Minggu, 29 Januari 2012

Kelegaan Rasa dalam Berjamaah

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Kalo sebelumnya saya betah di Masjid Raudhatus Shalihin Malang, karena ketika tiba waktu sholat terutama dzuhur dan asar, para pedagang pasar Besar Malang banyak yang tidak dilalaikan perniagaan. Kali ini, saya berbetah-betah di Masjid sekolah Mas Rio, karena manajemen shalat mereka sangat memberikan kesan melegakan khususnya bagi saya pribadi.


Yang menjadi saya berbetah-betah di dalamnya adalah kenyamanan dalam menjalankan shalat di Masjid ini. Berdasarkan kaca mata saya yang masih awam dalam beragama, kenyamanan yang saya rasakan karena Imam shalat,   menjalankan tugasnya dengan baik. Bukan hanya pada saat pelaksanaan shalat saja, tapi sebelum shalat dimulai, masalah shaf shalat sangat diperhatikan.

Sambil mengucapkan  sawwu shufuu fakum fa inna taswiyatash shufuufi min tamamishsholat, Beliau langsung menghadap ke arah makmum, dan tidak segera memulai, sebelum memastikan dengan benar, shaf yang rapat dan lurus. Beberapa kali memberikan isyarat pada jamaah bagian belakang, terutama anak-anak untuk lebih merapikan shafnya.

Paling tidak, ada bagian dari tubuh kita yang menempel pada jamaah sebelahnya, biasanya cukup menggunakan ujung jari kaki. Namun akan lebih bagus lagi jika pundak merapat pundak dan kaki merapat kaki. Hanya saja, seperti yang pernah saya tulis, tentang shaf shalat,  pada beberapa tempat merapatkan barisan masih belum bisa dijalankan dengan baik. Shaf sudah lumayan lurus karena dibantu garis yang dibuat dilantai, tetapi kerapatan barisan, masih perlu diperhatikan lagi.

Begitu pentingnya meluruskan dan merapatkan shaf, Sahabat Abu Abdillah An-Nu’man bin Basyir, beliau berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “benar-benar kalian luruskan shaf-shaf kalian atau (kalau tidak), maka sungguh Allah akan memalingkan antar wajah-wajah kalian (menjadikan wajah-wajah kalian berselisih).” (HR. Al-Bukhariy no.717 dan Muslim No. 436)

Dalam  riwayat lain, dijelaskan  “bahwasanya Rasulullah biasa meluruskan shaf-shaf kami seakan-akan beliau sedang meluruskan anak panah sehingga apabila beliau melihat bahwasanya kami telah memahami hal itu, yakni wajibnya meluruskan shaf.  Kemudian pada suatu hari beliau keluar, lalu berdiri sampai hampir-hampir beliau bertakbir untuk shalat, tiba-tiba beliau melihat seseorang yang menonjol sedikit dadanya, maka beliaupun bersabda, “Wahai hamba-hamba Allah, benar-benar kalian luruskan shaf-shaf kalian atau (kalau tidak) maka Allah sungguh akan memalingkan antar wajah-wajah kalian.”


Bukan hanya rapat dan lurus, cara membuat shaf keduapun sangat diperhatikan, bagian tengah diisi terlebih dahulu, kemudia bagian kanan dan diakhiri bagian kiri hingga penuh. Makmum tidak seenaknya berdiri, sehingga pernah saya jumpai shaf belakang keliatan berlubang-lubang.

Dalam pelaksanaan shalat yang membuat saya merasa nyaman adalah, bacaan Al Fatihah dan surat setelahnya sangat jelas, benar-benar bisa saya nikmati. Dan tidak ketinggalan, ritme gerakan shalat sepertinya 'pas', tidak terlalu lama dan tidak terlalu singkat. Ini bisa saya maklumi, karena yang menjadi imam shalat adalah Ustadz Aziz yang merupakan jebolan LIPIA Jakarta.

Semoga kita, khususnya para muslim laki-laki diberikan kemudahan melangkahkan kaki memenuhi Panggilan-Nya untuk shalat berjamaah di masjid, dimanapun kita mendengarkan suara adzan berkumandang. Karena ada banyak hal kemanfaatan dan kenikmatan ketika kita sudah terbiasa melakukannya. Disamping itu, ada sebuah riwayat dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang mendengar panggilan azan, namun dia tidak mendatanginya maka tidak ada shalat baginya”. HR. Ibnu Majah dan Al-Daruquthni.

Maka, mari kita shalat berjamaah agar kita bisa merasakan kelegaan rasa, kelegaan jiwa dan raga. Mau ?

***
"Semoga kita dimudahkan dalam segala urusan di dunia dan akhirat"
Wallahu a`lam bish-shawab
semoga bermanfaat
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tambahan :


Manfaat Shalat berjamaah:


  1. Mematuhi perintah Allah
  2. Sebagai saksi keimanan
  3. Mendapat tajkiah (Pernyataan Kesucian) dan Anugerah Besar dari Allah
  4. Mengagungkan dan menekankan apa yang diagungkan dan ditekankan oleh Rasul SAW
  5. Mematuhi perintah Rasul SAW
  6. Selamat karena mengikuti Rasul
  7. Sholat berjamaah termasuk sasaran Islam yang Agung
  8. Mengagungkan dan menampakkan syi'ar Allah
  9. Termasuk sunnah petunjuk
  10. Lebih utama dari shalat sendirian
  11. Lebih suci di sisi Allah SWT daripada shalat sendiri-sendiri.
  12. Menjaga diri dari syetan
  13. Jauh dari menyerupai orang-orang  munafik
  14. Diantara sebab  
  15. Ta'ajub Allah 
  16. Berpahala besar karena berjalan untuk menunaikannya
  17. Berkumpulnya para Malaikat pada waktu shalat shubuh dan ashar serta permohonan ampun mereka bagi yang      hadir
  18. Menyamai shalat separuh malam atau sepanjang malam
  19. Berada dalam jaminan Allah
  20. Berada dalam naungan Allah pada Hari kiamat
  21. Bebas dari Neraka dan bebas dari sifat nifak
  22. Mendapatkan shalawat dari Allah dan para Malaikat
  23. Mendapatkan Rumah di Surga
  24. Mendapatkan pahala berjamaah meskipun telah selesai dikerjakan
  25. Sempurnanya shalat
  26. Amal paling utama
  27. Selamat dari neraka Wail
  28. Selamat dari kelalaian
  29. Doanya tidak ditolak
  30. Persaudaraan, kasih sayang dan persamaan
  31. Menjaga shalat sunnah Rawatib dan Dzikir
  32. Memahami hukum-hukum shalat
  33. Membiasakan disiplin dan menguasai diri
  34. Menampakkan kekuatan umat Islam dan membuat kesal orang2 kafir dan munafik
  35. Memperbaiki penampilan dan jati diri
  36. Saling mengenal dan memperkenalkan diri
  37. Berlomba-lomba dalam ketaatan kepada Allah SWT
  38. Terjaganya kepribadian yang baik
  39. Adanya perasaan berdiri dalam suatu barisan Jihad
  40. Menghadirkan perasaan apa yang terjadi pada Zaman Nabi Muhammad SAW dan para Sahabatnya

Sumber : Serial Buku Darul Haq Ke-6
Ada 40 manfaat shalat berjamaah
Abu Abdillah Musnid al-Qathani

(saya kutip dari forum.dudung.net)

30 comments:

  1. asalammualaikum amin pak deh semoga kita semua diberikan kelancaran dalam mendapatkan keridhoan Allah SWT.

    BalasHapus
  2. Assalamu'alaikum,,,,
    sugeng enjang,,

    Masya Allah...saya juga mengalami hal serupa saat sholat taraweh terutama kebetulan sering berpindah pindah mesjid. Dari situ saya jg melihat masjid yg imam sampai ta'mir yg disiplin mengatur shof, tapi ada pula yg cuek.

    alhamdulillah, mas Rio sekolahnya bagus ya.
    Jadi ingat saat masih sekolah MI sore, jika ashar tiba kami wajib sholat berjamaah. Jd mulai cara wudhu, mengatur shof barisan hingga usai sholat harus sesuai syariat dengan disiplin tinggi. Saat itu seperti mendapati guru yg kejam karena jk melanggar akan kena hukuman, namun ternyata pelajaran itu ibarat bekal yg tak terlupakan karena membentuk perilaku/kebiasaan ke depan.

    Pripun kabare? mugi barokalloh sklrga..

    BalasHapus
  3. assalamualaikum...
    pak ies ... terima kasih sharingnya ya ... saya merasakan kenyamanan solat berjamaahitu kalau di masjid UIN Malang ... kerasa sekali semangat uluhiyahnya ... dan saya jadi terbawa.

    BalasHapus
  4. assalamualaikum...
    pak ies ... terima kasih sharingnya ya ... saya merasakan kenyamanan solat berjamaahitu kalau di masjid UIN Malang ... kerasa sekali semangat uluhiyahnya ... dan saya jadi terbawa.

    BalasHapus
  5. sholat berjamaah... insya allah akan bisa khusyu.. terutama ketika imamnya membaca bacaan suratnya suaranya jelas, tartil.. ehmm nyaman rasanya...

    BalasHapus
  6. baru tau saya kalo saf pun ada aturannya juga.

    BalasHapus
  7. Wa'alaikumsalam Ust.
    Beribadah apapun kalau suasananya mendukung pasti adem, khusuk dan tuma'ninah,,terima kasih sharing ilmunya Ust

    BalasHapus
  8. @fahrizaltapi kalau aku kesan kok gak tau ktemu sampean Dik,,hayo kemana sampean, dima'had juga gak ada hehehe

    BalasHapus
  9. @Kang Tirta Darmantioamin, itulah harapan setiap muslim bahwa semakin bertambah hari semakin bertambah baik keislamannya

    BalasHapus
  10. @Ning iffa hoetwa'alaikumsalam. Semakin sering kita berjamaah dimana adzan berbunyi dan di banyak tempat maka wawasan kita akan semakin terbuka yang didalamnya bisa kita petik hal-hal yang baik, benar dan bermanfaat untuk menyempurnakan shalat kita. Mari kita berdiskusi yang dimulai dari keluarga dan orang-orang dekat dengan kita

    Alhamdulillah keluarga sehat

    BalasHapus
  11. @Kang fahrizalpasti donk di UIN kan mereka sudah memahami bagaimana tata cara shalat yang baik dan benar. Saya sekali ke sana ketika ponakan masih tinggal di asrama, dan sekarang sedang nulis TA

    BalasHapus
  12. Berjema'ah itu memang melegakan ya Pakies. Sekaligus barokah ;)

    BalasHapus
  13. Semoga imamnya terus dipelihara kesehatannya oleh Allah Pak. Amin

    BalasHapus
  14. wa'alaikum salam
    amiin .. insya Allah,
    jadi inget temen kecil kangmas, ayahnya yang imam masjid beberapa bulan yang lalu wafat;
    sedangkan mesjid di kampungnya rata2 wong abangan, sayang mr. lc itu masih memilih tetap tinggal di ibukota sebagai ustaz; gak mudeng apa sebabnya hehe

    BalasHapus
  15. 'alaikumussalam wr wb, Pak...
    nah, ini yang sering saya alami. banyak para imam yang cuek gitu aja ga ngatur keadaan shafnya. Parahnya lagi ya jamaahnya yang juga tidak tau tata cara shalat berjamaah. Main berdiri seenaknya saja.
    Mudah2an, pelan2 dengan terus belajar, semoga kesempurnaan dalam melaksanakan shalat berjamaah bisa kita raih. aamiin

    BalasHapus
  16. tentang shaf yg lurus harus terus disosialaisasikan,biasanya ma'mum patuh pada imam,jadi harus imamnya yang mengerti benar masalah shaff ini.karena masyarakat ini heterogen

    BalasHapus
  17. Mauuu!

    Pak Ies, saya mau tanya...
    kalau shaf wanita (aku sih biasa sholat di masjid kalau Ramadhan aja, hehe), kan biasanya masing2 bawa sajadah sendiri2 tuh Pak.. bagaimana bisa rapat Pak? boro2 menyentuhkan anggota tubuh.. wong sajadah juga yg lebar2 itu..? mohon penjelasannya ya Pak Ies.. terima kasih.. :-)

    wassalamualaikum

    *dah kayak di majelis taklim aja*

    BalasHapus
  18. jadi kangen suasana pengajian... mentoring... hiks...

    BalasHapus
  19. @Kang Fajarmaka menjadi seorang imam sholat bukan perkara gampang ya Kang. Harus memiliki kemampuan yang lebih tentang shalat, tentang bacaannya, dan manajemen sebagai pemimpin

    BalasHapus
  20. Wah keren postingan nya pak.. :)
    Kalau di kantor di usahakan sholat berjamaah walau sedikit, rasa nya emang lebih nyaman banget.. :)

    Salam kenal dari Sidoarjo ^^

    BalasHapus
  21. Benerbanget Pakis dan mas tirta...

    dengan shalat berjamaah dan tewat waktu merupakan melatih diri kita untuk senantiasa disiplin. Mudah2 kita dimudahkan ya... :)@Pakies

    BalasHapus
  22. aaahhh kalau soal kerapatan berjamaan rasanya aku masih kurang banget deh mas >.<

    BalasHapus
  23. sebelum memulai aktifitas, menyapa dulu aah... assalamualaikum pak,, apa kbr?? :)

    hmm.. rapi bener shaf nya,,, pasti deh rasa nya nikmat sholat berjamaah,, tp sayang aku jarang sholat berjamaah pakies, kecuali waktu sedang pulang ke palembang..

    BalasHapus
  24. Saleum,
    Luar biasa manfaat sholat berjamaah. Semakin ingin selalu berjamaah nih... trimakasih atas penjabarannya pak...

    BalasHapus
  25. menginspirasi sekali mas :)

    saya tidak semua shalat wajib bisa berjamaah. saya berjamaah umumnya pada shalat dhuhur dan isya, shalat dhuhur, jamaah di kantor, ashar di rumah, maghrib biasaya jamaah sama orang tua, isya berjamaah di masjid

    subuh yang parah, jarang sekali bisa shalat berjamaah :(

    BalasHapus
  26. Makanya untuk imam selalu dipilih yang terbaik ya pak? karna Insya Allah, caranya memimpin shalat akan berpengaruh ke jama'ahnya :)

    BalasHapus
  27. Hey salam kenal ya! Blognya bagus :)

    BalasHapus
  28. Assalamualaikum Pak... maaf baru sempat mampir lagi kemari setelah 3 minggu absen.

    Aku juga punya pertanyaan yg sama dg mbak Tia, Pak. Sekarang kan sajadah lebar2 banget, jadi gak bisa mepet pundak dg yang disebelahnya.

    BalasHapus
  29. iya pak, bener kalo shalat berjama'ah dan imamnya melakukan tugasnya dengan baik maka kita sebagai makmum pun akan merasa lebih khusyu' ya pak shalatnya.. paling sebel kalo shalat jama'ah tapi gerakan shalatnya cepet bener..

    BalasHapus
  30. @Mbak Reni catatan kecilkuwa'alaikumsalam Mbak, saya juga jarang ol kok, jadi updatepun tersendat-sendat hhh. Untuk jawaban pertanayaan Njenengan, pernah saya tulis di http://www.djanganpakies.com/2011/04/rapatkan-barisan-lurusankan-shaf.html

    BalasHapus

“Ya Allah ciptakanlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatan-ku, cahaya dari atasku, cahaya dari bawahku, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya dari depanku, dan cahaya dari belakangku. Ciptakanlah cahaya dalam diriku, perbesarlah cahaya untukku, agungkanlah cahaya untukku, berilah cahaya untuk-ku, dan jadikanlah aku sebagai cahaya. Ya Allah, berilah cahaya kepadaku, ciptakan cahaya pada urat sarafku, cahaya dalam dagingku, cahaya dalam darahku, cahaya di rambutku, dan cahaya di kulitku“ Bukhari: 11/116 no.6316, dan Muslim: 1/526, 529, 530, no. 763.