Assalamu'alaikum warromatullohi wabarokatu sodaraku semua.
Sejak meletusnya gunung Merapi setahun lalu, baru kali ini saya berkesempatan melihat langsung lokasi bencana di di Kawasan Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. . Tepatnya hari sabtu, 15 oktober kemarin, saya sekeluarga kembali ke Jogja dengan tujuan pijet refleksi sambil silaturrahim ke rumah sodara di kawasan Griya Purwo Asri Kalasan.Berangkat dari Blitar menuju Jogja pada malam sabtu pukul 21.00, dengan harapan perjalanan lebih lancar. Dan sampai Jogja sekitar 02.30 pagi. Pinginnya nyari angkringan di sekitar Maguwoharjo ternyata ndak ada yang buka, akhirnya kita ngopi di salah satu cafe SPBU. Tahu sendiri kan, untuk minuman 5 gelas kopi dan beberapa potong roti, saya harus merogoh uang Rp 126.000, sebuah angka fantatis untuk harga kopi sekelas saya yang terbiasa dengan harga Rp 2.000 per gelas.
Sabtu pagi 16 oktober, setelah sarapan, kita diajak jalan-jalan ke kawasan bekas bencana Merapi di daerah Kinahrejo. Ternyata lokasinya tidak terlalu jauh dari Griya Purwoasri Purwomartani, sekitar 20 km. Sepanjang jalan, mengingatkan saya akan kampung halaman di lereng gunung Semeru. Hawa yang sejuk, pemandangan yang menghijau. Sepertinya bekas-bekas debu merapi sudah tergantikan dengan hamparan sawah yang hijau dengan aliran air yang bening.
Mendekati lokasi, tepampang tulisan Lava Tour Merapi, yang ternyata kawasan bekas bencana alam ini mulai disulap menjadi obyek wisata baru. Tentu saja ini bisa memberdayakan ekonomi masyarakat Kinahrejo. Ini terbukti, begitu kita masuk lokasi yang dipatok dengan tiket Rp 3.000 per orang ini telah berjejer lapak-lapak yang cukup ramai menawarkan aneka makanan, dan souvenir. Termasuk jasa penyewaan motor jenis trail yang bisa digunakan untuk menjelajah kawasan Kinahrejo, terutama tempat tinggal Tokoh Kondang Mbah Marijan. Segala jenis kendaraan tidak boleh langsung naik ke lokasi rumah Mbah Marijan, semua harus di parkir di lokasi yang telah di sediakan. Roda empat sebesar Rp 5.000. Selanjutnya, jika pengunjung ingin mengunjungi lokasi rumah Mbah Marijan, tinggal sewa kendaraan roda dua. Minimal 30 menit dengan sewa harga dipatok sebesar Rp 50.000. Sebuah ide dan pengelolaan yang menarik, sehingga dengan itu membantu menggeliatkan ekonomi masyarakat setempat.
Sayangnya, saya tidak sampai ke lokasi rumah Mbah Marijan, karena si kecil ndak mau naik motor. Jadi kita hanya menikmati 'bekas-bekas' aliran wedhus gembel dan bekas aliran lahar dingin dari Merapi yang meluluh lantakkan Kinahrejo. Diantara hangusnya kayu dan gersangnya pasir, setelah setahun di sana-sini sudah kelihatan rumput dan tanaman perdu mulai menghijau.
Mengunjungi kawasan bekas bencana, terasa memberikan bekas yang bermakna dalam dada ini, betapa kuasa Alloh SWT yang membuat semua ini terjadi. Hanya hamparan pasir meluas, pepohonan merangas, batus cadas dan sisa-sisa reruntuhan menyimpan segala misteri.
"Semoga kita dimudahkan dalam segala urusan di dunia dan akhirat"
Wassalamu'alaikum warromatullohi wabarrokatuh



Assalamu'alaikum Pak Sis, bapak sering pijat refleksi ya pak? Kalau boleh tahu kenapa jadi memilih pijat refleksi, mudahan ntar ada postingannya :)
BalasHapussetiap musibah pasti ndak melulu derita ya pak, buktinya daerah itu tananhnya subur sekarang. Masyarakatnya juga punya inisiatif yang bisa dibilang bagus lah...
Waalaikumsalam...
BalasHapusPak Ies kalo nanti kemana2 bawa kopi dan air panas tentunya..diSPBU numpang minum ja..hehehehe..
bekas bencana jadi wisata ya? hemm..
para penghuninya gimna tu Pak Ies?
Ya, Allah maha kuasa akan segala sesuatu..musibah ini kapanpun bisa menghampiri..
@Mbak Ajeng Sadako Kenzhi:
BalasHapuswa'alaikumsalam. Nah pas ke jogja 2 hari sebelumnya, saya diajak sepupu nyoba pijat refleksi di dekat rumahnya karena sodara saya pernah kecelakaan yang menyebabkan cedera di pinggang dan gegar otak kecil, setelah diterapi dengan refleksi di kaki pada titik-titik syaraf, alhamdulillah sembuh dan bisa beraktifitas. Dan waktu saya pijet jadi ketahuan kalo saya kelebihan kolesterol serta gangguan prostat. Setelah pulang, keluarga blitar jadi pingin refleksi. Enaknya, kita diberitahu titik-titik mana yang bisa kita telateni sendiri dipijet di rumah (diajari caranya), sertamakanan yang harus dihindari. Jadi alasannya, pijet lebih alami tanpa harus mengkonsumsi kimiawi.
@Kang arr rian:
BalasHapusbahkan saya pernah kerokan di salah SPBU Pakisaji Malang sekitar pukul 01.30 harena nyetir 10 jam non stop sampe masuk angin hhhh.
Menurut sodara, warga yang rumahnya benar-benar tertimbun dan rusak, sudah direlokasi
Wa'alaikumsalam pak Kies..:)
BalasHapusSubhanallah yah...Nay pernah tuh ke Blitar sejuk banget udaranya bikin betah, jadi ngayal punya rumah disana...hehee
itu harge kopi mahal amat #gelenggelengkepala..
Belum ke jogya niih -_-
Sungguh kuterpesona Pak ;)
BalasHapusDan meniatkan kemari nanti kalau ke Jogja. Adikku 2 di Jogja Pak, satu sudah menikah sama wong jogja dan menetap. Satunya lagi kuliah, hampir wisuda. Jadi memang ke depan, bakal ada agenda ke Jogja sekeluarga.
gambarnya bagus Pak, punyaku burem krn diambil dari mobil yg melaju :(
BalasHapusmakin mengingatkan kita akan kuasanya Sang Pencipta, semua bisa luluh lantak dalam sekejap bila Allah berkehendak.
@Mbak narti :
BalasHapusgambar yang terakhir juga saya ambil sambil melintas tapi pelan.
Berarti mudik kemarin Njenengan juga ke lokasi nggih Mbak ?
@Mbak Yunda Hamasah :
BalasHapuswah perlu diagendakan nih Mbak jalan-jalan ke Jogja sampe tuntas. Bahkan kalo perlu mampir ke Blitar, nanti saya anter keliling-keliling termasuk ke makan Bung Karno
Ada berkah dibalik musibah ya pak ies.
BalasHapusSmg bs berkunjung kesana :)
@Mbak Tarry:
BalasHapusMediun jogja kan ndak jauh to ?, akan menjadi indah jika ke sana sambil bulan madu ke 2 dengan suami
injih Pak, kemarin sekalian mampir ke rumah temen di dekat Merapi View. :)
BalasHapus@Mbak Narti:
BalasHapustahun depan kalo mudik lagi monggo mampir ke Blitar, pintu silaturrahim terbuka
matur nuwun Pak :)
BalasHapuswah :O jadi objek wisata ya :) bisa jadi lahan pertanian juga tuh kan katanya daerah sekitar yang terkena muntahan material gunung berapi jadi subur ya :)
BalasHapuswaaa...sayang kita ga ketemu di sana ya mas...aku hari jumat 14 okt ke sana... :)
BalasHapuswah udah jadi tempat wisata yach sekarang....klo inget waktu bencana berlangsung kasihan yach lihat warga yg terkena musibah...tp pd akhirnya skrang mrk bisa meraih keuntungan dr musibah kmarin....
BalasHapusckckck..harga kopi segitu mahalnya pak??
BalasHapuslereng merapi sepertinya sudah terlihat lebih hijau ya pak dibandingkan kedatangan saya setahun yang lalu.. kemudian lapak-lapak pedagang sepertinya juga lebih rapi dan teratur.
BalasHapusWa'alaikumsalam pak Kies..:)
BalasHapusjadi mau ngopi B)
segala macam pijatan saya takut pak, takut sakit hihihi.kecuali pijatan suami:-D
BalasHapusberkunjung ke kampung halaman kami, ya Pak...
BalasHapusdi sana banyak hal yang bisa dipetik hikmahnya
wow... ternyata Mas Ies sdh nyampe dikawasan wisata merapi ya... saya mudik ke Yogja liburan Juli kemaren gak kepikiran ke sana loh... nyesal juga nih
BalasHapus5 gelas kopi dan beberapa potong roti, harus merogoh uang Rp 126.000<---kirain segala sesutau yg berhubungan dgn makanan jogja tempatnya murah,, ternyata salah dech asumsi sy selama ini.,,ternyata ada yg mahal begitu
BalasHapusbaru denger daerah kinahrejo saja pikiran sya langsung terlempar di kejadian meletusnya gunung rapi beberapa tahun silam..
BalasHapus5 gelas kopi dengan beberapa potong roti bsa sampai 126 ribu? kalo kopi luak sih wajar wajar saja tapi kalo kopi merk warung sih bikin org jd pada kapok tuh pak :D
Saat saya kesana beberapa bulan lalu, suasananya masih sangat mencekam...
BalasHapusTapi sekarang malah sudah berubah jadi tempat wisata.
Semoga saja para korban bisa menikmati hasil dari usaha itu, bukan malah cuma dinikmati segelintir orang saja...
========================
Kalau di cafe pastinya nggak bisa pakai metode "nibakke duwit ya Pak...
Aminn..
BalasHapusWaduh jadi tempat wisata ya Pa Ies
hmm, sama sewaktu setelah tsunami di aceh ada wisata tsunami. jadi kita ditunjukkan bekas2 tsunami sewaktu itu termasuk reruntuhan yg paling parah.
BalasHapuspengennya berwisata merapi... :)
Touring nich,..
BalasHapusmantab pak ,..
asswrwb, tiada yg lbh bsr selain kekuatan Allah SWT....
BalasHapusWa'alaikumsalam Ust,
BalasHapusWah mahal banget mosok hanya 5 Gelas Kopi + roti sampai Rp. 126.000, kalau di Jember bisa dapat sama warungnya tuh hehehe,,,,
wah kali saya ikutan kesana pasti rada ngeri2 juga ngeliat bekas2 bencana seperti itu pak... :)
BalasHapussaya tertarik foto bawahnya.... kereeen.. bagus tuh gambar.. siapa yang buat yah? gede banget,....
BalasHapussemoga masyarakat yang tertimpa bencana bisa segera bangkitlagi tapi tetap mengutamakan keselamatan jiwa
BalasHapusAssalamu'alaikum....
BalasHapuskali ini saya mau kopi saja, maklum di luar kopinya tak menghangatkan namun menghanguskan kantong hehe...
harga yang sangat tdk wajar.
Itulah kuasa Allah..., hanya sedikit sentilan, gunung yang kokoh bisa terguncang dan semua kebanggaan duniawi sirna.
Semoga kita tak terlambat membeli ticket syurga sebelum apa yang telah dititipkan kita diambil kembali olehNYA.
wuihhh kemahalan mas kopinya, mendingan ngeteh aja dah, hehe..
BalasHapushmm,, jadi kepengen ke jogja deh, terakhir kesana tahun 2008, udah lama banget :(
Dibalik bencana terdapat pintu rohmat Nya bagi mereka yang tidak pernah berputus asa.
BalasHapusSukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog
@Mbak Tiara Fiction's World:
BalasHapuskalo yang pas desa Kinahrejo, masih tertutup pasir, tapi kalo yang diluar itu, keliahatannya tanah pertanian yang subur, tanah hitam dengan tanaman yang menghijau
@Mbak Diana windflowers :
weks selisih sehari, padahal waktu ke Bandung saya sebenarnya pingin ketemu Mbak DIana loh
@Mbak Nia :
sepertinya geliat kehidupan di sana sudah kelihatan membaik Mbak, semoga ini menjadi langkah kebaikan untuk masyarakat di sana
@Mbak rabest :
namanya juga cafe, jadi harganya ya standart mereka, bukan standart kantong saya hhh
@Kang Tri Setyo Wijanarko:
bener, walo di sana sini masih nampak hamparan pasir, tapi tanaman menghijau sudah kelihatan, termasuk aktivitas masyrakat sudah menggeliat dengan menggembirakan
@Kang Tirta Darmantio:
mau kopi hitam apa susu Kang ?
@Mbak Lidya - Mama Pascal:
hhh pijatan suami kan ada rasa kasih sayang dan emosionalnya Mbak, jadi lebih nyaman
@Mbak hilsya :
wah Njenengan berasal dari wilayah itu ya Mbak, tentu kalo pulkam ada banyak cerita yang dihasilkan nih
kesampean juga akhirnya ke merapi ya pak.... saya lebaran kemaren dah kesana.
BalasHapusYang jalan-jalan, selalu membawa oleh-oleh cerita menarik. Foto rumah yang ada gambar seorang duduk menarik sekali Kang :D
BalasHapusSalam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
berkunjung Pak.
BalasHapusMinal Aidzin wal Faizin bila waktu2 yang lalu aku punya salah ya
suwun
@Mbak Hariyanti Sukma berkata...
BalasHapusmungkin tahun depan bisa mampir lagi ke sana Mbak kalo pas mudik, dan tentu fasilitasnya semoga bertambah
@Kang al kahfi :
Sebenarnya kalo bukan di cafe, makanan jogja termasuk murah Kang.
Ya kita maklum namanya juga cafe, tentu tarif harga wajar menuurut ukuran dan kelas mereka. Tapi ndak apa, sekali-kali ngerasakan ngopi dengan rasa hot spot hhh
@Kang yayack faqih :
kalo ndak salah 2 kopi x 16.500, trus 4 coklat panas x 18.500, sisanya donut.
@Pak marsudiyanto :
sewaktu kesana kemarin justru rombongan bus cukup banyak Pak, semoga ini menjadi awal yang baik untuk masrakat sekitar
maklum Pak, ini pengalaman saya pertama kali masuk cafe (keliatan kampungnya)
@Mbak Nchie :
bener Mbak, di lokasi makin siang makin ramai yang datang, kebetulan hari itu sabtu. Bahkan ada juga beberapa penginapan
@Mbak Meutia Halida Khairani:
saya malah pingin ke Aceh Mbak, soale daratan Sumatera belum satupun yang saya datangi
@Kang Boku no Blog:
iya Kang, tujuan pijet refleksi sambil jalan-jalan
@Ning tiwi :
wa'alaikum salam Ning, Subhanalloh begitulah kondisinya mampu menyentuh nurani
@Kang Sofyan :
Dapat sama warungnya ? hh gimana dengan penjualnya Kang ?
@Mbak Fairysha :
kayaknya sekarang ndak ngeri kok, kan sudah banyak yang menghijau
@Kang NuellubiS :
ada 3 foto sejenis Kang di tiga tempat. Sepertinya foto itu mampu memberikan nuansa cerita mendalam
@Mbak monda :
amin Mbak, tentu kesalamatan, kenyamanan dan keamanan lebih penting
@Ning iffa hoet :
wa'alaikumsalam
hhhh kobong sak dompete sampe kempes, tapi ndak apa itung itung pengalaman baru merasakan jadi orang gaul di luaran
semoga kita tetap istiqomah membenahi diri menjadi lebih baik menuju ridhoNya, amin
@Mbak niee :
namanya juga kopi cafe, yang mahal duduknya hhh sama numpang ngadem
@Kang Ejawantah's Blog :
bener Kang, itulah Ayat-ayat yang sangat baik untuk kita baca dan maknai dalam kehidupan ini
@Kang Baha Andes :
BalasHapusIya Kang, mumpung ada kesempatan ke Jogja
@Kang Sugeng :
sayapun terkesima dengan foto itu Kang, sebuah foto yang membawa pesan mendalam
@Kang Tomo Obat Sakit 2011:
sami-sami Kang, saya pun minta maaf jika ada salah dan khilaf
walah urik..
BalasHapussaya sendiri yang deket malah belum nyampe kesana
hehe...
@Kang Rawins :
BalasHapusurik niko nopo to Kang ? kok saya ndak mudeng hhh
Kalo pulang lagi, nDuk Citra, Ibuke dan si Kecil perlu tuh diajak kesana biar menyelami kekuasaan Illahi
dibalik musibah ada berkah jg ya Pak... Syukurlah masyarakat disana sudah mulai bangkit lagi... dan krn saya jauh, jd cuma bisa ngebayangin saja bagaimana pemandangan spt itu, bisa mengingatkan qta pada kebesaran kuasa Allah.,..
BalasHapus