Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum warrohmatullohi wabarrokatuh Sodaraku semua,
***
Beberapa hari terakhir ada kesibukan yang lumayan menyita waktu, makanya saya ndak update atopun bw. Kalopun nongol hanya pada beberapa blog aja pake hape.Trus apa yang saya kerjakan ?.
Sebagai pedagang yang bergelut dengan beras dan minyak, dan aneka kue, salah satu yang harus saya kerjakan adalah menyiapkan label makanan untuk kue lebaran. Lapak kami juga menjual aneka produk makanan khas Blitar, seperti Geti, enting, Opak gambir, Wajik kletik, Koyah, Sagon, Carang mas, Jenang, Madu mongso, dll (hhhh sekalian promosi).
Nih label yang saya buat:
Saya membuat label di atas karena Alhamdulillah sudah lebih dari 7 tahun, saya sudah mengantongi ijin repacking aneka kue. Ijin yang dimaksud adalah adanya nomer pendaftaran ijin repacking dalam bentuk P-IRT.
Apa itu P-IRT ?
P-IRT adalah Produksi Pangan Industri Rumah Tangga yang harus tercantum dalam produk olahan makanan yang diedarkan di masyarakat. Jadi kalo sampean membeli produk olahan yang telah di kemas, akan sampean temuakan tulisanP-IRT, MD, ML, atau SP. Semua istilah tersebut merujuk pada pengertian nomor pendaftaran produk yang sudah tercatat di Departemen Kesehatan.
P-IRT merupakan produk pangan yang dihasilkan skala industri rumah tangga
MD menunjukkan produk pangan dalam negeri, ini biasanya untuk produksi dengan modal besar.
ML untuk produk pangan luar negeri, sedangkan SP artinya Surat Penyuluhan.
Sebelum ada istilah P-IRT, nomer pendaftaran yang di cantumkan adalah Dep. Kes. RI No. SP xx/xxx/x/95. Jadi sampai saat ini pencatuman nomer pendaftaran label makanan ada yang menggunakan P-IRT, ada pula yang masih tetap nomer lama dengan menggunakan SP.
Dalam nomer P-IRT yang tercantum di setiap produk olahan makanan dan minum, tertulis sederatan angka yang di dalamnya menunjukkan lokasi tempat produksi dan jenis bahan utama yang diperlukan untuk menghasilkan produk makanan. Jadi kalo misalnya Sambel Pecel yang diedarkan di Papua dan memiliki P-IRT, maka kita akan tahu produk itu dari Blitar ato dari Madiun dari angka awalnya.
Bagaimana langkah mendapatkan P-IRT ?
Jika sampean memiliki usaha produk pangan rumahan yang memiliki prospek yang baik, maka sebaiknya memiliki ijin P-IRT, disamping menunjukkan bahwa produk makanan dan minuman yang dibuat telah memenuhi standart keamanan pangan, produk sampean akan gampang dan lebih aman jika hendak diedarkan di masyarakat. Bahkan sekarang hampir sebagian besar toko hanya menerima produk makanan yang memiliki label dan P-IRT lengkap.
Untuk mendapatkan nomer P-IRT sekarang sangat mudah. Sampean tinggal datang ke Dinas Kesehatan setempat. Setelah melalui prosedur, akhirnya kita akan mendapatkan dua sertifikat yaitu Sertifikat Penyuluhan dan Sertifikat P-IRT. Saya dulu membayar sekitar Rp 300.000 untuk banyak P-IRT.
Berikut Langkah-langkah mendapatkan P-IRT yang saya tulis dari edaran yang dikeluarkan Dinas Kesehatan:
Syarat Permohonan Ijin :
- Mengikuti Penyuluhan Keamanan Pangan
- Mengisi formulir permohonan izin PIRT
- Foto copy KTP, 1 lembar
- Pas foto 3 x 4, 3 lembar
- Menyertakan rancangan label Makanan
- Mengajukan permohonan untuk mendapatkan Sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga kepada Kepala Dinas Kesehatan.
- Persetujuan Kadinkes
- Menunggu waktu pelaksanaan penyuluhan keamanan pangan yang dilaksanakan setiap 3 bulan sekali. ini dilakukan secara berkelompok, paling tidak ada minimal 20 orang
- Pemohon diwajibkan mengikuti penyuluhan keamanan pangan dan diperiksa sarana produksinya
- Mengikuti Acara Penyuluhan Keamanan Pangan
- Pemeriksaan sarana
- Pemohon membayar retribusi. Sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga diserahkan
- Susu dan hasil olahannya
- Daging, ikan, unggas dan hasil olahannya yang memerlukan proses dan atau penyimpanan beku
- Pangan kaleng
- Pangan bayi
- Minuman beralkohol
- Air minum dalam kemasan (AMDK)
- Pangan lain yang wajib memenuhi persyaratan SNI
- Pangan lain yang ditetapkan oleh Badan POM
Jadi, standart label yang ada pada makanan olahan yang ada dalam kemasan menurut Dinas Kesehatan adalah:
- Nama produk
- Berat bersih
- Nama produsen
- Nomer pendaftaran berupa P-IRT, MD, ML atau SP
- Komposisi produk dan bahan yang digunakan
- Tanggal kadaluwarsa
Carang Mas
Sagon
Geti
Koyah
Madu Mongso
***
"Semoga kita dimudahkan dalam segala urusan di dunia dan akherat"
Wallahu a`lam bish-shawab,
semoga bermanfaat
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
"Semoga kita dimudahkan dalam segala urusan di dunia dan akherat"
Wallahu a`lam bish-shawab,
semoga bermanfaat
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
tumben postingan nyleneh ya ?






hehe tidak nyeleneh pak...jadi paham..siapa tahu nanti berjalan di bidang itu....menjadi bahan persiapan.
BalasHapusalhamdulillah dapet ilmu nih,...ini gunanya BW ya Pak..oia, Geti dan Carang Mas itu jenis makanan dari bahan baku apa ya Pak?? saya belum pernah denger,...ditunggu postingannya :)
BalasHapusMeski saya belum punya usaha sendiri,,tapi sep bnegt nih infonya,,semoga lancar usahanya Ust. Ies...
BalasHapuswah lengkap banget nih infonya
BalasHapusmeski saya tidak bergelut dalam industri makanan saya kira info ini bagus untuk saya pelajari, siapa tahu ada teman saya di jurusan THP yang membutuhkannya.
Terima kasih infonya Pak Ies
Walah yang lagi panen, sibuk sampai gak kelihatan bokong e :D .
BalasHapusSukses saja Kang, mumpung masih rame-rame nya rejeki jemput saja toh BW dan silahturahmi perseblog an bisa dilakukan setelah selesai panen nya.
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Saya baru 'ngeh' masalah PIRT ini Mas. Maturnuwon infonya.
BalasHapusIntermezzo : Kalo PRIT berarti Produksi Rumah Industri Tangga ya Mas? Hehwehe..
@aryadevi sudut kelasbisa jadi usaha sampingan ya Kang, semoga kelak bisa menghasilkan produk yang banyak digemari orang
BalasHapus@Mbak ketty husniaCarang Mas dari ketela rambat yang dirajang kecil-kecil dan dicampur gula merah, kalo geti bahannya dari beras ketan, kelapa, gula, wijen.
BalasHapuspictnya saya upload
@Kang SofyanAmin do'anya Kang, lancar barokah dan memberikan kemanfaatan
BalasHapus@Kang Puji IrwantoIni sebagain dari pengalaman ikut penyuluhan, kalopun ada update terbaru, mungkin teman sampean justru bisa menambahkan di komentar.
BalasHapus@Kang Sugengwah kalo itu selalu tertutup sarung Kang hhhh,
BalasHapusmatur suwun support dan do'anya
@Kang MasbroP-IRT itu Produksi Pangan Industri Rumah Tangga, Sekarang lebih 'ngeh' kan ?
BalasHapusKalo saya tertarik mencoba makanan-makanan tersebut Pak Ies.. jika berkenan mengirimkannya untuk saya dapat mencicipinya, nanti saya akan kirim balik makanan khas Kalbar deh.. hehehe Salam.
BalasHapuspenasaran sama madu sari kelapa wongso nya pak ies :(
BalasHapuswa'alaikum salam ,
BalasHapuswah sebuah langkah legalisasi yg oke ..
hadeh gambarnya bikin ngiler pak .. hihihihi
brigadirkopi mau aku delet - jadipindah ke alamat blog ini pak ^_^
Asik ya sudah dapat mengantongi izin produksi pangan rumah tangga, semoga usahanya laris manis ya Pak.
BalasHapusTrimakasih sudah berbagi informasi tentang P_IRT.
Salam.. .
ooo gitu ya Pak caranya dapat P-IRT. Baru tahu hal2 beginian. Wah nylenehannya aja nambah pengetahuan saya, apalagi kalo nda nyleneh hehehe
BalasHapusTerima Kasih Pak infonya, sangat bermanfaat
Subhanallah,,
BalasHapusberbagi pengalaman dan ilmu itu bgitu indah ya pak.
dan saya baru tahu ini tentang P-IRT. :D
Dan dari beberapa jenis makanan itu, yg baru tau cuman sagon pak,, heheh
salaam
tfs ya um..
BalasHapusaku sedang merintis mimpi untuk bisa suatu hari punya usaha pangan rumahan :)
mudah2an bisa terlaksana.amieeennn ^^
makasih pak atas infonya,love,peace and gaul.
BalasHapusBermanfaat sekali ini mah Pak Ies, jd ada bekal in case suatu saat nanti ikutan buka lapak makanan ^^
BalasHapusitu makanannya manis semua ya Pak? *haduh yg dikomen koq ya makananannya*
BalasHapuspunten, beneran gak ngerti nih, nanya:
Ijin yang dimaksud adalah adanya nomer pendaftaran ijin repacking dalam bentuk P-IRT.
- P-IRT itu untuk produsen?
- itu label buatan njenengan, njenengan juga memproduksi makanan2 itu?
- atau hanya packing juga harus mempunyai ijin itu?
- atau misalnya, beli dalam jumlah banyak, terus kita kemas dalam ukuran kecil, untuk memberikan labelnya kita juga mesti punya ijin ini?
punten, ini beneran hal baru bagi saya.
tipsnya sangat bermanfaat, TFS :)
BalasHapus*kapan punya usaha ya?*
yang jelas itu lezat-lezat
BalasHapusdan manis-manis.hehehehe
BalasHapus@Mbak Narti sdaNomer pendaftaran P-IRT itu diberikan kepada:
BalasHapus1. Produsen
2. Repacking
saya kategori yang kedua Mbak,
namun demikian proses mendapatkannya juga sama dengan yang produksi, sewaktu survei dari dinkes yang ditinjau dan diilai adalah bagaimana proses repacking, peralatan, tempat (proses dan penyimpanan), cara labeling. Semua harus memenuhi standart produk pangan dari Dinkes dan badan POM.
@Kang NATALIUS ABIDINKopi pangkong ponti masih ada nggak ya Kang hhh.
BalasHapussaya paling suka es lidah buaya di Siantan itu lo
Waalaikum salam...
BalasHapusThanks postingannya mas Ies...aku jdi banyak tahu...selama ini aku juga punya usaha rumahan spt produksi kerupuk jengkol mentah dan di beri merk jg dan dititipin ke toko2 yg jual oleh2 Bengkulu... dan selama bln suci ini jg membuat kue kering...tp cuma terima pesanan dari teman2 dekat aja...
mas ies...apa yg kubuat ini harus minta izin gak ya...krn ini usaha udh hampir 3 th llho..
@Bunda Lovingwa'alaikum Salam Mbak,
BalasHapusNah karena Njenengan kategori produksi pangan, maka memiliki P-IRT akan lebih baik Mbak. Produk itu akan gampang masuk ke banyak toko dan swalayan, dan sekarang ini kecenderungan pembeli juga lebih teliti dengan membeli barang yang memiliki label yang jelas.
Kemasan dan pemberian label memberikan nilai tambah sebagai daya tarik pembeli dan mereka juga merasa lebih 'percaya' akan produk kita.
Monggo konsultasi ke kantor Din Kesehtan setempat Mbak, sekarang prosesnya sangat gampang kok. Mungkin sekilas ribet, tapi nomer itu berlaku selamanya.
Moga usaha Njenengan makin berkembang dan bermanfaat
@Kang Only Zytrims supportnya Kang. Ohya tadi ke Only Zy kotak komentarnya ditutup ya
BalasHapus@Kang Goedel MoodIya Kang dengan adanya ijin, kita akan lebih tenang dalam menjalankan usaha. terima kasih do'anya, amin
BalasHapussalam sahabat
BalasHapussalut dengan usaha Anda hehehe semoga saya bisa menirukan jejak Anda yng hueebat gitu hehhee
oh iya jika saya mampir ke rumah Anda apakah ada sesuatu buat saya khususnya produk makanan itu hampir semuanya belum saya rasakan kembaali 10 tahun arghhh 10 tahun kangen dengan aroma itu xixixixi
Wuuiiiihh... jadi ngielrrr ma makanannye pak,, harganya berapa? bisa pesan - antargak pak? :)
BalasHapussuksesss terus buat usahanya pak, aamiin
Ngilleeeeeeeeeerrrr
BalasHapusmakasih penjelasannya Pak.
BalasHapusTapi untuk kodenya sama ya antara produsen dan repacking? sama2 P-IRT?
OOT: untuk kue keciput yang keras, mungkin dikurangi telornya (biasa bisnis, hihi...).
yang renyah, bisa karena: diberi perenyah kue, telor tidak dikurangi, proses memasaknya bener.
@nartiKode nomor yang kita dapatkan semacam nomer induk, jadi selamanya milik yang bersangkutan, baik repacking maupun produsen.
BalasHapuscontoh begini:
P-IRT 2063502011
206 untuk wilayah blitar
35 menunjukkan bahan baku utama dari tepung
2011 nomer urut pendaftaran kita.
Jadi itu semacam stempel dan identitas siapa yang repacking ato siapa yang produksi.
Jika produksi, berarti di dalam label hanya ada satu P-IRT,
sedangkan kalo repacking ada dua P-IRT, yaitu milik produsen dan milik repacker yang nomer keduanya jelas berbeda
wah, ada geti .. suka banget, disini susah nyarinya.
BalasHapusSekalian jualan online aja pak, khusus oleh2 dari sana pak ..
wah infonya menarik sekali mas.
BalasHapusjujur nih baru tau. saya kita setiap orang bisa bikin label seperti yang dia mau tanpa persyaratan seperti yang mas tuliskan ini.
mulai sekarang saya akan membagikan informasi ini kepada orang2 yang saya sarankan untuk memulai home industry, ya semacam berjualan penganan ini.
terima kasih ya mas
Saya memiliki usaha jamu, tetapi gak pake P-IRT, dapatnya cuman sertifkat dari Dinkes, Gak tau apa namanya. Memang standar pengolahan selalu dilihat. Waktunya gak tentu pak Ies, kadang 3 bulan sekali, kadang 6 bulan bahkan bisa setahun baru diperiksa.
BalasHapusLihat gambarnya jadi pengen nyoba makanan khas bLitar Pak Ies... mmhhhh
matur nuwun sanget njih,
BalasHapusberarti kalau dalam kemasan kue, hanya ada 1 kode P-IRT artinya di kemas oleh produsen itu sendiri.
kalau ada 2 kode P-IRT, artinya 1 kode milik produsen, 1 kode lagi milik repacker.
*narti tambah ilmu lagi nih.
bisakah dibuat postingan tentang kode2 tersebut?
untuk kode wilayah, berarti banyak banget ya?
yg kode bahan bakunya saja gpp.
atau ada link yg bisa narti kunjungi?
@nartiKalo kode wilayah dan bahan sepertinya yang ngerti Din Kes. Jangan-jangan ini dirahasiakan ya Mbak hhh, soalnya saya hanya membandingkan dari produk yang ada di lapak saya termasuk dari sertifikat yang saya miliki
BalasHapusLain dengan SIUP ya pak
BalasHapussemacam surat layak dimakan gitu ya
Wah, harusnya usaha-usaha skala rumah seperti ini ya yang diberi banyak suntikan modal oleh pemerintah... :)
BalasHapusAlhmdllh dpt ilmu,
BalasHapusWajik kletik, madumongso dan sambel pecel ibuk sudah layak go public pak ies tp msh nunggu saya plng katane br diurusne beginian. Skrg jd tau. Suwun pak
infonya sangat berguna sekali kang,jadi nambah wawasan soalnya saya baru tahu sekarang, berhubung bentar lagi kan banyak nih produk industri rumahan bikin kue2 lebaran gitu jadi bisa di lihat ntar ada P-IRT nya ngga... ^_^
BalasHapusSemoga semakin laris dan berkah dagangannya Kang... salam manis dari Medan...
infonya bermanfaat sekali pak ies, saya malah baru tahu tentang pengkodean makanan seperti itu.
BalasHapussemoga tambah barokah & laris usahanya pak ies
salam dari malang
Aww kang,
BalasHapusWalah enek sagon barang hahahaha.... :) jadi inget makanan2 pas kecil dulu
Wah udah gak diragukan berarti makanan yang sampean jual ya kang, lha wong izinnya udah turun dari 7 tahun lalu hhe... hebat... :)
jadi itu sistemnya sampean cuma package doank ya kang??? kue dari tempat lain gitu? apa gimana sih aku kok bingung hhe.. :)
pokoknya sukses untuk usahanya moga makin berkembang sukur2 buka toko baru untuk cabang di kota lain AMIN...
wa'alaikum salaam
BalasHapuspertamaax ..
wajik kletik
uenak tenan… pIRt ngerti dikit doank, karena pernah jadi asongan nitip olahan snack dkk ke supirmakit di semarang, waktu masih bareng bareng temen kost :dolan sinambi kejar paket a: hehe
met berbuka puasa untuk wilayah blitar dan sekitarnya :D
asswrwb, maaf br sempat silaturahim ke Blitar Kang..,*sok sibuk hehehe ^_^, trima kasih atas infonya Kang, sgt bermanfaat, ijin save dulu...Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga sll diberi kemudahan dlm beribadah ke Allah dan dalam menjalankan rutinitas sehari-hari bersama keluarga tercinta...Amin.Salam selalu utk Ibu dan tole2..^_^
BalasHapussaya lebih tertarik dengan kue2nya itu pak, menggoda.. soalnya saya belum pernah makan tu (menyedihkan).. ada promo gk pak?? boleh nih kalo kirim ke Palembang, saya terima dengan senang hati.. :D
BalasHapusWaalaikum salam wr.. wb..
BalasHapusGeti, enting, Opak gambir, Wajik kletik, Koyah, Sagon, Carang mas, Jenang, Madu mongso... banyak ya pak... kayaknya enak2 tuh...
:)
Betul2 Pak, sekalian promosi ;)
BalasHapusGeti sepertinya aku belum pernah makan, baru tahu kalau madu mongso khas Blitar...
Semoga usahanya makin sucses dan barokah ya Pak...
info yang sangat membantu....
BalasHapusselamat bersibuk ria, semoga sukses selalu n TETAP SEMANGAT
hmm...usaha rumahan, seperti yang dilakukan ibu saya, meski kecil tapi anak2nya bisa sukses semua...untuk pengurusan p-irt tepat seperti penjelasan tersebut...terima kasih salam sukses...
BalasHapushmm...usaha rumahan, seperti yang dilakukan ibu saya, meski kecil tapi anak2nya bisa sukses semua...untuk pengurusan p-irt tepat seperti penjelasan tersebut...terima kasih salam sukses...
BalasHapusContoh label kemasan yg dibuat Pak Ies itu adalah label utk kemasan makanan yang dibuat di Kartasura?
BalasHapusJadi snack yg direpacking berasal dari berbagai daerah ya Pak?
wah baru tahu kalo pak ies punya usaha kayak gini^^
BalasHapusinsyaAllah laris manis nih kalo mau Lebaran :D
cocok banget tuh buat camilan buka puasa :)
BalasHapusAsslamualaikum.
BalasHapusoohh, gitu ya..
hmmm mau nanya pak,
kalo ngedaftar MUI caranya seperti ini atau lebih ribet lagi?
trus, ngurus ini kira2 ngabisin biaya berapa ya?
makasih pak sebelumnya.
baru tau kalo namanya pirt
BalasHapusdari dulu taunya depkes
indonwsia banget deh senengnya main sebut apa yg tercantum
@Kang Ferdinandwa'alaikum salam Kang,
BalasHapusbener Kang, saya cuman ngemas ulang tapi tetap pake ijin repacking. Asal kuenya jelas dari produsen lain. Datang dalam bentuk karton atau bal besar, kita tinggal bungkus ulang dalam kemasan yang lebih kecil
@Kang Jiox alkatroWah ternyata Njenengan ulet sejak muda ya Kang (emangnya udah tuwir ? wkkwk) maksud saya masih jadi mahasiswa saja sudah pinter nyari duit
BalasHapus@Ning tiwiWa'alaikumsalam Ning. Iya keknya Njenengan suibuk tenan ki, banyak pesenan ya. Pokoknya sukses untuk Njenengan atas keluarga dan usahanya.
BalasHapusSalam juga untuk keluarga
@Kang pri crimbunInysa Alloh enak Kang. belum pernah merasakan ?
BalasHapus@Mbak Yunda HamasahGeti rasanya manis dan gurih serta ada taste kacangnya. Kalo madu mongso mungkin bukan hanya Blitar saja Mbak yang produksi, tempat lain juga ada
BalasHapus@Pak Hartoamin, terima kasih Pak do'anya
BalasHapusmoga usahanya lancar ya...
BalasHapusternyata usaha kita sama keknya ya Kang. Semoga Alloh SWT memberikan kemudahan dan keberkahan
BalasHapus@Mbak Reni catatan kecilkuIya Mbak, itu salah satu contoh label dari Bianglala Snack. Lainnya ada hampir 50 macam lagi mbak yang produknya dari berbagai daerah
BalasHapus@ Non♥chika_rei♥ :
BalasHapusnamanya juga memenuhi kebutuhan keluarga Non, yang penting halal. Terima kasih support dan do,anya
@Kang John Terro:
betul ditemani dengan teh hanget dengan sedikit gula
@Mbak srrriii :
wa'alaikum salam Mbak. Kalo sertifikat halal dari MUI saya belum ngerti mbak soalnya ada ketentuan tersendiri. Silahkan ke sini http://goo.gl/3qn3i
@Kang Rawin:
nulisnya nggak pirt gitu Kang, tapi P-IRT No. biar ndak salah eja wkwkwk
@Mbak Fanny :
terima kasih do'anya Mbak hhh sampean juga moga tambah sukses
oh itu artinya P-IRT
BalasHapusak jg pengen bgt bs punya industri rmh tangga dibidang makanan tp belum ketemu ide mau bikin apa hehe :D
Berbagi ilmu dan pengalaman yang bermanfaat pak Ies.
BalasHapusSukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog
saya baru tau PIRT pak ies..
BalasHapustapi kalo nunggu minimal 20 orang yah pak, klo butuh cepet gmn :D
trims infonya pak ies, jadi saya tau :D
moga usahanya lancar ya...
BalasHapus@Mbak Yunda HamasahGeti rasanya manis dan gurih serta ada taste kacangnya. Kalo madu mongso mungkin bukan hanya Blitar saja Mbak yang produksi, tempat lain juga ada
BalasHapuscocok banget tuh buat camilan buka puasa :)
BalasHapusAlhmdllh dpt ilmu,
BalasHapusWajik kletik, madumongso dan sambel pecel ibuk sudah layak go public pak ies tp msh nunggu saya plng katane br diurusne beginian. Skrg jd tau. Suwun pak
Lain dengan SIUP ya pak
BalasHapussemacam surat layak dimakan gitu ya
wah, ada geti .. suka banget, disini susah nyarinya.
BalasHapusSekalian jualan online aja pak, khusus oleh2 dari sana pak ..
makasih penjelasannya Pak.
BalasHapusTapi untuk kodenya sama ya antara produsen dan repacking? sama2 P-IRT?
OOT: untuk kue keciput yang keras, mungkin dikurangi telornya (biasa bisnis, hihi...).
yang renyah, bisa karena: diberi perenyah kue, telor tidak dikurangi, proses memasaknya bener.
@Kang Goedel MoodIya Kang dengan adanya ijin, kita akan lebih tenang dalam menjalankan usaha. terima kasih do'anya, amin
BalasHapus@Bunda Lovingwa'alaikum Salam Mbak,
BalasHapusNah karena Njenengan kategori produksi pangan, maka memiliki P-IRT akan lebih baik Mbak. Produk itu akan gampang masuk ke banyak toko dan swalayan, dan sekarang ini kecenderungan pembeli juga lebih teliti dengan membeli barang yang memiliki label yang jelas.
Kemasan dan pemberian label memberikan nilai tambah sebagai daya tarik pembeli dan mereka juga merasa lebih 'percaya' akan produk kita.
Monggo konsultasi ke kantor Din Kesehtan setempat Mbak, sekarang prosesnya sangat gampang kok. Mungkin sekilas ribet, tapi nomer itu berlaku selamanya.
Moga usaha Njenengan makin berkembang dan bermanfaat
@Kang NATALIUS ABIDINKopi pangkong ponti masih ada nggak ya Kang hhh.
BalasHapussaya paling suka es lidah buaya di Siantan itu lo
itu makanannya manis semua ya Pak? *haduh yg dikomen koq ya makananannya*
BalasHapuspunten, beneran gak ngerti nih, nanya:
Ijin yang dimaksud adalah adanya nomer pendaftaran ijin repacking dalam bentuk P-IRT.
- P-IRT itu untuk produsen?
- itu label buatan njenengan, njenengan juga memproduksi makanan2 itu?
- atau hanya packing juga harus mempunyai ijin itu?
- atau misalnya, beli dalam jumlah banyak, terus kita kemas dalam ukuran kecil, untuk memberikan labelnya kita juga mesti punya ijin ini?
punten, ini beneran hal baru bagi saya.
Subhanallah,,
BalasHapusberbagi pengalaman dan ilmu itu bgitu indah ya pak.
dan saya baru tahu ini tentang P-IRT. :D
Dan dari beberapa jenis makanan itu, yg baru tau cuman sagon pak,, heheh
salaam
@Kang SofyanAmin do'anya Kang, lancar barokah dan memberikan kemanfaatan
BalasHapus@aryadevi sudut kelasbisa jadi usaha sampingan ya Kang, semoga kelak bisa menghasilkan produk yang banyak digemari orang
BalasHapusMaaf baru Balas lagi komentarnya pak..
BalasHapusKopi Pancong, Sotong Pangkong, dan Es Lidah Buaya Selalu Ada di Pontianak, dan itu yang paling ngangenin di Pontianak, ehehe. Salam