Senin, 05 Maret 2012

Darah Bekam Mengental

Alhamdulillah, setelah berkali-kali saya tunda, akhirnya keinginan saya untuk berbekam terpenuhi. Itupun secara nggak sengaja, ada seorang terapis bekam yang silaturrahim ke rumah Om saya. Dan tidak membuang kesempatan, sayapun meminta Beliau membekam saya. Mumpung ada kesempatan.
           "Sudah pernah dibekam sebelumnya, Pak ?"
           "Belum pernah Bapak" begitu saya menjawab
           "Tidak takut darah ?"
           "Insya Alloh tidak" sayapun sangat yakin dengan jawaban saya.
           "Baiklah, saya coba cek tensinya terlebih dahulu". Setelah dicek tensi darah, sayapun diperbolehkan menjalani terapi bekam. Seperangkat alat bekam dikeluarkan dari tasnya.
          "Silahkan berwudhu terlebih dahulu Pak, biar terapi ini lebih memberikan manfaat" demikian Beliau meminta sambil mengenakan sarung tangan karet.
          "Wah Alhamdulillah, saya masih belum batal, Bapak" demikian saya menjawab sambil melepaskan pakaian atas sambil berbaring di tempat tidur.
          "Syukurlah kalo demikian". Dan sayapun diminta berdoa, membaca Al Fatihah, Sholawat dan berdzikir selama terapi dilaksanakan.

Mula-mula punggung saya diolesi dengan minyak, entah apa jenisnya saya nggak tahu. Selanjutnya ada sekitar 5 gelas (cop) ditempelkan dipunggung sambil dipompa, punggung terasa tersedot. Ndak sampai 2 menit, semua cop dilepaskan dan satu persatu dipasang kembali dengan terlebih dahulu di 'tembak' dengan jarum yang alatnya mirip pen, yang terlebih dahulu disterilkan menggunakan alkohol. Nggak sakit kok cuman clekit-clekit seperti digigit semut.
salah satu bekas bekam di tubuh saya

Setelah kurang lebih dua menit, masing-masing gelas itu dicopot pelan-pelan dan hasilnya ditunjukkan pada saya, waow saya kaget melihat darah kental yang cenderung berwarna hitam di dalam cop.
          "Bapak dulu perokok ya ..." tiba-tiba pertanyaan beliau seperti menampar saya
          "Iya Pak, dulu. Tapi sudah sangat  lama saya tinggalkan. Memangnya kenapa Bapak ?"
          "Darah yang keluar, kelihatan ditubuh bapak ada nikotin. Mudah-mudahan dengan ini bisa membersihkan semua racun yang ada di dalam tubuh". Saya pun segera mengamini. Dengan menggunakan tissue, darah yang ada di dalam gelas kop dibersihkan, kemudian disemprot menggunakan alkohol. Demikian pula dengan punggung saya diberi olesan.

Selanjutnya dengan cara yang sama, bagian yang tadi dibuat titik-titik bekam dengan menggunakan pen otomatis. Tubuh saya dibekam sampai 5 kali, yang kesemuanya menghasilkan darah yang mengental. Tapi ndak sampai berwarna hitam, apalagi sampai mengeluarkan busa. Jika darah yang keluar berwarna hitam dan berbusa, ini menandakan toksik dalam tubuh kita cukup banyak, demikian Terapis yang berusia 65 tahun ini menjelaskan.
          "Untuk sementara, lima kali dulu, karena ini masih awal. Insya Alloh berikutnya bisa kita lakukan sampai 7 kali, tergantung kondisi tubuh sampean" Demikian Beliau menjelaskan sambil memberikan olesan minyak zaitun di bekas "luka" kecil yang disebabkan proses pembekaman tadi. Ketika diolesi terasa sangat nyaman, dan lebih hangat ke badan.
          "Kenapa dalam membekam harus ganjil, Bapak ?" saya mencoba bertanya.
          "Saya hanya mengikuti petujunjuk yang diberikan Baginda Rasul SAW, bahkan sebenarnya waktu yang baik untuk berbekam adalah pada tanggal 17, 19 dan 11 kalender hijriah, ada riwayat yang menjelaskannya" Demikian Beliau menjawab pertanyaan saya. Karena penasaran, sayapun googling, dan menemukan riwayat yang beliau maksudkan, yaitu;
Imam asy-Syuyuthi menukil pendapat Ibnu Umar, bahwa berbekam dalam keadaan perut kosong itu adalah paling baik karena dalam hal itu terdapat kesembuhan. Maka disarankan bagi yang hendak berbekam untuk tidak makan-makanan berat 2-3 jam sebelumnya.
Dari Abu Hurairah radhiallaahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berbekam pada hari ke-17, 19 dan 21 (tahun Hijriyah), maka ia akan sembuh dari segala macam penyakit.” (Shahih Sunan Abu Dawud, II/732, karya Imam al-Albani)
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallaahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda: “ Sesungguhnya sebaik-baik bekam yang kalian lakukan adalah hari ke-17, ke-19, dan pada hari ke-21.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/204)
Dari Anas bin Malik radhiallaahu 'anhu, dia bercerita: ” Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam biasa berbekam di bagian urat merih (jugular vein) dan punggung. Ia biasa berbekam pada hari ke-17, ke-19, dan ke-21.” (HR, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, sanad shahih)
Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: “Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda: ‘Berbekamlah pada hari ke-17 dan ke-21, sehingga darah tidak akan mengalami hipertensi yang dapat membunuh kalian’.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami (III/388))
Semoga saja di daerah saya ada pelatihan bekam Thibbun Nabawi, saya malah menjadi bersemangat mempelajarinya, seperti halnya Mbak Keke Yunda Hamasyah yang sudah sangat mahir melakukan bekam terhadap keluarganya, sampean tahu semua kan kalo Beliau juga seorang dokter.

Alhamdulillah, pada akhirnya keinginan saya yang sudah cukup lama untuk berbekam bisa saya jalani. Dan Insya Alloh sebulan berikutnya, tanggal 17 bulan hijriah saya akan melakukan terapi lagi agar tubuh saya lebih sehat, terutama dari racun nikotin yang pernah bersarang di tubuh saya.

Semoga tubuh yang dilahirkan dalam keadaan suci, Insya Alloh dikembalikan dengan keadaan lebih baik. Sehat jasmani dan ruhani adalah harapan setiap muslim yang ingin mengakhiri hidupnya dengan segala kebaikan. Kembali dalam keadaan khusnul khotimah. Ehhmmm siapa yang ndak pingin seperti itu.
Sudah pernahkah sampean menjalani bekam ? Gimana hasilnya ?

***
"Semoga kita dimudahkan dalam segala urusan di dunia dan akhirat"
Wallahu a`lam bish-shawab
semoga bermanfaat
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

55 comments:

  1. segala penyakit...Pak ies??..bagaimana dengan stroke?....mau sy cobakan ke Ibu saya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah pemahaman saya tentang Bekam masih belum ada Pak, kita tunggu saja tanggapan dulur-dulur lain yang sudah punya keahlian tentang bekam. Hanya saja, kalo kita menilik dari riwayat yang saya kutip di atas, Insya bisa Pak. SOalnya teman saya yang stroke awal, belum sampai berat, begitu di bekam 2 kali sekarang sudah bisa beraktifitas biasa. Padahal saat terkena serangan pertama, beliau tidak bisa jalan. Semoga Alloh memberikan kemudahan penyembuhan untuk Bunda Njenengan, amin

      Hapus
    2. Untuk stroke juga sangat dianjurkan :)

      Insya Allah aman.

      Hapus
    3. Bekam adalah sunnah rasul dan aman untuk segala penyakit
      soal kesembuhan adalah kehendak ilahi, kita kan cuma berusaha

      saya belum pernah melakukan bekam, di daerah saya belum menemukan

      Hapus
  2. Alhamdulillah saya sekeluarga juga sudah pernah. Yach dulu saat almarhum Bapak saya berobat, beliau yang ahli berbekam orang dari Pasuruan mau datang ke rumah, jadi sekalian ikut pengobatan.

    Subhanalloh..., itu ajaran pengobatan baginda Nabi yang simpel tapi benar adanya/hasilnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah jika Ning Iffa sudah pernah membuktikan. Saya menilai juga benar-benar simpel, nggak butuh waktu lama dan nggak terasa sakit. Bahkan setelah dibekam, saya malah menjadi lapar dan makan lebih enak. Tidur malampun menjadi nyenyak. Semoga ini awal yang sangat baik untuk kesehatan

      Hapus
  3. wah..kalau saya belum pernah pak ies.. namun pengin juga nyoba... maturnuwun pencerahanipun..

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan sekali-kali dicoba Kang, sayapun merasa lebih baik setelahnya

      Hapus
  4. Kirain David Bekam..tapi ya gini Habib, aku blm pernah bekam ( walau muka mirip Bechkam ...) yg pasti utk urusan obat aku percaya dgn apa yg Rosul suruh..yakni Hobatussaudah....manjur..joss..cespleng..alhamdulilah udah tidak pernah sakit ( ndak minta..) tapi sekali lagi membuktikan, Baginda Nabi Saw benar!...

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar, saya pun mengkonsumsinya Habib. bahkan ada yang campur dengan bawang lanang, biar tambah oyee

      Hapus
  5. Saya belum pernah menggunakan pengobtan alternatif seperti ini Ust. tapi saya pernah melihat orang² melakukan pengobtan bekam ini di pasar tanjung Ust,

    Matur nuwon Infonya,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah sampean mengingatkan saya akan pasar Tanjung, soalnya dulu saya juga sering datang kesini dan pernah juga melihat orang dibekam. Hanya saja waktu itu belum punya keberanian ikut terapi ini

      Hapus
  6. teman saya juga adayg terbiasa dibekam, saya masih takut pak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Alloh saya juga akan membiasakan diri rutin tiap bulannya Mbak, mengukuti sunnah

      Hapus
  7. saya msh takut pak...selain takut ketauan penyakitnya, takut darahnya juga :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. daripada ceck up di laboratorium, kalo saya mending pake terapi ini. Soalnya sebelumnya paling tidak setahun sekali saya general ceck up di lab

      Hapus
  8. aku belum pernah, paklek...
    ketoknya kok mengerikan gitu ya..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak ngeri kok, rasanya seperti kerokan. Coba saja minta Ibuke Citra ngeroki sampean, rasanya kurang lebih seperti itu

      Hapus
  9. Saya baru tahu dr membaca kisahnya Pak Is...tp kalau sampe ada darah2 gitu..ngeri juga ya Pak # penakuutt

    BalasHapus
    Balasan
    1. lha kalo lihat darah ikan ngeri nggak ?. Mungkin karena belum pernah, jadi rasa takut itu ada, padahal sekarang lebih enak dibandingkan dengan teknik bekam sebelumnya yang menggunakan silet untuk membuat luka dikulit. jadi susah menentukan 'kedalaman' luka sayatan yang dibuat. Kalo pake pen sudah otomatis pas

      Hapus
  10. Kang enak ya di bekam itu. Ane pengen di bekam juga. Buat mengeluarkan darah kotor yang bersemayam di tubuh kita. Katanya kalau sering kecapean itu bisa juga disebabkan karena darah kotor juga.
    Terus pasti ada rahasia yang belum terungkap, kenap bekam di sunnahkan ganjil dan pada tanggal tertentu. Karena masih belum menemukan misterinya dari sains modern, kita ikuti aja petunjuk Rasulullah karena ada hadist yang menyebutkan terdapat kesembuhan itu kang.

    Buka praktek dimana sob sahabatnya tadi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, setelah dibekam walo masih sekali ada terasa perbedaannya. Lebih enak ke badan. Mengenai kenapa pada pertengahan bulan, saya cari literatur dan hasil penjelasannya seperti ini, Ibnu Sina di dalam kitabnya Al-Qaanun mengatakan : “Diperintahkan untuk tidak berbekam di awal bulan karena cairan-cairan tubuh kurang aktif bergerak dan tidak normal, dan tidak diakhir bulan karena bisa jadi cairan-cairan tubuh mengalami pengurangan. Oleh karena itu diperintahkan melakukan bekam pada pertengahan bulan ketika cairan-cairan tubuh bergolak keras dan mencapai puncak penambahannya karena bertambahnya cahaya di bulan”.
      Beliau prakteknya dekat rumah saya ternyata

      Hapus
  11. darah warnanya merah, kalau hitam berarti ada racun

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Kang apalagi kalo darahnya berwarna hitam dan berbusa, itu menandakan toksik dalam tubuh kita yang perlu dikeluarkan dengan cara bekam

      Hapus
  12. waduh kalau perokok berat macam saya ini saat dibekam warna darahnya apa yo Kang.. saya kok kawatir nanti warnanya biru hehehe. Pingin sih Kang, tapi ngebayangin dibekam itu loh aku kok keri yo.. Lah disuntik aja saya ini kadang enggan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mboten usah khawatir sakit Kang, rasane koyok dientub semut, clekit clekit. Kalo sampean perokok berat, cobalah kapan-kapan melakukan terapi bekam, biar tubuh lebih enteng

      Hapus
  13. wah sy jadi pengen bekam juga pak, katanya bisa ngilangin masuk angin ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener, masuk angin dengan kop saja sudah cukup

      Hapus
  14. Buat semuanya, ayo cobain bekam, niatkan untuk kesehatan kita :)

    Jangan ngeriii atau takut, kelihatannya aja serem, tapi sebenarnya bekam itu tak seseram yang kita lihat kok. Tapi sesungguhnya bekam itu tak sakit, justru segar kok, ya kan Pak Ies?

    Buat Pak Ies, ayo lanjutkan bekam rutin ditanggal-tanggal sunnahnya dan semoga ada kesempatan untuk ikut pelatihannya, agar bisa melakukan bekam, minimal untuk keluarga terdekat kita ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku dulu belajar bekam juga untuk keluarga, eh malah sekarang aku ingin buat klinik bekam juga, biar banyak yang tahu manfaat pebgobatan bekam ini ;)

      Hapus
    2. Insya Alloh saya akan rutin melakukannya Mbak, bahkan saya ada rencana beli alatnya untuk saya pelajari. Mungkin awalnya belajar nge kop dulu untuk memastikan titik titiknya. Dan harapan saya adalah bisa melakukan bekam sendiri

      Hapus
  15. Aamiin :)
    saya belum pernah coba, gak sakit ya pak ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak sakit kok, cuman clekit-clekit sewaktu ditembak pake pen. Jangan khawatir, kedalaman tembakan sudah dirancang tidak tembus yang menyakitkan.

      Hapus
  16. wah, darah yg mengandung nikotin jg bs ketahuan ya...dan aku baru tau mas, kalo dibekam sebaiknya perutnya dikosongin dl...

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin terapistnya sudah memahami ciri-cirinya kali ya Mbak.

      Hapus
  17. belum pernah mas.. malahan baru dengar ada istilah bekam ini.. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. baru dengar ?, padahal ini teknik pengobatan Nabawi lo

      Hapus
  18. Pak Ies, saya ingin sekali Bekam dari dulu
    tapi masih takut mau nyoba
    dan juga, kebanyakan yang mbekam itu laki laki
    mungkin ada sih tukang bekamnya yang peremuan
    tapi saya belum nemu,hehehehe..
    info yang menarik ini Pak
    terima kasih telah dibagi...:)

    BalasHapus
  19. hmmm... kok serem ya pakies,, pake disuntik n keluar darah ya??? huaah... ngerii,,,,

    BalasHapus
  20. q pernah liat yg berbekam lumayan ngeri juga darah kotornya keluar gtu...curhat heheh :)

    BalasHapus
  21. saya juga sering liat orang dibekam, pengennya nyoba tapi belum sempat juga. Keknya dah banyak endapan alias residu nggak bener di badan ;)

    BalasHapus
  22. Suami pernah di bekam...emang kalo pernah merokok darahnya jadi hitam...kalo di jakarta...ada loh pe-bekam yang praktek di masjid2...suami sering nemuin kalo pas sholat magrib di masjid.....

    aku pengen juga ngerasain di bekam...tp belum ada pem-bekam perempuan...belum nemu heheh....

    BalasHapus
  23. eh iya, belum ada tabib berbekam yang perempuan kayaknya. Tapi seingat saya dulu saat berbekam tabibnya minta bantuan muhrim kita bagi yg perempuan.

    BalasHapus
  24. alhamdulilah pernah dan saya pingsan...
    :P

    BalasHapus
  25. Kebetulan pernah menjalani terapi ini, setelah beberapa kali, badan terasa segar, kepala yang dulunya sering pusing jadi berkurang. Cuma sekarang ndak pernah lagi, ditempatku tidak ada yang ahli menggunakan terapi bekam.

    BalasHapus
  26. Kalau tidak salah minyak itu namanya minyak but-but, Mas! Soalnya bapak saya dulu pernah belajar bekam dan sekarang punya alat bekamnya. Banyak cop-cop berbagai ukuran, dari yang kecil sampai yang besar. Tapi saya malah belum pernah dibekam. Takut.

    salam kenal! saya follow blog ini, saya tunggu kunjungan baliknya :)

    BalasHapus
  27. wa'alaikum salam
    cantuq sering liat, kebetulan imam musholla kadang nerima orang yg terapi ini
    cuman nonton doang kangmas,
    gak berani nyoba.. atut sama yang jenis jarum2an :D
    sereem bayanginnya.. kabuur

    BalasHapus
  28. sampe sekarang saya masih maju mundur Pak.. sebenarnya ingin mencoba bekam.. tp ada bbrp spesialis penyakit dalam yg menentangnya krn ada kasus2 yg justru merugikan pasien..

    klo mnrt aku yg bermasalah bukan bekamnya, tapi teknik dan terapisnya kurang terlatih mungkin... oleh krn itu aku msh dlm tahap pencarian tempat terapi yg baik...

    aku percaya apapun yg diajarkan Rasulullah pasti demi kebaikan kita sendiri..

    semoga Allah mengkaruniai kesehatan selalu, Pak Ies.. amin.. :-)

    BalasHapus
  29. Pak, ada yg bilang darang yg mengental itu lantas dikeluarkan dg cara kulit ditusuk ya? Apa benar?
    Aku sendiri belum pernah mencoba bekam... ada gak ya dikotaku?

    BalasHapus
  30. kok serem ya pak liatnya
    ayah saya suka ikut bekam gini =?

    BalasHapus
  31. Dulu saya takut banget kalo dibekam. Horror gitu. Tapi, pas dibekam sama kakak saya jadi gak terlalu takut. soalnya kakak saya sudah menjelaskan gimana cara membekam. emang sih cuma ditusuk2 pake jarum, ga serem2 amat.

    sampe sekarang baru dua kali dibekam. waktu dibekam darah yang paling hitam di bagian pinggang (ginjalnya katanya ada masalah, hobi minum yang instan2) dan bagian leher (emang pas batuk parah sih).

    BalasHapus
  32. hihihi... saya masih agak ngeri...

    belum cukup berani melakukan bekam

    BalasHapus

Fastabiqu khairat mari berlomba-lomba dalam kebajikan