بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Kalo sebelumnya saya betah di Masjid Raudhatus Shalihin Malang, karena ketika tiba waktu sholat terutama dzuhur dan asar, para pedagang pasar Besar Malang banyak yang tidak dilalaikan perniagaan. Kali ini, saya berbetah-betah di Masjid sekolah Mas Rio, karena manajemen shalat mereka sangat memberikan kesan melegakan khususnya bagi saya pribadi.
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Kalo sebelumnya saya betah di Masjid Raudhatus Shalihin Malang, karena ketika tiba waktu sholat terutama dzuhur dan asar, para pedagang pasar Besar Malang banyak yang tidak dilalaikan perniagaan. Kali ini, saya berbetah-betah di Masjid sekolah Mas Rio, karena manajemen shalat mereka sangat memberikan kesan melegakan khususnya bagi saya pribadi.Yang menjadi saya berbetah-betah di dalamnya adalah kenyamanan dalam menjalankan shalat di Masjid ini. Berdasarkan kaca mata saya yang masih awam dalam beragama, kenyamanan yang saya rasakan karena Imam shalat, menjalankan tugasnya dengan baik. Bukan hanya pada saat pelaksanaan shalat saja, tapi sebelum shalat dimulai, masalah shaf shalat sangat diperhatikan.
Sambil mengucapkan sawwu shufuu fakum fa inna taswiyatash shufuufi min tamamishsholat, Beliau langsung menghadap ke arah makmum, dan tidak segera memulai, sebelum memastikan dengan benar, shaf yang rapat dan lurus. Beberapa kali memberikan isyarat pada jamaah bagian belakang, terutama anak-anak untuk lebih merapikan shafnya.
Paling tidak, ada bagian dari tubuh kita yang menempel pada jamaah sebelahnya, biasanya cukup menggunakan ujung jari kaki. Namun akan lebih bagus lagi jika pundak merapat pundak dan kaki merapat kaki. Hanya saja, seperti yang pernah saya tulis, tentang shaf shalat, pada beberapa tempat merapatkan barisan masih belum bisa dijalankan dengan baik. Shaf sudah lumayan lurus karena dibantu garis yang dibuat dilantai, tetapi kerapatan barisan, masih perlu diperhatikan lagi.
Begitu pentingnya meluruskan dan merapatkan shaf, Sahabat Abu Abdillah An-Nu’man bin Basyir, beliau berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “benar-benar kalian luruskan shaf-shaf kalian atau (kalau tidak), maka sungguh Allah akan memalingkan antar wajah-wajah kalian (menjadikan wajah-wajah kalian berselisih).” (HR. Al-Bukhariy no.717 dan Muslim No. 436)
Dalam riwayat lain, dijelaskan “bahwasanya Rasulullah biasa meluruskan shaf-shaf kami seakan-akan beliau sedang meluruskan anak panah sehingga apabila beliau melihat bahwasanya kami telah memahami hal itu, yakni wajibnya meluruskan shaf. Kemudian pada suatu hari beliau keluar, lalu berdiri sampai hampir-hampir beliau bertakbir untuk shalat, tiba-tiba beliau melihat seseorang yang menonjol sedikit dadanya, maka beliaupun bersabda, “Wahai hamba-hamba Allah, benar-benar kalian luruskan shaf-shaf kalian atau (kalau tidak) maka Allah sungguh akan memalingkan antar wajah-wajah kalian.”
Bukan hanya rapat dan lurus, cara membuat shaf keduapun sangat diperhatikan, bagian tengah diisi terlebih dahulu, kemudia bagian kanan dan diakhiri bagian kiri hingga penuh. Makmum tidak seenaknya berdiri, sehingga pernah saya jumpai shaf belakang keliatan berlubang-lubang.
Dalam pelaksanaan shalat yang membuat saya merasa nyaman adalah, bacaan Al Fatihah dan surat setelahnya sangat jelas, benar-benar bisa saya nikmati. Dan tidak ketinggalan, ritme gerakan shalat sepertinya 'pas', tidak terlalu lama dan tidak terlalu singkat. Ini bisa saya maklumi, karena yang menjadi imam shalat adalah Ustadz Aziz yang merupakan jebolan LIPIA Jakarta.
Maka, mari kita shalat berjamaah agar kita bisa merasakan kelegaan rasa, kelegaan jiwa dan raga. Mau ?
Sambil mengucapkan sawwu shufuu fakum fa inna taswiyatash shufuufi min tamamishsholat, Beliau langsung menghadap ke arah makmum, dan tidak segera memulai, sebelum memastikan dengan benar, shaf yang rapat dan lurus. Beberapa kali memberikan isyarat pada jamaah bagian belakang, terutama anak-anak untuk lebih merapikan shafnya.Paling tidak, ada bagian dari tubuh kita yang menempel pada jamaah sebelahnya, biasanya cukup menggunakan ujung jari kaki. Namun akan lebih bagus lagi jika pundak merapat pundak dan kaki merapat kaki. Hanya saja, seperti yang pernah saya tulis, tentang shaf shalat, pada beberapa tempat merapatkan barisan masih belum bisa dijalankan dengan baik. Shaf sudah lumayan lurus karena dibantu garis yang dibuat dilantai, tetapi kerapatan barisan, masih perlu diperhatikan lagi.
Begitu pentingnya meluruskan dan merapatkan shaf, Sahabat Abu Abdillah An-Nu’man bin Basyir, beliau berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “benar-benar kalian luruskan shaf-shaf kalian atau (kalau tidak), maka sungguh Allah akan memalingkan antar wajah-wajah kalian (menjadikan wajah-wajah kalian berselisih).” (HR. Al-Bukhariy no.717 dan Muslim No. 436)
Dalam riwayat lain, dijelaskan “bahwasanya Rasulullah biasa meluruskan shaf-shaf kami seakan-akan beliau sedang meluruskan anak panah sehingga apabila beliau melihat bahwasanya kami telah memahami hal itu, yakni wajibnya meluruskan shaf. Kemudian pada suatu hari beliau keluar, lalu berdiri sampai hampir-hampir beliau bertakbir untuk shalat, tiba-tiba beliau melihat seseorang yang menonjol sedikit dadanya, maka beliaupun bersabda, “Wahai hamba-hamba Allah, benar-benar kalian luruskan shaf-shaf kalian atau (kalau tidak) maka Allah sungguh akan memalingkan antar wajah-wajah kalian.”
Bukan hanya rapat dan lurus, cara membuat shaf keduapun sangat diperhatikan, bagian tengah diisi terlebih dahulu, kemudia bagian kanan dan diakhiri bagian kiri hingga penuh. Makmum tidak seenaknya berdiri, sehingga pernah saya jumpai shaf belakang keliatan berlubang-lubang.
Dalam pelaksanaan shalat yang membuat saya merasa nyaman adalah, bacaan Al Fatihah dan surat setelahnya sangat jelas, benar-benar bisa saya nikmati. Dan tidak ketinggalan, ritme gerakan shalat sepertinya 'pas', tidak terlalu lama dan tidak terlalu singkat. Ini bisa saya maklumi, karena yang menjadi imam shalat adalah Ustadz Aziz yang merupakan jebolan LIPIA Jakarta.
Semoga kita, khususnya para muslim laki-laki diberikan kemudahan melangkahkan kaki memenuhi Panggilan-Nya untuk shalat berjamaah di masjid, dimanapun kita mendengarkan suara adzan berkumandang. Karena ada banyak hal kemanfaatan dan kenikmatan ketika kita sudah terbiasa melakukannya. Disamping itu, ada sebuah riwayat dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang mendengar panggilan azan, namun dia tidak mendatanginya maka tidak ada shalat baginya”. HR. Ibnu Majah dan Al-Daruquthni.
Maka, mari kita shalat berjamaah agar kita bisa merasakan kelegaan rasa, kelegaan jiwa dan raga. Mau ?
***
"Semoga kita dimudahkan dalam segala urusan di dunia dan akhirat"
Wallahu a`lam bish-shawab
semoga bermanfaat
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Tambahan :
asalammualaikum amin pak deh semoga kita semua diberikan kelancaran dalam mendapatkan keridhoan Allah SWT.
BalasHapusAssalamu'alaikum,,,,
BalasHapussugeng enjang,,
Masya Allah...saya juga mengalami hal serupa saat sholat taraweh terutama kebetulan sering berpindah pindah mesjid. Dari situ saya jg melihat masjid yg imam sampai ta'mir yg disiplin mengatur shof, tapi ada pula yg cuek.
alhamdulillah, mas Rio sekolahnya bagus ya.
Jadi ingat saat masih sekolah MI sore, jika ashar tiba kami wajib sholat berjamaah. Jd mulai cara wudhu, mengatur shof barisan hingga usai sholat harus sesuai syariat dengan disiplin tinggi. Saat itu seperti mendapati guru yg kejam karena jk melanggar akan kena hukuman, namun ternyata pelajaran itu ibarat bekal yg tak terlupakan karena membentuk perilaku/kebiasaan ke depan.
Pripun kabare? mugi barokalloh sklrga..
assalamualaikum...
BalasHapuspak ies ... terima kasih sharingnya ya ... saya merasakan kenyamanan solat berjamaahitu kalau di masjid UIN Malang ... kerasa sekali semangat uluhiyahnya ... dan saya jadi terbawa.
assalamualaikum...
BalasHapuspak ies ... terima kasih sharingnya ya ... saya merasakan kenyamanan solat berjamaahitu kalau di masjid UIN Malang ... kerasa sekali semangat uluhiyahnya ... dan saya jadi terbawa.
sholat berjamaah... insya allah akan bisa khusyu.. terutama ketika imamnya membaca bacaan suratnya suaranya jelas, tartil.. ehmm nyaman rasanya...
BalasHapusbaru tau saya kalo saf pun ada aturannya juga.
BalasHapusWa'alaikumsalam Ust.
BalasHapusBeribadah apapun kalau suasananya mendukung pasti adem, khusuk dan tuma'ninah,,terima kasih sharing ilmunya Ust
@fahrizaltapi kalau aku kesan kok gak tau ktemu sampean Dik,,hayo kemana sampean, dima'had juga gak ada hehehe
BalasHapus@Kang Tirta Darmantioamin, itulah harapan setiap muslim bahwa semakin bertambah hari semakin bertambah baik keislamannya
BalasHapus@Ning iffa hoetwa'alaikumsalam. Semakin sering kita berjamaah dimana adzan berbunyi dan di banyak tempat maka wawasan kita akan semakin terbuka yang didalamnya bisa kita petik hal-hal yang baik, benar dan bermanfaat untuk menyempurnakan shalat kita. Mari kita berdiskusi yang dimulai dari keluarga dan orang-orang dekat dengan kita
BalasHapusAlhamdulillah keluarga sehat
@Kang fahrizalpasti donk di UIN kan mereka sudah memahami bagaimana tata cara shalat yang baik dan benar. Saya sekali ke sana ketika ponakan masih tinggal di asrama, dan sekarang sedang nulis TA
BalasHapusBerjema'ah itu memang melegakan ya Pakies. Sekaligus barokah ;)
BalasHapusSemoga imamnya terus dipelihara kesehatannya oleh Allah Pak. Amin
BalasHapuswa'alaikum salam
BalasHapusamiin .. insya Allah,
jadi inget temen kecil kangmas, ayahnya yang imam masjid beberapa bulan yang lalu wafat;
sedangkan mesjid di kampungnya rata2 wong abangan, sayang mr. lc itu masih memilih tetap tinggal di ibukota sebagai ustaz; gak mudeng apa sebabnya hehe
'alaikumussalam wr wb, Pak...
BalasHapusnah, ini yang sering saya alami. banyak para imam yang cuek gitu aja ga ngatur keadaan shafnya. Parahnya lagi ya jamaahnya yang juga tidak tau tata cara shalat berjamaah. Main berdiri seenaknya saja.
Mudah2an, pelan2 dengan terus belajar, semoga kesempurnaan dalam melaksanakan shalat berjamaah bisa kita raih. aamiin
tentang shaf yg lurus harus terus disosialaisasikan,biasanya ma'mum patuh pada imam,jadi harus imamnya yang mengerti benar masalah shaff ini.karena masyarakat ini heterogen
BalasHapusMauuu!
BalasHapusPak Ies, saya mau tanya...
kalau shaf wanita (aku sih biasa sholat di masjid kalau Ramadhan aja, hehe), kan biasanya masing2 bawa sajadah sendiri2 tuh Pak.. bagaimana bisa rapat Pak? boro2 menyentuhkan anggota tubuh.. wong sajadah juga yg lebar2 itu..? mohon penjelasannya ya Pak Ies.. terima kasih.. :-)
wassalamualaikum
*dah kayak di majelis taklim aja*
jadi kangen suasana pengajian... mentoring... hiks...
BalasHapus@Kang Fajarmaka menjadi seorang imam sholat bukan perkara gampang ya Kang. Harus memiliki kemampuan yang lebih tentang shalat, tentang bacaannya, dan manajemen sebagai pemimpin
BalasHapusWah keren postingan nya pak.. :)
BalasHapusKalau di kantor di usahakan sholat berjamaah walau sedikit, rasa nya emang lebih nyaman banget.. :)
Salam kenal dari Sidoarjo ^^
Benerbanget Pakis dan mas tirta...
BalasHapusdengan shalat berjamaah dan tewat waktu merupakan melatih diri kita untuk senantiasa disiplin. Mudah2 kita dimudahkan ya... :)@Pakies
aaahhh kalau soal kerapatan berjamaan rasanya aku masih kurang banget deh mas >.<
BalasHapussebelum memulai aktifitas, menyapa dulu aah... assalamualaikum pak,, apa kbr?? :)
BalasHapushmm.. rapi bener shaf nya,,, pasti deh rasa nya nikmat sholat berjamaah,, tp sayang aku jarang sholat berjamaah pakies, kecuali waktu sedang pulang ke palembang..
Saleum,
BalasHapusLuar biasa manfaat sholat berjamaah. Semakin ingin selalu berjamaah nih... trimakasih atas penjabarannya pak...
menginspirasi sekali mas :)
BalasHapussaya tidak semua shalat wajib bisa berjamaah. saya berjamaah umumnya pada shalat dhuhur dan isya, shalat dhuhur, jamaah di kantor, ashar di rumah, maghrib biasaya jamaah sama orang tua, isya berjamaah di masjid
subuh yang parah, jarang sekali bisa shalat berjamaah :(
Makanya untuk imam selalu dipilih yang terbaik ya pak? karna Insya Allah, caranya memimpin shalat akan berpengaruh ke jama'ahnya :)
BalasHapusHey salam kenal ya! Blognya bagus :)
BalasHapusAssalamualaikum Pak... maaf baru sempat mampir lagi kemari setelah 3 minggu absen.
BalasHapusAku juga punya pertanyaan yg sama dg mbak Tia, Pak. Sekarang kan sajadah lebar2 banget, jadi gak bisa mepet pundak dg yang disebelahnya.
iya pak, bener kalo shalat berjama'ah dan imamnya melakukan tugasnya dengan baik maka kita sebagai makmum pun akan merasa lebih khusyu' ya pak shalatnya.. paling sebel kalo shalat jama'ah tapi gerakan shalatnya cepet bener..
BalasHapus@Mbak Reni catatan kecilkuwa'alaikumsalam Mbak, saya juga jarang ol kok, jadi updatepun tersendat-sendat hhh. Untuk jawaban pertanayaan Njenengan, pernah saya tulis di http://www.djanganpakies.com/2011/04/rapatkan-barisan-lurusankan-shaf.html
BalasHapus