Jumat, 05 Agustus 2011

Menjamah Hati

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum warrohmatullohi wabarrokatuh Sodaraku semua,

***
Di awal bulan ramadhan ini, sudah 2 orang meninggal dunia di lingkungan  yang saya kenal. Dan ba'da shalat subuh tadi disiarkan ada salah satu warga yang mengalami kecelakaan dalam keadaan sangat kritis. Siangnya saya dengan beberapa kerabat menjenguk ke rumah sakit tempatnya dirawat secara intensif.

Memasuki bagian depan ruang tunggu ICU, sudah terasa bias-bias kesedihan dari keluarga pasien. Nampak wajah-wajah yang kelelahan, sedih, dan sembab bekas air mata. Kesunyian, dan sesekali terdengar suara sesenggukan.

Untuk memasuki ruangan ICU dijatah dua orang, sesuai dengan jumlah baju entah apa namanya yang di sediakan di depan ruang rawat. Saya masuk bareng dengan istri, langsung menuju salah satu pasien yang paling ujung. Ada sekitar 8 pasien yang di rawat di ruangan ini. Sepertinya yang saya tuju, adalah satu-satunya pasien yang mengalami kecelakaan. Sedangkan lainnya, rata-rata berusia lanjut.

Di ruangan ini, angka jarum jam terasa berhenti, waktu begitu terasa sangat lamanya. Biip ... biip ..... hanya itu yang terdengar. Semua yang hadir tampak tegang, mata tidak terlepas dari  grafik dan angka digital dari monitor di samping ranjang. Salah satu kerabatnya menjelaskan bahwa dokter sudah berupaya maksimal dan selanjutnya keluarga diminta berdo'a dan pasrah pada Allah atas apa yang akan terjadi.

Hampir menangis saya berada di ruangan ini, karena mereka terbaring di sini rata-rata berada dalam kondisi yang menegangkan. Pikiran saya berkecamuk tentang kematian. Bagaiamana jika yang berada di posisi itu ternyata adalah saya, astaghfirulloh saya merasa sangat tidak siap menjalani semua ini. Masih banyak yang harus saya perbaiki. Segala bentuk dosa dan kemaksiatan yang terjalani serasa melintas semua. Duh ... diri merasa masih bergelimang segala bentuk kekhilafan.

Kita tidak pernah tahu kapan dan bagaimana kematian itu mendatangi kita. Kematian adalah hal ghaib yang hanya Alloh semata yang mengetahuinya. Maka.di bulan suci ramadhan ini, semoga Alloh SWT memberikan jalan kemudahan bagi kita semua untuk terus melakukan muhasabah dan memperbaiki diri. Memanfaatkan dan memaksimalkan setiap detik waktu yang sangat berharga ini dengan menjalankan amalan-amalan yang dicontohkan Baginda Rasululloh SAW.

Kondisi pasien di ruang ICU telah menjamah hati kami. Sepanjang perjalanan pulang, kami tidak banyak bertutur kata, semua masuk ke dalam pikiran masing-masing.

Update 05 agustus 2011:
Innalillahi wa inna ilaihi roji'un, setelah dirawat 24 jam di ICU akhirnya beliau menghembuskan nafas terakhirnya.
***
"Semoga kita dimudahkan dalam segala urusan di dunia dan akherat" 
 wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

80 comments:

  1. Assalamualaikum Kang,
    Banyak hal yang bisa petik hikmahnya dari kondisi yang ada di rumah sakit, mulai pelajaran bagaimana mahalnya kesehatan, betapa cinta keluarga begitu besar kepada sanak keluarga, hingga pada pengingat kita tentang kematian.

    "Semoga kita dimudahkan dalam segala urusan di dunia dan akherat" Amin

    BalasHapus
  2. wa'alaikum salam

    kematian mutlak akan datang. entah kapan waktunya.....

    BalasHapus
  3. @Kang Sukadibenar sekali Kang. Menjenguk orang sakit, berziarah kubur insya Alloh adalah sarana agar kita selalu ingat akan adanya kehidupan yang kekal kelak di hari kiamat, sehingga dengan itu hati menjadi terasah untuk mempersiapkan bekal dengan sebaik-baik bekal yaitu iman dan amal shalih. Insya ALloh

    BalasHapus
  4. assalamualaykum kang,,
    nasehat yg baik di jumat mulia ini kang, sy juga ikut terjamah hati membaca pembelajaran hidupnya kang.

    semoga kita semua dipanjang kan umurnya agar banyak kesempatan menabung amal untuk akherat kita,amin

    BalasHapus
  5. Salam sahabat
    Bagai Google jika dihubungkan dengan kematian yg tidak bisa ditebak dan direkayasa
    Ya Allah hamba memohon kepadaMu panjangkanlah umurku, sehatkanlah badanku agar aku mampu memperbaiki diri sebelum ajal menghampiri
    Red( lupa bahasa Arabnya)

    BalasHapus
  6. Amiiin.. semoga dimudahkan urusan dunia akhirat ya Pak!

    BalasHapus
  7. @Kang Only ZyKarena kematian adalah misteri, maka inilah ujian bagi kita bagaimana mempersiapkan diri menghadapinya

    BalasHapus
  8. @Kang Dhymalk dhykTaAmiin, panjang umur dan mendapat kemanfaatan yang penuh ridho

    BalasHapus
  9. aaaah...
    jadi keinget ibunya Dija
    saat saat di ICU dulu

    jadi pingin nangis

    BalasHapus
  10. bicara ICU jadi ingat kejadian bi bulan januari tahun ini, yang mana tiba-tiba ponakan tercinta harus masuk ICU karena sakit, dan di ruangan itu juga 3 hari berikutnya ponakan tercinta harus pergi menghadap YAng Maha Kuasa untuk selamanya dengan penuh senyum ketenangan...

    BalasHapus
  11. Comentnya Mba Dhana Religi Bangget qiqiqiqiqi... jadinya Like Bangget deh hehee

    BalasHapus
  12. *glek* waktu seolah berhenti aja udah tegang apalagi kalau benar2 berhenti ya

    BalasHapus
  13. Maut adalah rahasia Ilahi ya Mas. Tugas kita hanyalah mempersiapkan bekal. Saya juga serasa belum siap jika ada di posisi seperti yg sampean gambarkan. Masih jauh Mas, hehe..

    Untuk update 5 Agustusnya : Innalillahi wa inna ilaihi roji'un.. Turut berduka cita. Hmmm, semoga kita semua bisa memetik hikmah dari postingan yang menjamah hati ini..

    BalasHapus
  14. assalamualaikum mas,
    innalillahi wa innailaihi rojiun,
    turut berduka cita mas, tentu berat rasanya kehilangan saudara seiman, semoga Allah memerima amal dan ibadah mereka terlebih di bulan yang penuh ampunan ini..

    terima kasih sudah mengingatkan tentang betapa dekatnya kematian itu mas..

    BalasHapus
  15. Innalillah. . .
    Maut dtng tanpa di undang. Tak peduli walau diri msh berlumur dosa. Haruskah kita menunda-nunda waktu untuk bertobat?
    Ngerasa tertampar dgn tlsn ini pak ies

    BalasHapus
  16. Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiuun..

    saya turut berduka mas..

    BalasHapus
  17. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.., Aku turut berduka cita. Emang bener ya gak ada yang tau kapan azal kita dateng menjemput.
    Semoga saja keluarga mereka yang di tinggalkan tetap tabah dan sabar B")

    BalasHapus
  18. Assalamualaikum kang, artikelnya bener-bener menjamah hati, memang begitu syarat arti d rumah sakit kang, disana banyak cinta juga duka yang mengingatkan kita untuk lebih mendekat kepadaNYA

    BalasHapus
  19. Innalillahi wainnaillahi rojiun... semoga arwah beliau di terima di sisi Allah dengan tenang...

    ngomong2 soal kematian, mengingatkan kita semua yg kadang terlena dengan ke hidupan dunia sehingga merasa belum siap untuk mati... semoga dengan Ramadhan kali ini kita telah menyiapkan hati untuk bekal kehidupan yg abadi nanti...

    BalasHapus
  20. Assalamulaikum Pak Ies,,,

    Menjnguk orang sakit dan berjiarah kubur merupakan salah satu sarana kita untuk menginghat mati, dengan mengingat mati dan mebayarangkan hari hari terakhir kita, Insya Allah kita akan termotivasi untuk selalu dalam berbuat baik...

    BalasHapus
  21. jamah? jadi inget ustad di acara islam itu indah pak. jamaaaah oh jamaaaah..

    BalasHapus
  22. Innalillahi...

    saya juga belajar kang, dan berusaha untuk terus nambah sangu mati..

    BalasHapus
  23. dengan menengok orang sakit, kita dingatkan bahwa sehat itu mahal, maka orang yang rugi apabila menyia-nyiakan waktu dikala sehat.

    sedang ta'ziah kepada orang yang meninggal, mengingatkan kita bahwa setiap saat kita dapat meninggal dunia, sehingga kita harus menyiapkan bekal sebelum maut menjemput kita

    BalasHapus
  24. pas lahir kita yang menangis
    orang lain tertawa
    seharusnya saat mati
    kita tertawa
    walau orang lain menangis

    *eh, tar kaya kuntilanak ga ya..?

    BalasHapus
  25. Banyak hikmah yang didapat ketikan menjenguk, keluarga/teman yang sakit. Begitu juga saat ta'jiah.
    selamat menjalankan ibadah puasa Pak Ies.

    BalasHapus
  26. inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.. turut berbela sungkawa mas :(

    BalasHapus
  27. Membaca tulisan Pak Ies... rasanya aku pun ikutan masuk ruang ICU dan mengalami serta merasakan apa yang dialami pak Ies.

    BalasHapus
  28. ah um,,,
    sebulan belakangan ini aku banyak mendengat berita duka orang2 yang pernah dekat;(
    dan beberapa saat belakangan ini, saya teringat om saya yg beberapa bulan lalu meninggal...

    semoga ramadhan ini semakin memacu kita untuk mengumpulkan pahala sebanyak mungkin ya um...

    BalasHapus
  29. innalillahi wa innal ilaihi roji'un...
    serasa bermuhasabah membaca ini pak... mengingat kembali kematian yang sesungguhnya amat dekat...

    aku jadi takut...

    tapi itu sudah pasti...

    semoga Allah memberi kita semua akhir yang khusnul khotimah...

    Amin ya Rabb...

    BalasHapus
  30. Assalamualaikum pakies...

    Kematian adalah yg pasti, siap tidak siap dan kapan datangnya hanya Allah yg tahu,,,

    Semoga Amal Ibadah beliau diterima di sisi-Nya,, amiin.....

    BalasHapus
  31. Innalillahi wa inna ilahi roji'un
    Kematian adalah sesuatu yang pasti. Bisa jadi kematian adalah satu-satunya hal yang pasti dialami setiap manusia.
    Kematian adalah sesuatu yang sangat dekat, lebih dekat dengan urat leher kita bahkan, namun sering terlupakan.

    BalasHapus
  32. Assalaamu'alaikum...
    Innalillahii wainna ilaihi rooji'un. Kematian, yg kedatangannya tak dapat dimaju atau dimundurkan. Mengingatnya membuat jiwa ini bergetar takut. Ya Allah, matikan kami dalam keadaan beriman kepada-Mu Ya Robbi..

    BalasHapus
  33. kematian memang rahasia Ilahi mas, dan karena itulah akhir2 ni pun saya suka sekali membaca buku yang bertema kematian.. untuk lebih mempersiapkan diri sebelum akhirnya giliran saya yang dipanggil..

    keep istiqamah aja mas :)

    BalasHapus
  34. Innalillahi wainna ilaihi roji'un...

    Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah,diampuni khilafnya,amin

    Betul pak ies,jika masuk icu,berasa muhasabah di dua dimensi^^

    BalasHapus
  35. Innalilahi wainnailaihi rojiuun, semoga almarhum/ah berpulang dalama keadaan husnul khotimah, diterima iman islamnya, diterima amal ibadahnya, diampuni segala dosa dan khilafnya, serta dijadikan ahli syurga Nya. Dan bagi keluarga yang ditinggalkan,semoga senantiasa diberikan kesabaran, ketabahan dan juga kesadaran untuk terus mendoakan almarhum/ah, menyelesaikan urusan terkait dengan mereka.

    Membesuk saudara di rumah sakit adalah salah satu pengingat kita akan kematian, selain berziarah kubur. Jika sekarang giliran mereka, maka kita berada di urutan selanjutnya. Entah kapan,entah dimana dan entah dengan cara apa,semoga tidak dimatikan kita kecuali dalam keadaan dan dengan membawa iman dan islam. Amin.

    BalasHapus
  36. @Mbak Dhana:Amiin, sebuah do'a yang indah yang Insya Alloh mengantarkan kita pada khusnul Khotimah

    @Mbak Bundamahes:
    Amiin, sungguh cita-cita yang sangat diharapkan oeh semua insan yaitu dimudahkan dalam urusan akhirat, karena saat itu sungguh hari yang sangat luar biasa kacaunya, keguncangan yang dasyat. Hanya yang berimanlah yang selamat

    @Mabk Elsa:
    berarti Njenegan pernah di ICU ya Mbak, tentu memberikan pengalaman yang sangat berarti

    @Susisetya:
    Subhanalloh, semoga senyuman itu mengantarkannya ke tempat yang indah, surga

    @Kang Dedi Suparman:
    matur suwun likenya

    BalasHapus
  37. InaLillahi, .
    Semoga apa yang terbaca disini bisa menjadi pengingat buat saya akan pentingnya bekal untuk kehidupan disana.

    Salam.. .

    BalasHapus
  38. Salam

    Innalilahi...
    Sebuah refleksi bagi saya pribadi membaca tulisan Pak Ies. Sungguh sehat itu mahal harganya...

    BalasHapus
  39. Salam sahabat
    Kembali lagi hehehehe dengan oot yakni njawab pertanyaan Anda, kalo soal krupuk ada dan beli di toko indonesia gitu
    Iya nich menghitung hari dan terasa lama juga

    BalasHapus
  40. nasib adalah kesunyian masing-masing. kata sorang kawan

    BalasHapus
  41. tidak ada yang tahu kapan maut menjemput, ini adalah pengingat bagi kita semua.. bahwa Allah dengan kehendakNya mampu melakukan apapun yang Ia inginkan..

    sebagai pelajaran buat kita semua bahwa waktu yang tersisa sebaiknya dimanfaatkan untuk berbuat kebaikan

    BalasHapus
  42. Menjenguk orang sakit, mengingatkan kita akan anugerah sehat.
    Melayat dan menguburkan orang mati, mengingatkan kita untuk bersiap.

    Astaghfirullah'ladzim, tapi saya sering lupa. Ingatnya saat-saat itu saja. Naudzubillah, ampunkan hambaMU ini Ya Rabb.

    Salam Takzim.

    BalasHapus
  43. Aku trauma dengan ICU, coz setiap orang2 yang pernah aku kunjungi di ICU selalu saja berujung meninggal (ya walaupun emang umur ditangan Allah) mulai dari nenek, saudara, sampai bapak seorang teman..

    BalasHapus
  44. inna lillahi wainna ilaihi rojiun.. hanya kepada-Nyalah kita akan kembali.. turut berbela sungkawa saiia pak Ies :(

    BalasHapus
  45. Innalilahi wainnailaihi roji'uun..
    Membesuk kerabat/tetangga yg sakit adalah pengingat kita akan kematian. Jika sekarang giliran mereka, maka kita insyaAllah berada di urutan berikutnya. Entah kapan,entah dimana dan entah dengan cara bagimana. Semoga kita mendapat kematian yg Khusnul Khotimah. Amin..

    BalasHapus
  46. Waalaikum salam.. wr wb..
    Innalillahi wa inna ilaihi roji'un

    ia kang Aamiin... mudah-mudahan kita selalu dimudahkan dalam semua urusan.

    BalasHapus
  47. Innalilahi wainnailaihi rojiuun, semoga dalam keadaan husnul khotimah...

    Kematian memang begitu dekat, sebuah kepastian yang tak akan bisa kita hindari. Terima Kasih sudah berbagi dengan tulisan ini Pak...*spontan aku terbayang suasana mencekam duka diruang ICU.

    BalasHapus
  48. innalillahi wa innaillahi rajiun, semoga amal ibadah beliau diterima di sisi-Nya, dan keluarganya termasuk orang2 yg sabar.

    saya juga mengalami ketakutan yg sama pak ies, ketika mengingat soal kematian, semoga kita bisa menghadap Allah dalam keadaan khusnul khotimah, insyaallah

    salam dari malang

    BalasHapus
  49. Innalillahi wainnailaihi roji'un...
    saya ikut berduka pak, maaf kunjungannya telat. semoga amal ibadah beliau diterima Alloh Swt.

    BalasHapus
  50. Innalilahi wainnailaihi rojiuun.... semoga amal ibadahnya diterima disisi Alloh SWT dan yang ditinggalkannya semoga diberi kesabaran dan ketabahan dalam menerima ujian ini...

    BalasHapus
  51. Assalamualaikum Pak,
    Turut berduka cita,smga arwah beliau di masuk kan dlm golongan org2 yg beriman..Amin

    BalasHapus
  52. kematian adalah pelajaran bagi yg hidup pak...

    BalasHapus
  53. setiap mendengar tentang kematian selalu aja hati jadi nelangsa
    >.<
    suatu saat akan datang pada kita

    BalasHapus
  54. Aww. Kang...

    Innalillahi wa inna ilaihi roji'un, semoga arwahnya diterima di sisi Allah SWT, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan AMIN...

    Hem.. aku pun pernah nangis di ruang ICU kang, pertama waktu ayahku kecelakaan dan kakinya udah putus yang kiri, klo gak salah hampir 3 bulan koma dan gak sadar tapi Alhamdulillah masih diberikan nyawa untuk hidup malah kaki yang sempet putus juga masih bisa tersambung dengan bantuan pen atau apa aku lupa pokoknya sekarang sudah normal dan kaya orang biasa lagi...

    terus kedua yang bikin aku sempet nangis adalah waktu kakakku masih STM dan dibacok sama orang entah dimana, disitu aku bener2 nangis liat darah berember2 tapi gak diurus sama rumah sakit ... bener2 gak bakalan aku ke rumah sakit itu lagi ... tapi untungnya juga segera tertolong setelah pindah ke Peramina..

    Pokoknya aku cuma minta supaya gak lagi2 ada kejadian yang maksa aku harus masuk ICU :)

    waduh malah jadi cerita nih.. maaf kang hhe..

    Oiya met nyawah kang.. aku tak pamit..

    BalasHapus
  55. Postingan kita senada pak, saya malah kehilangan ayah mertua di bulan Ramadhan ini. Kita hanya bisa mendoakan semoga Allah mengampuni dosa2 dan kesalahannya.

    BalasHapus
  56. Turut berduka Kang, Semua itu sudah ada yang ngatur. Kadang saya juga berpikiran seperti itu kang. dan saya lebih tidak siap dari pada Njenengan. Tapi semua itu saya serahkan pada Nya.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    BalasHapus
  57. Sahur..sahur... Jember wis Imsyak kang, piye nih di Blitar hehe

    BalasHapus
  58. asw mas, beruntunglah kita yang terjamah hatinya karena satu peristiwa, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kematian pasti terasa mencekam.
    semoga jika giliran kita tiba, Allah mengijinkan kita berpulang dalam keadaan istiqomah dan ditengah2 anggota keluarga yang mencintai kita, aamiin.

    BalasHapus
  59. innalillahi wa inna ilaihi rozi'un
    kematian memang bisa menjadi pengingat bahwa siapapun yang namanya makhluk semua akan mengalami, dan untuk segera berbenah diri untuk mempersipakan kedatangan yang tidak bisa ditentukan itu,
    salam maaf telat

    BalasHapus
  60. Assalamualaikum kang :)

    Biasa nih cuma mampir menyapa aja... plus mau tanya, itu Hadist yg difooter blog ini tetep itu terus apa kadang diganti toh? penasaran aja hhe...

    yo wes aku tak balik ke kerjaan hhe... :)

    Met aktivitas dan met berpuasa untuk semuanya...

    BalasHapus
  61. perbanyak ingat mati untuk dekat kepada Allah

    BalasHapus
  62. perbanyak ingat mati untuk dekat kepada Allah

    BalasHapus
  63. innalillahi wa inna ilaihi rozi'un
    kematian memang bisa menjadi pengingat bahwa siapapun yang namanya makhluk semua akan mengalami, dan untuk segera berbenah diri untuk mempersipakan kedatangan yang tidak bisa ditentukan itu,
    salam maaf telat

    BalasHapus
  64. kematian adalah pelajaran bagi yg hidup pak...

    BalasHapus
  65. Innalilahi wainnailaihi rojiuun.... semoga amal ibadahnya diterima disisi Alloh SWT dan yang ditinggalkannya semoga diberi kesabaran dan ketabahan dalam menerima ujian ini...

    BalasHapus
  66. pas lahir kita yang menangis
    orang lain tertawa
    seharusnya saat mati
    kita tertawa
    walau orang lain menangis

    *eh, tar kaya kuntilanak ga ya..?

    BalasHapus
  67. jamah? jadi inget ustad di acara islam itu indah pak. jamaaaah oh jamaaaah..

    BalasHapus
  68. Assalamualaikum kang, artikelnya bener-bener menjamah hati, memang begitu syarat arti d rumah sakit kang, disana banyak cinta juga duka yang mengingatkan kita untuk lebih mendekat kepadaNYA

    BalasHapus
  69. Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiuun..

    saya turut berduka mas..

    BalasHapus
  70. assalamualaikum mas,
    innalillahi wa innailaihi rojiun,
    turut berduka cita mas, tentu berat rasanya kehilangan saudara seiman, semoga Allah memerima amal dan ibadah mereka terlebih di bulan yang penuh ampunan ini..

    terima kasih sudah mengingatkan tentang betapa dekatnya kematian itu mas..

    BalasHapus
  71. Maut adalah rahasia Ilahi ya Mas. Tugas kita hanyalah mempersiapkan bekal. Saya juga serasa belum siap jika ada di posisi seperti yg sampean gambarkan. Masih jauh Mas, hehe..

    Untuk update 5 Agustusnya : Innalillahi wa inna ilaihi roji'un.. Turut berduka cita. Hmmm, semoga kita semua bisa memetik hikmah dari postingan yang menjamah hati ini..

    BalasHapus
  72. Comentnya Mba Dhana Religi Bangget qiqiqiqiqi... jadinya Like Bangget deh hehee

    BalasHapus
  73. @Kang Only ZyKarena kematian adalah misteri, maka inilah ujian bagi kita bagaimana mempersiapkan diri menghadapinya

    BalasHapus
  74. Salam sahabat
    Bagai Google jika dihubungkan dengan kematian yg tidak bisa ditebak dan direkayasa
    Ya Allah hamba memohon kepadaMu panjangkanlah umurku, sehatkanlah badanku agar aku mampu memperbaiki diri sebelum ajal menghampiri
    Red( lupa bahasa Arabnya)

    BalasHapus
  75. wa'alaikum salam

    kematian mutlak akan datang. entah kapan waktunya.....

    BalasHapus

Fastabiqu khairat mari berlomba-lomba dalam kebajikan