Assalamu'alaikum warrohmatullohi wabarrokatuh Sodaraku semua,
***
Di awal bulan ramadhan ini, sudah 2 orang meninggal dunia di lingkungan yang saya kenal. Dan ba'da shalat subuh tadi disiarkan ada salah satu warga yang mengalami kecelakaan dalam keadaan sangat kritis. Siangnya saya dengan beberapa kerabat menjenguk ke rumah sakit tempatnya dirawat secara intensif.Memasuki bagian depan ruang tunggu ICU, sudah terasa bias-bias kesedihan dari keluarga pasien. Nampak wajah-wajah yang kelelahan, sedih, dan sembab bekas air mata. Kesunyian, dan sesekali terdengar suara sesenggukan.
Untuk memasuki ruangan ICU dijatah dua orang, sesuai dengan jumlah baju entah apa namanya yang di sediakan di depan ruang rawat. Saya masuk bareng dengan istri, langsung menuju salah satu pasien yang paling ujung. Ada sekitar 8 pasien yang di rawat di ruangan ini. Sepertinya yang saya tuju, adalah satu-satunya pasien yang mengalami kecelakaan. Sedangkan lainnya, rata-rata berusia lanjut.
Di ruangan ini, angka jarum jam terasa berhenti, waktu begitu terasa sangat lamanya. Biip ... biip ..... hanya itu yang terdengar. Semua yang hadir tampak tegang, mata tidak terlepas dari grafik dan angka digital dari monitor di samping ranjang. Salah satu kerabatnya menjelaskan bahwa dokter sudah berupaya maksimal dan selanjutnya keluarga diminta berdo'a dan pasrah pada Allah atas apa yang akan terjadi.
Hampir menangis saya berada di ruangan ini, karena mereka terbaring di sini rata-rata berada dalam kondisi yang menegangkan. Pikiran saya berkecamuk tentang kematian. Bagaiamana jika yang berada di posisi itu ternyata adalah saya, astaghfirulloh saya merasa sangat tidak siap menjalani semua ini. Masih banyak yang harus saya perbaiki. Segala bentuk dosa dan kemaksiatan yang terjalani serasa melintas semua. Duh ... diri merasa masih bergelimang segala bentuk kekhilafan.
Kita tidak pernah tahu kapan dan bagaimana kematian itu mendatangi kita. Kematian adalah hal ghaib yang hanya Alloh semata yang mengetahuinya. Maka.di bulan suci ramadhan ini, semoga Alloh SWT memberikan jalan kemudahan bagi kita semua untuk terus melakukan muhasabah dan memperbaiki diri. Memanfaatkan dan memaksimalkan setiap detik waktu yang sangat berharga ini dengan menjalankan amalan-amalan yang dicontohkan Baginda Rasululloh SAW.
Kondisi pasien di ruang ICU telah menjamah hati kami. Sepanjang perjalanan pulang, kami tidak banyak bertutur kata, semua masuk ke dalam pikiran masing-masing.
Update 05 agustus 2011:
Innalillahi wa inna ilaihi roji'un, setelah dirawat 24 jam di ICU akhirnya beliau menghembuskan nafas terakhirnya.
***
"Semoga kita dimudahkan dalam segala urusan di dunia dan akherat"
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalamualaikum Kang,
BalasHapusBanyak hal yang bisa petik hikmahnya dari kondisi yang ada di rumah sakit, mulai pelajaran bagaimana mahalnya kesehatan, betapa cinta keluarga begitu besar kepada sanak keluarga, hingga pada pengingat kita tentang kematian.
"Semoga kita dimudahkan dalam segala urusan di dunia dan akherat" Amin
wa'alaikum salam
BalasHapuskematian mutlak akan datang. entah kapan waktunya.....
@Kang Sukadibenar sekali Kang. Menjenguk orang sakit, berziarah kubur insya Alloh adalah sarana agar kita selalu ingat akan adanya kehidupan yang kekal kelak di hari kiamat, sehingga dengan itu hati menjadi terasah untuk mempersiapkan bekal dengan sebaik-baik bekal yaitu iman dan amal shalih. Insya ALloh
BalasHapusassalamualaykum kang,,
BalasHapusnasehat yg baik di jumat mulia ini kang, sy juga ikut terjamah hati membaca pembelajaran hidupnya kang.
semoga kita semua dipanjang kan umurnya agar banyak kesempatan menabung amal untuk akherat kita,amin
Salam sahabat
BalasHapusBagai Google jika dihubungkan dengan kematian yg tidak bisa ditebak dan direkayasa
Ya Allah hamba memohon kepadaMu panjangkanlah umurku, sehatkanlah badanku agar aku mampu memperbaiki diri sebelum ajal menghampiri
Red( lupa bahasa Arabnya)
Amiiin.. semoga dimudahkan urusan dunia akhirat ya Pak!
BalasHapus@Kang Only ZyKarena kematian adalah misteri, maka inilah ujian bagi kita bagaimana mempersiapkan diri menghadapinya
BalasHapus@Kang Dhymalk dhykTaAmiin, panjang umur dan mendapat kemanfaatan yang penuh ridho
BalasHapusaaaah...
BalasHapusjadi keinget ibunya Dija
saat saat di ICU dulu
jadi pingin nangis
bicara ICU jadi ingat kejadian bi bulan januari tahun ini, yang mana tiba-tiba ponakan tercinta harus masuk ICU karena sakit, dan di ruangan itu juga 3 hari berikutnya ponakan tercinta harus pergi menghadap YAng Maha Kuasa untuk selamanya dengan penuh senyum ketenangan...
BalasHapusComentnya Mba Dhana Religi Bangget qiqiqiqiqi... jadinya Like Bangget deh hehee
BalasHapusmengena sekali...
BalasHapusTFS :)
*glek* waktu seolah berhenti aja udah tegang apalagi kalau benar2 berhenti ya
BalasHapusbenar2 sebuah teguran
BalasHapusw3....
BalasHapusmenunggu ngiliran kang.
Maut adalah rahasia Ilahi ya Mas. Tugas kita hanyalah mempersiapkan bekal. Saya juga serasa belum siap jika ada di posisi seperti yg sampean gambarkan. Masih jauh Mas, hehe..
BalasHapusUntuk update 5 Agustusnya : Innalillahi wa inna ilaihi roji'un.. Turut berduka cita. Hmmm, semoga kita semua bisa memetik hikmah dari postingan yang menjamah hati ini..
Sugeng Siang Pak...
BalasHapusassalamualaikum mas,
BalasHapusinnalillahi wa innailaihi rojiun,
turut berduka cita mas, tentu berat rasanya kehilangan saudara seiman, semoga Allah memerima amal dan ibadah mereka terlebih di bulan yang penuh ampunan ini..
terima kasih sudah mengingatkan tentang betapa dekatnya kematian itu mas..
Innalillah. . .
BalasHapusMaut dtng tanpa di undang. Tak peduli walau diri msh berlumur dosa. Haruskah kita menunda-nunda waktu untuk bertobat?
Ngerasa tertampar dgn tlsn ini pak ies
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiuun..
BalasHapussaya turut berduka mas..
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.., Aku turut berduka cita. Emang bener ya gak ada yang tau kapan azal kita dateng menjemput.
BalasHapusSemoga saja keluarga mereka yang di tinggalkan tetap tabah dan sabar B")
Assalamualaikum kang, artikelnya bener-bener menjamah hati, memang begitu syarat arti d rumah sakit kang, disana banyak cinta juga duka yang mengingatkan kita untuk lebih mendekat kepadaNYA
BalasHapusInnalillahi wainnaillahi rojiun... semoga arwah beliau di terima di sisi Allah dengan tenang...
BalasHapusngomong2 soal kematian, mengingatkan kita semua yg kadang terlena dengan ke hidupan dunia sehingga merasa belum siap untuk mati... semoga dengan Ramadhan kali ini kita telah menyiapkan hati untuk bekal kehidupan yg abadi nanti...
Assalamulaikum Pak Ies,,,
BalasHapusMenjnguk orang sakit dan berjiarah kubur merupakan salah satu sarana kita untuk menginghat mati, dengan mengingat mati dan mebayarangkan hari hari terakhir kita, Insya Allah kita akan termotivasi untuk selalu dalam berbuat baik...
jamah? jadi inget ustad di acara islam itu indah pak. jamaaaah oh jamaaaah..
BalasHapusInnalillahi...
BalasHapussaya juga belajar kang, dan berusaha untuk terus nambah sangu mati..
dengan menengok orang sakit, kita dingatkan bahwa sehat itu mahal, maka orang yang rugi apabila menyia-nyiakan waktu dikala sehat.
BalasHapussedang ta'ziah kepada orang yang meninggal, mengingatkan kita bahwa setiap saat kita dapat meninggal dunia, sehingga kita harus menyiapkan bekal sebelum maut menjemput kita
pas lahir kita yang menangis
BalasHapusorang lain tertawa
seharusnya saat mati
kita tertawa
walau orang lain menangis
*eh, tar kaya kuntilanak ga ya..?
Banyak hikmah yang didapat ketikan menjenguk, keluarga/teman yang sakit. Begitu juga saat ta'jiah.
BalasHapusselamat menjalankan ibadah puasa Pak Ies.
inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.. turut berbela sungkawa mas :(
BalasHapusMembaca tulisan Pak Ies... rasanya aku pun ikutan masuk ruang ICU dan mengalami serta merasakan apa yang dialami pak Ies.
BalasHapusah um,,,
BalasHapussebulan belakangan ini aku banyak mendengat berita duka orang2 yang pernah dekat;(
dan beberapa saat belakangan ini, saya teringat om saya yg beberapa bulan lalu meninggal...
semoga ramadhan ini semakin memacu kita untuk mengumpulkan pahala sebanyak mungkin ya um...
innalillahi wa innal ilaihi roji'un...
BalasHapusserasa bermuhasabah membaca ini pak... mengingat kembali kematian yang sesungguhnya amat dekat...
aku jadi takut...
tapi itu sudah pasti...
semoga Allah memberi kita semua akhir yang khusnul khotimah...
Amin ya Rabb...
Assalamualaikum pakies...
BalasHapusKematian adalah yg pasti, siap tidak siap dan kapan datangnya hanya Allah yg tahu,,,
Semoga Amal Ibadah beliau diterima di sisi-Nya,, amiin.....
Innalillahi wa inna ilahi roji'un
BalasHapusKematian adalah sesuatu yang pasti. Bisa jadi kematian adalah satu-satunya hal yang pasti dialami setiap manusia.
Kematian adalah sesuatu yang sangat dekat, lebih dekat dengan urat leher kita bahkan, namun sering terlupakan.
Assalaamu'alaikum...
BalasHapusInnalillahii wainna ilaihi rooji'un. Kematian, yg kedatangannya tak dapat dimaju atau dimundurkan. Mengingatnya membuat jiwa ini bergetar takut. Ya Allah, matikan kami dalam keadaan beriman kepada-Mu Ya Robbi..
kematian memang rahasia Ilahi mas, dan karena itulah akhir2 ni pun saya suka sekali membaca buku yang bertema kematian.. untuk lebih mempersiapkan diri sebelum akhirnya giliran saya yang dipanggil..
BalasHapuskeep istiqamah aja mas :)
Innalillahi wainna ilaihi roji'un...
BalasHapusSemoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah,diampuni khilafnya,amin
Betul pak ies,jika masuk icu,berasa muhasabah di dua dimensi^^
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
BalasHapusInnalilahi wainnailaihi rojiuun, semoga almarhum/ah berpulang dalama keadaan husnul khotimah, diterima iman islamnya, diterima amal ibadahnya, diampuni segala dosa dan khilafnya, serta dijadikan ahli syurga Nya. Dan bagi keluarga yang ditinggalkan,semoga senantiasa diberikan kesabaran, ketabahan dan juga kesadaran untuk terus mendoakan almarhum/ah, menyelesaikan urusan terkait dengan mereka.
BalasHapusMembesuk saudara di rumah sakit adalah salah satu pengingat kita akan kematian, selain berziarah kubur. Jika sekarang giliran mereka, maka kita berada di urutan selanjutnya. Entah kapan,entah dimana dan entah dengan cara apa,semoga tidak dimatikan kita kecuali dalam keadaan dan dengan membawa iman dan islam. Amin.
@Mbak Dhana:Amiin, sebuah do'a yang indah yang Insya Alloh mengantarkan kita pada khusnul Khotimah
BalasHapus@Mbak Bundamahes:
Amiin, sungguh cita-cita yang sangat diharapkan oeh semua insan yaitu dimudahkan dalam urusan akhirat, karena saat itu sungguh hari yang sangat luar biasa kacaunya, keguncangan yang dasyat. Hanya yang berimanlah yang selamat
@Mabk Elsa:
berarti Njenegan pernah di ICU ya Mbak, tentu memberikan pengalaman yang sangat berarti
@Susisetya:
Subhanalloh, semoga senyuman itu mengantarkannya ke tempat yang indah, surga
@Kang Dedi Suparman:
matur suwun likenya
InaLillahi, .
BalasHapusSemoga apa yang terbaca disini bisa menjadi pengingat buat saya akan pentingnya bekal untuk kehidupan disana.
Salam.. .
Salam
BalasHapusInnalilahi...
Sebuah refleksi bagi saya pribadi membaca tulisan Pak Ies. Sungguh sehat itu mahal harganya...
Salam sahabat
BalasHapusKembali lagi hehehehe dengan oot yakni njawab pertanyaan Anda, kalo soal krupuk ada dan beli di toko indonesia gitu
Iya nich menghitung hari dan terasa lama juga
nasib adalah kesunyian masing-masing. kata sorang kawan
BalasHapustidak ada yang tahu kapan maut menjemput, ini adalah pengingat bagi kita semua.. bahwa Allah dengan kehendakNya mampu melakukan apapun yang Ia inginkan..
BalasHapussebagai pelajaran buat kita semua bahwa waktu yang tersisa sebaiknya dimanfaatkan untuk berbuat kebaikan
Menjenguk orang sakit, mengingatkan kita akan anugerah sehat.
BalasHapusMelayat dan menguburkan orang mati, mengingatkan kita untuk bersiap.
Astaghfirullah'ladzim, tapi saya sering lupa. Ingatnya saat-saat itu saja. Naudzubillah, ampunkan hambaMU ini Ya Rabb.
Salam Takzim.
Aku trauma dengan ICU, coz setiap orang2 yang pernah aku kunjungi di ICU selalu saja berujung meninggal (ya walaupun emang umur ditangan Allah) mulai dari nenek, saudara, sampai bapak seorang teman..
BalasHapusinna lillahi wainna ilaihi rojiun.. hanya kepada-Nyalah kita akan kembali.. turut berbela sungkawa saiia pak Ies :(
BalasHapusInnalilahi wainnailaihi roji'uun..
BalasHapusMembesuk kerabat/tetangga yg sakit adalah pengingat kita akan kematian. Jika sekarang giliran mereka, maka kita insyaAllah berada di urutan berikutnya. Entah kapan,entah dimana dan entah dengan cara bagimana. Semoga kita mendapat kematian yg Khusnul Khotimah. Amin..
Waalaikum salam.. wr wb..
BalasHapusInnalillahi wa inna ilaihi roji'un
ia kang Aamiin... mudah-mudahan kita selalu dimudahkan dalam semua urusan.
Innalilahi wainnailaihi rojiuun, semoga dalam keadaan husnul khotimah...
BalasHapusKematian memang begitu dekat, sebuah kepastian yang tak akan bisa kita hindari. Terima Kasih sudah berbagi dengan tulisan ini Pak...*spontan aku terbayang suasana mencekam duka diruang ICU.
innalillahi wa innaillahi rajiun, semoga amal ibadah beliau diterima di sisi-Nya, dan keluarganya termasuk orang2 yg sabar.
BalasHapussaya juga mengalami ketakutan yg sama pak ies, ketika mengingat soal kematian, semoga kita bisa menghadap Allah dalam keadaan khusnul khotimah, insyaallah
salam dari malang
Innalillahi wainnailaihi roji'un...
BalasHapussaya ikut berduka pak, maaf kunjungannya telat. semoga amal ibadah beliau diterima Alloh Swt.
Innalilahi wainnailaihi rojiuun.... semoga amal ibadahnya diterima disisi Alloh SWT dan yang ditinggalkannya semoga diberi kesabaran dan ketabahan dalam menerima ujian ini...
BalasHapusAssalamualaikum Pak,
BalasHapusTurut berduka cita,smga arwah beliau di masuk kan dlm golongan org2 yg beriman..Amin
kematian adalah pelajaran bagi yg hidup pak...
BalasHapussetiap mendengar tentang kematian selalu aja hati jadi nelangsa
BalasHapus>.<
suatu saat akan datang pada kita
Aww. Kang...
BalasHapusInnalillahi wa inna ilaihi roji'un, semoga arwahnya diterima di sisi Allah SWT, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan AMIN...
Hem.. aku pun pernah nangis di ruang ICU kang, pertama waktu ayahku kecelakaan dan kakinya udah putus yang kiri, klo gak salah hampir 3 bulan koma dan gak sadar tapi Alhamdulillah masih diberikan nyawa untuk hidup malah kaki yang sempet putus juga masih bisa tersambung dengan bantuan pen atau apa aku lupa pokoknya sekarang sudah normal dan kaya orang biasa lagi...
terus kedua yang bikin aku sempet nangis adalah waktu kakakku masih STM dan dibacok sama orang entah dimana, disitu aku bener2 nangis liat darah berember2 tapi gak diurus sama rumah sakit ... bener2 gak bakalan aku ke rumah sakit itu lagi ... tapi untungnya juga segera tertolong setelah pindah ke Peramina..
Pokoknya aku cuma minta supaya gak lagi2 ada kejadian yang maksa aku harus masuk ICU :)
waduh malah jadi cerita nih.. maaf kang hhe..
Oiya met nyawah kang.. aku tak pamit..
Postingan kita senada pak, saya malah kehilangan ayah mertua di bulan Ramadhan ini. Kita hanya bisa mendoakan semoga Allah mengampuni dosa2 dan kesalahannya.
BalasHapusTurut berduka Kang, Semua itu sudah ada yang ngatur. Kadang saya juga berpikiran seperti itu kang. dan saya lebih tidak siap dari pada Njenengan. Tapi semua itu saya serahkan pada Nya.
BalasHapusSalam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Sahur..sahur... Jember wis Imsyak kang, piye nih di Blitar hehe
BalasHapusasw mas, beruntunglah kita yang terjamah hatinya karena satu peristiwa, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kematian pasti terasa mencekam.
BalasHapussemoga jika giliran kita tiba, Allah mengijinkan kita berpulang dalam keadaan istiqomah dan ditengah2 anggota keluarga yang mencintai kita, aamiin.
innalillahi wa inna ilaihi rozi'un
BalasHapuskematian memang bisa menjadi pengingat bahwa siapapun yang namanya makhluk semua akan mengalami, dan untuk segera berbenah diri untuk mempersipakan kedatangan yang tidak bisa ditentukan itu,
salam maaf telat
Assalamualaikum kang :)
BalasHapusBiasa nih cuma mampir menyapa aja... plus mau tanya, itu Hadist yg difooter blog ini tetep itu terus apa kadang diganti toh? penasaran aja hhe...
yo wes aku tak balik ke kerjaan hhe... :)
Met aktivitas dan met berpuasa untuk semuanya...
perbanyak ingat mati untuk dekat kepada Allah
BalasHapusperbanyak ingat mati untuk dekat kepada Allah
BalasHapusinnalillahi wa inna ilaihi rozi'un
BalasHapuskematian memang bisa menjadi pengingat bahwa siapapun yang namanya makhluk semua akan mengalami, dan untuk segera berbenah diri untuk mempersipakan kedatangan yang tidak bisa ditentukan itu,
salam maaf telat
kematian adalah pelajaran bagi yg hidup pak...
BalasHapusInnalilahi wainnailaihi rojiuun.... semoga amal ibadahnya diterima disisi Alloh SWT dan yang ditinggalkannya semoga diberi kesabaran dan ketabahan dalam menerima ujian ini...
BalasHapuspas lahir kita yang menangis
BalasHapusorang lain tertawa
seharusnya saat mati
kita tertawa
walau orang lain menangis
*eh, tar kaya kuntilanak ga ya..?
jamah? jadi inget ustad di acara islam itu indah pak. jamaaaah oh jamaaaah..
BalasHapusAssalamualaikum kang, artikelnya bener-bener menjamah hati, memang begitu syarat arti d rumah sakit kang, disana banyak cinta juga duka yang mengingatkan kita untuk lebih mendekat kepadaNYA
BalasHapusInnalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiuun..
BalasHapussaya turut berduka mas..
assalamualaikum mas,
BalasHapusinnalillahi wa innailaihi rojiun,
turut berduka cita mas, tentu berat rasanya kehilangan saudara seiman, semoga Allah memerima amal dan ibadah mereka terlebih di bulan yang penuh ampunan ini..
terima kasih sudah mengingatkan tentang betapa dekatnya kematian itu mas..
Maut adalah rahasia Ilahi ya Mas. Tugas kita hanyalah mempersiapkan bekal. Saya juga serasa belum siap jika ada di posisi seperti yg sampean gambarkan. Masih jauh Mas, hehe..
BalasHapusUntuk update 5 Agustusnya : Innalillahi wa inna ilaihi roji'un.. Turut berduka cita. Hmmm, semoga kita semua bisa memetik hikmah dari postingan yang menjamah hati ini..
Comentnya Mba Dhana Religi Bangget qiqiqiqiqi... jadinya Like Bangget deh hehee
BalasHapus@Kang Only ZyKarena kematian adalah misteri, maka inilah ujian bagi kita bagaimana mempersiapkan diri menghadapinya
BalasHapusSalam sahabat
BalasHapusBagai Google jika dihubungkan dengan kematian yg tidak bisa ditebak dan direkayasa
Ya Allah hamba memohon kepadaMu panjangkanlah umurku, sehatkanlah badanku agar aku mampu memperbaiki diri sebelum ajal menghampiri
Red( lupa bahasa Arabnya)
wa'alaikum salam
BalasHapuskematian mutlak akan datang. entah kapan waktunya.....