Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrokatuh, sodaraku
Setiap kali menunggu datangnya kutbah shalat jum'at, saya selalu membayangkan betapa indahnya Masjid ini kalau setiap 5 waktu jamaah yang hadir membludak seperti ini. Shaf yang terbentuk selalu penuh dan rapat. Bahkan ada juga yang rela berdiri di beranda ketika kutbah berlangsung. Saya yakin setiap jum'at hampir semua Masjid Besar, mengalami hal yang sama, jamaah laki-laki berbondong-bondong memenuhi kewajiban shalat yang tidak bisa dilakukan sendirian di rumah.Demikian juga ketika bulan suci ramadhan, jamaah shalat tarawih dan subuh juga membludak walopun biasanya yang ramai di 10 hari pertama dan 10 hari yang terakhir.
Mushola, surau, Masjid hampir bertebaran di segenap penjuru negeri. Bisa jadi, di setiap RT paling tidak ada sebuah mushola. Seakan tiada henti berlomba membangun dan memperindah Masjid. Segala upaya dilakukan dalam mengumpulkan dana dalam penyelesaiannya. Bahkan ada beberapa tempat yang membuka kotak amal di jalan-jalan yang tentu saja bisa membahayakan lalu lintas karena mereka ada ditengah-tengah badan jalan.
Saking banyaknya tempat ibadah bagi kaum Muslim, maka ketika tiba waktu sholat, suara adzan berkumandang saling bersautan, ramai. Ketika suara adzan terhenti, betapa sedihnya ternyata yang berjamaah satu shaf sering kali tidak penuh, bahkan saya pernah shalat dhuhur di suatu tempat hanya berisi satu imam dan 3 jamaah termasuk saya, padahal masjidnya lumayan besar. Saya berpikir, kemana orang-orang. Apakah semua orang sekitar masuk kantor semua, atau masih repot berkubang di sawah. Atau jangan-jangan adzan dhuhur hanya sebagai pertanda untuk istirahat makan siang.
Betapa kita sering kali berlomba membangun dan memperindah Masjid, tetapi kita lupa bagaimana berlomba mengisi dan memakmurkan masjid dengan sholat berjamaah
Banyak sekali buku-buku, ceramah yang mengetengahkan pentingnya sholat berjamaah. bukankan telah dijanjikan pahala berlipat dan banyak kebaikan dan manfaat dari sholat berjamaah. Setiap langkah kita berangkat sholat berjamaah ke Masjid, maka dosa kita dihapuskan. Rosululloh SAW pernah menyuruh orang buta tetap menjalankan sholat berjamaah.
“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menuaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. at-Taubah:18)
“Barangsiapa berwudhu untuk shalat, lalu dia menyempurnakan wudhunya, kemudian berjalan menuju shalat fardhu, lalu dia shalat bersama manusia –yakni bersama jama’ah di masjid-, niscaya Allah ampuni dosa-dosanya.” (HR. Muslim)
“Shalat berjama’ah itu lebih baik 27 kali lipat daripada shalat bersendiri.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar
“Ada tujuh golongan yang akan Allah naungi mereka pada hari tiada naungan selain naungan Allah yaitu: … -diantaranya-: “dan seorang yang terikat (hatinya) dengan masjid ketika ia keluar hingga ia kembali ke masjid …” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra)“Barangsiapa pergi pagi hari ke masjid, atau petang hari, akan Allah sediakan untuknya tempat di syurga setiap kali dia pergi (pagi atau petang hari).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra).
“Tidakkah kamu mau aku tunjukkan apa yang dengannya Allah menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat? Menyempurnakan wudhu dalam keadaan yang berat, memperbanyak langkah ke masjid dan menanti shalat setelah shalat. Itulah penjagaan sesungguhnya, itulah penjagaan sesungguhnya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra).
” … dan tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid), untuk membaca Kitabullah (al-Qur’an) dan mempelajarinya di antara mereka melainkan akan turun ketentraman kepada mereka, rahmat akan menyelimuti mereka, para malaikat menaungi mereka dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan para malaikat di sisi-Nya … ” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra)
“Barangsiapa datang ke masjidku ini, tidak lain kecuali untuk mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, maka dia bagaikan mujahid di jalan Allah, sedangkan yang datang untuk selain itu maka bagaikan orang yang cuma melihat-lihat harta orang lain.” (HR. Ibnu Majah dan al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam al-Misykat)
Seandainya sholat berjamaah lima waktu ramainya seperti sholat jumat, betapa indahnya. kehidupan ini Umat Islam pasti bangkit melesat. Manfaat rohani, jasmani maupun sosial akan terbangun.
Mencari solusi memakmurkan masjid, dimulai dari setiap pribadi. Terutama pemimpin keluarga. sesulit apapun kondisi dan sesibuk aktivitas kita, mari mencoba perlahan membangun kebiasaan sholih ini. Berjamaah lima waktu di Masjid. Insya Alloh, tanpa disuruh anak-anak kita akan mengikuti jejak orang tuanya. Membangun proses kebiasaan sholih ini bukan hal yang sederhana. memerlukan kesabaran dalam menghadapi ujian
Apakah kita membiarkan anak-anak kita berlama-lama di depan layar TV, layar monitor?. tidak bergeming ketika mendengar suara adzan?. kalau kita menghitung, berapa jam dalam sehari keluarga kita dijejali dengan acara TV yang mungkin banyak tidak bermanfaatnya. Berapa menit anak kita membuka lembaran Al Qur'an dalam sehari.
Kiranya saya, dan semuanya perlu melakukan proses ke-sholihan ini dari hal-hal yang kecil untuk membangun kebiasaan keluarga menuju sakinah dan penuh ridho Alloh SWT. Berangkat dari ke-sholihan keluarga kecil, InsyaAlloh upaya untuk memakmurkan Masjid dengan berjamaah lima waktu dimanapun kita berada, akan terwujud. amin.
Atau kita membiarkan kesepian semakin menjalar di setiap Rumah Alloh. Jangan sampainya lagu Iwan Fals benar-benar nyata, yaitu Adzan yang di kasetkan sementara manusianya tetap berselimut kemalasan. Semoga Alloh SWT senantiansa membuka pintu hati kita, keluarga kita dan lingkungan kita. amin
Dulu sayapun sangat malas untuk menjalankan sholat berjamaah di Masjid. Alhamdulillah karena hidayah Alloh SWT, semua bisa dilakukan dengan baik.
Wallahu a`lam bish-shawab,
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Wallahu a`lam bish-shawab,
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sampai saat ini shalat saya 5 waktu mas,tapi yang membedakan kualitasnya,,saya ingin kembali ke perform seperti habis ramadhan,,makasih mas infonya,,agak mencerahkan hati ini,,^^salam kenal folow balik ya?
BalasHapus@Kang Ahmad'z:
BalasHapusAlhamdulillah kalo bisa 5 waktu, tinggal mengasah kualitasnya biar tambah cemerlang menyinari rohani
saat ini yang digalakkan justru perlombaan membangun dan memperindah Masjid-masjid kita. Jika sudah jadi, ya sudah. Trus makenya setahun 2x atau sekali dalam seminggu, hehe!
BalasHapusSama pak di daerah saya juga begitu, mirisnya lagi si jamaa sekaligus imamnya hadalah muadzinnya sendiri
Jujur, saya belom bisa sholat 5 waktu berjamaah di masjid karena beberapa kendala. Tapi Alhamdulillah tidak tinggal.
BalasHapusSebuah ironis di negeri kita, masjid hanya akan makmur ketika awal-awal Bulan Ramadhan... :(
Salam sayang dari BURUNG HANTU... Cuit... Cuit... Cuit...
asswrwb...bgmn dg wanita Kang?...mohon diulas penjelasan ttg hukum sholat berjamaah di masjid bagi wanita..(sungkan request...)....nice share..dan slm u keluarga..
BalasHapusSalam
BalasHapusMemang kesadaran dan kemauan untuk shalat wajib dimasjid sangat2 berat kecuali orang2 yang mendapat petunjuk, malah bisa jadi menunjukkan tingkat keimanan seseorang, doakan aku bisa ya karena aku belum sama-sekali.
Semoga kita semua termasuk hamba-Nya yang diberi hidayah....amin... :D
BalasHapusAss.. Kang... walah akhirnya kotak komentarmu muncul lagi kang haha... klo boleh ReQuest tolong kasih koment klasik lagi donk Kang soal'e ndak tau knp rada lama aku klo ngu kotak komentra disini hhe... :P
BalasHapusTanggapan: hampir kaya bung ahmad kang, kualitasnya masih kurang :P
tapi klo soal TV sama Layar monitor sih aku dari dulu emank gak suka lama2 klo gak perlu jadi teratasi hhe...
Btw, kang postingan yg di Blognya Mbak Dhana ki maskud'e opo toh ygt Blogmu ada juga tuh? aku koQ ndak ngerti ki hhe... kayanya kebanyakan libur nie... :P
Semangat ae lah :P
hihi muslim aja begini pak, apalagi umat lain di daerah mayoritas muslim, saat ibadahnya pasti lebih sepi lagi..:D
BalasHapussepulang dari jumatan..ingat pas brangkat jalan kaki lumayan jauh dan kurasa tak perlu sepeda motor, hujan pula...Insya Allah jadi ingat pahala Allah Swt jika terasa sulit datang ke Masjid utk Sholat berjamaah.....
BalasHapuskadosipun dimana-mana sama kangmas, masjid ramenya kayak tawon bubar kalo mo lebaran, kalo hari biasa sepinya melebihi kadang sapi -he he-
BalasHapus@Blog Santai :
BalasHapusMuazin merangkap Imam itu yang banyak terjadi di mana-mana, mungkin sudah dekat kiamat
@Denuzz BURUNG HANTU :
Semoga menjadi awal yang baik untuk terbuka hati menuju Rumah Allah
@Ning Tiwi :
Masalah ini sebenarnya masalah khilafiyah,
Yang saya tahu,shalat berjamaah di masjid mubah bagi wanita, dengan syarat ada izin dari suami/wali dan tak memakai wangi-wangian. Namun yang lebih utama bagi wanita adalah shalat di rumah. Wallahu a`lam bish-shawab,
@Thanjawa Arif :
awalnya berat, Insya Alloh lama kelamaan menjadi enteng
@Teras Info :
amin Kang
@Kang Ferdinand :
masalah koment klasik, ndak tahu kenapa kok ndak bisa padahal udah dicopas dari DJ Note dan ID blog udah diganti
Postingan mbak Dhana, kayaknya kontes Indonesia hauye tentang SEO padahal saya ndak ikut loh, kan masih belum paham tentang SEO sih
@TUKANG CoLoNG :
itu manusiawi Blih ada sifat malasnya
@Kang Adit Mahameru :
Semakin jauh kaki melangkah, semakin bannyak pahala yang didapat
@Kang Jiox:
BalasHapuslha kalo Kandang Sapine perusahaan S**zis rame ndak nggih Kang hhhh
Pemakmur masjid memang seharusnya kita semua yo mas...kesadaran tentang fungsi azan belum dipahami secara benar....padahal kalo azan sudah berkumandang maka wajiblah kita memenuhi panggilan itu....sehingga semua muslim wajib menjadi pemakmur masjid
BalasHapusamin semoga saya bisa seperti pak siswandoyo :)
BalasHapus@Manajemen Emosi :
BalasHapusbenar, kitalah pemakmur itu, siapa yang mendengar suara azan, maka datangilah, sehingga azan bukan sekedar pertanda saja tapi bermakna mendalam, Insya Allah
@SHUDAI AJLANI:
iets baru sampean Kang Shudai yang manggil nama pakies lengkap hhhhh,
btw saya masih belajar menjadi lebih baik dan bahwa keimanan itu seperti roda bisa di atas bisa di bawah, namun kalo kita istiqoma menjaganya, Insya ALlah kita diberikan banyak kemudahan
Djangan,
BalasHapusiya sih, sangat wajar..:)
wah, itu yang sangat disanyangkan, di indonesia ini mesjid rata rata sangat besar, tapi jamaah nya sedikit.., kecuali shalat jumat dan shalat id..
BalasHapus:)
salam
kayanya zaman sekarang makin parah aje neh, beda sekali dengan zaman dahulu yang justru klo ke masjib gak diperbolehkan...
BalasHapussemoga saya dapet hidayah agar bisa rajin berjamaah, pak :)
BalasHapus@Daris Firzan:
BalasHapusitulah yang namanya sepi dalam keramaian
@Kang Moenas :
Jaman sekarang ganti seneng ke Mall dan cafe ya Kang
@Andi Sakab :
amiin .. semoga niat baik mendapatkan aliran hidayah yang indah
Orang-orang yang memakmurkan mesjid, maka semoga menjadi salah satu dari mereka
BalasHapusAssalamu'alaikum wr wb tidak bisa komentar yang relevan hanya bisa mengatakan semoga kita istiqomah
BalasHapusAssalamualaikum, maaf telat terus pak.. maklum sekarang sibuk mancing, hehehe
BalasHapusSoal masjid ya bener2 mengkhawatirkan, seperti tulisan posting bpk di atas kadang kita berlomba-lomba untuk memperindah masjid dengan maksud untuk memakmurkannya, eh ternyata karena kurang ilmunya, masjid yg sudah indah malah sepi,,, hmmm.. seperti kisah Robohnya Surau Kami-A.A.Navis... :)
Hikmah yang dalam, mengingatkan saya akan pentingnya shalat betjamaah.
BalasHapusSemoga kita selalu mendapat hidayahnya ya Sob.
Salam.. .
@Kang Munir Berpikir positif:
BalasHapusdan semoga kita istiqoma menjalankannya
@Dhana/戴安娜 :
amin, itu yang menjadi sebuah keinginan indah
@Nyayu amibae :
perlunya beragama yang berilmu
@Mood :
amin Kang, hidayah yang perlu juga kita jemput dengan doa dan ikhtiar
kunjungan rutin pak..
BalasHapusmempererat silaturahmi di dunia maya.. (:
Wah saya kunjugan perdana ih,Pak. Mohon maaf untuk kali ini komentar saya berupa salam silaturrahmi.Semoga sukses selalu.Salam hangat dari saya,Bangngangan.
BalasHapussalam persahabatan
BalasHapusberkunjung pagi silaturrahmi pak
salam sejahtera
BalasHapuskunjungan balik
terima kasih atas kunjungannya
sangat mencerahkan, tapi memang aku lihat ya sama aja...
BalasHapusbanyak jamaah pada waktu tertentu saja.
kalau disini, alhamdulillah kebanyakan masjid penuh ketika waktu sholat tiba, karena aku tinggal di kota dan memang padat penduduk. :)
BalasHapusbtw, itu photo masjid mana ya? masjid Nabawi?
BalasHapusditunggu postingan terbarunya pak..(:
BalasHapusAssalamu'alaikum wr wb
BalasHapusaku jadi ingat postingan Mamas yang ini
"Selamat Jalan ... Si Leher Panjang"
Beliau telah memakmurkan Masjid ,
untuk posting yang ini aku ngak bisa Komen banyak , karena berjama'ah di Masjid ini Terkait dengan Pola hidup disiplin dalam beribadah , (istikomah/continue)
Untuk menerapkan Hal Disiplin ini yang susah soalnya Baru mau memulai Musuh Kita "Setan langsung mengadakan sidang Raksasa dalam Rangka Menggoda Kita gitu ha ha ha"
jadi kalau mau jama'ah tuh ada aja alasannya kaya aku ney tapi Insya Allah dah Kedepannya akan Ku mulai ,,Jangan Sampai suara Azan trus suara orang membaca Alqur'an Cuma berubah jadi Ring-tone Hp maupun (unen unen Mesjid belaka istilah Jawa)
di sini juga begitu masjid hanya ramai saat yang bang Siswandoyo sebutkan, ditambah satu lagi, yakni saat sholat jenazah masjid ramai, di luar itu masjid sepi :(
BalasHapustrik untuk rutin sholat wajib berjamaah di Masjid adalah dgn sholat di masjid yg makmur/ramai
(ini berdasarkan pengalaman saya, krn dulu saya sholat di masjid dekat rumah, malah diusir saat sholat)
saya kesal kenapa orang sholat justru diusir, lalu saya merespon dgn sholat di masjid yg lain (yg lebih makmur dan ramai)
saya ga peduli lagi pengurus masjid dekat rumah saya yang minta saya "balik" sholat di masjid tersebut, sudah tahu masjidnya sepi kenapa jamaah malah diusir
Assalamu'alaikum wr wb
BalasHapusaku jadi ingat postingan Mamas yang ini
"Selamat Jalan ... Si Leher Panjang"
Beliau telah memakmurkan Masjid ,
untuk posting yang ini aku ngak bisa Komen banyak , karena berjama'ah di Masjid ini Terkait dengan Pola hidup disiplin dalam beribadah , (istikomah/continue)
Untuk menerapkan Hal Disiplin ini yang susah soalnya Baru mau memulai Musuh Kita "Setan langsung mengadakan sidang Raksasa dalam Rangka Menggoda Kita gitu ha ha ha"
jadi kalau mau jama'ah tuh ada aja alasannya kaya aku ney tapi Insya Allah dah Kedepannya akan Ku mulai ,,Jangan Sampai suara Azan trus suara orang membaca Alqur'an Cuma berubah jadi Ring-tone Hp maupun (unen unen Mesjid belaka istilah Jawa)
salam sejahtera
BalasHapuskunjungan balik
terima kasih atas kunjungannya
@Kang Jiox:
BalasHapuslha kalo Kandang Sapine perusahaan S**zis rame ndak nggih Kang hhhh