kawan-kawan hanya fiktif belaka
@Kang Adi Akmal:
itulah tujuan kita, ketika lahir ke bumi dalam keadaan fitrah, berarti kalo kita kembali kelak harus pula dalam keadaann fitrah agar kita bisa masuk ke dalam surganya. Kalo masih belum, berarti kita harus dibersihkan dulu di neraka nauszubillah. tapi Allah maha pengampun, insya Allah kita bisa masuk surga dengan ridha dan kehendak-Nya
asswrwb...hihi mosok tidur sebelah sapi.., luar biasa naluri induknya, bayi suci blm pny dosa, keringetnya aja baunya enak. huhu..jd pengen pny bayi lagi...lho???
BalasHapus@Ning Tiwi:
BalasHapuswa'alaikum salam,
nah tuh naluri keibuan langsung hadir, pingin punya baby lagi ... berangkat ....
hehehehe........ Mau ngakak sebentar~
BalasHapusRupanya manusia harus banyak belajar lagi ya pak agar pantas disebut mahluk paling sempurna... :))
Subhanallah, pelajaran yang berharga buat kita semua!
BalasHapus@Kang Agus:
BalasHapusbebas ngakak Kang hhh, sekitar kita banyak obyek untuk muhasabah
@UpTekno:
semoga kita bisa mengambil manfaatnya
assalamualaikum :D apa kabar bapak? hehe udah lama ga main main blog nih. btw tulisannya masih tetap inspiratif (y)
BalasHapusAssalamualaikum Wr Wb
BalasHapusMiris Kang kalau mendengar orang tua yang membuang bayinya, mungkin ada benarnya juga percakapan diatas, yang membuang bayinya tidak lebih baik dari sapi he.he..
"Semoga kita dimudahkan dalam segala urusan di dunia dan akherat" amin
bayi itu sangat istimewa ya?
BalasHapusjadi mungkin sangat tidak bisa berfikir dengan baik orang-orang yang membuang bayinya.
Bali Villas Bali Villa
@Non Ata ☺☺☺:
BalasHapusWa'alaikum salam, gimana nih kabarnya. kayaknya sibuk banget. tadi penasaran siapa tamu yang hadir ternyata setelah sempat bingung, baru bisa membuat kesimpulan
@Kang Sukadi Brotoadmojo
Wa'alaikum salam,
Itulah sapi yang selalu menuruti instings dan naluri yang dikaruniakan ALlah, sedangkan manusia ada tambahan lagi yaitu Hawa Nafsu, inilah yang menyebabkan seseorang tega membuang bayi
@Bali Property :
Bayi memang sangat istimewa Brader
banyak pelajaran jika kita mau melihat dan menyadari bahwa nikmat Allah begitu besar
BalasHapuskeren banget ceritanya pak ies^^
belajar dari sekitar
manusia sering tak bersyukur ya terkadang
diberi karunia anak, malah dibuang dan disia-siakan -.-'
mampir kesini aku jd senyum nih...
BalasHapus:D
padahal td pagi kepalaku pusiiiiiing bgt, ngliat kerjaan yg numpuk,
mksh pak atas ceritanya,
meskipun lucu tp byk hal yg bermakna terkandung didlamnya.
assalamu'alaikum
BalasHapusbanyak hikmah pagi ini baca artikel disini.
TFS :)
assalamu'alaikum
BalasHapusmenyentil manusia nih?
tapi semoga kita bisa mengambil hikmahnya.
matur nuwun :)
waalaikum salam kang pakies...
BalasHapusSubhanallah,pagi2 baca cerita singkat namun membawa inspirasi segar di otak...
Terimakasih kang...Happy blogging
pake parfum dulu ahh..
BalasHapusJadi teringat pepatah, seganas2nya harimau ia tidak akan memakan anaknya sendiri. Kayaknya memang tidak berlaku buat manusia jika banyak mendengar & melihat berita tentang bayi yg dibuang orangtuanya. Cerita Pak Sis memang patut jadi pembelajaran....
BalasHapusKelahiran bayi yang seharusnya sakral, oleh oknum tertentu malah dijadikan bisnis aborsi. Pernah adikku mau bikin SIM, dokternya nawarin kalo ada yang mau aborsi hubungi dia...
BalasHapusAssalamua'alaikum Pak,,,,
BalasHapusSugeng siang,,,
Postingan engkang sae sanget pak,,,,
alhamdulillah,,,,
Saget damel gambayaran "betapa besarnya kasih sayang orang tua pada sang anak",,,
asalamualaikum pak..
BalasHapusmanusia ternyata tak cukup hanya dengan kata2 sempurna ya pak tetapi harus dengan belajar juga...nice artikel
masih newbi neh mohon pencerahannya ya..
BalasHapusmksih yah mas atas kunjungannya...napa yah manusia harus buang bayinya padahal banyak orang juga yang butuh anak tapi belum dikaruniahi...
BalasHapushttp://f4dlyfri3nds.blogspot.com
Keren ceritanyaaa...,
BalasHapusdari sapi kita dapat mengambil byk hikmah buat djadikan pelajaran...,
salam...
Hikmah dari anak dan ibu sapi bagi yang mau berpikir :)
BalasHapussalam hangat dari saya
wassalam wr wb
Postingan yang sangat sarat makna Pak Ies, semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari "kelahiran sapi" tersebut.
BalasHapusSalam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Berkunjung pak...
BalasHapusSugeng dalu
Ini cerita yang sangat bagus pak.
BalasHapusDialog ini menjadi pengingat buat kita semua sekaligus menjadi bahan renungan akan Kuasa Alloh SWT.
Salam kenal ugi kanthuk dumateng mbah warso lan sedherekipun.
Memang benar seorang bayi adalah anugrah, amanah dari Alloh.
Sudah menjadi kewajiban orang tuanya untuk MERAWAT nya.
Jangan sampai terjadi lagi kasus buang bayi sembarangan.
Po ora isin to yo yo.
Yo lek pancene kebablasen yo diramut to meskipun diserahkan kepada orang lain.
Seorang bayi itu sangat lucu facenya.
Menggemaskan.
Bayi lahir nangis tapi orang yang ada di dunia senyum-senyum.
Bayi balita sangat di lindungi oleh Alloh SWT sampai mainan saja dikaburkan atau dilindungi dari hinggapan setan.
Matanya sangat tajam seperti seorang yang diberi al kitab, tembus pandang.
Setan saja bisa dilihatnya Subhanallooh...
Pun cekap semanten kemawon rawuh kulo.
Mugi pinaringan wilujeng sak rakyatipun.
Suwun.
Ngapunten.
BalasHapusTakseh pengin maos maleh.
Alangkah baiknya pemahaman tentang agama Islam digalakkan lagi.
Biar pembuangan bayi ilegal agak berkurang.
Akankah di negeri ini akan bisa lebih baik dalam meningkatkan insan ataukah sebaliknya.
Sementara orang yang berilmu banyak yang diambil oleh-Nya.
Semuanya pasti ada jalan keluar.
Semoga.
Wassalam..
wah sapi nya kang trimo punya arti yang luas ya pak.
BalasHapussalut deh buat pak ies
miris juga pak kalau lihat berita tentang bayi yang dibuang.
BalasHapushampir semua binatang kayak gitu ya mas.. saya pernah nongkrongin kucing melahirkan dan menjilati anaknya dan bahkan si induk memakan ari2nya
BalasHapussalam persahabatan
BalasHapusberkunjung silaturrahmi pak
matur suwun
subhanallah..
BalasHapusmiris juga melihat keadaan sekarang, semakin banyak orang yang tingkah lakunya kayak bahkan melebihi hewan. Harimau saja tidak makan anaknya eh ini manusia malah lebih bejat lagi..
adalagi orang tua yang mau enaknya saja, begitu jadi anak malah dibuang, padahal kan tiap anak ada rezekinya masing2 kan yah ? :D
Kehadiran bayi memang sangat menakjubkan.. segala apa yang ada padanya membuat hati tak henti2nya memuji kebesaranNYA.
BalasHapusAku suka tulisannya Pak.. bagus banget.
Iya ya... kenapa sekarang banyak banget kasus bayi yg dibuang atau diterlantarkan?
BalasHapusSeakan manusia telah kehilangan nuraninya.
Shasa jadi pengen cium ayah dan Mama nih... :D
BalasHapusAlhamdulillah, shasa punya orang tua yg sayang dg Shasa.
BalasHapushoree.. akhirnya ada cerita kang trimo lagi, huahahaha... klo liatin sapi melahirkan aku belum pernah, tapi klo kucing pernah pak...
BalasHapushmm.. klo dingat2 iya juga sih, waktu kucing itu baru lahir, ibunya kucing menjilati tubuh anak2nya yg berlumuran darah secara bergantian dengan kasih sayang (maklum anaknya langsung 3 ekor),,,
memang perlu menjadi perenungan untuk kita Manusia yang katanya INSAN KAMIL....
beberapa hari yang lau sapi piaraan ayah ku juga melahirkan bayinya, wih seneng bgt dan juga sempat was2 karena kondisinya tak sehat, tp Alhamdulillah sekarang dah sehat dan dah bisa berlari2
BalasHapusanak jalanan makin bulan juga makin banyak kangmas, semoga tidak terjadi kepada orang orang yang kita sayangi di sekeliling kita amiin
BalasHapuskalau gitu kulo juga mo ke kandang dulu -tengkurep- biar ngirit sabun setelah ngarit wakakkakak
wah pembelajaran dari si sapi :)
BalasHapusOh iya, makasih untuk koment di blog saya, sudah saya update...
Nice post..
Ha ha, jadi ketawa ngebaca kalimat terakhir.
BalasHapusEh tapi banyak hikmah yang terkandung juga ya dari kelahiran anak sapi itu.
Salam.. .
@chikarei:
BalasHapusAllah swt mengharuskan kita membaca Ayat dan Tanda-tanda kebesarannya sehingga kita bisa semakin mendekatkan diri
@Penghuni 60:
masih belajar nih Sob biar penyajiannya enak dan semoga bermanfaat
@Mbak Narti :
wa'alaikum salaam, mengambil hikmah dan kejadian yang ada di sekitar kita untuk menambah makna dalam hidup
@Zan Insurgent:
bisanya memang sebatas ini Kang, semoga maki ke depan makin belajar mengasahnya. Happy blogging
@TUKANG CoLoNG :
parfumnya jangan nyolong Blih
@Noor's blog (inside of me ):
manusia dalam banyak hal lebih ganas dari manusia
@Ami :
hal yang dilarang justru dijadikan ladang usaha, sungguh kehidupan ini terbalik
@Mimi Taria:
Wa'alaikum salaam, mugi saget pikantuk kemanfaatan wonten sajroning bebrayah
@Kang Moenas
Wa'alaikum salam, kita memang wajib terus belajar, karena kalo sudah merasa pintar justru seringkali menjadi orang "keminter" yang bisa jadi merugikan orang lain
@f4dLy :) :
itulah hidup, di satu sisi orang berusaha keras dengan segala upaya namun belum diberkan amanah bayi dan sebaliknya, Ini adalah bentuk ujian dari Allah
@Edo :
ini hanya sedang belajar Sob, trima kasih telah mampir
@Tutorial SEO:
memang kita seharusnya seringkali memikirkan tanda dan Ayat-ayat Allah untuk meningkatkan keimanan. Insya Allah
coba cek parfum bapak, ilang ga..? :D
BalasHapusterimaksih sudah berbagi. cerita yang sarat hikmah:)
BalasHapussubhanallah,, mantabs mas postingannya...
BalasHapusjika hewan saja bisa seperti ini, malu adanya jika kita yang diberikan akal serta hati ini bisa lebih anarkis dari mereka :(
BalasHapusTerima kasih mas, ceritanya ga seberapa, tapi tapi arti/makna dari berita itu sangat berharga.
BalasHapusAkhir kata salam kenal dari saya
bapaaak :D berkunjung lagi hihi. maaf ya bikin bingung. anyway bapak punya yahoo messenger ga? atau alamat email? kalo ada, ata minta ya ☺
BalasHapusAss.wr.wb...
BalasHapusAlhamdulillah.....rezeki Allah datang buat Kang Warso. Anak sapi jg sebuah rezeki.....dan anak manusia adalah karunia...
Sgt disayangkan org2 yg tak jaga amanah tsb.
Semoga kelak aku termasuk golongan orang2 yg bs jaga amanah....sgla yg dikaruniakan ada di di dekat kita. Amin...
Salam buat kang warso
suwun teh hangatnya Umi....hehe..
Nyuwun pamitttt....:))
assalamu'alaikum
BalasHapusbiasanya cerita sapi si PC
sekarang cerita sapi beneran
tapi sama2 bermanfaat bagi kita.
sangat inspiratif.
Sungguh merugi orang yang telah menyia-nyiakan anaknya sendiri...karena anak itu amanah dari Yang Maha Kuasa,...mantabs deh, Mas artikelnya...
BalasHapusO ya, jika berkenan, saya mau ijin tukeran link sama, Mas...
linknya blog, Mas, sudah mejeng di blog saya...
Maha Suci Allah , dari sebuah peristiwa kelahiran mengandung makna yang luar biasa
BalasHapusaku datang.. membawa award... diterima ya,,,hehehe
BalasHapusMerenung sejenak...dan jadi tahu, kenapa seseorang musti memelihara amanah dengan baik
BalasHapusAssalamualaikum,, datang lagi,, huahahaha,, aku jadi malu pak,, ternyata dah tau ya,, hehe, tapi nih jadi penasaran,, tau lewat email itu gimana caranya???
BalasHapusKita sebagai manusia dewasa harus banyak belajar dari kehidupan dan bahasa bayi yang penuh dengan ilmu yang bermakna dalam kehidupan.
BalasHapusSukses selalu
Salam
"Ejawantah's Blog"
Ass. kang Met sore hhe... :P
BalasHapusWalah ternyata komentarku waktu malem ndak sampe ya haha... maklum deh aku pake HP kmrn wkwkwk..
pripun kbr'e Kang? semoga sehat2 hhe...
Wah berhubung udah baca postingan ini waktu kmrn jadi aku tinggal koment lagi aja hhe... hem... iya juga ya Kang lha koQ tega Ibu pada ng'buang anaknya ya, padahal binatang ja gak mau jauh dari anaknya dan begitupun sebaliknya anaknya gak mau jauh dari induknya :P
Hem.. tepat mungkin perkataan Guruku dulu, manusia emank mesti belajar dari kehidupan binatang :P
Semangat N sukses slalu Kang... aku tak pamit dlu..
@Kang Sugeng:
BalasHapusterima kasih Kang SUgeng, salam jabat erat juga dari Blitar.
@Kang Tomo :
Subhanallah Kang, Ulasan Njenengan malah lebih mantab. Bayi yang masih suci bersih ternyata syetanpun tak mampu menyetuhnya.
@Bintangair :
Belajar dari kearifan sapi (emangnya punya hhh) agar manusia melebihi dari hewan, karena manusia adalah makluh yang paling sempurna. Pesan Moralnnya agar kita tergugah arti kesempurnaan manusiawinya
@Saka hero:
membuang bayibukankan sudah mengarah pada penghilangan sebuah jiwa, sebuah harapan hidup
@Goyang Karawang :
benar, hampir semua binatang memiliki naluri dan insting yang sama, yaitu melindungi anaknya. sementara manusia ada yang kehilangan instingnya,
@Tip Trik Facebook :
syukron atas silaturrahimnya,
@KangAwaluddin Jamal :
Benar Kang, hidup, mati, rejeki sudah di atur sejak dalam kandungan. mengapa kita takut, justru ini sebuah amanah yang indah untuk mendulang pahala
@Mbak Reni :
Semua yang nampak pada bayi begitu menakjubkan, itulah karunia Allah
@Shasa :
ponakan Um juga bernama shasa, semoga sampean kelak menjadi anak yang shaliha yang membanggakan agama, keluarga dan bangsa, amiin
@Nyayu amibae :
Kang Trimo sering pergi entah kemana, tiba-tiba muncul hehehe
Insan Kamil bagi yang menyadari akan hakekatnya,
namun dalam perilaku keseharian justru sering kali menjauh dari kodratnya
@Kang Rizky2009 :
Semoga sapinya makin beranak pinak dan menjadi keturunan yang barokah bisa memberikan manfaat bagi keluarga
@Kang Jiox :
Kasihan melihat anak jalanan yang tidak punya sandaran kasih sayang, jiwanya terbentuk dari tekanan dan kekerasan hidup, Na'udzubillah
tiap hari tengkurep juga ndak apa justru tambah sehat, seperti berada di spa hehehe
@Serba Ter:
saya juga sedang belajar kok Ning, semoga menjadikan sebuah kemanfaatan bagi kita semua
@Kang Mood :
Kang Jiox justru seneng di pijit spa sama sapi lho Kang heheh
Udah 3x komen nih bapak. ayo posting lagi yang baru :D hihihiii semangat semangat semangat.
BalasHapusAssalamu'alaikum Abah...Umi.....
BalasHapusHehe...mampir cari kudapan pagi tak lupa nyruput teh hangat bikinan Umi...
Smg sehat sll sekeluarga....
Amin.
huahaha endingnya enggak ketebak sama saya pak
BalasHapuswaktu merapi habis erupsi dan gak ada rumput segar sampai beberapa hari,
BalasHapusliat bayi kelinci yang laper saja kulo sedih banged
apalagi nek bayi manusia,
huaa -pingin nendhang jungkir walik kalau ada orang yang membuang bayinya-
badhe numpang tengkurep lagi kangmas .. dalam rangka menyukseskan program hemat air dan ngirit sabun, he he -kabuurr-
hahahahha,,
BalasHapusijin ngakak
Ass. kang... aku hadir menyapa Kang seperti biasa... :D
BalasHapusMet malem mingguan sama Si Mbak hhe... dan anak2 hhe... :P
Ngabur sik ah hhe... :D
sugeng ndalu pak...hehehh makin ramai aja nih komentnya
BalasHapusahaha.. bagus2 ceritanya si trimo sama warso ini pak ies.. seneng aku, walopun aku telat baca
BalasHapussugeng ndalu pak...hehehh makin ramai aja nih komentnya
BalasHapusAss. kang... aku hadir menyapa Kang seperti biasa... :D
BalasHapusMet malem mingguan sama Si Mbak hhe... dan anak2 hhe... :P
Ngabur sik ah hhe... :D
Alhamdulillah, shasa punya orang tua yg sayang dg Shasa.
BalasHapusIya ya... kenapa sekarang banyak banget kasus bayi yg dibuang atau diterlantarkan?
BalasHapusSeakan manusia telah kehilangan nuraninya.
subhanallah..
BalasHapusmiris juga melihat keadaan sekarang, semakin banyak orang yang tingkah lakunya kayak bahkan melebihi hewan. Harimau saja tidak makan anaknya eh ini manusia malah lebih bejat lagi..
adalagi orang tua yang mau enaknya saja, begitu jadi anak malah dibuang, padahal kan tiap anak ada rezekinya masing2 kan yah ? :D
wah sapi nya kang trimo punya arti yang luas ya pak.
BalasHapussalut deh buat pak ies
Postingan yang sangat sarat makna Pak Ies, semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari "kelahiran sapi" tersebut.
BalasHapusSalam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
masih newbi neh mohon pencerahannya ya..
BalasHapusAssalamua'alaikum Pak,,,,
BalasHapusSugeng siang,,,
Postingan engkang sae sanget pak,,,,
alhamdulillah,,,,
Saget damel gambayaran "betapa besarnya kasih sayang orang tua pada sang anak",,,
banyak pelajaran jika kita mau melihat dan menyadari bahwa nikmat Allah begitu besar
BalasHapuskeren banget ceritanya pak ies^^
belajar dari sekitar
manusia sering tak bersyukur ya terkadang
diberi karunia anak, malah dibuang dan disia-siakan -.-'
assalamualaikum :D apa kabar bapak? hehe udah lama ga main main blog nih. btw tulisannya masih tetap inspiratif (y)
BalasHapusSubhanallah, pelajaran yang berharga buat kita semua!
BalasHapushehehehe........ Mau ngakak sebentar~
BalasHapusRupanya manusia harus banyak belajar lagi ya pak agar pantas disebut mahluk paling sempurna... :))
asswrwb...hihi mosok tidur sebelah sapi.., luar biasa naluri induknya, bayi suci blm pny dosa, keringetnya aja baunya enak. huhu..jd pengen pny bayi lagi...lho???
BalasHapusBayi = Suci = kertas Putih
BalasHapusDosa, Maksiat = tinta yang mengotori
iman , amal = pembersih
Semoga Kita semua bisa kembali ke Fithrah like a baby....Amin
Bener... hewan aja sayang dg anaknya kok manusia banyak yg membuang dan membunuh anaknya ya Pak? #miris
BalasHapusBayi memang makhluk istimewa... dia benar masih suci sehingga apapun yg dilakukannya hanya akan menerbitkan rasa sayang ya pak. :)