Assalamu'alaikum Sodaraku,
Sebenarnya kisah tragis ini terjadi beberapa hari lalu, namun saya baru mendengar berita keracunan dari redaksi sore TV7 hari ini. Enam anggota keluarga yang meninggal secara beruntun sejak jum'at lalu akibat mengkonsumsi tiwul dari singkong karet Manihot glaziovii M.A Jumat lalu, Siti Sunayah membuat makanan tiwul yang dicampur air kelapa dan pemanis sebagai bahan tambahan makanan untuk keluarganya. Maklum saja, keluarga pasangan Jamhadi dan Siti Sunayah yang bertempat tinggal di Desa Jebol, Jepara, Jawa Tengah memiliki penghasilan 150 - 200 ribu perminggu yang tidak mencukupi untuk kebutuhan 8 anggota keluarganya.
Diperkirakan singkong yang dimasak menjadi tiwul itu masih mengandung asam sianida (HCN) atau senyawa asam biru yang bersifat sangat toksik (beracun). Kejadian ini menyebabkan meninggalnya satu persatu dari anggota keluarga Jamhadi:
- Pada hari sabtu 1/1/11, yang meninggal 2 orang , yaitu Lutfiana 22th, dan Abdul Amin 3 th di Rumah Sakit Umum Daerah Kartini Jepara.
- Minggu 2/1/11, yang menginggal Ahmad Kusrianto 5th, dan Ahmad Hisyam Ali 13th.
- Senin 3/1/11, Saidatul Kusniah 8th dan Faridatul Solihah 15th menyusul meninggal dunia.
Keterbatasan ekonomi sebenarnya tidak hanya dialami keluarga Jahmadi, sesungguhnya masih banyak keluarga-keluarga yang memiliki kondisi seperti itu di negeri ini. Saya juga pernah posting masalah kekontrasan ekonomi yang terjadi di negeri ini, silahkan klik di sini.
Sore tadi saya baca postingan Kang Ferdinan di DJ Site tentang Rencana Indonesia Ekspor Air Bersih Dan Listrik Untuk Singapore. Nah kan, klop sudah kegundahan Kang Ferdinan akan kebijakan pengambil keputusan yang berlebihan dan melupakan hal-hal yang jelas-jelas ada di sekitar kita. Bukankah lebih baik mengurusi perut rakyat kecil daripada ekspor air bersih yang di negeri kita sendiri banyak daerah yang kekurangan air bersih.
Kita yang ada di bawah, Marilah kita mulai dari diri kita sendiri dengan peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama apabila kita ada kesempatan untuk melakukannya. Mungkin seandainya setiap yang diberikan kelebihan membuka diri untuk senantiasa bersedekah dan mengeluarkan zakat maal, Insya Allah negeri ini akan lebih indah dalam menjalankan kebersamaan.
Saya bisa membayangkan sebuah kesedihan yang mendalam dari keluarga Jamhadi. Saya mendo'akan semoga kematian keenam anggota keluarga ini mendatangkan ampunan dosa dan diberikan kemudahan di alam kubur dan di akherat. Bahkan semoga di alam kubur semoga mendapatkan "hidangan makanan" yang istimewa yang belum pernah mereka temukan.
"Semoga kita selalu dimudahkan dalam segala urusan dunia maupun akherat "wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
....
gambar : gugel
artike l: rangkuman dari beberapa sumber (liputan 6, vivanews, TV7)
Ingat susah di kala senang..lalu bersyukur adalah kewajiban..."siapa yang tak bersyukur di azab oleh nikmat Allah Swt, barang siapa bersyukur akan di ber nikmat oleh Allh Swt"
BalasHapusBenar sekali Kang, kalimatnya sangat tausiyah sekali
BalasHapuswew!!
BalasHapussaya suka lho pak tiwul jenis itu
kasian keluarga itu harus rela kehilangan angggota keluarganya hanay karena makanan yg kelihatannya sepele
lalu zat2 racun itu darimana yak?
Numpang bersantai disini dulu pak, sambil baca-baca :)
BalasHapuswalau aparatnya pada kep*r*t semua, aku tetap cinta indonesia kok pak
@Blog santai:
BalasHapusSingkong karet mengandung sianida, kalo salah dalam pengolahan maka sianida itulah yang menyebabkan keracunan
@Kang Agustrie:
BalasHapusMonggo pinarak yang enak, ada suguhan teh hangat kok. Gimana kabarnya nih, semoga semakin ke depan semakin baik dalam segala hal
innalillahi wainnaillaihi raji'un...
BalasHapussemoga diampunkan segala dosanya, dimudahkan jalannya.
nanya:
BalasHapussingkong karet Manihot glaziovii M.A =>ini nama jenis singkong, begitu?
btw jadi kangen makan tiwul :)
Innalillah, turut berduka cita
BalasHapushttp://maarifsiregar.blogspot.com/
@Mbak Narti: Singkong karet terasa pahit, tapi dengan pengolahan yang benar dengna merendam beberapa kali ganti air dan paling tidak 24 jam maka kandungan sianidanya akan hilang
BalasHapus@Kang Ma'arif: terima kasih kunjungan dan belasungkawanya
"Semoga kita selalu dimudahkan dalam segala urusan dunia maupun akherat "
BalasHapusamiiin...
aku turut berduka sob...
Saya liat juga diTv beritanya, kasihan sekali mereka itu. Semoga saja Allah menerima mereka dialam sana. Amin.
BalasHapusSalam.. .
Pak Is, manusia tidak bisa menghindar dari takdir Allah, kapan kematiannya. Semoga semua pihak terkait dapat mengambil hikmah dari kejadian ini.
BalasHapusBerduka sebaiknya tidak usah lama-lama. Life goes on. Semoga keluarga yang berduka diberi ketabahan. Jadi ingat, Ibu saya memilih tersenyum dan banyak berdoa saat bapak saya meninggal daripada terus-terusan larut dalam kesedihan.
Terima kasih atas ceritanya yang menyentuh hati...
memang singkong sejenis itu mengandung racun apalagi mungkin juga karena terkena debu vulkanis jauh nggak dari merapi kejadiannya pak
BalasHapusTurut prihatin pakde, semoga bangsa kita lekas sadar bahwa masih banyak kekurangan di negeri ini ....
BalasHapusassalamu alaikum, lam kenal dulu pak
BalasHapussemoga menjadi korban yang terakhir (mungkinkah?), hiduplah indonesia raya:
yang kaya makin kaya, yang kere.. yang makin kere
miris banget baca ceritanya pak is
BalasHapussama kasusnya banyak masyarakat kekurangan protein ikan
eh ikan bagus2 malah diekspor >.<
Ass. Kang...
BalasHapusInalillahi wa Inalillahi Rojiun... semoga 6 orang tersebut mendapatkan tempat terbaik disisi Allah SWT ya kang... Hem menyedihkan... aku pun biasa makan tiwul cuma bukan karena terpaksa seperti mereka melainkan klo lagi kangen sama kota Solo... seperti yg aku bilang kmaren kang... itulah Indonesia mencoba menjadi Utopia untuk negara lain, padahal bangsanya sendiri gak pernah ng'rasain berkhayal tentang Utopia...
Sedih blas aku baca postingan ini kang :(
Assalamu'alaikum...
BalasHapusInnalillahi wainna ilaihi roji'un...
Cobaan yg begitu berat nggeh Bah..., smg Allah memberi tempat yg indah untuk almarhum n almarhumah. Amin
dan pemerintah juga lbh mikirin rakyatnya yg jelas2 jd tanggung jwbx.
Aminnnn,,,Ya robbal 'alamin..
BalasHapusturut berduka pak,,,
bener2 menyedihkan,,,
Semoga mereka semua mendapatkan tempat yang layak di sisi Alloh SWT
hayoooo..pak ies lagi asyik makan tiwul mbah gugel ya? itu gambar free ga tu? hihihi....
BalasHapusAku dulu suka pakies makan tiwul, tapi membaca di atas aku ngenes juga.
BalasHapusOia pakies mau ada mahluk aneh di blog saya, kalu pakies mau pakies bisa pelihara mahluk itu
Assalamualaikum Kang...
BalasHapusmendengar orang meninggal karena keracunan makanan membuat saya miris, sudah begitu parahkah kondisi di negeri ini...
semoga kematian keenam anggota keluarga ini mendatangkan ampunan dosa dan diberikan kemudahan di alam kubur dan di akherat. Bahkan semoga di alam kubur semoga mendapatkan "hidangan makanan" yang istimewa yang belum pernah mereka temukan.
"Semoga kita selalu dimudahkan dalam segala urusan dunia maupun akherat"
amin...
asswrwb...astagfirullah...ak br tau Kang, maklum hr2 belakangan ini jarang bc koran n liat berita tv, waduhh, itulah potret realita di negeri kita, betul sekali Kang, alangkah indahnya kalo lbh bnyk lg org yg mau mengeluarkan zakat maal utk menolong yg membutuhkan, empati pada sekitarnya. mudah2an kejadian tsb tdk terulang lagi, dan kita semua diberi kemurahan rizki oleh Allah SWT...Amin.
BalasHapuslagi info tentang keracunan makanan di SIHAT SELALU - Keracunan Makanan
BalasHapusAminnnn,,,Ya robbal 'alamin..
BalasHapusturut berduka pak,,,
bener2 menyedihkan,,,
Semoga mereka semua mendapatkan tempat yang layak di sisi Alloh SWT
@Blog santai:
BalasHapusSingkong karet mengandung sianida, kalo salah dalam pengolahan maka sianida itulah yang menyebabkan keracunan